Mr Cool Falling In Love.

Mr Cool Falling In Love.
Bab 50


__ADS_3

Niko terdiam tak mampu menjawab, ia hanya bisa bicara dalam hati yang terdalam.


"Aku tau kau begitu haus akan kebersamaan keluarga, Tapi bukan begini caranya, mereka hanya memanfaatkan kepolosan dan kasih sayang mu yang tulus dan kau akan terus terbuai dengan airmata serta janji palsu yang mereka ucapkan. Suatu hari nanti kau akan paham mengapa aku harus melakukan ini, untuk sekarang, aku memang benar-benar tidak bisa menjelaskannya, karena aku juga bukan bagian dari dirimu. Entah dasar aku sangat mencintaimu atau ada rasa penasaran atau sakit hati yang dalam, aku juga tidak paham! Namun yang pasti, aku masih terus disini berjuang sendiri hanya karena tidak terima dengan perlakuan mereka terhadapmu!"


"Aku tidak bisa menerima permintaan mu!!!" jawab tegas Niko terus menatap dingin Vania.


"Kamu sangat kejam Niko, Aku sangat benci kepadamu, ternyata selama ini aku salah menilai mu, kau hanya berbohong jika mencintaiku!" ucap Vania dengan airmata.


Niko terlihat menahan perasaan yang sedang bergejolak, mendengar ucapan Vania hatinya terasa tertusuk tombak.


"Percuma mencintaimu, kau tidak akan bisa mengerti!" ucap Niko.


"Don! Paksa dia untuk tanda tangan!" teriak Niko dengan wajah merahnya.


"Siap Pak!"


"Nona tanda tangan disini!" ucap Doni memberikan pulpen dan menunjukkan area tempat tanda tangan.


"Vania masih bertahan tidak ingin melakukannya!"


"Vania, kamu jangan mau...Jangan Vania...Jangan...kau harus ingat jika Restoran ini akan menjadi milik Jex nantinya, jangan kau sia-siakan perjuangan kita!" teriak Ferdy.


"Vania Tante mohon jangan sayang, kau harus mendengarkan kami!"


Spontan Niko tertawa sinis mendengar ucapan Paman dan Tante Vania. Sebuah janji tidak akan pernah terjadi.


Saat mereka mulai berontak, polisi militer yang sudah di bayar oleh Niko terpaksa mengarahkan pistol mereka ke arah Ferdy, Erly, dan Vania, hanya saja, pistol yang mengancam Vania, pelurunya kosong. Karena Niko takut Polisi itu ceroboh melepaskan tembakannya ke arah Vania.


Sontak Vania ketakutan sampai tangannya gemetaran, ia begitu trauma dengan hal-hal ancaman maupun pemaksaan.


"Kalau kalian berani berontak lagi, peluru itu akan menembus dahi kalian!" hentak Niko kepada Ferdy dan Erly.


karena Vania tidak menginginkan adanya insiden berdarah, akhirnya wanita yang masih muda itu bergegas memberikan tanda tangannya di setiap lembar yang di perintahkan oleh Doni.


"Tidaaaaaaaakk!" teriak Erly yang sangat mencintai harta peninggalan Romi.


"Terima kasih atas kerja samanya!" ucap Doni dengan senyum manisnya.


Niko memakai kembali kacamatanya lalu melangkah pergi keluar diikuti rombongannya.


"Tidaaaakkk...hiks...hiks...!" Erly yang masih histeris menjerit, tidak terima akan kehilangan harta yang sudah ia impikan akan menjadi miliknya.


Ferdy juga terlihat seperti orang bodoh yang belum percaya jika Resto itu sudah tidak menjadi milik Vania lagi. Ia terduduk lesu.


Sementara Vania berlari mengejar keluar tepat dimana Niko mulai melajukan mobilnya, dalam tarikan nafas yang sangat berat, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Vania terus memandangi mobil Niko yang mulai berjalan keluar dari gerbang, Diam-diam Niko memperhatikan perempuan itu dari kaca spion mobilnya.

__ADS_1


Niko melihat sebuah tatapan kesedihan dari seorang perempuan yang lemah dalam menghadapi cobaan hidup yang tidak ada ujungnya serta beratnya beban yang harus ia pikul sendiri sampai perlahan wanita itu terjongkok lesu. Vania Ingin menangis mengeluarkan banyak airmata tapi serasa airmata itu sudah habis.


