
Terdengar suara pintu diketuk. Delima membuka mata dan menggerakkan tubuhnya sangat kaku. Wajahnya nampak terkejut. Tempat tidur besar. Dengan warna kamar dominan warna hitam dan putih. Dengan malas Delima menuruni tempat tidur dan membuka pintu kamar.
"Mama Martha ?" tanya Delima terkejut.
"Selamat pagi Anakku, " kata Mama Martha lembut.
"Maafkan Delima, Ma bangun kesiangan," kata Delima malu.
"Tidak mengapa, Nak. Ini ada baju untuk ganti titipan Rangga yang di bawa olek Pak Agus," jawab Mama Martha," Segera mandi dan turun ke bawah untuk sarapan".
"Baik, Ma," jawab Delima singkat .
Setelah Mama Martha pergi Delima masuk kamar mandi. Terpana dengan apa yang dilihat. Seperti berada di hotel berbintang. Bathub besar dengan shower dan peralatan mandi terlengkap. Semua berwarna coklat susu.
Delima bingung memakainya. Dibuka baju dan segera mandi dengan memutar kran shower. Secepat kilat menyelesaikan mandi untuk. segera turun ke bawah di tunggu Mama Martha sarapan.
Di depan meja rias Delima membaca tulisan tangan yang rapi.
SAYANG, KAKAK PERGI DULU SETELAH BANGUN TIDUR JANGAN LUPA SARAPAN.
I. Miss You-
suami terganteng.
Delima takut memakai peralatan make up meja rias. Hanya mengambil sisir untuk merapikan rambut. Bibirnya hanya dibasahi oleh lidahnya.
Delima menuruni tangga menuju meja makan.
Di meja makan sudah menunggu Mama Martha.
"Duduklah, Nak! Mama ambilkan ya?" tanya Mama Martha yang sudah mengambil piring Delima.
Delima segera berdiri dan mengambil piring dari tangan Mama Martha.
"Tidak usah ,Ma. Delima mau ambil sarapan sendiri," jawab Delima sopan.
Ketika Delima makan, Mama Martha hanya memperhatikan. Wajah mereka seperti kembar. Mata Cantika lebih besar dibandingkan Delima. Kulit Cantika putih bersih seperti susu, sedangkan kulit Delima sawo matang.
Setelah menyelesaikan sarapan, Delima membawa piring kotor untuk dicuci. Mama Martha hanya membiarkan saja apa yang dilakukan Delima. Delima sangat mandiri, sedangkan Cantika sedikit manja.
Pemikiran Mama Martha masih dipenuhi antara Delima dan Cantika.
"Ma, Angel di mana?" tanya Delima mengembalikan lamunan Mama Martha.
"Sekolah ,Nak. Nanti pulang pukul 10.00," jawab Mama Martha," Sedang di jemput oleh Pak Agus".
__ADS_1
Sebelum Mama Martha menyelesaikan ucapannya. Suara melengking memecahkan keheningan rumah besar ini.
" Mama," kata Angel berlari memeluk Delima.
"Angel pulang sekolah?" tanya Delima
"Ma, tadi Angel mengerjakan matematika dapat 100," kata Angel bercerita kegiatan di sekolah.
"Pintar sekali! Sekarang Angel Mama temani untuk ganti baju ya?" tanya Delima.
"Tidak usah, Ma. Angel bisa sendiri. Dah Ma," jawab Angel sambil berlari menaiki tangga.
"Angel mirip dengan Rangga. Sangat mandiri dan selalu ingin yang terbaik. Tidak manja dan jarang meminta apapun dari kami," kata Mama Martha berkisah tentang Angel.
Delima hanya sebagai pendengar saja. Menganggukkan kepala bila setuju dan menggelengkan kepala jika tidak.
"Hanya sekali Angel minta pada Rangga sampai sempat sakit," kata Mama Martha melanjutkan cerita.
"Angel minta apa ,Ma ?" tanya Delima.
"Angel minta pada Rangga agar kamu menjadi Mamanya?" kata Mama Martha.
"Mengapa Angel sampai sakit ,Ma?" tanya Delima kembali
"Rangga terlalu banyak pemikiran. Setelah kamu memutuskan untuk fokus bekerja.
"Mama, Delima tidak bisa berjanji, tapi Delima akan berusaha menjadi Mama terbaik buat Angel dan istri yang selalu patuh dan mendukung suami dengan kasih sayang yang bisa Delima berikan. Delima juga ingin menjadi menantu terbaik Mama," kata Delima mencium kedua tangan Mama Martha.
" Mama Angel mau makan siang," kata Angel meminta.
"Baik, sekarang Angel duduk dan Mama akan mengambilkannya," kata Delima.
Sepiring nasi sudah tersaji dengan lauk pauk. Angel tidak mau disuapi. Dengan cepat dihabiskannya makanan di piring. Segelas jus mangga juga ludes dari gelasnya. Mama Martha yang melihat tersenyum.
