MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 10 Teruskan Apa Putuskan


__ADS_3

Satu Minggu sudah Pak Rangga tidak berada di resto. Mengurus semua resto di setiap cabang kota di pulau Jawa. Kesibukan itulah yang menumbuh rasa ragu di hati Delima. Tidak ada wa masuk yang mengabarkan keberadaannya. Apalagi menanyakan tentangnya.Delima membuang jauh semua pemikiran negatif . Delima memupus setiap rasa yang telah tumbuh. Pemikirannya kembali seperti tujuan awal ia bekerja. Ingin mengumpulkan sedikit rejeki untuk membantu ekonomi keluarganya.


Keramaian pelanggan siang itu membuat kesibukan bagi pegawainya. Deru mobil berhenti di tempat parkir.Pak Rangga datang bersama Ibu Monic. Mereka langsung masuk ke ruang kerja Rangga. Delima sekilas menyaksikan itu. Cepat-cepat dihilangkan perasannya. Sampai Resto tutup Pak Rangga dan Ibu Monic tidak keluar.


Hari Minggu Delima sudah berencana ingin membeli keperluan bulanannya. Pukul 08.00 ingin berangkat.dengan naik angkot tanpa Nani yang mengantar. Pintu diketuk dari luar. Delima meletakkan kembali tas tangannya. Ia membuka pintu. Wajah yang belum sepenuhnya bisa dilupakan muncul tanpa memberitahu terlebih dulu.


...RONALD...



"Selamat pagi,Delima" kata Ronald dengan senyum khasnya.


"Se..selamat pagi juga," jawab Delima, "Silahkan duduk". Ronald duduk dihadapan Delima.


"Maaf, aku datang ke mari mendapatkan alamat dari Bapak. Bapak, ibu dan adik-adik titip salam. Bapak juga mengatakan terima kasih. Adikmu sudah lulus dan naik kelas juga. Si bontot sudah masuk ke Sekolah Dasar, " kata Ronald menjelaskan maksud dari kedatangannya.


Kabar gembira dari keluarga itu yang ia ingin dengar. Ia harus giat bekerja agar bisa membantu.


"Terima kasih atas kabarnya," kata Delima gembira dan tetap kalem.


"Kamu sekarang semakin dewasa Delima. Maafkan aku telah melepaskan mutiara yang pernah aku miliki,. tapi aku bahagia pernah memilikinya," kata Ronald ada rasa sesal.


"Sudahlah Ronald jangan diingatkan lagi, " kata Delima sengaja memutuskan harapan.


"Kamu hendak bepergian?" tanya Ronald.


"Tidak," jawab Delima yang malas ke luar karena sudah terlalu siang.


"Masih suka es teh?" tanya Delima.


"Iya, itu minuman yang aku minum setiap bersama kamu," jawab Ronald ingin mengenang kebersamaan mereka.


"Sebentar aku ambilkan," jawab Delima yang sudah berdiri .


Di dapur Delima sudah dihadang Nani yang penuh pertanyaan.


"Mengapa Ronald ke mari?" tanya Nani.


"Menyampaikan salam dari Bapak, Ibu dan Adik-adik," jawab Delima sambil membuat es teh.


"Selain itu ?" tanya Nani penuh selidik.


"Tidak tahu," jawab Delima," Cepat mandi temani ngobrol dengan Ronald".


Delima keluar membawa dua gelas es teh dan dua toples kue kering. Kemudian menawarkan pada Ronald.


"Ayo diminum,"


"Terima kasih,"jawab Ronald mengambil es teh dan menghabiskan setengah gelas.


Nani


Kakak ada di mana

__ADS_1


Kakakku Comel


Ketemu Klein, ada apa


Nani


Ronald, mantan Delima datang ke mes


Kakakku Comel


Apakah mereka akan bepergian


Nani


Rencananya Delima mau ke luar membeli kebutuhan bulanan, Delima juga sudah kelihatan rapi


Kakakku Comel


Cegah kepergian mereka. Satu jam lagi Kakak sampai sana


Nani


Uang tutup mulut


Kakakku Comel


3 x lipat


Nani


Nani segera mandi dan ke luar menemani mereka berbincang. Nani tampak bersemangat. Dengan kelucuan dan kecerewetannya membuat waktu satu jam berlalu begitu saja. Deru mesin mobil berhenti di halaman dan segera dimatikan. Suara pintu mobil ditutup agak keras.


...RANGGA...



"Assalamualaikum," kata seseorang yang sudah berada di depan pintu.


