
Kedatangan Rangga dan Delima secara tiba-tiba pada pagi hari mengejutkan keluarga. Mereka menyambut gembira. Tiba-tiba Delima berlari ke kamar mandi, ibu Sukma mengikuti dari belakang.
Perut seperti dikocok, mual, dan kepalanya pusing sekali. Dikeluarkan semua isi perut makanan yang di makan tadi malam. Badan lemas serta kepala terasa berputar-putar.
Hingga terhuyung dan pingsan. Kepalanya dipangku Ibu Sukma.
" Nak Rangga!" Kata Ibu Sukma berteriak.
Rangga berlari menuju sumber suara. Dilihatnya kepala istrinya sudah di pangkuan Ibu mertuanya. Rangga berjongkok dan menggendong tubuh mungil di hadapannya. Ditidurkan di tempat tidur Delima. Ibu merawat dengan telaten. Ketika siuman Rangga segera membawa ke rumah sakit terdekat. Ibu mengantar mereka dengan Pak Agus yang membawa mobil.
" Ibu, Delima tidak apa-apa, mungkin hanya masuk angin saja," kata Delima yang menyandarkan kepalanya di bahu ibunya.
Rangga selalu menengok ke belakang memperhatikan keadaan istrinya. Sesampainya di UGD langsung ditangani dokter didampingi Ibu.
Rangga segera mengurus admistrasi. Hampir dua jam Delima diperiksa dokter, dari diambil darah, urin, hingga USG.
" Bisa bicara dengan suami Ibu Delima ?" tanya Dokter.
Rangga masuk dan duduk di kursi depan meja dokter.
" Saya suami Ibu Delima, Dokter," kata Rangga.
" Selamat, Pak. Ibu Delima hamil kira-kira usia kehamilan 3 Minggu.
Ibu Delima perlu rawat inap, karena tubuhnya sangat lemas dan khawatir berpengaruh pada janinnya,' kata Dokter menjelaskan.
" Alhamdullilah, terima kasih Dokter. Silahkan Dokter untuk rawat inap istri saya," jawab Rangga dengan raut bahagia .
" Bapak boleh mengurus rawat inap istri Bapak," kata Dokter
" Boleh saya menemui istri saya, Doker?" tanya Rangga.
" Silahkan, Pak," kata Dokter.
" Terima kasih, Dokter," kata Rangga berdiri menuju tempat tidur Delima.
Diciumnya kening istrinya lama. Setetes air mata jatuh menetes di pipi Delima
" Kak, ada apa? Apakah penyakitmu parah ?" tanya Delima memegang tangan Rangga.
" Selamat, Sayang," kata Rangga," Kamu hamil 3 Minggu, tapi kamu harus istirahat dulu di rumah sakit".
__ADS_1
" Benarkah ? Ibu Delima hamil," kata Delima memeluk Ibu Sukma.
Ibu Sukma membalas pelukan anaknya. Malam ini Rangga menemani Delima di rumah sakit, sedangkan Ibu Sukma dijemput Bapak Brata untuk pulang istirahat di rumah.
Rangga
Mama, Delima masuk rumah sakit.
Delima hamil dan perlu istirahat
Rangga mengirim wa malam hari, saat mereka sedang istirahat. Tetapi pada pagi harinya kegaduhan sudah terjadi di kamar Delima.
Vidio Call dari Mama Martha.
Halo, Rangga mana anak Mama?
Halo, Mama. Ini Delima. Mama sehat?
Mama sehat. Sayang kamu benar hamil?
Iya, Mama
Iya, Mama
Mama, Angel mau punya adik baby boy ya ?
Iya, tapi belum tahu baby boy atau baby girl
Angel senang , Mama. Papa mana?
Halo anak Papa yang cantik mau sekolah ya?
Pa, jaga Mama dan baby boy ya?
Iya, cantik. Papa akan siap dan siaga menjaga Mama
Terima kasih, Pa. Angel berangkat sekolah dulu
Kak, Delima mana?
Halo, Nani belum berangkat ke resto ?
__ADS_1
Sebentar lagi, Selamat ya . Jaga keponakanku, jangan capek-capek. Sudah ya saya berangkat.
Iya, hati-hati di jalan.
Rangga, orang hamil sangat sensitif. Kamu harus sabar menghadapinya.
Jaga anak Mama ya.
Iya, Mama. Maaf Rangga tutup ada tamu.
Rangga membuka pintu, ternyata orang tuanya.
" Selamat pagi Pak. Selamat pagi Bu," kata Rangga menyapa orang tuanya.
" Pagi, Nak. Selamat ya!" kata Ibu bahagia," Bagaimana kondisi istrimu?".
" Terima kasih, Bu," kata Rangga," Hanya perlu istirahat".
Bapak dan ibu berbincang dengan Delima. Rangga pamit ke luar untuk mencari sarapan.
Kembalinya Rangga, Bapak dan Ibu pamit untuk pulang. Tinggal Rangga yang menunggu Delima. Wajah istrinya masih pucat. Sarapan dari rumah sakit belum tersentuh. Sejak bangun tidur perutnya mual dan muntah terus. Hanya air putih yang bisa masuk.
" Sayang, mau makan apa?" tanya Rangga.
" Tidak, Kak. Perut Delima mual kalau untuk makan," jawab Delima.
" Minum susu saja ya? " tanya Rangga.
" Tidak, Kak. Delima mau tidur saja dengan ditemani Kakak," jawab Delima.
" Sayang, kamu harus makan atau minum untuk pertumbuhan baby di rahimmu! Contoh Cantika, Ia selalu patuh!" kata Rangga agak meninggikan suaranya.
" Delima bukan mbak Cantika, Delima memang selalu menyusahkan Kakak dan yang lain. Delima tinggal dengan Bapak dan Ibu saja di sini!" jawab Delima membalikkan tubuh membelakangi Rangga.
Rangga Terkejut dengan perkataan Delima. Dibelainya rambut hitam istrinya.
" Delima kesayangan Kakak, maafkan perkataan Kakak tadi. Bukan maksud membandingkan, jangan marah ya ?" kata Rangga mencium dahi Delima," Sayang, sekarang baby maunya bobok dipeluk Papa sini".
Delima luluh saat Rangga naik ke tempat tidur dan memeluk tubuhnya. Harum tubuh Rangga meninabobokan hingga suara dengkur halus terdengar di telinga Rangga. Dipandangi dengan inten wanita yang ada di pelukannya. Mata terpejam mengingat masa lalu. Ia istri kecil yang disayangi sejak dulu. Saat masih duduk di bangku paud. Seragam lucu yang dikenakan dengan tas punggung warna pink, tempat minum dan makan yang di selempang kanan dan kiri. Lucu sekali. Senyum mengembang ingat semuanya.
" Kak, bangun," kata Delima menepuk pipi Rangga.
__ADS_1