MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 8 Kangen Keluarga


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Delima melakukan aktivitas di resto. Sambil menunggu pelanggan yang datang Delima berbincang-bincang dengan Nani. Delima menceritakan tentang baru saja ia mendapat telpon dari ibunya. Timbul rasa kangen pada keluarga. Ibu berkata bahwa keluarga dalam kondisi sehat. Dua adiknya akan menghadapi ujian dan tes kenaikan kelas. Delima minta saran pada Nani bagaimana baiknya.


"Apakah aku harus pulang ?"


" Jika tidak memungkinkan sebaiknya jangan dipaksakan," saran Nani.


"Terus untuk biaya adik-adik bagaimana?" tanya Delima.


"Sebaiknya di transfer saja dari sini. Dengan syarat harus buka rekening dulu dengan bank yang sama antara kamu dan keluarga kamu," jelas Nani.


"Aku tidak bisa. Apakah kamu bisa membantuku?" tanya Delima memelas.


"Baik, nanti aku bantu," jawab Nani.


"Mau bantu apa?" tanya Rangga yang tiba-tiba sudah ada di samping mereka.


Delima dan Nani terkejut. mereka menundukkan kepala tanda hormat. Rangga mengulangi pertanyaannya.


"Mau bantu apa, Nani?"


"Ini, Kak Rangga," kata Nani," Delima ingin transfer ke keluarga tapi tidak tahu caranya".


" Delima, sekarang kamu telpon keluarga suruh buka rekening bank, kemudian nomor rekeningnya dikirim ke kamu nanti aku yang bantu caranya," kata Rangga.


Delima menengok ke arah Nani. Ada perasaan tidak enak.


"Nanti Nani saja yang bantu Delima," kata Delima membatah.


"Tidak ada penolakan ini perintah, Nani wa Kakak jika Delima sudah dapat no rekeningnya," kata Rangga sambil berlalu dari hadapan Delima dan Nani.


"Delima, sekarang kamu telpon!" kata Nani memerintah.


"Ia, aku akan telpon ibu," jawab Delima mengambil hp menuju ruang loker. Tanpa sepengetahuan Delima ada Rangga yang mendengarkan.


"Assalamualaikum, Bu, " kata Delima.


"Wassalamu'alaikum,Nak," jawab Ibu Sukma.


"Kabar keluarga bagaimana,Bu," kata Delima.


"Semua sehat, kamu sehat Nak?" tanya Ibu Sukma.


"Delima sehat, Bu," jawab Delima.


"Bu, bisa buka rekening bank? Nanti no rekening dikirim lewat hp saja, jika ada rejeki nanti akan Delima transfer untuk membayar sekolah adik-adik," kata Delima menjelaskan.


"Iya Nak, nanti biar bapak saja. Maaf telah merepotkan kamu, semoga kamu selalu bahagia di kemudian hari," kata Ibu Sukma.


"Tidak merepotkan Bu, sudah sepantasnya Delima membantu adik-adik. Maaf Bu Delima harus bekerja lagi. Assalamualaikum," kata Delima ingin menutup pembicaraan, karena sebutir air mata sudah menetes takutnya ia akan terisak dan menangis.

__ADS_1


"Wassalamu'alaikum salam," jawab Ibu Sukma.


Delima mengusap air mata dan kembali ke luar untuk melayani pelanggan resto. Rangga kembali ke ruang kerjanya setelah Delima pergi. Diambilnya hp di saku jasnya. satu nomor dicari. Rangga menghubungi adiknya.


"Halo Dik, ini Mas," kata Rangga.


"Iya Mas, ada apa ?" jawab Radit


"Tolong belikan sembako untuk keluarga Bapak Brata bilang dari Mas!" perintah Rangga.


"Bapak Brata? Bapaknya Dik Delima ?" tanya Radit.


"Iya, sejumlah satu juta pakai uang kamu dulu nanti Mas transfer," kata Rangga.


"Iya Mas, sekarang laksanakan, " jawab Radit.


"Oya Dik, bilang ke Bapak Brata Delima tidak boleh tahu," kata Rangga menjelaskan.


" Mas kabar Delima bagaimana?" tanya Radit.


"Sehat ada apa?" tanya Rangga.


" Salam buat Delima, Radit sudah siapkan segalanya jika berkenan menerima lamarannya," kata Radit jujur


"Iya, Nanti Mas sampaikan," Jawab Rangga menutup pembicaraan.


Rangga menyandarkan punggung di kursi kebesarannya. Teringat keluarga dan kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan.


