MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 44 Paket Untuk Nani


__ADS_3

Kesibukan Nani di resto menyita kehidupan pribadinya. Setiap hari yang dilakukan berangkat pagi ke resto hingga pukul empat sore. Mandi di resto berganti baju dan menenteng tas untuk berangkat kuliah hingga pukul sembilan atau bahkan lebih baru kembali ke rumah. Di rumah setelah mandi dan makan malam membuka tugas dari dosen untuk dikerjakan hingga pukul dua pagi.


Rutinitas itulah yang membuat lupa bahwa ia perlu seorang sahabat untuk berkeluh kesah atau kekasih yang selalu mencintainya. Ingat Dewa pun ia takut dengan cepat disingkirkan jauh-jauh pikiran tersebut dan kembali


lagi pada dunianya.


Meskipun sudah menjadi orang kepercayaan Rangga, Nani tidak lupa ke pekerjaan awal ia bekerja di resto ini bersama Delima. Nani jadi kangen Delima, dulu mereka selalu bersama kemanapun. Meski satu rumah, Delima sekarang sudah menjadi Kakaknya. Pekerjaannya berbeda mengurus kebutuhan Kak Rangga dan Angel putrinya. Apalagi dia sedang hamil baby twins. Waktu bercerita hanya saat sarapan di meja makan.


Tugasnya sebagai seorang pramusaji di restoran milik kakaknya tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab, meskipun urusan luar Kak Rangga mempercayakan bisnis kuliner padanya.


Restoran Java Resto semakin hari semakin meningkat pengunjungnya.


Setiap hari Nani selalu rajin, karena ia menyadari bekerja paruh waktu semua dilakukan agar teman-temannya tidak timbul perasaan iri padanya.


Tidak seperti biasanya, hari itu setelah jam istirahat Nani dipanggil oleh Rangga. Pintu ruang kerja Rangga diketuk.


Tok tok tok


Suara bariton Rangga terdengar meski tidak keras


" Masuk ," kata Rangga.


" Ada apa, Kak ," tanya Nani.


" Duduk, ini ada paket untuk kamu," kata Rangga.


" Terima kasih, Kak," jawab Nani.


Nani agak terkejut, setelah nama Dewa Wibisono Gunawan tertera di bungkusan sebagai pengirim sedangkan namanya ada di yang menerima. Nani malu pada Kakaknya. Paket itu diletakkan di dadanya untuk menutupi siapa pengirimnya. Rangga berbeda pemikiran bahwa Adiknya sangat mengharap kedatangannya meski hanya sebuah paket.


" Boleh dibuka di sini ?" tanya Rangga.


" Boleh, Kak," jawab Nani mulai membuka bungkusan persegi empat dan tipis. Setelah terbuka semua ternyata sebuah kaset CD tanpa gambar. Berarti ini rekaman.


" Coba Kakak lihat !" kata Rangga.


" Ini, Kak," kata Nina berdiri memberikan CD tersebut. Rangga berpikir dan membolak-balikkan.


Rangga mengeluarkan laptop dan diserahkan pada Nani. Nani juga menerima Cd-nya. Laptop dibuka dan kaset dimasukkan.


Tampak Dewa memainkan gitar dengan perasaan mendalami lagu yang sedang dibawakan, penampilan sangat tampan sekali berbeda jauh terakhir mereka bertemu. Nani tersenyum sendiri menikmati suara Dewa, Nani melupakan bahwa ada Rangga yang memperhatikan dari tadi.


" Ada apa senyum-senyum sendiri ?"


tanya Rangga.


Nani menggeser laptop menghadap Rangga. Tayangan di replay, wajah serius memperhatikan gambar di layar laptop. Rangga tahu lagu itu judulnya Sempurna dari Andra.


Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah


Kau membuat diri ku, akan slalu memuja mu


Di setiap langkah ku, ku kan slalu memikirkan, diri mu


Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Tak kan mampu menghadapi semua

__ADS_1


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku pun


Oh sayangku kau begitu


Sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


" Perfect, " kata Rangga membalik laptop menghadap Nani yang sudah di restart tayangan.


