
Setelah sampai di bilik kamar masing-masing, Delima sangat terpesona dengan keindahan kamar. Ada tempat tidur berhias kelambu putih, semua mebel di ruang ini berwarna coklat klasik sekali.
Suasana sekitar mereka tampak mempesona. Dikelilingi air dan pepohonan yang hijau membuat suasana nyaman. Angel ditidurkan dikamar Rangga bersama Delima. Sedangkan kamar Mama Martha terpisah dengan Nani. Itu keinginan mereka.
Meski lelah, Delima tidak dapat istirahat siang. Ada baby besar yang selalu manja, menempel memeluk pinggangnya dan mencium- cium seluruh wajahnya. Katanya kangen istri.
"Kak, sebenarnya kemarin ada masalah apa ? " tanya Delima agak menjauhkan wajahnya.
" Ini persoalan Monica, nanti kita bicarakan dengan Mama Martha langsung," jawab Delima.
" Kak, sudah sore kita mandi dulu sebelum Monica bangun," kata Delima.
Dengan malas Rangga mengikuti juga perintah Delima. Mengambil handuk yang di sodorkan padanya. Kemudian masuk kamar mandi. Delima cepat mengambil baju malam untuk dipakai mereka.
" Kita mandi bersama ya ?" tanya Rangga mengedipkan mata sebelah kanan.
"Tapi cepat ya Kak, takut nanti Angel bangun dan mengetahui kita di kamar berdua.," jawab Delima saat masuk ke kamar mandi membawa baju mereka.
Mereka menyelesaikan kegiatan mandi dengan tidak melewatkan penyatuan bersama. Terbawa suasana dingin Lembang tidak bisa meredakan gelora panas dua insan berlainan jenis. Walaupun sebentar sedikit menghilangkan rasa dahaga meneguk manisnya cinta.
Dengan terbalut pakaian yang sudah rapi, mereka keluar kamar mandi. Rangga membangunkan Angel untuk segera mandi, menyiapkan air hangat dan membiarkan Angel mandi sendiri. Delima sudah menyiapkan baju yang akan dipakai. Setelah selesai mandi, Delima membantu menyisir rambutnya yang panjang dihias memakai pita-pita kecil berwarna-warni.
Rangga sudah menelpon Monica untuk menemuinya bersama Cheff Juna di Manten Ballroom pukul 19.00.
...Manten Ballroom...
Keluarga menunggu kedatangan Monica dengan sabar, terutama Delima ingin segera mengetahui permasalahan yang terjadi. Mereka memasuki Manten Ballroom. Oma Martha tersenyum. Berbeda dengan Monica. Monica tidak bisa menutupi keterkejutannya melhat keluarga sudah berkumpul. Kedatangan mereka disambut dengan senang oleh Mama Martha. Senang karena Monica membawa cowok ganteng.
Cheff Juna memperkenalkan diri. Bersalaman mencium tangan Mama Martha dengan takzim, santun juga saat menyalami dengan Nani, apalagi saat Angel mencium tangan Cheff Juna, tangan kiri mengelus kepala Angel
__ADS_1
" Ma, ini kekasih Monica, Mereka berniat untuk bertunangan. Menurut Mama bagaimana ?" tanya Rangga yang membuat Monica terkejut.
" Mama setuju, jika demikian segera Mama dikenalkan dengan orang tua kamu," kata Mama Martha memandang Cheff Juna.
" Baik, Ma. Lusa kami akan datang," kata Cheff Juna.
Mama Martha mengeluarkan kotak dan menyerahkan pada Monica.
" Nak, ini cincin permata Kakakmu Cantika, pakailah sebagai ikatan yang kuat persaudaraan kalian," kata Mama Martha menyerahkan pada Monica.
Monica menerima dan membuka kotaknya. Cincin itu yang telah diberikan Mama Martha kepada Delima sebagai ikatan tanda pertunangan. Mengapa diberikan padanya ?
" Monica, Kakak sudah mendapatkan cincin dari Kak Rangga. Itu sudah cukup. Kamu yang berhak memakai dan simpanlah sebagai kenangan bersama Kakak Cantika," kata Delima memegang tangan Monica.
"Terima kasih, kak. Maafkan jika selama ini membuat Kakak tidak nyaman dengan kehadiran Monica. Monica telah mendapatkan karmanya, " kata Monica meneteskan air mata.
Delima berdiri kemudian memeluk Monica hingga membuat mereka yang menyaksikan terharu
Mereka berhenti berbincang ketika pelayan datang membawa makan malam. Menikmati ikan bakar besama lalapan membuat napsu makan meningkat. Hidangan telah ludes ditutup dengan minuman uwuh-uwuhan yang hangat khas Semarang. Semilir angin malam setelah perut kenyang membuat Angel menguap.
" Mari Mama Delima antar ke kamar," ajak Delima yang sudah berdiri.
