MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
22. Kepergian Rangga


__ADS_3

"Bertemu dengan klien adalah usaha memperlancar bisnis kuliner milik keluarga yang harus dijaga keharmonisannya.


Mengumpulkan pundi-pundi rupiah adalah kewajiban seorang suami dari satu anak untuk masa depan keluarga "


Delima sudah packing kebutuhan yang diperlukan Suaminya di Lembang selama 7 hari. Dari pakaian, alat mandi, parfum, dasi, sepatu, dan alat cukur. Dua tas troli siap dipojok kamar dan akan dibawa ke bawah.


Rangga keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Baju sudah di siapkan Delima di atas tempat tidur. Warna kesukaan Delima. Stelan jas warna merah maron dipadu dengan dasi merah. Sedang Delima sudah sejak tadi turun menyiapkan sarapan dibantu Bibi.


Pagi ini lauk ayam kecap kesukaan Rangga dengan oseng buncis, sedangkan Angel ingin makan omelette daging sapi. Ada nasi goreng sosis kesukaan Nani sudah tersedia di meja. Semua anggota keluarga sudah kumpul, tinggal menunggu Rangga. Tampak Rangga menuruni tangga dengan menjinjing 2 tas troli yang langsung di sambut Pak Agus untuk dimasukkan bagasi mobil.



"Gantengnya menantu Mama," kata Mama Martha memuji Rangga.


"Siapa dulu istrinya,Ma," jawab Rangga yang sudah duduk di samping Delima. Monica yang di sebelah kiri Mama Martha dan persis di hadapan Rangga tidak memperhatikan hanya sibuk dengan ponselnya.


"Papa setiap malam pekerjaan kantornya selalu dibantu Mama, jadi bisa istirahat dan tambah tampan saja," kata Angel ikut memuji


Ungkapan Angel membuat Rangga memandang Delima dengan tatapan menusuk. Delima menggeleng. Akhirnya mereka bersamaan menatap Mama Martha meminta jawaban atas perkataan Angel tadi. Mama Martha tersenyum.


"Waktu itu Angel pulang sekolah mencari Delima dan kamu masih tidur. Angel memaksa mau masuk dan membangunkan, tapi Mama melarangnya, karena Mama Delima capek membantu pekerjaan Papa Rangga hingga pagi," kata Mama Martha menjelaskan tanpa rasa salah.


Rangga dan Delima saling pandang. Wajah Delima memerah dan menunduk tidak berani memandang yang lain.


"Sudah siang, mari kita makan," ajak Rangga pada semua anggota keluarga. Monica mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk Mama Martha. Rangga tahu istrinya masih malu, maka dirinya yang mengambilkan nasi beserta lauknya. Delima tersenyum dan diam menyantap makanan.


"Mama tidak ikut pergi dengan Papa ? Nanti tidak ada yang bantu pekerjaan Papa, kasihan Ma ," kata Angel memelas.


"Mama sama Angel saja di rumah, bisa baca cerita kalau mau bobo," jawab Delima sekenanya.


Angel mengangguk menyetujuinya. Sarapan telah selesai Nani dan Angel diantar Pak Budi.


Pak Agus akan bersama Pak Rangga dan Monica ke Lembang. Setelah berpamitan pada Mama Martha, Delima mengantar suami sampai pintu depan. Monica sudah mendahului duduk di kursi belakang.


"Kak, kalau sudah sampai telpon ya?" kata Delima meminta.


" Iya, Sayang. Setiap malam Kakak akan kabari," jawab Rangga.


" Hati-hati dengan Monica," bisik Delima di telinga Rangga.


"Siap !" jawab Rangga sambil menggigit telinga Delima.


Rangga mendorong tubuh Delima ke tembok. Dipandanginya wajah istrinya. Mencium kening, kedua mata, hidung, dan bibir sekilas.


"Hati-hati di jalan,Kak," kata Delima.


"Satu Minggu lagi kita akan ketemu di Lembang untuk bulan madu. Ajak Mama Martha, Angel, dan Nani," kata Rangga memberi janji.


"Benar, Kak ?" tanya Delima tidak percaya.


"Serius, kita akan buat dedek bayi sampai pagi," kata Rangga tersenyum menggoda Delima.


Delima tersenyum. Ditariknya leher Rangga untuk memberikan ciuman di bibir. Rangga melepaskannya.


Tersenyum senang. Istrinya sekarang sudah berani memulai dan pintar sekali.


Rangga pergi dengan melambaikan tangan ke Delima. Setelah mobil yang membawa suami tercintanya tidak kelihatan, Delima masuk dan tak lupa menutup pintu. Naik ke kamar untuk beberes. Diambilnya ponsel di meja rias. Ada pesan dari Bapak.