Nani terpesona, karena diakhir lagu Dewa menyebut namanya sebagai seseorang yang dinantikan sebagai pengobat rindu. Ada perasaan melambung terbang sampai ke awan. Seperti Dewa berada di depannya mengucapkan itu semua. Membuat kedua mata berkaca-kaca dan dipandanginya cincin pemberian Dewa. Ingat saat cincin itu diberikan, hati dan perasaannya juga ikut serta dititipkan. Nani tidak bisa menjanjikan apa yang diharapkan Dewa.


" Kalian berpacaran ?" tanya Rangga.


" Tidak, Kak. Nani pingin sukses dulu dan tidak akan mengecewakan Kakak dan keluarga.

__ADS_1


" Dari tadi kamu lihat cincin itu, baru beli ?" tanya Rangga.


" Jangan marah, Kak. Ini pemberian Dewa saat pergi malam itu," jawab Nani.


" Apa maksudnya ?" tanya Rangga.


" Tidak tahu, " jawab Nani takut Rangga marah.


" Lanjutkan lagi pekerjaan kamu, sebentar lagi kamu berangkat kuliah. Yang rajin agar Nilanya bagus dan hati-hati di jalan, " kata Rangga menghentikan interogasinya.


" Terima kasih, Kak, " kata Nani meninggalkan ruangan Kakaknya dengan senyum.


" Ternyata Adikku sudah besar, " kata Rangga bergumam. Diambilnya ponsel dan dicari nama Dewa.


Ia ingin tahu seberapa seriusnya, jangan-jangan hanya mempermainkan saja. Awas jika saja akan mengecewakan Adiknya !


" Halo, Selamat siang Kak," kata Dewa di seberang sana.


" Terima kasih atas kiriman paket untuk Nani, " kata Rangga.


" Kakak tahu ?" tanya Dewa.


" Aku melihatnya, " kata Rangga.


" Maafkan saya, Kak. Telah berani memberikan video itu pada Nani.


Nani tidak pernah membalas WA saya. Telpon juga tidak di jawab, bahkan selalu di ricek , " kata Dewa memberikan alasan sebenarnya.


" Soal cincin itu ?" tanya Rangga.


" Jangan marahi Nani, Kak. Itu bukti perasaan saya serius pada Nani, " jawab Dewa.


" Apa jawaban Nani saat kau memberikan cincin itu ?" tanya Rangga kembali.


" Nani minta maaf, ia tidak akan mengecewakan Kakak dan keluarga.


Ia harus sukses dahulu dan tidak berani untuk berpacaran, " jawab Dewa.


" Kau sudah tahu jawabannya kan ? Kejarlah cita-cita kalian lebih dulu selagi kalian muda, " kata Rangga memberi nasehat.


" Kak, saya akan menghormati keputusan Nani dan mendukungnya.


Walau tidak banyak, Melati Restoran dan setengah saham Kebun Apel tabungan untuk keluarga saya, " jawab Dewa serius.


" Itu semua belum cukup. Kerasnya kehidupan akan membuat cinta itu diuji, " kata Rangga.


" Kak, ijinkan saya membuktikan semua pada Nani, " kata Dewa memberitahukan niatnya.


" Datanglah ke Jakarta dan perkenalkan dirimu pada keluarga, " kata Rangga serius.


" Siap, Kak. Jika berkenan dan kalian tidak sibuk Minggu besok akan datang, " jawab Dewa penuh suka cita.


" Baik aku tunggu, rahasiakan ini dari Nani aku tidak mau kuliahnya terganggu karena memikirkan mu, " kata Rangga.


" Iya, Kak. Salam hormat saya buat Kakak dan keluarga, " jawab Delima.


" Baiklah, " kata Rangga menutup ponselnya.


Rangga sedikit lega mengetahui pribadi Dewa. Tidak salah jika suatu saat nanti ia harus melepaskan adiknya.

__ADS_1


__ADS_2