
Menginjak usia kandungan Delima tujuh bulan Rangga terpaksa merenovasi salah satu kamar yang ada dekat kamar Angel menjadi kamar baby twins. Hal itu sudah dibicarakan dengan Delima. Mereka sepakat memberi warna putih dengan pernik- pernik biru muda. Dua box bayi bentuk oval warna putih, sofa biru muda, dan sofa besar dengan bantal warna biru serta ungu. Kursi kecil tanpa sandaran warna biru muda. Ada almari kaca tempat baju dan pelengkap lainnya
Desain kamar bayi karya Papa Rangga dan Mama Delima. Sekarang kamar itu sudah jadi tinggal menunggu penghuni baru.
Bayi yang sangat dinanti setelah sekian bulan menikah. Suatu Rahmat yang sangat besar dapat langsung dua.
Kamar baby twins
dari Papa dan Mama
Sudah lama Angel ingin memiliki Mama. Sejak kecil ia diasuh oleh Grandma Martha dan Aunty Monica . Kata mereka Mama Cantika meninggal saat Angel masih bayi. Baru pada usia tujuh tahun, Papa menikah dengan Mama baru. Wajahnya mirip Mama. Namanya Mama Delima. Mama Delima baik sekali, selalu menemani saat bermain, belajar, dan mengantar sekolah. Pagi itu Angel mendengar dari Grandma bahwa Mama hamil.
Angel yang senang akan kehadiran baby twins sebagai adiknya telah mempersiapkan hadiah jauh-jauh hari. Hadiah itu dibeli dari menyisihkan uang saku pemberian Mama Delima. Bersama Aunty Nani, siang itu sehabis pulang sekolah ia membeli di Toko Counter Toy boy. Ternyata yang dibeli bola motif karakter kartun. Dalam bayangannya anak laki-laki pasti akan senang jika bermain bola. Tidak hanya satu, tetapi empat sekaligus
Bola Karakter Kartun
dari Kak Angel
Setelah membeli keinginan Angel, beralih menuju toko pakaian bayi. Di sana Nani memilih beraneka bentuk pakaian. Dari kaos dalam, celana pendek maupun panjang, baju santai untuk di rumah, kaos kaki, kaos tangan, topi, maupun selimut bayi dengan beraneka warna. Jika saja Angel tidak rewel mungkin masih banyak yang dibelinya.
Baju Baby Twins
__ADS_1
dari aunty Nani
Kehadiran keluarga baru yaitu cucu kembar pertama dari anak perempuan pertama membuat keluarga Bapak Brata dan Ibu Sukma merasakan kebahagiaan yang tidak tara. Sudah lama stelan baju monyet dengan perpaduan warna coklat, hitam, biru muda dengan motif gambar singa serta badut bertopi menjadi pilihan mereka. Baju itu rencananya akan diberikan saat keluarga anak dan menantunya itu berkunjung ke Semarang. Akan tetapi, saat diberi kabar dari adik Rangga bahwa Delima akan dioperasi untuk lahiran baby twins, maka keluarga dari Delima untuk berkemas terbang ke Jakarta hari itu juga. Dengan cepat mempersiapkan untuk beberapa hari tinggal di Jakarta. Keluarga Rangga menuju bandara untuk bertolak bersama keluarga besar Delima.
Sayang, mereka sampai di rumah sakit baby twins sudah lahir ke dunia. Kebahagiaan semakin kentara saat melihat betapa tampan kedua cucunya.
Baju Baby Twins
dari Bapak Brata dan Ibu Delima
Kebahagian akan bertambahnya keluarga baru membuat Mama Martha browsing tentang mainan bayi laki-laki. Ditemukanlah arena bermain komplit. Tempat itu bisa dibongkar pasang. Pengawasan dari keluarga juga tidak repot.
Arena bermain anak cowok sudah terpasang lama dikamar khusus untuk bermain mereka. Motif biru dan putih mendominasinya. Ada kuda-kudaan, ayunan, dan perosotan. Tempat itu sering dikunjungi Angel. Bermain ditemani Mama Delima, bibi, atau anggota keluarga yang lain. Angel berkhayal bermain dengan baby boy. Bercerita seakan-akan kedua adiknya ada dihadapannya. Seringkali Angel bermain dan anggota keluarga seolah - olah mereka menjadi adiknya.
Arena Bermain
dari Mama Martha
Lama menjadi duda beranak satu dari yang meninggal karena melahirkan setelah dua tahun koma, Rangga menjadi Dady hot dari anak gadisnya. Perjodohan yang diusulkan keluarga tidak dapat menggoyahkan keinginan untuk tetap sendiri. Alasan tetap mencintai istrinya atau sibuk kerja menjadi tameng Rangga. Ketika ada kabar akan menikah dengan tetangga dekat di kampung asal Semarang, mereka sangat gembira.
__ADS_1
Beberapa bulan kabar kehamilan baru terdengar . Anugerah hamil kembar dengan jenis kelamin laki-laki membuat keluarga tesebut telah menyediakan stroller kembar biru dongker sebagai kado untuk cucu kedua.
Stroller Kembar
Dari Bapak dan Ibu Rangga
Jatuh cinta adalah kata yang tepat bagi perasaan Dewa. Pertemuan dengan Nani sebagai rekan bisnis membuat hati mereka menyatu. Hubungan mereka baru PDKT alias pendekatan. Dewa sudah menetapkan hati. Ijin sudah didapat dari Pak Rangga, yaitu Kakak Nani.
Batu kerikil yang menghalangi cintanya akan disingkirkan tinggal menunggu waktu saja. Kedatangannya menengok bayi kembar Kak Rangga mempertemukan Dewa dengan Bapak, Ibu, dan Kakaknya. Hadiah ini khusus buat baby twins. Kursi mobil warna merah dan biru menjadi pilihannya.
Kursi Mobil Baby Twins dari Dewa
Monica telah menemukan pasangan hidupnya. Seorang suami yang mencintai dengan tulus. Cinta Sang suami membuatnya melupakan keegoisan Monica. Hati yang keras dapat luluh dengan kesabaran serta keikhlasan cinta. Buah yang di nanti lahir. Bayi perempuan lahir dengan kecantikan paripurna. Monica terkesima melihat hadiah kelahiran putrinya dari Delima dan suami .
Perhiasan emas satu set untuk putrinya. Saat mendengar dari Mama Martha keponakannya telah lahir , maka diantar suami yang siap siaga ia pergi ke toko sepeda. Sepeda kembar ia pilih. Meski warnanya berbeda yaitu biru muda dan kuning.
Sepeda dari Monika
Semua hadiah sudah dibawa pulang. Selain membuat penuh kamar rawat inap, Angel sangat ingin menata sendiri di kamar mainan baby twins. Akhirnya kamar menjadi penuh. Sebelum pemakainya bisa bermain, karena usia mereka baru beberapa hari
__ADS_1