MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
48. I Love You


__ADS_3

Seharian berkeliling membuat keluarga besar Rangga merasa kelelahan. Delima yang selalu duduk mengawasi dari kejauhan tampak sedikit pucat menahan setiap pergerakan baby twins. Rangga duduk di samping dengan selalu memberi gerakan lembut mengelus perut Delima. Walau tanpa bicara ia tahu istrinya merasa nyaman. Angel si mungil yang ceria pun sudah tepar di bangku penumpang sebelah Pak Agus bersama Nani. Sedangkan Dewa langsung izin pulang karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.


" Nan, jika kamu serius dengan Dewa lebih baik cepat diresmikan saja," kata Rangga membuka pembicaraan.


" Sebenarnya, Nani tidak ingin tergesa-gesa. Ingin bantu Bapak dan Ibu dulu untuk membalas kasih sayang serta perhatian meraka sejak kecil hingga besar. Lagi pula tabungan belum banyak. Kata Dewa nikah itu biayanya besar," jawab Nani malu-malu.


"Soal Bapak dan Ibu itu sudah tanggungjawab Kakak kamu tidak usah memikirkan . Biaya semua pernikahan dari Kakak sebagai hadiah untuk adik yang selalu patuh dan berhasil membawa nama baik keluarga," jelas Rangga.


"Bagaimana Kak Delima ?" tanya Nani.


"Saya setuju pendapat Kak Rangga. Niat yang baik harus disegerakan," jawab Delima.


" Baiklah, nanti Nani bicarakan lebih dahulu dengan Dewa. Semoga Dewa juga setuju," kata Nani dengan senyum mengembang. Nani menengok ke arah tempat duduk Rangga. Dia perhatikan wajah Kakak kesayangannya, kemudian beralih memandang Delima, Kakak iparnya. Sekaligus sahabat karib diwaktu sekolah dulu. Mata indah itu berkaca- kaca. Bibir tipisnya tersenyum. Kemudian berucap sambil bergetar menahan haru.


"Terima kasih, Kak Rangga. Terima kasih Kak Delima. Nani sangat senang dan bangga menjadi adik kalian."


"Sama-sama," jawab Rangga dan Delima bersamaan.


Tiba-tiba Angel bergerak. Nani menepuk-nepuk pantatnya. Gadis kecil itu tertidur kembali.


Lewat kaca spion atas Nani melihat Kakaknya. Mata mereka terpejam, tetapi senyum terkembang di bibir mereka. Nampak jika mereka bahagia.


Hp di saku bajunya bergetar. Nani segera mengambil dan melihat nama di layarnya. Dewa ! Sengaja hp dimatikan, Nani menulis wa


***Nani


ada apa


Dewa


Sudah sampai


Nani


belum


Dewa


Nani,


boleh ngomong serius


Nani


nanti di rumah saja

__ADS_1


Dewa


baik, i love you


Nani


i love you to***


Nani mengembalikan lagi hp ke dalam saku. Dan melihat jam di mobil. Setengah jam lagi sampai. Lumayan untuk memejamkan mata.


Prof. Nani


Dengan wajah yang menunduk Nani diam. Di sampingnya Dewa tenang tanpa ada beban. Posisi depan mereka Rangga mengamati sepasang muda-mudi, salah satunya adik perempuan kesayangannya.


" Khem, ..." Rangga membuka suara.


" Kakak setuju jika kalian memang mempunyai hubungan yang serius, jadikan hubungan itu bermanfaat untuk masa depan . Kakak doakan kalian menjadi pasangan yang saling mencintai dan tidak ada yang dapat memisahkan," lanjut Rangga.


Wajah Nani mendongak memperhatikan Kakaknya. Ada perasaan segan .


" Kak Rangga tidak marah ?" tanya Nani.


"Nan, Kakak mempercayai kamu. Usia kamu sudah 24 tahun. Satu tahun lagi kuliah kamu selesai.


Sudah pantas jika mempunyai pasangan yang bisa Kakak percaya menjagamu," jelas Rangga.


"Dewa, jika kau memang bersungguh-sungguh dengan Adikku, jagalah dia. Saya percayakan Dia padamu. Jangan sekali-kali kau menyakiti hatinya. Apalagi sampai membuatnya menangis," pesan Rangga dengan sungguh -sungguh .


