MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
51. Keiko dan Kenzo


__ADS_3

Mereka sudah berada di kamar VVIP. Setelah diijinkan dokter untuk langsung menuju kamar rawat inap. Nani dan Angel pun juga sudah datang. Keluarga dari Semarang juga sudah tiba. Mereka adalah Bapak, Ibu dan adik-adik Delima. Serta Bapak,Ibu, dan adik laki-laki Rangga. Sebelum ke kamar mereka juga melihat baby twins di ruang bayi dahulu. Kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


Cucu pertama dari keluarga Delima, sedangkan dari keluarga Rangga merupakan cucu kedua.


Prov. Angel


Angel pergi ke rumah sakit bersama Nani diantar Pak Rudi. Mereka langsung menuju kamar operasi. Ternyata Mama Delima sedang di operasi. Wajah tegang berubah menjadi bahagia, ketika Rangga keluar membawa kabar bahwa baby twins telah lahir dengan selamat. Begitu pula dengan Mamanya sangat sehat.


Setelah operasi selesai mereka menuju kamar baby untuk melihat kondisinya. Perawat membuka kain gorden warna hijau toska. Kemudian perawat menunjukan tempat bayi berada.


"Papa, itu baby boy?" tanya angel.


"Benar. Kakak sayang pada mereka?" tanya Rangga balik.


" Kenapa mereka sangat kecil," tanya Angel selidik.


" Mereka belum banyak minum susu dan makan, jadi tubuhnya belum tumbuh besar, " jawab Mama Martha memberikan penjelasan.


"Pa, Angel ingin peluk baby twins," kata Angel manja.


"Untuk sementara belum boleh, Sayang. Baby boy ada dalam kotak biar tumbuh sehat dan kuat dulu," kata Rangga sambil mengelus rambut Angel yang di kuncir kuda.


Mereka hanya dapat memandang keberadaan kedua bayi Rangga dari luar kaca kamar bayi. Bayi masih berada dalam inkubator. Saat mereka melihat posisi bayi sedang tidur dengan di bedong kain putih motif bunga warna biru dengan memakai topi senada. Pipinya tampak chubby dengan hidung yang mancung serta bibir tipis.


. baby twins


Suara canda tawa keluarga besar Rangga yang sudah berada di dalam kamar tiba-tiba berhenti ketika pintu di ketuk dari luar tiga kali .


Tok tok tok


Saat pintu dibuka tampak seorang perawat perempuan menarik brankar, sedangkan perawat laki-laki mendorongnya. Di atas tempat tidur tampak Delima yang terpejam karena pengaruh obat bius.


Tubuh Delima dipindahkan di tempat tidur, matanya mulai terbuka. Pertama yang dilihat adalah Sang suami.


"Papa," panggil Delima dengan suara lirih.


"Iya, Ma. Ini ada Bapak dan ibu dari Semarang," jawab Rangga dengan senyum.


Delima menoleh mencari mereka.


"Bapak, Ibu....," kata Delima terputus-putus.


"Selamat, Anakku," kata Pak Brata mencium dahi Delima.

__ADS_1


Ibu Sukma maju mendekati anak dari suaminya, tetapi sudah seperti anak kandungnya.


"Selamat, ya Nduk. Kamu sekarang sudah menjadi seorang Ibu. Ibu dari tiga anak yang perlu kamu beri kasih sayang," kata Ibu Sukma mengelus rambut dan mencium kening Delima.


Delima tidak bisa menjawab, hanya air mata yang menetes dan senyum yang selalu mengembang.


Rangga maju menghapus air mata istrinya.


"Papa juga perlu diberikan kasih sayang juga lho ,Ma!" jawab Rangga menuntut. Delima mencubit hidung Rangga. Semua orang tertawa melihat kelakuan Bucin mereka .


"Selamat ya, Nak," kata Bapak dan ibu Kak Rangga.


"Ini dari kami, semoga cocok untuk cucu-cucu," lanjut mereka menyerahkan stroller kembar warna


biru dongker .


Rangga menerima dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih, Bapak dan Ibu. Mereka akan senang sekali," jawab Rangga langsung memeluk mereka. hadiah terindah


"Mama...," kata Angel ragu-ragu untuk mendekat.


Pandangan semua orang yang ada di kamar itu tertuju pada asal suara.


Angel maju mendekat dan Rangga mengangkat tubuh mungil putrinya dan mendudukkan di tepi tempat tidur. Angel memeluk dan mencium kedua pipi Delima.


"Angel sayang Mama," ucapnya setelah melepaskan pelukannya.