"Cucu Oma pinter sekali, lapar ya?" tanya Mama Martha.
"Angel senang Oma dan Mama di sini," jawab Angel tersenyum, "Mama, temani Angel tidur siang ya?"
"Ayo, kita naik. Mama akan membacakan cerita," kata Delima mengajak Angel.
Angel turun dari kursi dan menggandeng tangan Delima.
"Ma, Delima tinggal dulu," kata Delima berpamitan.
"Iya, Nak. Selamat tidur," jawab Mama Martha.
Delima bergandengan tangan menaiki tangga menuju kamar Angel. Setelah memasuki kamar, Angel merebahkan tubuh diikuti Delima.
__ADS_1
" Mama, maafkan Angel masih memasang foto Mama Cantika di kamar Angel," kata Angel dengan suara yang agak parau.
"Tidak apa-apa sayang, Mama Cantika kan Mama Angel. Jadi sekarang Angel punya Mama dua yaitu Mama Cantika dan Mama Delima," jelas Delima.
"Terima kasih, Ma," jawab Angel.
"Mama, Angel ingin dibacakan cerita tentang Rapunzel," kata Angel sambil menyerahkan buku cerita.
Delima menerima buku tersebut dan membuka halaman pertama.
Delima mulai membaca.
Alkisah, di sebuah kerajaan yang sangat kaya, Raja dan Ratu sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Tidak lama, penantian mereka membuahkan hasil. Ratu mengandung anak pertamanya.
Namun, kebahagiaan itu terancam ketika sang Ratu jatuh sakit. Tabib istana menyarankan kepada Raja untuk mencari bunga lampion. Bunga itu merupakan satu-satunya obat yang bisa me menahan amarahnya. Ternyata, bunga itu adalah bunga yang membuatnya bisa awet muda.
Dua bulan setelahnya, karena disembuhkan oleh bunga lampion, Ratu melahirkan putri yang sangat cantik dengan rambut berwarna emas. Rambut itu mengandung khasiat serupa bunga lampion.
Sebagai wujud syukur dan rasa sayangnya kepada sang putri, setiap hari kelahiran putri yang bernama Rapunzel itu, Raja dan Ratu akan menerbangkan lampion memenuhi kerajaan.
Delima melihat ke arah Angel. Tertidur. Dibetulkan selimut hingg menutupi dada dan ciumnya kening Angel.
Delima turun dengan pelan agar tidak membangunkan. Dipandanginya foto Cantika di dinding, pinggang Delima telah dipeluk seseorang dari belakang. Hingga Delima menutup mulut dengan kedua tangannya supaya tidak mengeluarkan suara.
Rangga semakin erat memeluk dan mencari celah leher bisa diberi tanda kepemilikan. Tiba-tiba Delima menghentikan kegiatan itu dan segera membawa Rangga keluar.
"Ada apa Sayang, kau menolaknya?" kata dengan suara parau dan mata berkabut.
"Delima malu ,Kak. Dilihat sama Mbak Cantika," kata Delima menunduk.
Rangga mengangkat dagu Delima dengan telunjuk tangannya.
"Sayang, buka mata kamu," kata Rangga pelan.
Delima membuka mata dan kembali melihat wajah ganteng suaminya.
Tanpa permisi Rangga dengan rakus mengungkapkan perasaannya dengan mengabsen setiap inci bibir dan gigi Delima.
Tanpa mau melepaskan Rangga telah membopong Delima menuju kamarnya.
Diletakkan tubuh Delima di tempat tidur berukuran king size, kemudian menindih dengan tubuhnya yang kekar. Tubuh Delima terkunci dalam posisi tangan di atas kepala dipegangi oleh tangan Rangga. Tangan Rangga yan satu membelai semua tubuh Delima tanpa ada yang terlewat dan berhenti pada tempat yang membuat Delima mengeluarkan suara dari mulutnya. Suara itu membuat Rangga semakin menggila. Tidak bisa lagi mengontrol dengan baik hasratnya. Dengan segera ingin menuntaskan dalam penyatuan.
Penyatuan mereka dilakukan sangat lambat penuh dengan kelembutan. Rangga tahu ini pertama buat Delima. Akhirnya Rangga menggulingkan tubuh disisi Delima. Ditariknya dengan pelan tubuh Delima kemudian di peluk erat. Jari Rangga menghapus sisa air mata yang masih tampak di mata Delima.
"Terima kasih, Sayang. Sekarang tidurlah kamu pasti capek," kata Rangga mencium kembali bibir Delima sekilas.
Delima terlelap hingga beberapa jam hingga Rangga membangunkan untuk meminta jatah kembali. Mereka sangat menikmati surga yang dinantikan oleh para pengantin baru.
__ADS_1
.