
Pemindahan Monica dari HRD ke VVIP dilaksanakan hari itu juga. Keluarga sudah menunggu dengan penuh harap. Dua perawat mendorong masuk ruang. Tubuh Monica dipindahkan pada tempat tidur yang sudah bersih dulu tempati Juna. Wajah yang masih pucat itu berusaha tersenyum untuk semua keluarga yang sudah menunggu kedatangannya.
Mama Martha mendekati tempat tidur Monica.
" Bagaimana kabarmu, Anakku?" tanya Mama Martha memegang tangan Monica.
"Baik, Ma. Anak saya di mana ?"
tanya Monica menangis.
Mama Martha memeluk dan mencium kedua pipi anaknya.
" Baby girl di ruang bayi, sehat dan cantik seperti kamu," jawab Mama Martha.
Arjuna mendekat masih menggunakan kursi roda yang di dorong oleh Rangga. Dipandangi wajah istrinya yang masih pucat, digenggamnya tangan yang masih terpasang selang infus.
" Bunda," kata Juna pelan.
" Ayah kenapa pakai kursi roda?" kata Monica dengan mata berkaca-kaca.
" Tadi pingsan saat tahu Bunda akan dioperasi untuk melahirkan baby girl," kata Juna tersenyum kecil.
Juna mencoba berdiri di samping tempat tidur Monica. Dibelainya rambut dan dihapus sisa air mata di kedua kelopak mata indahnya.
" Bunda, terima kasih atas perjuangan mengandung hingga melahirkan baby girl. Ayah bahagia sekali kini kita mempunyai keluarga kecil, I love you my Queen," kata Juna mencium bibir Monica sekilas.
" I love you too my honey," jawab Monica dengan senyum malu-malu.
Semua keluarga yang sudah kumpul yang menyaksikan adegan drama romantis menjadi senang. Mereka bertepuk tangan dan tertawa bersama.
" Ayah sudah melihat baby girl?" tanya Monica.
" Sudah, baby girl cantik seperti Bundanya," kata Juna memuji.
Pintu kamar diketuk tiga kali. Masuk seorang perawat mendorong kereta bayi. Kereta bayi dihiasi dengan pita warna pink dan kelambu warna putih membuat indah bila dipandang.
" Nyonya Monica, baby nya harus minum asi pertama untuk kekebalan tubuh," kata Perawat mengambil baby dari kereta bayi meletakkan di pangkuan Monica untuk disusui.
Gorden kamar ditutup Nila. Perawat membantu mulut baby yang mencari air susu. Monica meringis menahan rasa sakit saat baby menyusu. Mama Martha mengelus pundak Monica menyalurkan kekuatan sebagai seorang Mama. Setelah kenyang baby tertidur lelap dengan muka lucu. Tubuh mungilnya jadi piala bergilir. Dari Mama Martha, Mama dan Papa Juna, Srikandi dan suaminya, Delima dan Rangga, serta Nani. Monica dan Juna hanya tersenyum saling memandang. Wajah mereka saling mendekat. Mata sudah buram oleh kabut cinta mereka.
" Hai, baby lho masih merah jangan cepat-cepat diberi adik," kata Rangga berseru.
Wajah mereka yang memerah saling menjauh. Senyum mengembang di bibir mereka.
" Maaf, Kak," kata Juna.
" Siapa Nama anakmu?" tanya Mama Juna pada anaknya.
__ADS_1
" Namanya Prameswari Cantika Putri Arjuna," jawab Juna.
" Benarkah Monica? Apa artinya?" tanya Mama Martha.
" Artinya Ma, Wanita tertinggi selalu dihormati yang rupawan wajahnya anak perempuan Ayah Arjuna," jawab Monica tersenyum memandang Juna.
" Sangat sesuai ,' kata Mama
Martha, " Panggilannya siapa Juna ?"
" Panggilannya ESWA, Ma ?" jawab Juna singkat.
Setelah mereka puas bercengkrama dengan baby Eswa, diletakkannya di kereta bayi dan diberi selimut.
" Nak Monica, Mama dan Papa ijin pulang dulu besok kami ke sini lagi menengok kalian," kata Mama Juna mohon ijin pulang.
" Iya, Ma. Terima kasih dan hati-hati di jalan," jawab Monica.
Mama dan Papa Juna pulang beserta Srikandi Kakak Juna beserta suami dan anaknya.
" Juna, Kakak antar Mama Martha dan Delima pulang untuk istirahat. Nanti malam Kakak ke sini temani kamu jaga Monica," kata Rangga.
" Iya Kak. Terima kasih telah membantu sejak awal ke rumah sakit ini. Mama Martha dan Kak Delima istirahat saja di rumah, terima kasih telah menjaga kami," kata Juna.
**************************************
Setelah menjalani perawatan medis selama dua pekan, Monica diijinkan untuk pulang dengan syarat masih pemeriksaan rawat jalan.
Papa dan Mama Juna bersama Kak Rangga dan Delima. Srikandi Kakak Juna dan suaminya serta anaknya langsung pulang disebabkan ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Rombongan menuju rumah Juna, Monica ingin mandiri walau sementara ditemani Mama Martha dan kedua orang tua Juna.
