MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 33 Sikap Protektif Rangga


__ADS_3

Saya mungkin tidak akan dapat memberikan semua yang dia inginkan dalam hidup keturunan saya, tetapi apa yang dapat saya berikan kepadanya adalah cinta tanpa syarat, banyak pelukan dan ciuman, dan rumah yang bahagia.


Itulah tekad Rangga, seorang suami dan juga Papa dari anak-anak yang telah dianugerahkan Tuhan untuk dibesarkan dalam keluarganya.


Dengan buah hati yang kedua ini, Rangga ingin yang terbaik. Mencurahkan seluruh waktu dan tenaga untuk mereka. Pekerjaan nomer sekian. Orang kepercayaan di resto banyak. Nani, adiknya selain membantu di resto ia sekarang melanjutkan kuliah di Bisnis dan Manajemen. Delima pernah ditawari untuk kuliah bersama Nani, tapi menolak alasannya hanya akan mengurus keluarga,


Delima ingin ke kamar mandi, Rangga siap untuk menggendong, membantu menyiapkan semua kebutuhannya. Awal ketika pulang dari rumah sakit tidak masalah. Lama-lama sangat mengganggu seperti pagi ini. Delima menggeser kaki dan duduk di atas tempat tidur.


" Sayang, baby twins Papa mau ke mana ?" kata Rangga mensejajarkan duduk dengan istrinya.


" Papa, baby twins mau mandi sangat gerah sekali," jawab Delima mengibaskan tangan di dekat wajahnya.


Dengan sigap Rangga turun, langsung dibopongnya tubuh Delima. Di turunkan dan diisinya bathub dengan air serta aroma bunga kenanga. Pewangi kesukaan Delima saat awal kehamilan.


"Papa gosok punggungnya dan diberi sabun biar wangi," kata Rangga tanpa menunggu persetujuannya.


Selanjutnya setelah selesai dibopong lagi menuju kamar untuk berganti baju, kemudian ke luar hendak menuju meja makan.


Kamar mereka sengaja dipindahkan ke lantai 1, khawatir akan berpengaruh bagi kesehatan ibu dan baby twins. Kehamilan Delima kali ini kembar dua apabila selalu naik turun tangga sangat riskan.


" Mama, Kakak boleh cium Adik twins ?" tanya Angel ketika Delima hendak duduk.


" Boleh, sini dekat dengan Mama!" jawab Delima.


" Adik, ini Kakak Angel. Adik makan banyak ya, jangan nakal sama Mama," kata Angel mendekatkan mulutnya mencium perut Delima.


" Ma, Adik twins bilang kalau Angel pulang sekolah nanti ingin dibelikan susu coklat, agar tubuhnya kuat," kata Angel dengan wajah lucunya.


" Iya, Nak. Nanti Mama minum susu ibu hamil yang rasa coklat. Sekarang kita sarapan nanti terlambat ke sekolah," kata Delima.


Rangga berdiri di samping istrinya. Diulurkan segelas susu rasa vanila dan segera dihabiskan oleh Delima.


" Papa, nanti Adik twins dibelikan susu rasa coklat ya ?" kata Angel pada Rangga.


" Iya, nanti pulang dari resto akan Papa belikan," kata Rangga mengusap kepala Angel.


" Sayang, mau sarapan nasi apa roti ?" tanya Rangga sudah siap mengambilkannya.


" Pa, Adiknya sudah kenyang nanti saja," jawab Delima memegang perutnya.


" Sedikit saja! Mau apa ?" kata Rangga memaksa.


" Roti selai kacang saja," jawab Delima.


Rangga tersenyum dan segera mengambilkan setangkup roti tawar kemudian diolesi dengan selai kacang. Ia sangat senang karena Delima mau menuruti perkataannya.


" Papa, Mama, Angel berangkat dulu," kata Angel mendekati Papa dan Mamanya menjabat tangan dan mencium dengan takzim, tidak lupa mencium perut Delima.

__ADS_1


" Kak, Nani berangkat dulu. Maaf Nani nanti siang ijin ke kampus mau ketemu dosen," kata Nani serius


" Iya, hati-hati. Sudah Kakak transfer untuk kebutuhan bulan ini," kata Rangga.


" Terima kasih, Kak," jawab Nani.


Setelah kepergian mereka, tinggal Mama Martha, Rangga, dan Delima


" Nak, jadi periksa kehamilan hari ini?" tanya Mama Martha.


" Jadi, Ma," jawab Delima.


" Sudah bisa di lihat jenis kelamin baby twins ?" tanya Mama Martha penuh rasa penasaran.


" Kehamilan Delima sudah masuk Minggu ke 14, semoga jenis kelaminnya sudah kelihatan," kata Delima yang mengelus sayang perutnya dengan kedua tangan.


"Sebenarnya Mama ingin ikut mengantar kamu, tapi sudah ada janji bertemu dengan teman," kata Mama Martha.


" Tidak apa-apa Ma, Rangga akan mengantarkan Delima ke rumah sakit," kata Rangga meyakinkan.