Bapak


Bagaimana kabarmu Delima

__ADS_1


Delima


Kabar Delima baik Pak


kabar Bapak, Ibu, dan Adik-adik bagaimana


Bapak


Kabar keluarga baik, kamu bahagia Nak


Delima


Bahagia Pak


Bapak


Salam buat keluarga Nak Rangga


Delima


Baik Pak nanti Delima sampaikan


Delima melihat cincin permata pemberian Mama Martha di dalam kotak. Kemarin malam mereka sepakat untuk mengembalikannya pada Mama Martha dengan alasan Delima merasa sayang bila memakainya, takut hilang. Kalau disimpan mubasir cincinnya bagus.


Delima menemui Mama Martha di samping rumah yang sedang menyiram bunga- bunga anggrek kesayangannya.


"Mama, Delima mengganggu tidak?" tanya Delima.


"Tidak, Nak," kata Mama Martha menghentikan kegiatannya.


"Sebelumnya Delima berterimakasih Mama memberikan cincin ini pada Delima. Tapi maaf, jika Delima pakai nanti takut hilang harganya kan mahal banget pasti nanti tidak bisa mengganti, " kata Delima menjelaskan.


"Dulu itu milik Cantika, Mama yang simpan," kata Mama Martha.


"Nanti akan Mama berikan," kata Mama Martha memeluk Delima," Kamu mirip Cantika anak Mama".


"Ma, Delima mau masak makan siang buat Angel, " kata Delima mohon ijin.


Delima menuju arah dapur mencari Bibi untuk membantu memasak makan siang. Delima akan membuatkan sup jagung manis dan udang goreng krispi. Pesanan dari Angel.


Hanya makan waktu 1 jam masakan sudah jadi.


Angel masuk mendekati Delima di dapur


" Mama masak apa ?" tanya Angel.


"Untuk makan siang sudah Mama siapkan untuk anak Mama yang pintar yaitu sup jagung dan udang goreng krispi. Angel suka ?" tanya Delima.


"Suka, Ma. Angel makan siang sekarang boleh, Ma ?" tanya Angel.


" Boleh, tapi ganti baju dulu ya ," kata Delima.


Angel berlari ke kamarnya untuk berganti baju rumah. Setelah selesai turun kembali menuju meja makan mencari Mama Delima. Delima sudah menghidangkan makanan kesukaan Angel sub jagung dan udang goreng krispi.


Dengan lahap Angel menyantap hidangan tersebut. Sangat mandiri.


Selesai makan segera mengajak Delima menuju kamar. Bukan untuk mendengarkan Delima bercerita, melainkan Angel yang bercerita tentang Ibu guru dan teman-teman di sekolah.


"Mama, tadi Angel bisa menjawab pertanyaan Bu Guru dan mendapat bintang satu ," kata Angel ketika sudah tiduran bersama Delima.


"Pertanyaannya apa, Nak? tanya Delima.

__ADS_1


"Menyebutkan Siapa yang termasuk anggota keluarga dan sebutkan nama-namanya ?" jawab Angel menirukan Bu Guru.


"Jawaban Angel apa ?" tanya Delima serius.


"Angel tunjuk jari menjawab pertanyaan Bu Guru. Papa, Mama, dan Angel. Nama Papa Rangga, nama Mama Delima, seta nama anak Angel," jawab Angel.


"Pintar sekali anak Mama," kata Delima bertepuk tangan.


"Tadi Bu Guru juga bilang kalau Angel murid yang pintar dan teman-teman Angel disuruh tepuk tangan semua," jawab Angel menirukan tepuk tangan.


Delima memeluk tubuh kecil Angel. Mengelus kepala agar lekas tidur.


Twinkle twinkle little star,


How I wonder what you are,


Up above the world so high,


Like a diamond in the sky,


Star light.


Star bright,


The first star I see tonight,


I wish I mau, I wish I might,


Have the wish I wish tonight,


Angel telah lelap. Dibetulkan selimut hingga menutupi dada. Delima keluar dari kamar menuju kamarnya untuk merebahkan diri sebentar.


Mata mulai terpejam. Bunyi ponsel Delima membuat matanya terbuka di raihnya hp ada nama Suami ganteng.


" Halo Sayang".


" Halo, Kak".


" Sedang apa ?"


" Tiduran, Kak. Habis tidurkan Angel".


'" Kamu bawakan ini ya di tas Kakak".


" Maaf, Kak kebawa ".


" Sayang, sudah pintar goda Kakak ya ,"


" Biar Kakak tidak lupa dan cepat pulang".


" Awas, kalau ketemu mau Kakak beri hukuman".


" Mau, tapi yang enak".


" Sayang, hati-hati di rumah".


" Kakak juga ".


" I love you".


" I love you too".

__ADS_1


Delima memeluk erat ponselnya. Seakan-akan ada Rangga yang sedang dipeluknya. Dia tersenyum mengingat benda apa yang sengaja ditaruh bersama tumpukan pakaian dalam Rangga. Lingerie seksi warna merah hadiah dari Nani saat pernikahan. Pernah sekali dipakai, atas permintaan Rangga untuk memakainya. Saat itu mata Rangga sampai tak berkedip melihatnya.


__ADS_2