
"Mamaaaa!" Jex berlari menghampiri Vania yang sudah berhari-hari tidak bertemu dengan sang ibu. Bocah laki-laki itu sudah sangat merindukan ibunya baik siang maupun malam dengan terus memanggil-manggil nama Vania.
Sontak Vania langsung menggendong Jex, putra kesayangannya dengan perasaan sangat bahagia yang tidak terhingga dan akhirnya mereka bisa berkumpul lagi.
Semua mata tertuju pada Niko dan Vania yang tiba-tiba sudah ada disana.
Seorang ibu paru baya berlari cepat menarik-narik kuat tangan Jany Cortez.
"Maafkan dia Tuan, karena dia sedang mengalami gangguan kejiwaan!" ucap wanita itu.
NIko terkejut hebat.
"Hahahaha!" tawa Vania merasa lucu melihat ekspresi bengong Niko yang baru saja di peluk oleh wanita yang sedang mengalami gangguan kejiwaan.
"Plok!" Niko menjitak kecil kepala Vania.
"Aduh!" keluh Vania.
"Blek😝 (Vania masih mengejek kekasihnya itu) gimana rasanya Mas!"
"Awas kamu yah, lihat saja nti dikamar, aku akan buat nangis kesakitan lagi kamu!" ancam genit Niko.
Vania masih tersenyum lucu.
"Syukurlah, aku pikir beneran Niko akan di jodohkan keluarganya!" batin Vania.
"Mama! Ayo main" Rengek Jex berbicara masih belum jelas.
"Ayo sayang!" ucap Vania mencari tempat berdua di taman kecil karena keluarga Niko sedang sibuk dengan kedatangan tamu.
Sementara Niko menemui tamu yang sedang berada disana.
**
Ternyata keluarga Jany Cortez berteman baik dengan Priyana, mereka baru datang dari Australia langsung berkunjung ke rumah Priyana.
Mereka senang bertemu dengan Niko dan melakukan perbincangan asyik disana.
Orang tua Jany mencari pengobatan untuk putrinya di Indonesia yang tiba-tiba mengalami gangguan jiwa karena tidak terima calon suaminya justru selingkuh dengan sahabat dekatnya.
"Anak kami yang terlalu mencintai kekasihnya?"
Niko memberikan Rekomendasi pengobatan kejiwaan kepada keluarga Jany termasuk nomor Benny.
"Agar si Benny terlihat sibuk dan tidak sempat mengurusi Masalah pribadiku!" gumam senyum tipis Niko.
"Ini Mom, daftar Dokter dan lokasi klinik terbaik dalam menangani gangguan kejiwaan di negeri ini!" ucap Niko.
"Terima kasih yah Mas Niko!"
"Sama-sama!"
Mereka terlihat senang dan langsung berpamitan pulang.
"Aku enggak mau pulang, mau disini!" rengek Jany.
Sebelum pulang Jany masih mencolek pipi Niko.
"Kasihan, cantik-cantik bisa gila seperti itu!" ucap Mala.
***
Setelah tamu disana pulang, Niko langsung memeluk hangat Priyana, sang ibu.
"Mama sehat-sehat saja kan!!"
"Apa kabarnya kamu Nak!"
__ADS_1
"Baik Mah!" jawab Niko.
"Dimana Vania?" tanya Mala.
"Sepertinya dia ada di Taman bersama Jex!" jawab Niko.
"Terima kasih telah merawat Jex disini!" ucap Niko lepas ibu dan adik perempuannya.
"Iyah, duduklah kalian, aku akan membawa kan hidangan kue manis!" ucap Mala
Tinggallah Priyana dan Niko di ruangan tamu itu.
"Jawab yang jujur Niko, seperti apa hubunganmu dengan Vania sekarang?" tanya Priyana.
Niko langsung menunduk malu tapi ia harus berkata jujur pada ibunya.
"Kalau Niko jawab, apakah Mama akan marah!"
"Tidak sayang!" jawab lembut Priyana.
Tidak lama kemudian mala datang membawa Hidangannya.
"Kami sudah menikah, tapi hanya sebatas menikah siri Mah!" ucap Niko.
Priyana dan Mala saling memandang, keduanya sedikit terlihat terkejut.
Tidak berapa lama, Vania muncul dengan menggendong Jex yang terlihat sudah mengantuk. Ia langsung terlihat kaku dan tidak tau harus berbuat apa, Vania sudah merasa bahwa Niko telah jujur dengan hubungan mereka kepada keluarganya.
Melihat kedatangan Vania, Niko mengajak Vania agar mendekat kepada ibu dan adiknya.
"Ah, apa kalian sudah makan!" ucap Priyana merubah suasana yang sempat membisu.