" Angel tidur dengan Tante Nani saja, Ma ," kata Angel.
" Tidak ingin tidur dengan Mama dan Papa ?" tanya Rangga dan Delima bersamaan.
" Angel sudah besar dan ingin punya adik yang ganteng seperti Papa," kata Angel menirukan ucapan Oma Martha.
"Siapa yang ngajari Angel berkata seperti itu?" tanya Rangga curiga.
"Oma ," kata Angel singkat.
"Itu yang kamu sebutkan waktu kamu menyuruh Oma datang, kamu punya rencana untuk berbulan madu kan ?" kata Mama Martha.
__ADS_1
"Iya, Ma," jawab Rangga.
Mama Martha dan Nani bersama Angel sudah meninggalkan Manten Ballroom. Tinggal mereka berempat.
"Tuan, jika berkenan Saya ingin langsung menikah setelah pertunangan itu," kata Cheff Juna.
" Tidak! Saya tidak akan menikah kecuali setelah tahu saya hamil. Setelah lahiran pun saya ingin bercerai. Saya ingin merawat anak ini sendirian. Itu adalah dosa saya. Anak saya tidak bersalah," Kata Monica menetaskan air mata.
" Monica, kita sudah berkali-kali membahas itu. Aku tidak butuh cinta kamu. Aku ingin bersama anakku. Agar dia bisa memiliki keluarga yang utuh," jawab Cheff Juna langsung memeluk Monica.
" Monica, maafkan Kakak. Dulu sebelum Delima hadir cinta yang Kakak miliki hanya untuk Cantika sampai kapanpun. Setelah Delima datang, Kakak tahu Cantika pasti ingin Angel bahagia jika memiliki Mama lagi. Kakak mulai membuka hati atas kehadiran Delima. Tapi tidak mudah seperti membalikan telapak tangan untuk mendapatkannya. Perlu perjuangan dan ikut campur Mama Martha. Sampai saat inipun Kakak tahu di hati Delima masih meragukan cinta Kakak. Malam ini ada hadiah untuknya," kata Rangga mengeluarkan kotak dan di serah pada Delima pada posisi berjongkok.
Cincin permata merah delima dengan hiasan mutiara kecil-kecil sangat cantik.
" Sayang, Kakak berusaha akan membahagiakan, mencintai, dan mengasihi kamu. Kamu dan Angel adalah kebahagiaan Kakak. Harapan ingin menambah keluarga kecil dengan anak yang banyak keinginan Kakak dan Oma Martha. Terimalah cincin ini sebagai wujud kamu juga mau," kata Rangga dengan menaik turunkan alis mata mengajak.
" Terima kasih, Kak. Masih ada perasaan takut jika Kakak akan meninggalkan Delima. Terima kasih pula telah sabar menghadapi emosi yang masih tidak terkontrol. Untuk anak yang banyak, Kakak harus selalu kuat menghadapi Delima yang masih muda ini," kata Delima menerima pemberian Rangga.
" Ada hukuman malam ini untuk kamu karena meragukan kekuatan Kakak, " kata Rangga berdiri dan menarik pinggang Delima. Mendaratkan ciuman di bibir dengan sehalus mungkin, menikmati pelumatan yang lama.
Mereka melupakan ada orang lain yang menonton adegan mereka dengan perasaan masing-masing.
"Kak Rangga, adegan yang selanjutnya dilanjutkan di kamar saja!" kata Monica dengan nada ngambek.
Rangga dan Delima malu mendapat teguran dari Adiknya dan langsung duduk dengan posisi canggung.
"Kamu mau juga ? Ajak saja cowok di sebelah pasti tidak akan menolak. Iya kan Juna ?" tanya Rangga.
"Iya, Tuan" jawab Cheff Juna malu-malu," Tuan, kita permisi mau kembali ke bilik".
" Silahkan!," kata Rangga.
__ADS_1
Setelah kepergian mereka, Rangga membaringkan tubuh Delima. Maten Ballroom yang luas sebagai bukti saksi penyatuan cinta. Hawa dingin malam belum bisa meredakan rasa rindu yang mereka tahan selama seminggu. Masih di ada waktu lama untuk mengulangi lagi dan lagi. Tidak ada kata lelah untuk Rangga. Hukuman yang diberikan Rangga membuktikan kekuatannya. Delima terkulai lemah dan tersenyum puas.
Suara adzan Subuh mengingatkan bahwa mereka belum tidur semalaman. Dengan cepat mereka memunguti pakaian dan merapikan diri. Kemudian membenahi tempat yang tanpa sengaja telah mereka buat berantakan takut dipergoki para pegawai di resto Lembang ini. Setelah selesai dan dirasa tidak meninggalkan jejak, Rangga mengajak Delima kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Sesampainya di bilik kamar tertidur lelap dengan posisi saling berpelukan di bawah selimut tebal