MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
55. Hari Bahagia


__ADS_3

Baby twins sudah pulang ke rumah keluarga besar Rangga. Penyambutan yang rencananya sederhana sebagai bentuk rasa kebahagiaan keluarga serta temu kangen teman-teman Resto saat Delima bekerja dahulu berubah meriah. Selain tetangga dekat, keluarga Mama Martha, keluarga Rangga, keluarga Delima, ditambah satu keluarga, yaitu keluarga calon suami Nani, yaitu Ayah, ibu, Dewa, dan Kakak serta keluarga dekat ikut datang menyambut baby twins.


Pintu masuk dihiasi dengan balon- balon biru muda dan merah dirangkai untuk menghias mengelilingi bingkai pintu. Ruang tamu sudah diatur sebagai tempat kumpul keluarga tampak luas sekali. Hiasan bertuliskan Keiko & Kenzo dengan tirai biru putih dan sofa putih menghiasi panggung mungil sebagai pusat perhatian.


Setelah ucapan selamat dari para hadirin, Delima menidurkan kedua buah hatinya di tempat tidur baby dan ditunggui dua baby sister mereka.


Hidangan lezat tersaji di meja makan. Secara prasmanan disajikan, ada hidangan pembuka, inti dengan masakan khas Jawa, serta ditutup dengan puding mangga kesukaan keluarga Rangga. Keramaian keluarga ditambah dengan kegaduhan balita- balita menambah kebahagiaan Mama Martha. Di usia lanjutnya kini dikelilingi orang-orang yang mencintai nya.


"Rangga, kasih waktu pada keluarga Dewa untuk mengucapkan beberapa patah kata, mungkin ada maksud tertentu dari kedatangan mereka," kata Mama Martha ketika Rangga mendekati tempat duduknya .


"Baiklah, Ma. Saya akan melaksanakan sekarang," jawab Rangga.


Kemudian Rangga mengambil mic dan berdiri dengan gagahnya di tengah-tengah panggung.


"Selamat siang para hadirin sekalian, kami dari keluarga besar meminta sedikit waktu untuk keluarga dari Bapak Dewa yang sudah menyempatkan diri dari Malang bisa hadir di sini memberikan sepatah dua patah kata. Waktu saya persilahkan," kata Rangga mengawali penyambutan bagi keluarga Dewa. Dewa yang ditunjuk mewakili keluarga berdiri menghampiri Rangga dan menerima mic yang diberikan padanya. Rangga mundur memberikan ruang sepenuhnya lalu menuju sebelah tempat duduk mendekati Delima.


"Terima kasih Bapak Rangga dan keluarga serta terima kasih para hadirin sekalian. Pertama, kami sekeluarga ikut berbahagia untuk Bapak Rangga atas kelahiran baby twins Keiko dan Kenzo. Kedua keluarga kami mempunyai niat baik untuk menyambung kekeluargaan. Seperti janji yang telah saya ucapkan, bahwasanya akan membuktikan dengan Tes DNA untuk kehamilan Miranda. Tes yang telah dilaksanakan adalah Tes Paternitas Prenatal Noninvasif atau NIPP. Hasil sudah keluar dan dokter dari rumah sakit yang bisa dipercaya ke aktualisasinya menyatakan NEGATIF dan bukan darah daging saya. Oleh sebab itu, pada hari ini saya, DEWA GUNAWAN WIBISONO dengan diantar Bapak, Ibu, Kakak dan saudara ingin meminang NANI SAPUTRI adik dari Bapak Rangga untuk menjadi istri saya. Demikian niat baik kami, semoga diterima dengan tangan terbuka, " kata Dewa menjelaskan maksud dan tujuan nya. Mic diletakkan di atas meja setelah itu mengambil amplop dari saku kemejanya dan diserahkan pada Rangga. Rangga membuka dengan segera, membaca sekilas kemudian bukti hasil tes DNA diberikan Nani adiknya. Rangga meninggalkan tempat acara menuju pintu samping rumah mengambil hp menghubungi seseorang. Suasana tampak tegang. Orang yang ada di ruang saling berbisik-bisik.


Dewa masih berdiri d tempat memperhatikan Nani kekasih hatinya yang sedang memandangi hasil tes DNA didampingi Bapak dan Ibu. Setelah selesai berbicara, Rangga masuk menghampiri Bapak dan Ibu. Pembicaraan keluarga nampak serius. Ibu Nani mengelus pundak anaknya. Rangga sebagai Kakak tertua tampak memberikan nasehat. Nani hanya mengangguk tampak setuju.


Setelah melewati perbincangan yang agak lama, Rangga mengambil mic kemudian berdiri mensejajarkan dengan Dewa.