" Baik, Kak. Saya tidak berjanji, tapi saya akan berusaha dengan hati saya untuk menjaga amanah


Kakak, " jawab Dewa tegas .


"Nani, jadilah wanita yang menghormati laki-laki, karena ia imam kamu menuju surga," kata wejangan Rangga pada Nani adiknya.


"Iya, Kak Rangga," jawab Nani singkat.


Sejak itu Nani mantap menjatuhkan hatinya pada Dewa. Dewa yang dikenal diperkebunan apel. Dewa yang memiliki restoran. Dewa yang hanya sehari bertemu telah memberinya cincin. Dewa yang selalu menghubungi setiap hari. Dewa yang mengungkapkan cinta lewat kiriman Vidio lagu dengan petikan gitarnya. Dewa yang membuat hatinya selalu bergetar.


"Aunty...aunty..aunty Nani bangun sudah sampai," kata Angel sambil


menggerak-gerakan tubuh Nani.


Nani terjaga dan mengerjakan mata. Senyum simpul melihat Angel yang sudah bangun.


" Aunty sudah bangun. Ayo turun !" ajak Nani sambil membuka pintunya.

__ADS_1


Setelah turun dilihatnya Kakaknya sudah memapah istri tercinta memasuki rumah. Sesampainya di ruang tamu.


"Angel, Papa bawa masuk Mama ke kamar untuk istirahat . Kamu segera ganti baju nanti Papa yang temani membaca cerita," kata Rangga sebelum memasuki kamar.


"Tidak usah, Pa. Angel sudah besar. Malam Pa, malam Ma . Angel sayang Papa dan Mama," kata Angel menghampiri dan mencium kedua pipi mereka . Kemudian menaiki tangga didampingi Nani .


Di depan pintu kamar hp Nani bergetar.


Iya langsung membuka pintu. Ternyata Dewa Vidio cool.


" Halo, sayang baru sampai?" tanya Dewa ketika wajahnya nampak .


"Iya... kamu sedang apa?" tanya Nani balik .


" Kamu tidak membalas sayang aku?" tanya Dewa menuntut.


"Haruskah?" tanya Nani tersipu malu.


"Tidak harus, tapi aku tetap memangil sayang sebab aku memang sayang kamu," jawab Dewa kalem.


"Baik, aku akan manggil sayang jika tidak ada orang lain," kata Nani tersipu.


"Mengapa begitu?" tanya Dewa balik.


"Aku malu," jawab Nani menutup wajahnya dengan tangan.


"Nan, tadi aku bicara dengan Bapak. Beliau menginginkan kita segera menikah," kata Dewa penuh kehati-hatian dalam berucap.


"Bagaimana dengan kuliah aku?" tanya Nani.


"Bisa tetap dilanjutkan untuk sementara kita LDR an, jika Kakakmu setuju," jawab Dewa menjelaskan.


" Tadi Kak Rangga dan Kak Delima juga mengatakan begitu, " kata Nani selanjutnya.


" Kalau begitu nanti aku akan berbicara pada Kak Rangga maksud dan keinginan Bapak," kata Dewa menjelaskan.


" Iya , aku tunggu kabar selanjutnya," jawab Nani.


"Sayang, sudah dulu ya. Kamu segera istirahat besok kerja kan?" tanya Dewa.


"Iya, terima kasih telah meluangkan waktu menemui ku hari ini," kata Nani.


"Sama-sama i love you...," jawab Dewa mengakhiri panggilan.


"I love you to sayang," jawab Nani tersenyum malu-malu dengan segera memencet tombol warna hijau menutup layar panggilan. Direbahkan tubuhnya di tempat tidur. Kemudian menggelinding ke sana ke mari. Tampak sangat kekanak-kanakan.

__ADS_1


Senyum terus mengembang di bibir Nani. Terbayang Keluarga besar Dewa akan menemui Bapak dan ibu di Semarang. Iya akan berdandan cantik menemui kekasih dan calon mertua. Dan dalam waktu yang tidak lama namanya akan berubah menjadi nyonya Dewa.Ya nyonya Dewa.


__ADS_2