"Mari kita duduk bersama dulu!" ajak Mala kepada Vania, lalu Mala bergerak ke dapur lagi membuatkan minuman.
"Bukannya Mama tidak setuju dengan hubungan kalian, tapi kamu sudah mengatakan kepada semua orang, bahwa kamu tidak memiliki hubungan apa-apa kepada vania!" ucap Sang Ibu kepada Niko.
Vania tampak diam saja, tidak berani berkata soal apapun Masalah hubungan mereka.
"Iyah, kau memang benar, Mama yakin kau bisa menyelesaikan semua ini!"
"Vania!" panggil Priyana.
"I... Iyah Tante!" wanita itu mulai tampak gugup dan sedikit malu.
"Anakmu sangat pintar dan baik budi, kami bahagia dia ada disini!" ucap Priyana.
"Terima kasih banyak Tante, sudah merawat Jex dengan baik!"
"Bagaimana kabar Paman dan Tante mu!"
"Masih belum sadarkan diri, sedangkan Tante saya mengalami gangguan kejiwaan!" ucap sedih Vania menunduk.
"Kamu yang sabar yah!"
"Terima kasih Tante!"
Tidak lama kemudian, pelayan datang membawa hidangan minuman buat mereka.
"Mari di minum!" ucap Mala.
"Terima kasih kak!" sambut Vania.
"Selama ini belum ada wanita yang Niko perkenalkan kepada kami dan baru kamu lah wanita yang selalu ia ceritakan dan sampai detik ini ia hadapkan lagi meski kemarin hubungan kalian sempat gagal.
Disini saya ingin bertanya, apakah kamu sanggup menjalani kehidupan rumah tangga kelak dengan Niko, dia adalah pria egois yang setiap keputusannya tidak bisa di tentang," ucap Priyana.
"Semoga saya bisa Tante, jika saya tidak sanggup saya kembalikan lagi kepada Tante!" jawab Vania membuat semua disana tertawa
__ADS_1
"Hahahaha, kamu bisa saja!" jawab Niko terkekeh kecil.
"Karena menjalani rumah tangga itu tidak lah mudah, apalagi Niko adalah seorang pimpinan perusahaan, kalian harus bisa menghargai kekurangan masing-masing!"
"Iyah Mah, Iyah Tante?" jawab angguk keduanya.
Akhir ketegangan itu berlalu, keluarga bahagia itu menyantap hidangan yang di buat langsung oleh Mala chef cake. Respon baik keluarga Niko membuat Vania sedikit lebih tenang dan bahagia.
***
"Tlililit," Terlihat ponsel Niko berdering.
"Selamat siang Mas Niko?"
"Selamat siang Dok!"
"Maaf menganggu Mas Niko, saya hanya memberikan kabar baik jika pria bernama Ferdy Syah itu telah sadarkan diri.
"Ouh Iyah?"
"Benar Mas!"
"Terima kasih banyak Dokter!"
"Namun staminanya belum bisa normal, kondisinya masih sangat kemah!"
"Baiklah lakukan yang terbaik!"
"Baik Mas Niko!"
"Trup, percakapan berakhir. Niko belum memberitahunya kepada Vania.
Niko tidak ingin melewatkan masa libur kerjanya, ia masih ingin mendampingi ibunya berbicara lebih dekat.
Sementara Vania membantu Mala belajar merangkai kue, sedikit mengurangi rasa pikiran berat wanita itu
"Kamu yakin mencintainya wanita itu?"
"Iyah Mah, hanya Vania yang bisa menggantikan posisi Isabella," ucap Niko.
"Mama senang jika kau menikah dengan Vania, jika bisa kalian langsung memiliki anak!"
"Iyah Mah, tapi untuk saat ini sepertinya belum bisa! keadaan belum memungkinkan!" jawab Niko.
***
Terlihat Jex mengantuk, Vania langsung membawanya ke kamar Niko di rumah besar itu.
Mengelus manja Jex sehingga benar-benar tertidur pulas. kemudian Vania bangkit dan masih menatap imut balita itu tertidur.
Tiba-tiba Niko memeluk Vania dari belakang dan menciumi manja punggung istrinya itu.
"Aku juga ingin dielus manja seperti Jex!" rengek genit Niko di telinga Vania.
Keduanya berpelukan sambil tertawa cekikikan lalu bersandar ke sebuah dinding dan mulai memandang penuh nafsu.
"I Love You!" ucap Niko
"I Love You too!" sambut Vania keduanya terus menatap penuh cinta.
***
Seorang pria menjemput Kiano di sekolahnya.
"Apa kau masih mengenali aku?"
__ADS_1
"Om Frans!" ucap Kiano dengan senyum.