MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 34 Kedatangan Arjuna dan Monica


__ADS_3

Malam ini semua berkumpul. Rangga sengaja mengadakan syukuran kecil di salah satu ruang di Putri Duyung Restoran dan Cottage . Semua kolega Rangga Resto datang. Tinggal menunggu suami istri putri dan menantu Mama Martha. Kedatangannya dari jauh membuat pasangan mata yang melihat tidak dapat terpejam. Dia adalah Monika tubuhnya yang putih dibalut dress ketat hitam sepanjang mata kaki. Perut bundar yang menonjol membuat kecantikannya terpancar. Di sampingnya pemuda tampan tanpa jambang dan kumis mendorong troli baby twins warna merah maron.


Mereka naik ke atas panggung berkumpul dengan para keluarga. Saling jabat tangan dan pelukan membawa keharuan di sana.


"Selamat Kak Rangga, baby twins yang ganteng seperti Papanya," kata Monika memeluk dan mencium kedua pipi Rangga.


" Terima kasih," jawab Rangga menarik pinggang Delima dan berbisik, " Ada apa menjauh".


Delima hanya menggeleng melepaskan pelukan Rangga.


" Selamat, Kak. Semoga senang dengan hadiah kecil kami," kata Arjuna menjabat tangan Rangga.


" Terima kasih, Juna," kata Rangga.


Acara segera dimulai dengan kata sambutan Rangga tentang rasa syukur atas kehamilan Delima dan anugrah baby twins boy. Juga kehadiran saudara, para sahabat dan kolega resto.


Kemudian pemberian kalung permata dengan liontin berbentuk hati saling mengikat menjadi kado kecil Rangga pada istrinya. Dipasangkan di leher Delima. Delima memegang liontin, ada air mata menetes dari sudut matanya yang bening.


" Sayang, hanya kamu cinta aku. I love you, " kata Rangga mengusap bibir Delima dengan ibu jari tangan kanannya.


" I love you too, " jawab Delima. ko


Tepuk tangan para hadirin yang hadir memecahkan gendang telinga.


" Mari kita bersulang untuk kebahagiaan kita semua, " kata Rangga mengangkat gelasnya.


Diikuti oleh semua yang hadir.


Rangga mendapat bisikan dari pembawa acara bahwa ada sumbangan lagu. Maka Rangga mempersilahkan . Ternyata Monica maju menuju panggung digandeng Arjuna dengan membawa sebuah gitar.


" Lagu ini buat semua tamu undangan yang hadir. Jangan pernah salahkan cinta , karena rasa itu murni dari hati. Tapi tidak bisa memaksakan cinta, karena cinta juga tidak harus memiliki," kata Monica. Arjuna memulai petikan gitarnya.


Suara Monica merdu dan syahdu.


Lagu Aku Masih di Sini dari Ade Govinda.


Aku masih ada di sini


Masih dengan perasaanku yang dahulu


Tak berubah dan tak pernah berbeda


Aku masih yakin nanti milikmu


Aku masih di tempat ini


Masih dengan setia menunggu kabarmu


Masih ingin mendengar suaramu


Cinta membuatku kuat begini


Aku merindu


Ku yakin kau tahu


Tanpa batas waktu


Ku terpaku


Aku meminta


Walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata

__ADS_1


Aku merindukanmu


Aku masih di dunia ini


Melihatmu dari jauh bersama dia


Walau pasti ku terbakar cemburu


Tapi janganlah kau ke mana-mana


Aku merindu


Ku yakin kau tahu


Tanpa batas waktu


Ku terpaku


Aku meminta


Walau tanpa kata


Cinta berupaya


Oh-oh


Aku merindu


Ku yakin kau tahu


Tanpa batas waktu


Aku terpaku


Aku meminta


Walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata


Engkau jauh di mata


Engkau jauh di mata


Aku merindukanmu


Aku merindukanmu


Aku merindukanmu


Monica mengakhiri lagu disambut tepuk tangan para hadirin. Tubuh gemuk karena kehamilan dipeluk erat Arjuna.


" I love you My Queen," kata Arjuna mencium sekilas bibir Monica.


" Terima kasih, bantu aku melupakan cintaku yang bertepuk sebelah tangan," kata Monica berbisik di telinga Arjuna.


" Siap, My Queen. Kau cintaku, kau miliki sekarang," kata Juna.


Monica turun panggung dipapah Arjuna. Menuju tempat duduk bersama keluarga besar,


Para hadirin menikmati hidangan pada acara ramah tamah.


