MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 23 Perjanjian Dengan Para Kolega


__ADS_3

Prov Monica


Dasar wanita penggoda. Kak Rangga yang pendiam dan kalem berubah seperti ABG jatuh cinta dengan cabe-cabean. Tidak tahu tempat. Malam itu Monica melihat dari balik tirai jendela ruang tamu perbuatan mereka di dalam mobil. Hatinya sakit. Mamanya sendiri juga memberikan cincin permata milik Kak Cantika pada Delima. Padahal ada dia anak perempuan kandungnya. Dirinya marah sekali hingga hilang kendali. Sengaja menggeledah rumah Mes tempat Delima dan Nani tinggal. Cincin tidak ditemukan. Tapi Monica tidak pernah melihat Delima memakai cincin pemberian Mama Martha, mungkin di jual untuk makan mereka sehari-hari. Dan pagi sebelum berangkat ke Lembang. Rangga bertambah ganteng saja. Dia yang selalu setia mendampingi, memberi perhatian, serta kasih sayang tidak dapat menjadi istrinya. Orang lain mendapat pelukan hangat Rangga sampai pagi menjelang. Sakitnya bertambah hingga mengeras di hati dan otaknya.


Perjalanan Jakarta ke Lembang memakan waktu 3 jam. Sampai di resto milik Rangga pukul 12.00.


Bangunan bergaya rusti ala farm house Eropa langsung menyambut mereka. Dengan beraneka macam bunga dengan warna yang indah. Mereka langsung menempati ruang penginapan.



Setelah makan siang, Rangga ada jadwal rapat dengan pengurus dalam resto. Rangga mengadakan pengecekan secara keseluruhan resto. Catatan kecil di temukan Rangga. Pengunjung memerlukan menu baru dari daerah luar dengan rasa khas yang sama.


Selesai rapat Rangga menuju kamar untuk istirahat. Dibuka agenda warna biru miliknya


Selasa.


Rapat dengan pengembangan taman pukul


09.00 s.d 12.00


Rapat dengan cheff aneka menu omah


pukul 19.00 s.d 23.00


Rabu,


Rapat dengan peremajaan tanaman resto dan sekitar pukul 10.00 s.d 13.00


Rapat dengan pengembangan penerangan resto pukul 19.00 s.d 22.00


Kamis,


Pengenalan dengan penduduk


pukul 09.00 s.d 12.00


Penandatangan perjanjian dilanjutkan makan malam bersama pukul 19.00 s.d 23.00


Jumat,


Pemberian santunan anak yatim-piatu


pukul 10.00 s.d 12.00


Sabtu,


Pemberian sembako bagi warga sekitar


pukul 10 s.d 12.00


Melihat begitu padatnya jadwal membuat mata Rangga mengantuk dan terpejam dengan sendirinya.


Tok tok tok

__ADS_1


Rangga terbangun dilihatnya jam di tangan pukul 07.00 berarti dia tidur sudah terlalu lama.


Pintu dibuka, Monica sudah tampil rapi langsung masuk kamar. Duduk di sisi tempat tidur. Rok kurang bahan yang dipakai Monica membuat Rangga mengambil selimut euntuk menutupi paha putihnya.


Rangga masuk kamar mandi setelah 30 menit keluar dengan rambut basah. Pakaian sudah disiapkan Monica.


Rangga telah selesai dan rapi jika dilihat. Tubuhnya yang kekar membuat semakin tampan. Monica keluar kamar dengan menggandeng tangan Rangga menuju Resto dilanjutkan dengan rapat pendana.


Rapat hari ini selesai. Rangga mengenal pemuda tampan yang ulet dan gigih. Profesi pemuda itu adalah cheff pemula. Ide-ide yang disampaikan membuat Rangga terkagum-kagum. Arjuna namanya. Bisa dipanggil dengan cheff Juna.


...CHEFF JUNA...



Pagi itu Rangga terbangun dengan bunyi ponselnya. Tampak di layar wajah putrinya yang sudah rapi.


"Papa belum mandi?" tanya Angel memencet hidungnya.


"Belum, Angel mau berangkat ke sekolah? " tanya Rangga balik.


"Iya, Pa. Angel berangkat dulu ," kata Angel langsung berlari terlebih dulu membelikan ponsel pada Mama Delima.


" Pagi, Kak," kata Delima menyapa.


"Pagi, Sayang. Cantik sekali pagi ini!" kata Rangga memuji.


"Kak, kameranya bisa di arahkan ke tempat tidur," kata Delima meminta.


Rangga yang belum paham permintaan istrinya langsung mengarahkan kamera ponsel ke tempat yang di minta Tidak hanya itu, semua ruangan diperlihatkan hingga dapur dan kamar mandi.


" Sayang, percaya sama Kakak. Kamu akan dapat hukuman karena telah mencurigai suami yang ganteng ini," jawab Rangga, " Sudah ya, Kakak mau ada meeting. I love you," kata Rangga.


"I love you too," jawab Delima membalas.


Hasil rapat hari ini yang dilakukan siang dan malam membuat Rangga penat. Rangga menginginkan secepatnya jadi tanpa menunda waktu. Waktu yang diberikan hanya 1 bulan. Investor mematok 50 : 50 sesuai target.