" Hati-hati di jalan, jaga anak dan cucu-cucu Mama," kata Mama Martha.


" Siap, Ma," jawab Rangga.


Jam 08.00 Rangga mengantar Delima periksa kehamilan. Sesampainya di rumah sakit ditangani khusus oleh dokter kandungan. Pemeriksaan USG juga dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin baby twins.


" Terima kasih, Dokter. Saya akan selalu menjaga kesehatan istri dan anak-anak saya," jawab Rangga serius.


Rangga dan Delima meninggalkan rumah sakit dengan perasaan gembira. Buah hati mereka sehat dan sesuai keinginan Angel adiknya baby boy. Tidak satu melainkan dua sekaligus.


" Sayang, apa kamu sakit ?" tanya Rangga memudarkan lamunan Delima di mobil saat perjalanan pulang.


" Tidak, Pa. Delima bahagia sekali karena baby twins sehat dan semua laki-laki seperti keinginan Angel," jawab Delima meraih tangan kiri Rangga untuk diciumnya.


" Apalagi aku, Sayang. Terima kasih


I love you," kata Rangga membawa tangan Delima untuk di letakkan di jantungnya.


" Delima kesayangan Kakak, Kamu ratu dalam hidup Kakak," kata Rangga serius, " I love you".


" Mama dan baby twins sayang juga sama Papa. I love you too," jawab Delima.


" Arah kita kok ke sini, Pa?" tanya Delima terkejut.


" Ini Putri Duyung Restoran dan Cottage bukan milik Papa, cuma titip saham saja di sini," jawab Rangga.


" Kita akan makan siang di restoran ini?" tanya Delima.

__ADS_1


" Ini hadiah untuk kamu dan baby


twins, menginap semalam. Nanti malam ada pesta kecil." jawab Rangga.


" Kita akan bulan madu kedua di sini, pengganti bulan madu kita ke Bali yang gagal ?" tanya Delima dengan senyum menggoda.


" Memangnya boleh, Sayang ? " tanya Rangga ragu-ragu.


" Boleh, asal pelan dan tidak membuat baby twins terkejut, karena akan terjadi kontraksi," jawab Delima menjelaskan.


" Papa akan melakukan dengan pelan dan tidak akan menggangu baby twins yang sedang bobok di perut Mama," kata Rangga sambil memeluk pinggang Delima yang tidak ramping lagi.


Mereka sudah cek in langsung di antar oleh office boy menuju Putri Duyung Cottage. Setelah memberi tip, Rangga membuka pintu. Sangat indah. Penataannya rapi, semua perabot berwarna putih dan coklat.



" Sayang, baby twins mau makan apa?" kata Rangga setelah duduk di pinggir tempat tidur mendekati Delima.


" Kok tidak Mama, Kak ?" kata Delima kepada Rangga yang telah mengubah panggilannya tidak seperti biasanya.


" Kalau berada di luar den sedang berduaan enak panggil itu," jawab Rangga mengusap bibir Delima dengan ibu jari tangan kanannya.


" Kakak mau sekarang?" kata Delima yang sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Rangga.


" Kakak sudah berpuasa selama 14 Minggu. Boleh Sayang ?" tanya Rangga dengan mata yang sudah berkabut gairah.


Delima tersenyum. Dibukanya semua kancing baju Rangga dan dilemparkan entah kemana. Baju Hamil sudah terlepas tanpa satu yang menempel di tubuhnya. Rangga terpesona dengan lekuk-lekuk bentuk tubuh Delima sekarang. Padat dan penuh berisi. Terutama dua buah pegangan kesukaan Rangga, besar menggantung.


" Tubuh Delima sekarang jelek ya, Kak ?" tanya Delima menutupi dua buah yang menggantung dan intinya.


" Sangat eksotis," kata Rangga dengan segera memeluk pinggang Delima dan menempelkan pada tubuhnya. Saling menempel tanpa sehelai benang.


" Kalung kan tangan kamu ke leher Kakak!" perintah Rangga," Cium bibir Kakak, jangan pernah dilepaskan sebelum Kakak melepaskannya ! " .


Delima melaksanakan semua perintah Rangga. Di awal pernikahan, Rangga guru yang sabar dalam mengajari Delima yang polos untuk bermain-main agar lebih menikmati sensasi dan menghindari rasa bosan.


Pelepasan demi pelepasan mereka nikmati dengan sangat pelan. Sudah dua jam dilewati tanpa jeda. Penyatuan segera dilepaskan saat baby twins bereaksi. Tangan Rangga mengelus perut Delima dan menciumi seluruh permukaannya.


" Baby twins sudah diam, Kak," kata Delima.


" Maafkan Kakak, Sayang. Kamu dan baby twins merasa kesakitan "? tanya Rangga.


"Tidak, Kak," jawab Delima," Mama dan baby twins senang Papa menengoknya," jawab Delima.


" I love you," kata Rangga memeluk Delima.


" I love you too," jawab Delima tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2