"Waallaikum salam," jawab mereka bertiga bersamaan.


Seorang pria dewasa dengan langkah mantap masuk menghampiri Delima


"Maaf mengganggu," kata Rangga yang dengan sengaja memeluk erat tubuh Delima.


.......


"Silahkan duduk,Kak," kata Delima, "Kenalkan ini Ronald teman Delima dan Nani saat SMA dulu".


Rangga menjabat tangan Ronald sedikit ada penekanan di sana.


"Kenalkan saya Rangga, Kakak Nani sekaligus calon suami Delima".


"Saya Ronald," jawab Ronald memperkenalkan diri. Ronald Ronald melihat jam tangan. Kemudian pamit hendak pulang.

__ADS_1


" Terima kasih atas minumnya Delima, aku pamit dulu langsung pulang Semarang".


" Sama-sama salam buat Bapak , ibu, dan adik-adik," kata Delima.


Ronald sampai di pintu dan Delima ingin mengejar, tangannya di pegang Rangga dengan cepat dikibaskan hingga terlepas.


"Ronald tunggu," teriak Delima dengan cepat mengejarnya


"Tentang calon suami yang kau dengar jangan sampaikan pada Bapak dan Ibu itu hanya candaan," kata Delima memohon.


"Iya, aku paham. Kamu terlalu muda untuknya. Perlu kamu ketahui aku sudah putus dengan Lisa. Lisa selingkuhi aku. Jika boleh berharap aku selalu menunggu mutiara yang pernah aku miliki," jelas Ronald serius. Dengan cepat dipeluknya Delima. Delima hanya diam.


Ronald berlalu. Delima kembali duduk di depan Nani dan Rangga. Rangga langsung membuka pembicaraan.


" Delima mari aku antar untuk membeli kebutuhan bulanan kamu," kata Rangga pelan.


"Delima malas Kak sudah siang, lain kali saja pulang dari resto," jawab Delima memberi alasan.


"Kalau begitu kita bertiga cari makan saja di luar," kata Rangga mengajak Delima makan siang.


"Kakak dan Nani saja, nanti saya di bungkus satu," jawab Delima mengelak memberi alasan.


"Ada apa Delima? Kamu marah padaku?" tanya Rangga yang sudah memahami keadaan


"Saya tidak berhak marah pada Kakak," jawab Delima.


"Nani, pergilah beli makan siang dan kebutuhanmu dan Delima selama sebulan, hati-hati di jalan," kata Rangga memberi perintah. Nani segera mengambil dompet dan segera ke luar tidak lupa menutup pintu.


Rangga memperhatikan Delima. Delima kesal, tapi masih bisa menahan perasaannya.


"Maafkan aku, selama satu Minggu ini sangat sibuk Jadi tidak bisa menghubungi kamu," kata Rangga menjelaskan.


"Iya Kak, Delima paham," kata Delima.


*Ada yang ingin kamu sampaikan Delima?" tanya Rangga.


"Kak, Delima ingin fokus pada pekerjaan dulu. Delima ingn membantu Bapak agar adik-adik bisa sekolah hingga mendapat pekerjaan," jelas Delima.


"Kamu ingin menghindar dariku? Kamu ingin kembali pada Ronald yang telah menunggu kamu?" tanya Rangga dengan suara keras.


"Tidak Kak, Ronald masa lalu aku. Aku sudah pernah terluka. Aku tidak ingin sakit hati yang kedua kali," Kata Delima dengan suara pelan dan mulai tak terdengar. Rangga menggeser duduknya. Kedua tangannya menggenggam tangan Delima.


"Sebaiknya Kakak pulang, Delima mau istirahat," kata Delima tanpa melihat Rangga.


" Sayang, maafkan, " kata Rangga memohon, "Bicaralah jika ada yang ingin disampaikan, tapi jangan pernah kamu ucapkan kata berpisah".


"Sebaiknya Bapak Rangga tetap menjadi pimpinan saya tanpa ada perasaan lain, tapi jangan pecat saya. Pekerjaan ini harapan bisa membantu keluarga," kata Delima memohon.


"Baiklah kalau itu memang keinginanmu, " kata Rangga menerima keputusan Delima,"Permisi, selamat siang".


"Selamat siang," jawab Delima diam di tempat duduk


Suara mobil sudah lama menghilang, tapi Delima masih enggan berdiri dari tempat duduknya. Keputusannya sudah bulat untuk tetap bekerja tanpa memikirkan perasaannya.

__ADS_1


Ia memang sudah mengambil keputusan untuk sendiri.


__ADS_2