Keluarga Bapak Brata salah satu dari sekian yang sangat terpandang di kampungnya. Dengan satu orang anak perempuan yang sangat lucu. Mereka sangat ramah, dan peduli pada tetangga. Sering membantu jika ada yang kesusahan tanpa imbalan apapun. Termasuk keluarga Rangga. Keluarganya termasuk keluarga besar dengan lima orang anak.dan dia anak sulung. Ayah Rangga hanya buruh pabrik yang berpenghasilan cukup untuk makan, sedangkan ibu menerima jahitan dari tetangga. Hasilnya untuk menyekolahkan anak-anaknya.


Keluarga Bapak Brata yang sering membantu dengan menyuruh ayahnya memperbaiki rumah pada saat tidak bekerja. Upahnya sangat besar bisa ditabung untuk keperluan mendadak. Jika Bapak Brata meminta bantuan ke Rangga, pulangnya Ibu Delima membawakan sembako cukup untuk tiga hari ke depan tidak belanja kebutuhan rumah. Nani adik bungsunya diminta tinggal di keluarga Bapak Brata untuk menemani Delima agar tidak kesepian. Keluarga Rangga banyak berhutang budi. Ketika Delima berusia 12 tahun ibunya jatuh sakit hingga 2 tahun lamanya. Harta yang dulu berlimpah habis untuk berobat ibunya. Delima hanya mengurung diri di dalam rumah semenjak kepergian ibunya. Hanya Nani tempat berbagi cerita. Ketika ayah Delima menikah lagi dengan wanita yang sudah beranak tiga orang. Delima baru kel uar rumah untuk mencari jati diri, bersosialisasi dengan dunia luar tanpa terpisah dari Nani adiknya. Rangga sering bertanya keadaan Delima kepada Nani meski berada di luar kota untuk kuliah. Ketika Nani bercerita bahwa Delima sudah mempunyai kekasih, Rangga mencoba melupakan dan akhirnya menikah dengan Cantika. Gadis yang pertama menerima cinta walaupun bukan cinta pertamanya. Perlahan tapi pasti bayang-bayang Delima pupus, tergantikan Cantika. Gadis dengan kesabaran dan kelembutannya pelan-pelan mengikis perasaannya.


Notifikasi masuk hp Rangga di atas meja hingga membuat bergetar. Membuyarkan lamunan.


Radit


Mas sembakonya sudah terkirim. Bapak Brata mengucapkan terima kasih. Segera transfer. Jangan lupa pakai ongkos kirimnya .


Rangga


Sudah bilang agar Delima tidak tahu.


Radit


Siap


Rangga


Terkirim 2 X lipat

__ADS_1


Radit


Terima kasih Mas. Salam buat Delima.


Rangga


Kamu serius


Radit


Serius Mas


Rangga


Dia sudah punya pacar


Radit


Ronald ? Sudah putus Mas sebelum Delima berangkat ke Jakarta


Rangga


Kamu tahu


Radit


Nani yang cerita


Rangga


Kamu pernah coba mendekati


Radit


Takut Mas


Rangga


Kenapa


Radit


Meskipun ramah, Delima sangat pendiam. Tapi Dia sangat santun. Ada rasa segan untuk mendekati.


Rangga


Oke Mas banyak kerjaan


Radit

__ADS_1


👍👍


Salam buat Delima dari Radit adiknya. Dia sudah mapan sekarang. Apakah Radit pingin serius ke Delima? Pekerjaannya bagus. Desain gedung yang ditekuninya mendatangkan banyak pundi-pundi rupiah. Hingga mempunyai 30 unit tempat kost. Rumah miliknya di disain sendiri untuk keluarga kecil. Sayang tunangan Radit memilih perjodohan dari pihak kekasih keluarganya. Sejak itu Radit tambah giat bekerja siang sampai malam, Malam hingga pagi menjelang untuk bisa melupakan cintanya. Mengapa sekarang Radit menitip salam buat Delima? Apakah Radit sudah membuka hatinya kembali untuk gadis lain? Mengapa harus Delima? Rangga pernah kehilangan cinta masa kecilnya. Semua hilang karena terlalu banyak pertimbangan. Sekarang cinta itu ada dihadapannya. Kapanpun bisa diraih untuk dimiliki, tapi sekarang keadaannya berbeda. Dia sudah menyandang status duda dengan seorang anak perempuan. Pantaskah? Harapan itu semakin menggelitik pikirannya. Ia akan mencoba terlebih dulu. Apabila tidak sesuai dengan harapan yang didambakan tidak usah kecewa yang penting pernah mencoba. Itu kata hatinya.


__ADS_2