"Mama juga sayang Angel, ingin lihat baby twins tidak?" kata Delima sambil membetulkan anak rambut Angel di belakang telinga.


"Tadi sudah lihat Mama, tapi baby boy tidak boleh dipeluk dulu. Mereka dimasukkan ke kotak," jawab Angel menjelaskan.


Pandangan mata Delima mengarah ke Rangga meminta penjelasan. Rangga memahaminya.


"Mereka sehat, karena lahir prematur untuk sementara berada di inkubator sebagai penyesuaian terhadap lingkungan sekitar," kata Rangga memberi pengertian.


"Selamat ya Kak, baby twins ganteng banget persis Kak Rangga," kata Nani mendekat kemudian memeluk Delima.


"Tidak semua, bibirnya mirip Delima. Apalagi yang ke dua bulu matanya lentik," kata Mama Martha membenarkan.


"Namanya siapa Tuan Muda ?" tanya Pak Agus yang berdiri di pojok ruangan.


Rangga melihat Delima, yang dilihat hanya memberi isyarat menangguk tanda setuju.

__ADS_1


"Yang lahir pertama namanya KEIKO PUTRA WIBISONO artinya anak yang dihormati putra Wibisono, sedang ke dua namanya KENZO PUTRA WIBISONO artinya anak yang cerdas putra Wibisono," kata Rangga penuh kebanggaan.


"Panggilannya baby Iko dan baby Zo ,Pa ?" tanya Angel meminta kepastian.


" Iya kan Ma ?" tanya Rangga meminta pendapat Delima.


"Iya, Pa," jawab Delima setuju.


Suara hp menghentikan keasikan pembicaraan mereka. Rangga keluar ruangan untuk menerima telpon dulu.


"Halo, ada apa Dewa ?" tanya Rangga mengawali pembicaraan.


"Kak Rangga, boleh bertemu dengan Nani sebentar? Ijinkan saya menjelaskan perihal permasalahan yang sebenarnya, " kata Dewa dengan penuh kehati-hatian.


"Silahkan telpon saja Nani kemudian selesaikan masalah kalian," kata Rangga memberi saran.


"Maaf, Kak. Sejak kemarin tidak bisa dihubungi, " jawab Dewa putus asa.


"Temui saja di sini, kami semua ada di rumah sakit, " kata Rangga berikutnya.


"Siapa yang sakit, Kak ?" tanya Dewa was-was.


"Tidak ada yang sakit. Istri kakak melahirkan," jawab Rangga bahagia.


"Selamat ya, Kak. Boleh saya menjenguk ?" tanya Dewa penuh harap.


"Silahkan, kebetulan ini Bapak dan Ibu dan Semarang juga ada," jawab Rangga jujur.


"Terima kasih, Kak. Nanti ser lokasinya," pinta Dewa.


"Dewa, jangan memaksa Nani. Jika kalian tidak berjodoh bisa menjadi sahabat ataupun partner bisnis yang saling menguntungkan," kata Rangga memberi nasehat.


"Baik, Kak. Terima kasih assalamualaikum," jawab Dewa lega.


"Waalaikum salam," jawab Rangga menutup panggilan.


Ketika masuk ruangan, Mama Martha dan Angel ingin pulang lebih dulu karena memang waktunya untuk beristirahat. Mereka diantar oleh Pak Rudi. Sedangkan Bapak dan Ibu serta adik-adik dari Semarang mereka masih bercengkrama melepas rindu.


Rangga duduk di sofa, tanpa hitungan menit sudah terdengar dengkuran halus. Capek badan dan pikiran dirasakan sejak akan lahiran istrinya. Nani mendekat membawa bantal dan selimut yang diambil dari almari, kemudian dibetulkan letak tidur kakaknya. Selimut dipasang sebatas dada. Dipandanginya wajah damai di depannya. Senyumnya mengembang.


"Terima kasih, kamu pernah hadir dalam hidupku. Sekarang aku sudah bahagia," kata Rangga dalam tidurnya.


Nani menutup mulut terkejut mendengar ngigauan Sang Kakak.

__ADS_1


Semua keluarga yang ada di kamar sontak menengok ke arah suara. Siang bolong Rangga mimpi bertemu cewek. Membahayakan ! Padahal Delima belum sehari melahirkan buah cinta mereka. Dan pecahlah tawa mereka. Berbeda dengan Delima, wajahnya cemberut bibirnya manyun. Awas nanti kalau bangun, merah semua itu perut bekas cubitan.


__ADS_2