MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 15 Sah


__ADS_3

Sejak semalam rumah Delima sudah ramai, karena malam ini adalah malam Midodareni artinya malam turunnya bidadari bagi pengantin putri. Sebelumnya sehabis Isyak diadakan pengajian yang diikuti warga sekitar. Kemudian rumah dihias sederhana tapi berkesan mewah oleh orang-orang petugas mendekor. Angel sudah pulang ke rumah Kak Rangga, karena besok siang akan datang bersama rombongan pengantin pria. Pagi jam 09.00 WIB akan dilaksanakan Ian qobul.


Pagi-pagi benar Delima sudah bangun, kata ibu akan dirias. Menunggu juru rias pengantin ia duduk di depan cermin. Melihat bayangan di cermin. Dipandanginya wajahnya. Besok statusnya sudah berubah. Bukan lagi sendiri, melainkan sudah menjadi istri Kak Rangga. Sudah menjadi satu keluarga. Delima harus mengutamakan kepentingan keluarga dari pada kepentingan dirinya sendiri. Masa pingitan selama seminggu membuat Delima merindukan Kak Rangga dan Angel.



Prov. Delima


Dua hari setelah lamaran Ronald dan Lisa bertamu. Tujuan mereka datang untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat.


" Delima, Saya sudah tidak bersama Kak Ronald lagi, jika kamu memaafkan kembalilah padanya. karena Kak Ronald masih sangat mencintaimu dan berniat untuk balikan lagi,' kata Lisa meyakinkan Delima.


"Delima, aku yakin kamu masih mencintaiku, kembalilah padaku. Akan aku perbaiki semua kesalahanku. Kamu mau kembali lagi padaku Delima ?" tanya Ronald.


Delima berpikir keras untuk membuat keputusan yang tidak menyakiti keduanya, termasuk Kak Rangga.


Delima menghidangkan tiga minuman hangat dan dua toples cemilan untuk menemani ngobrol. Dengan pelan dan mantap berbicara pada Ronald.


" Maafkan saya Ronald, aku sudah menerima lamaran Kak Rangga. Aku harus menerima konsekwensinya. Menjaga dengan baik amanat yang diputuskan bahwa besok Minggu akan ada ijab qobul".


Akhirnya Ronald dan Lisa pulang setelah gagal membujuk. Mereka meminta maaf karena tidak bisa datang dihari pernikahan Delima, karena ada acara penting di kampus.


Ada Vidio call dari Kak Rangga. Delima berikan ke Angel, karena tidak boleh saling melihat. Kak Rangga kangen Angel dan diharapkan mau pulang, tapi Angel tidak mau Kak Rangga ingin bicara dengan Delima, tapi menolak lebih baik telpon saja. Akhirnya* Kak Rangga menutup telpon dan Delima membukanya.


"Halo Sayang, sedang apa ?," tanya Rangga.


"Sedang membantu Ibu sambil mengawasi Angel bermain dengan Isabel," jawab Delima


"Jangan terlalu capek, jika masih ada yang kurang telpon Kakak saja," kata Rangga menyarankan.


"Terima kasih," kata Delima," Kak Rangga, mengapa tidak pernah memberi tahu Delima kalau Kakak selalu membantu keluarga Delima setiap bulannya?" tanya Delima.

__ADS_1


"Kamu sudah tahu?" tanya Rangga.


"Ibu yang bercerita," kata Delima singkat.


"Jangan marah ya? Kakak hanya timbal balik saja. Ingat, puluhan tahun yang lalu keluargamu selalu membantu keluarga Kakak, termasuk meminta Nani menginap di rumahmu dengan alasan untuk menemani kamu. Padahal dibalik semua itu keluarga kamu ingin meringankan beban keluarga Kakak saja. Hingga Ibu kamu meninggal. Tapi pada saat itu, aku dan adikku sudah besar sehingga bisa membantu mencari nafkah untuk meringankan keluarga," kata Rangga menjelaskan.


"Kakak masih mengingat semuanya?" tanya Delima.


"Sayang, aku anak terbesar. pastilah bisa mengingat peristiwa tersebut," kata Rangga percaya diri.


Delima diam, ia selalu terburu-buru mengambil kesimpulan sendiri. Kemudian marah tidak tentu arah. Berhari-hari tidak bicara. Selalu menyalahkan orang lain.