Sesampainya di rumah Angel sudah menghadang di depan pintu ditemani Nani.
Pintu depan dibuka Pak Agus, Mama Martha keluar dengan menggendong baby Eswa. Juna membantu Monica turun dan memapah tangannya.
Mobil Kak Rangga menyusul di belakangnya. Rangga membuka pintu untuk Mama dan Papa Juna, kemudian membuka pintu depan untuk istri tercinta.
Rombongan mengikuti langkah Mama Martha yang menggendong baby Eswa dari belakang. Juna memapah Monica, Papa dan Mama Juna saling bergandengan tangan, Rangga dan Delima
" Selamat datang baby Eswa, ini Kakak Angel mau main boleh?" tanya Angel.
Mama Martha menunduk memperlihatkan baby Eswa yang matanya terpejam kepada Angel.
" Halo Kakak Angel, ini baby Eswa masih bobok mainnya nanti ya?" jawab Mama Martha menirukan suara anak kecil," Ayo ikut ke kamar baby Eswa".
Mereka duduk di ruang tamu yang sudah tersedia minuman dan makanan kecil. Sedangkan Mama Martha dan Angel menidurkan baby Eswa di kamar. Juna sudah menyiapkan seorang baby sister dan asisten rumah tangga untuk membantu mereka, walaupun baby Eswa masih menyusu ASI dan belum dilatih minum susu formula.
Rumah milik Juna hanya 1 lantai tapi sangat luas. Satu ruang tamu, empat kamar tidur dengan kamar mandi dalam, dua kamar untuk baby sister dan asisten rumah tangga tanpa kamar mandi, tiga kamar mandi luar, ruang makan, dapur dan taman samping untuk bermain serta tempat jemuran.
__ADS_1
Malam ini hanya Mama Martha serta Papa dan Mama Juna yang menemani baby Eswa, sedangkan Rangga, Delima, Nani, dan Angel ijin pulang karena besok harus sekolah.
Sebelum pulang Angel ingin bermain dengan baby Eswa yang kebetulan
bangun ingin minum susu.
" Mama gendong baby Eswa ya," kata Angel ketika melihatnya sudah selesai minum.
Baby Eswa duduk di pangkuan Delima dengan mulut merah yang menghisap jari tangan.
" Ma, baby Eswa cantik ya," kata Angel.
" Sama seperti Kak Angel juga cantik," jawab Delima sambil mengelus rambut Angel.
" Baby Eswa, Kak Angel pulang dulu. Besok kalau libur sekolah main lagi ke sini," kata Angel menowel pipi gembul baby Eswa.
" Baik Kak Angel, baby Eswa tunggu ya," jawab Delima menirukan suara anak kecil.
Angel mencium kedua pipi baby Eswa. Mulut baby Eswa terbuka mencari seperti diberi ASI. Angel tertawa melihat tingkah baby Eswa yang menggemaskan.
Rangga mengambil baby Eswa dari pangkuan Delima dan mencium kedua pipinya kemudian diberikan pada Juna. Monica yang berada di tempat tidur hanya memandang Juna yang masih ragu untuk menerima baby Eswa.
" Kami pulang dulu, selamat begadang menjaga baby dan saling bergantian istirahatnya," kata Rangga.
Mereka pamit dan keluar dari kamar yang diantar Juna sampai depan dengan menggendong baby Eswa.
Juna menutup pintu setelah mobil Rangga sudah tidak terlihat. kemudian menuju kamar untuk istirahat, karena Mama Martha, Mama dan Papa Juna juga di kamar untuk istirahat.
Di kamar Monica tiduran menunggu Juna kembali mengantar Kak Rangga.
Juna masuk lalu meletakkan baby Eswa di bok bayi samping tempat tidur dan menepuk-nepuk tubuh mungil itu. Setelah dirasa nyaman dan tidak terganggu tidurnya, Juna menutup pintu kamar dan menguncinya.
" Mengapa dikunci pintunya?" tanya Monica.
" Supaya tidak ada yang menggangu My Queen," jawab Juna singkat sambil merebahkan tubuh di samping Monica.
" Memangnya kita mau ngapain?" tanya Monica.
" Ayah mau tidur," jawab Juna," Bunda mau ngapain?"
" Dikira Ayah mau ngapa-ngapain Bunda," kata Monica memalingkan wajahnya yang bersemu merah.
" Memangnya sudah boleh Bunda bikin baby boy lagi ?" tanya Juna yang sudah memalingkan wajah hingga tidak ada jarak di antara mereka.
" Belum, Ayah," jawab Monica terbata-bata.
" Berapa lama lagi Ayah harus berpuasa Bunda?" tanya Juna dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
" Tiga pekan lagi, Ayah," jawab Monica mengelus rambut Juna yang sudah berada di leher Monica.
Mereka tertidur tanpa banyak kata dan pergerakkan, karena akan dapat membangunkan singa yang masih harus berpuasa tiga pekan ke depan.