"Kamu kejam Niko!" gerutu Vania mengepal kuat tangannya.


"Aku benci kamu!"


"Aku sangat membencimu!" ucap Vania berkali-kali.


"Aku menyesal bertemu denganmu!"


"Menyesal pernah mengenalmu!"


"Menyesal pernah mencintai mu!"


Mobil Niko perlahan menghilang.


*


Erly berjalan mendapati Vania.


"Vania?" Bentak Erly dengan raut wajah merah, kesetanan.


"Tante!" jawab lesu Vania.


"Sakit Tante!" ucap Vania.


Erly tidak perduli terus menyeret Vania menuju sebuah ruangan serbaguna, yaitu ruangan pertemuan orang-orang yang ingin melakukan meeting atau acara lainnya.


"Ini semua karena ulah mu, akibat kau berselingkuh dengan pria sombong itu, Andai saja kau bisa lebih menjaga statusmu sebagai seorang istri Romi semua tidak akan seperti ini?" bentak keras Erly.


"Ampun Tante!" Vania memohon berlutut.


Erly yang serasa kemasukan setan Mendorong keras Vania ke arah meja kayu yang cukup kuat hingga ia tersungkur, hidung mengeluarkan darah segar akibat benturan benda yang cukup keras.


"Ampun Tante, sakit!" Vania memohon menangis ketakutan.


Setelah ada segel pengambilan paksa, Resto itu menjadi sepi seketika dan tidak terlihat seorangpun disana kecuali Ferdy, Erly dan Vania, semua pegawai Resto sudah diperintahkan pulang oleh pihak polisi dan tidak dapat beroperasi sampai jadwal yang telah ditentukan.


Utusan Niko yang bertugas mengambil Video ternyata masih di area parkiran tepatnya di area kamar toilet, tidak sengaja ia lewat dan mendengar suara gaduhan kecil lalu mengintip dari celah kaca yang tertutup tirai. Namun ia bisa melihat Erly yang sedang melakukan kekerasan terhadap Vania, Pria yang bernama Kevin itu bergegas menelepon Niko.


"Tuuuuuut!"


"Ada apa Vin!"


"Bos, sepertinya Nona Vania dalam bahaya, ia mendapat perlakuan kasar dari Tantenya!"

__ADS_1


"Kamu harus cegah tindakan mereka, aku akan segera kesana!"


"Baik Bos!"


Seketika Niko putar arah dengan cepat kembali menuju Restoran itu!


*


"Tiiiiiin....Tiiiin..." bunyi klakson mobil Niko yang mendesak karena perjalanannya terhalang macet oleh lampu merah.


"Arrrgh Sial, seharusnya aku tidak pergi, aku sudah merasakan firasat yang tidak baik!" rasa kesal Niko sampai membanting kecil setirnya.


"Sudah ku tebak ini akan terjadi tapi aku tidak menduga secepat ini?" Niko sudah mengerti skenario selanjutnya, karena ia tau seperti apa watak kejam Erly juga suaminya yang patuh kepada isterinya.


"Perempuan itu harus di musnahkan!" ucap Niko terus berusaha menerobos kemacetan.


"Tuuuuuut!" Niko menelpon Asistennya.


"Bagas! Tunda semua jadwal meeting siang ini?"


"Baik Pak!"


"Kerahkan Polisi serta Bodyguard lainnya menuju Restoran Doyan Mangan!"


"Untuk apa Pak?"


"Vania dalam bahaya!"


"Baik Pak!"


"Trup"


"Bukankan dia sudah tidak memikirkan dan perduli lagi dengan wanita itu? Mengapa lidahnya tidak pernah satu jalur dengan hatinya, si Bos memang aneh,🙃


Benci tapi cinta atau lagi...lagi...lagi cinta.


Sudah berapa banyak uang yang dia habiskan demi menangani kasus wanita itu.


cek...cek...cek... benar-benar di mabuk cinta beginilah kalau Tuan dingin itu sudah jatuh cinta (Mr cool Falling In Love)!" komentar Bagas sambil geleng-geleng kepala merasa tidak habis pikir lalu segera mengerjakan perintah atasannya.


*


Terlihat Kevin tidak dapat masuk karena pintu luar Restoran di kunci dengan rapat, ia berusaha membukanya.


Erly yang sudah naik pitam mengambil sebuah pisau kecil yang tajam berniat ingin menghabisi nyawa Vania.

__ADS_1


__ADS_2