MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 28 Lagu Untuk Monica


__ADS_3

Kejutan party usul dari Mama Martha dan Nani ternyata tidak seperti yang diinginkan Rangga. Delima sudah terlalu jengkel seharian ditinggal sendiri dan di cuekin keluarga. Terutama Rangga. Dari semalam sampai malam lagi mengubah kebiasaan bersama istrinya. Membuat Delima sakit hati dan menangis, hingga puncak kejutan tidak hadir di pesta yang sudah direncanakan. Menangis hingga tertidur karena terlalu lelah.


Akhirnya Rangga mengajak Delima ke Manten Ballroom tempat party Ultahnya.


Kecantikan Delima malam ini sangat paripurna dress malam dengan warna merah menempel ketat di tubuh rampingnya. Tangan Rangga tak melepaskan sedetik pun dari pinggang istrinya. Tanpa diduga


sebuah cincin warna merah delima menjadi kado terindah di hari ulang tahun ke 20, membuat Delima selalu melihat ke jari tangannya.


Saat acara santai, naik ke atas panggung seorang pria tampan membawa sebuah gitar, dia adalah


Arjuna. Tunangan Monica.


" Lagu ini untuk wanita terkasih, ketahuilah bahwa mencintai tidak membutuhkan suatu alasan," kata Arjuna memulai petikan gitarnya.


Sebuah lagu dari Anji " DIA " sebagai ungkapan rasa cinta untuk Monica.


Di suatu hari


tanpa sengaja kita bertemu


Aku yang pernah terluka


kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan


senyum yang hilang


Semua itu karena dia


Ku sayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuh kan lah rasa cinta di hatiku

__ADS_1


Hanya padanya, untuk dia


Jauh waktu berjalan


kita lalui bersama


Betapa di setiap hari


ku jatuh hati padanya


Dicintai oleh dia


ku merasa sempurna


Semua itu karena dia


Ku sayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuh kan lah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Ku sayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuh kan lah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Hanya padanya, untuk dia


Tepuk tangan terdengar bergemuruh seiring berakhirnya Juna bermain gitar. Dengan perlahan turun menghampiri Angel, di ambilnya setangkai bunga mawar merah. Melangkahkan kaki menuju tempat duduk Monica.


Senyum Juna menghiasi bibirnya, diraihnya tangan kanan Monica. Diletakkan di dadanya yang berdetak keras kemudian menciumnya.

__ADS_1


" Terima bunga ini sebagai wakil perasaan cinta suci untuk My Queen ku ," kata Juna.


"Terima, terima, terima !" teriak tamu undangan memberikan semangat.


Monica menerima bunga itu. Juna memeluk tubuh Monica.


"I love you," kata Juna.


" Cium, cium, cium!" teriak tamu undangan lagi.


Tanpa menunggu teriakan dan tepuk tangan berhenti diciumnya kening Monica lama, dilepaskan mata saling memandang.


" My Queen, kamu cantik, " kata Juna.


" Terima kasih," jawab Angel melepaskan pelukan Juna.


Selama acara Juna selalu bersama Monica menemani Mama Martha duduk di kursi keluarga.


Party berakhir pukul 23.00. Juna mengantar Monica dan Mama Martha kembali ke bilik. Setelah mengantar Mama Martha, Juna tidak lupa mengawal pujaan hati yang telah memenjarakan cintanya . Juna tahu Monica enggan, tapi tetap dilakukan dengan selalu menggenggam tangan hingga depan pintu bilik.


" Sebaiknya kamu tidak perlu repot-repot dengan memberikan ini. Aku telah bersalah menjebak mu hingga harus melakukan semuanya, aku mohon maaf dan minta jangan hubungi aku lagi," kata Monica penuh permintaan.


" My Queen, tanpa kamu jebak


aku sudah terjebak pesona kecantikan mu," kata Juna mendorong tubuh Monica hingga membentur tembok dibelakang Monica.


" Juna, banyak gadis cantik dan baik di luar sana, cinta mereka tulus," kata Monica.


" My Queen, kamu tunangan ku sekarang, sudah menjadi kewajiban untuk melindungi, mengasihi, dan selalu di sampingmu, " kata Juna," Aku bangga bisa menjadi yang pertama bagimu".


" Itu semua karena Kak Rangga bukan ?" tanya Monica.


" Sebelum Tuan Rangga meminta, sebetulnya aku sudah berniat untuk melakukan tanggung jawab itu padamu. Terima aku meski saat ini kamu belum bisa mencintaiku, aku akan sabar," kata Juna mengusap bibir Monica dengan ibu jari. Ditariknya tengkuk agar mendekat. Mata Monika terpejam. Dengan cepat Juna menyambar bibir yang sudah terbuka, menikmati lembutnya, dan lidahnya mengabsen satu persatu gigi hingga Juna menghentikan saat rambutnya sudah diremas tangan-tangan Monica. Memberi jarak pada tubuh mereka. Membetulkan anak rambut dan membetulkan kancing baju Monica yang terlepas. Dia ingin Monica mencintai tanpa paksaan.

__ADS_1


" Aku pulang dulu, selamat tidur," kata Juna pamit.


" Ya, hati-hati di jalan," jawab Monica membuka pintu bilik dan menutup, tidak lupa menguncinya.


__ADS_2