Rencana jadwal pengenalan dengan penduduk sekitar dilakukan Rangga dengan berpakaian santai. Memakai stelan training hijau toska.


Cheff Juna ikut serta, karena Rangga berencana pada malam hari saat acara ramah tamah dihidangkan menu dari berbagai daerah propinsi. Cheff Juna menghendaki ada pengiring musik atau tarian tradisional juga sebagai penunjangnya Rangga menyetujuinya.


Malam ini acara sangat mewah untuk sebuah penandatangan sebuah kontrak. Pengunjung mengenakan pakaian desainer terkenal tidak terkecuali Monica. Penampilannya membuat setiap yang memandang menjadi terpana. Cheff Juna yang duduk di seberang meja terpesona. Tujuan Monica berpenampilan cantik untuk menggoda Rangga. Cinta pertamanya sejak masih menjadi suami Kak Cantika.


...MONICA...



Rangga duduk satu meja berempat. Rangga, Monica, Cheff Juna, dan Saras teman Chef Arjun. Minuman di hidangkan saat Monica di tarik kolega Rangga untuk berdansa. Monica mau melayani pria tersebut untuk membuat Rangga cemburu. Semua memandang kemolekan tubuh Monica di bawah lampu temaram. Keahlian dan kelincahan berdansa menebarkan pesona para kolega Rangga.


Dengan memberikan isyarat kedipan mata dan jari telunjuk yang di tempelkan ke mulut, Rangga menggeser gelas minumannya ke meja Monica. Sedang gelas Monica di geser ke depan tempat duduknya. Musik dansa berhenti. Pembawa acara mengangkat gelas kepada hadirin untuk bersulang bersama. Mereka minum dengan menikmati hidangan.


Acara penandatanganan kontrak di mulai. Rangga sebagai pemilik Resto, para investor, dan penanggung jawab lapangan maju untuk menandatangi kertas bermaterai yang sudah


disiapkan di atas meja. Mereka saling berjabat tangan sebagai tanda menyetujuinya. Tamu undangan yang hadir bertepuk tangan. Juru foto mengambil momen-momen penting. Saat penandatanganan, berjabatan tangan, dan foto bersama para kolega, serta tamu undangan lainnya. Sebelum Rangga kembali ke meja, pembawa acara mendaulat secara dadakan untuk membawakan sebuah lagu. Menggunakan sebuah gitar membawakan lagu Kenny Rogers berjudul Through The Years.

__ADS_1


I can't remember when you weren't there


When I didn't care for anyone but you


I sweat we've been through everything there is


Can't imagine anything we've missed


Can't imagine anything the two of us can't do


Through the Year


You've never left me down


You turned my life around


The sweetes days' I've found


I've found with you


Through the Years


I' ve never been afraid


I' ve lovedthe live we've Made


And I ' am so glad I' ve stayed


Right here white you


Trhoug The Years


. . . . . . . . . . . .


Tepuk tangan meriah menyambut Rangga mengakhiri lagunya. Para kolega yang duduk di depan berdiri dan menjabat tangan Rangga sebagai tanda kekaguman.


Rangga menuju meja tempat duduk.


"Di mana Delima dan Cheff Juna ? tanya Rangga ke Saras teman Cheff Juna.


"Mereka tadi mengambil minum," jawab Saras .


Hingga acara berakhir pukul 01. 00, baik Saras dan Cheff Juna belum kembali. Akhirnya Rangga sebagai Tuan Rumah berkewajiban mengantar pulang Saras pulang sampai tujuan hingga selamat.


"Terima kasih, Tuan telah mengantar saya. Maaf telah menyusahkan Anda," kata Saras ada perasaan bersalah.


" Sama-sama, Nona Saras. Tamu adalah raja. Saya berkewajiban atas keselamatan Anda," jawab Rangga langsung pamit pulang.


Sesampainya di kamar sudah menjelang subuh. Setelah mandi dan berganti pakaian, Rangga tertidur lelap bermimpi bertemu istri tersayang dan putri cantik mereka.


Jumat pagi Rangga memberi santunan kepada anak yatim-piatu berupa peralatan sholat, kebutuhan sekolah, dan sedikit uang saku di sekitar resto dibantu Bapak RT disaksikan Bapak dan Ibu Tamir Masjid setempat.


Hingga berakhirnya acara, Monica tidak tampak. Ponselnya telah dihubungi tapi tidak tersambung. HP Cheff Juna pun tidak bisa tersambung. Hingga malam menjelang, saat Delima menghubungi Rangga juga mengatakan kalau Monica belum pulang ke rumah.

__ADS_1


Saat itu juga Rangga ditemani penanggung jawab resto membawa kunci cadangan bilik yang di tempati Monika. Ruang Tamu tampak gelap. Rangga berfikir kalau Monika tidak ada di tempat. Pintu dibuka dengan pelan. Sepi. Seperti tidak berpenghuni. Pintu kamar dibuka pelan. Wajah Rangga memerah menahan marah. Tidak percaya terhadap apa yang dilihatnya. Sepasang insan berlainan jenis tertidur tanpa sehelai benang dalam posisi saling memeluk.


__ADS_2