"Kak Rangga, maafkan Delima selama ini belum bisa berfikir dewasa dan terlalu cepat untuk memutuskan , tetapi salah diakhirnya" kata Delima pelan.


"Kakak senang menjadi super Hero kamu, lagi pula setelah selesai ngambeknya kamu akan tambah sayang," jawab Rangga sambil tertawa.


"Kakak sayang tidak sama Delima?" tanya Delima.


Tok tok tok


Delima tersadar dari lamunannya. Dengan cepat melangkahkan kaki menuju pintu dan membukanya. Tampak Tutut membawa nampan. Di atasnya ada nasi dan lauk pauknya.


"Mbak, makan dulu periasnya sudah datang," kata Tutut menyodorkan nampan pada Kakaknya.


"Terima kasih Dik,' jawab Delima.


Ibu perias mengawali dengan merias wajah Delima dengan riasan pengantin adat Jawa - Solo . Rambutnya disanggul besar dengan pernak-pernik menghias rambut yang berwarna keemasan. Untuk acara ijab Delima akan memakai pakaian warna putih bersih dan kain batik. Sedangkan acara panggih temanten, sungkeman, dan resepsi memakai baju hitam bludru Kenegaraan. Sekitar. satu jam wajah Delima sudah di sulap. Ibu Sukma yang sudah dirias mendampingi putrinya.


"Nak, kamu cantik sekali," kata Ibu Sukma memberikan pujian . Yang dipuji menunduk.


...Delima dirias adat Solo...

__ADS_1



"Terima kasih ,Bu. Delima jadi malu," jawab Delima tersenyum simpul. Setelah di rias dan acara sudah di mulai. Delima keluar bersama Ibu Sukma. Duduk di samping Kak Rangga yang sudah menunggu dari tadi. Jantung Delima deg-degan.Sekilas menatap Kak Rangga. Kak Rangga tersenyum. Kali ini Delima melihat senyumannya manis sekali. Kak Rangga juga memakai baju putih. Jambang dan kumis tipisnya yang biasanya tumbuh untuk hari ini tidak ada. Tampak lebih muda dari usianya. Gagah dan tampan sekali.


Pembawa acara mulai membawakan tugasnya. Inti acara ijab qobul diucapkan langsung oleh Bapak Brata.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Rangga Dirgantara Wibisono bin Muhammad Ridwan dengan anak saya yang bernama Delima Bunga Larasati binti Brata Suseno dengan maskawin berupa uang


Rp 15.012.022 dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.”


Satu tarikan napas diucapkan Rangga.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Delima Bunga Larasati binti Brata Suseno dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”


"Sah !" kata Pak Penghulu..


"Sah!" kata para saksi.


Semua yang hadir tersenyum dan bertepuk tangan dengan meriah. Rangga memasukkan cincin perkawinan ke jari manis kanan Delima. Begitu juga dengan Delima, memasukkan cincin ke jari manis kanan Rangga. Delima mencium tangan Rangga dengan takzim, sedangkan Rangga mencium kening Delima. Dengan cepat Rangga mencuri ciuman di bibir


Delima. Semua tamu yang menyaksikan kejadian tidak diduga dan dinyana tersenyum dan bertepuk tangan termasuk Pak Penghulu, membuat suasana menjadi riuh . Delima yang terkejut mencubit pinggang Rangga. sedangkan yang dicubit meringis menahan sakit.


Juru foto mengabadikan moment-moment sakral mereka. Termasuk saat pengantin memperlihatkan buku nikah. Kedua pengantin saling menatap. Ada rindu. Bahagia yang mereka rasakan ingin diungkapkan. Waktu belum mengijinkan. Mereka harus menahannya terlebih dulu. Ada banyak tamu. Ada banyak pasang mata yan menyaksikan mereka



Resepsi pernikahan sederhana digelar untuk menerima tamu tetangga dan kerabat saja. Tamu relasi Rangga tidak diundang. Pengantin berada dipanggung ditemani kedua orang tua.


Para tamu undangan dan saudara terdekat berdatangan memberi selamat. Mereka mendoakan rumah tangga Sakinah, Mawadah, dan Warohmah. Cepat diberikan momongan.


Senyum selalu terukir di wajah keduanya.

__ADS_1



__ADS_2