"Bapak , Ibu, dan para hadirin mohon maaf jika kami tadi berbincang agak lama. Kami menerima niat baik dari Bapak Dewa dan keluarga. Tapi mohon maaf jika semua keputusan saya kembalikan pada adik kami tercinta untuk menjawabnya, " kata Rangga menoleh pada Nani memberi isyarat untuk maju ke depan.

__ADS_1


Nani melangkah pelan mendekati Kakak nya. Menerima mic kemudian diam tanpa bicara. Semua menunggu, tiba- tiba Bapak dan Ibu Nani mendekati mengelus punggung putrinya. Mereka mengangguk bersama sebagai isyarat agar Nani memberi keputusan.


"Sa..ya..menerima lamaran dari Mas Dewa, " kata Nani memberi jawaban.


Semua yang hadir ikut senang dan tepuk tangan terdengar menggema di ruangan tersebut.


"Bapak dan Ibu ijinkan saya ke luar sebentar," kata Dewa mengangguk hormat pada orang tua Nani.


Dewa ke luar diikuti beberapa keluarganya. Setelah beberapa saat menunggu masuklah rombongan membawa seperangkat hantaran lamaran yang sudah disiapkan dari rumah .


Dewa menghampiri Bapak dan ibunya kemudian menyerahkan cincin tunangan yang diterima oleh ibunya. Ibu Dewa maju mendekati calon mantu, mengambil cincin dan memasukkan pada jari manis Nani.


Ibu Nani pun demikian, mengambil cincin dan memakaikan pada jari Dewa. Tepuk tangan mengiringi acara sakral tersebut.


Keluarga Dewa yang lain berbaris rapi maju perlahan membawa berbagai kotak hantaran yang langsung diterima Ibu Nani yang di dampingi dengan keluarga lainnya.


"Mama, Aunty Nani mau menikah ya?" tanya Angel sambil menggoyangkan tangan Delima.


"Bukan menikah ,Sayang. Om Dewa sama Aunty Nani baru lamaran ," jawab Delima membetulkan rambut Angel yang berantakan.


"Tapi mereka akan menikah seperti Mama dan Papa dulu," kata Angel yang belum puas mendapat jawaban dari Delima," Nanti setelah menikah akan punya baby kan ?"


Delima menutup mulut Angel yang suaranya mengundang perhatian tamu undangan.

__ADS_1


"Angel mau makan apa ? nanti Mama ambilkan ," kata Delima mengalihkan pembicaraan.


"Tidak, Mama. Angel mau ambil puding mangga sendiri, Mama lagi sakit kan ? " tanya Angel.


Mendengar jawaban Angel, Delima mengangguk dengan ditambahi senyum manis. Ternyata dia sudah mandiri, sejak dirinya hamil selalu memanjakan dari keluarga ini .


Karena dirasa acara sudah selesai dan hari hampir petang, mereka mohon diri untuk pulang atau masih ada acara lainnya.


Tinggal keluarga inti. Rangga memerintahkan Asisten Rumah Tangga untuk menyiapkan beberapa kamar untuk menginap keluarganya termasuk rombongan keluarga Dewa. Rumah Mama Martha ini memang sangat luas. Almarhum suaminya dahulu berkeinginan kedua putrinya harus tinggal di sini bersama menantu dan anak -anak. Mereka tidak ingin ditinggal sendiri mengisi hari tua. Tapi kenyataannya Putri pertama yaitu istri Rangga yang pertama meninggal dunia. Rangga sebagai anak menantu tidak diijinkan untuk keluar dari rumah, sudah dianggap menjadi anak pengganti Cantika. Monic yang telah menikah mengikuti suaminya. Alhasil rumah menjadi sepi lagi.


Setelah mendengar Delima hamil baby twin, Mama Martha menjadi semangat kembali. Paling antusias untuk menyiapkan segalanya. Sangat rela satu kamar di samping kamar Angel di renovasi sebagai kamar mereka. Kemudian satu kamar tamu di sebelah kamar baby twin sudah disulap menjadi arena untuk bermain.


Semua orang sudah memasuki kamar masing-masing. Delima nyaman ada di tempat duduknya.


Tiba-tiba angin semilir ditiupkan dibelakang leher jenjang milik nya


Dengan spontan Delima menoleh.


"Ada apa ,Pa ?" tanya Delima merona merah pipi putihnya,karena bibir sudah menempel pada bibir suaminya .


" Capek ya ? Istirahat di kamar sambil Papa pijitin mau?" tanya Rangga menawarkan sambil menggerak- gerakan alis matanya.


Delima mengangguk, badannya terasa lengket enak jika mandi dengan air hangat.

__ADS_1


Hiasan pintu



__ADS_2