MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 26. Lamaran Arjuna


__ADS_3

Dua hari mempersiapkan lamaran membuat Juna sedikit frustasi. Dari mencari cincin, Juna harus membuka tabungan yang sudah lama dikumpulkan sedikit demi sedikit. Pakaian yang dipakai berupa jas juga harus disiapkan. Menghubungi kedua orang tua, reaksinya di luar dugaan. Semua saudara tahu dan selalu menghubungi ponsel sehingga Juna menjadi malas menjawabnya dengan pertanyaan yang sama.


Mama dan Papa sudah tidak sabar menanti. Ingin melihat calon menantu mereka. Pakaian sarimbit dipakainya.


Buah tangan berupa buah, roti, dan sepasang cincin menjadi bawaan mereka.


Malam itu keluarga Juna yaitu Papa, Mama, Srikandi kakak Juna, dan Juna sudah berada di halaman parkir resto.


Juna tampak gagah dengan setelan jas abu-abu dipadu dengan dasi hitam. Kedatangan mereka disambut penanggung jawab resto untuk diantar ke Manten Ballroom.



Di ruangan luas telah duduk Mama Martha, Rangga, Nani, dan Angel. Mereka beramah tamah. Tidak berapa muncul Monica digandeng Delima. Kecantikan Monica bersinar. Arjuna terpana hingga gugup saat ditanya Rangga.


" Bisa dimulai acaranya Juna?" tanya Rangga," Cheff Juna, Apakah acaranya bisa dimulai " .


"Iya, Tuan," jawab Juna mendengar pertanyaan Rangga.


"Bapak, Ibu, Kakak Srikandi, dan Arjuna terima kasih atas kunjungan di keluarga kami. Kami menyambut baik tujuan kedatangannya. Saya sebagai wakil dari keluarga dengan senang hati menerimanya," kata Rangga.


" Terima kasih kembali dari kami Tuan Rangga. Kami ke mari atas permintaan anak kami Arjuna. Telah lancang untuk meminang putri cantik Mama Martha, adik dari Tuan Rangga. Maafkan jika tidak bisa memberikan yang layak sebagai tanda cinta Arjuna, " kata sambutan dari Bapak Arjuna.


Akhirnya acara pertunangan dilakukan. Ibu Arjuna mendekati Monica dan Arjuna. Dibukanya kotak merah. Arjuna mengambil cincin dan disematkan di cari manis tangan kiri Monica, begitu juga dengan Monica, mengambil cincin dan di sematkan di jari manis tangan kiri Arjuna. Cincin tanda perikatan pertunangan terbuat dari emas yang sederhana tapi cantik



Tepuk tangan meriah menyambut


pertunangan mereka. Rangga mengambil momen kecil ini dengan ponselnya. Saat Mama Martha berpelukkan dengan calon besan. Ada Delima yang menggandeng Monica saat keluar menemui tamu, Angel yang manja dan ramah pada siapa saja. Semua tak luput dari bidikan kamera ponsel Rangga. Monica dan Arjuna duduk berdekatan dan hanya diam. Sedang keluarga sudah menikmati hidangan yang disediakan.


"Aku ambilkan minuman dan makanan ya?" tanya Arjuna.


"Tidak usah, aku lagi malas untuk makan


" Cantik, kau sedang memikirkan apa ? tanya Arjuna mengelus hidung Monica.

__ADS_1


"Terima kasih," jawab Monica singkat.


" Atas apa ? " kata Arjuna balik bertanya.


" Pertunangan hari ini, tapi keputusan tetap sama. Aku akan menikah apabila aku hamil dan akan bercerai setelah melahirkan," jawab Monica.


" Terserah !" jawab Arjuna putus asa.


Sampai puncak acara. Baik Monica maupun Arjuna tidak menyentuh makanan sedikitpun. Rangga yang memperhatikan semuanya mendekati Arjuna saat sudah pamit di tempat parkir menunggu keluarganya.


" Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Rangga.


" Maafkan saya Tuan, Rangga," jawab Arjuna.


" Sekarang saya Kakakmu!" jawab Rangga," panggil aku Kakak".


" Iya, Kak," jawab Arjuna.


"Ada masalah dengan Monica ?" tanya Rangga.


" Juna, kamu tahu maksud dari Monica ?" tanya Rangga, " Salah jika kamu artikan sebagai cinta Monica padaku".


" Kalau tidak seperti itu apa ,Kak ?" tanya Arjuna.


" Monica merasa bersalah terhadapmu. Sebenarnya yang akan dijebak aku, tapi salah sasaran padamu. Kalau malam itu aku yang melakukannya pastilah aku yang harus bertanggung jawab padanya," jawab Rangga menjelaskan.


" Terus sekarang bagaimana, Kak ?" tanya Arjuna.


" Jangan tinggalkan Dia dalam posisi seperti ini, saat sendiri pasti ada tempat untuk berbagi," kata Rangga.


" Kak, tolong bantu aku jika kalian pulang nanti. Tetap kabari keadaan Monica, karena selama satu hari kemarin Monica tidak bisa dihubungi," kata Arjuna meminta bantuan kepada Rangga.


" Besok malam istriku ulang tahun dan ada acara pesta kecil di Manten Ballroom, semua akan berkumpul termasuk Monica. Berilah kejutan kecil padanya," kata Rangga memberi usul pada Arjuna.


" Terima kasih, Kak," jawab Arjuna," Saya pamit dahulu".

__ADS_1


Setelah mobil yang dikendarai Arjuna tidak kelihatan Rangga masuk ke Mantan Ballroom lagi.


Rangga masuk menemui keluarganya yang sedang duduk-duduk santai.


" Tante Monic hari ini cantik, seperti pengantin," kata Angel berceloteh.


" Terima kasih," jawab Monica.


" Terus kalian menikahnya kapan ?" tanya Mama Martha.


" Tidak tergesa-gesa, Ma" jawab Monica tidak bersemangat.


" Tante Nani, Angel sudah ngantuk. Ayo bobok," kata Angel menarik tangan Nani.


" Angel, malam ini bobok sama Papa dan Mama ya?" tanya Delima memandang Rangga.


" Tidak mau, Angel mau bobok sama Papa dan Mama kalau baby boy sudah lahir. Nanti Angel mau baca cerita biar Adik cepat tidur," jawab Angel sambil melihat ke arah Papa dan Mamanya.


Rangga memegang tangan Delima. Senyum kecil menghias bibirnya.


" Sayang, tujuan kita pergi ke sini untuk bulan madu," kata Rangga menggerakkan kedua alisnya untuk menggoda istrinya.


" Tante Nani, bulan madu itu apa?" tanya Angel sambil melangkah pergi


" Bulan madu itu proses membuat baby boy, " jawab Nani.


" Nani, jangan diteruskan !" kata Rangga agak keras setelah mendengar jawaban Adiknya.


" Nan, terima kasih selalu merepotkan kamu," kata Delima memberi senyuman termanis pada Nani.


" Tidak masalah Delima, Kak Rangga telah mengurusnya, " jawab Nani memberi teka-teki dan berlalu.


Mama Martha kembali ke bilik ditemani Monica.


" Kak, kita langsung ke kamar saja, " kata Delima.

__ADS_1


" Kakak juga capek banget mau istirahat," jawab Rangga menggandeng tangan istrinya.


__ADS_2