" Nak, apa jenis kelamin anak kalian?" tanya Mama Martha pada Monica dan Juna.


" Anak kami cewek, Ma," jawab Juna bahagia," Pasti akan cantik seperti Bundanya”.

__ADS_1


" Cucu Mama sudah komplit. Semoga kalian melahirkan dengan lancar," kata Mama Martha.


" Amin ," kata mereka serempak.


" Monica dan Juna kalian malam ini istirahat di sini sudah Kakak siapkan kamar Putri Duyung Cottage," kata Rangga.


" Terima kasih, Kak," kata Juna," My Queen kita bisa bulan madu sekalian di sini dua sampai tiga hari ke depan".


" Silahkan, Kakak yang jamin, tapi hati-hati perut Monica sudah gedhe," kata Rangga mengingatkan.


" Iya, Kak . Semoga rejekinya makin berlimpah," jawab Juna.


Melihat keakraban keluarga ini, Delima ingat keluarganya di rumah.Sudah hampir empat bulan Delima tidak mengirim kabar pada mereka. Sehatkan Bapak , Ibu, dan adik-adiknya.


"Ada apa, Sayang ? " tanya Rangga cemas.


" Baby twins capek dan ngantuk, pingin bobok," kata Delima beralasan.


Rangga pamit pada keluarga dan tamu yang hadir. Memeluk istrinya yang sejak di mulai acara sudah tidak ada raut wajah gembira, padahal ini pesta kecil kejutan Rangga. Wajah tampak sedih dan mengeluarkan air mata saat dirinya memberi kalung. Dia tidak mengucapkan kata apapun.


Pintu cottage dibuka, kemudian Delima didudukan di kursi depan meja rias.


" Sayang, bersihkan riasan wajahmu, Kakak siapkan baju ganti dan air hangat di bathtub," kata Rangga meninggalkan Delima sendiri.


Rangga ke luar kamar mandi. Delima nampak melamun, bulir-bulir air mata menetes lagi.


" Sayang, mandi yuk nanti airnya keburu dingin lho ," kata Rangga pura-pura tidak tahu Delima menghapus air matanya. Kemudian memapah istrinya masuk kamar mandi.


Rutinitas melayani istrinya di kamar mandi sebagian kebahagiaan Rangga.


" Mamanya sudah cantik!" kata Rangga setelah selesai menyisir rambut Delima yang panjang, " Baby twins mau bobok sekarang?"


Delima hanya diam, tetapi kakinya melangkah ke tempat tidur dan menarik selimut setengah dada.


" Sayang, kamu kepikiran sesuatu?" tanya Rangga saat Delima sudah berada dalam pelukannya. Dipeluk erat dan diciumi rambut yang bau sampo.


Delima hanya menggeleng dan mengeratkan pelukannya.


" Sayang, baby twins marah ya Papanya ada yang peluk dan menciumi ," tanya Rangga membelai perut Delima hingga meraba bagian intim Delima.


" Dia juga sebut Papa ganteng, padahal gantengnya Papa hanya untuk Mama," kata Delima menirukan suara anak kecil yang lucu."


" Apalagi yang membuat anak Papa marah dan diam terus menangis?" kata Rangga halus penuh perhatian.


" Tante Monica nyanyi lagu untuk Papa, Tante Monica masih cinta Papa ," jawab Delima.


" Tante Monica sudah bahagia dengan Arjuna, Papa cintanya hanya sama Mama Delima semua hanya masa lalu," kata Rangga.


" Pa, Mama kangen keluarga," kata Delima menempelkan pipi halusnya pada dada bidang Rangga.


" Besok pagi saja kita telpon, sekarang pasti mereka sudah tidur," jawab Rangga sambil mengelus punggung Delima.


" Kak, Mama lapar," kata Delima manja.


" Baiklah mau makan apa? Nanti Kakak pesankan," kata Rangga mengambil ponselnya.


" Bukan makan itu," jawab Delima malu.


" Sudah menggoda lagi?" tanya Rangga.


nn


" Kakak tidak mau ? Kakak capek ?" tanya Delima dengan wajah memelas.


Rangga hanya diam kasihan, tetapi baju kimono yang dipakai sudah lepas dan dibuang.


"Baiklah, Kakak siap untuk dimakan," kata Rangga mencium dahi Delima.

__ADS_1


" I love you," kata Delima yang sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Rangga.


" I love you too," jawab Rangga yang sudah melepaskan semua kain yang menempel di tubuh Delima di bawah selimut yang menutupi.


__ADS_2