MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 29 Monica Hamil


__ADS_3

Semenjak kepulangan dari Lembang, Monica enggan untuk ke luar kamar.


Tidak pernah lagi memantau bisnis kuliner keluarga. Jadi sekarang tugasnya diambil alih oleh Kakak Ipar yaitu Rangga. Monica senang jika Kak Rangga tidak di rumah, karena tidak akan melihat sikap BUCIN alias budak cintanya terhadap Delima.


Setiap hari Juna selalu menghubungi, tapi tidak diangkat. Chat melalui WA tidak dibalas. Jika akhir pekan datang, Monica akan menemui jika ada Kak Rangga, karena akan mendapat omelan jika tidak menemui. Sudah satu Minggu ini Juna tidak Chatting, Sabtu malam hingga Minggu siang Monica menunggu juga tidak nampak batang hidungnya. Akhir-akhir ini Dia malas untuk makan, meskipun sudah diantar ke kamar. Selalu terpikirkan keadaan Juna. Delima sering mengajaknya ngobrol dan menemani saat berjemur di kolam renang. Semua tidak bisa menghilangkan wajah Juna.


Suatu pagi, tiba-tiba rumah dikejutkan dengan teriakan Bibi dari kamar Monica. Rangga diikuti Delima, Nani dan Mama berlari menuju kamar Monica di lantai 2. Rangga memeriksa keadaan Adik Iparnya. Badannya demam dan ditemukan saat Bibi mengantar sarapan sudah dalam kondisi pingsan. ini Martha hanya menangis di pelukan Delima.


" Nani, panggilkan dr. Farrel, suruh cepat ke sini," kata Rangga memberi perintah.


" Baik, Kak," jawab Nani.


Bibi datang membawa baskom beserta kain . Delima segera menaruh kain yang sudah basah ke dahi Monica.


Tidak begitu lama dr. Farrel datang dan memeriksa kondisi Monica.


Setelah selesai dr. Farrel menuliskan resep.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter ?" tanya Mama Martha.


"Nona Delima kurang asupan makanan dan cairan, ini sudah saya tulis resep untuk vitamin. Tuan kalau bisa segera periksakan ke Rumah Sakit di bagian kandungan, " kata dr. Farrel.


"Mengapa di bagian kandungan dokter ?" tanya Mama Martha.


" Maaf, kemungkinan Nona Monica hamil," jawab dr. Farrel," Saya permisi, Tuan".


"Silahkan dokter, mari saya antar sampai depan," kata Rangga.


"Delima, benarkah Monica hamil? " tanya Mama Martha hampir menangis.


"Kita periksakan dulu ke Rumah Sakit, Ma," kata Delima menghibur


Rangga mengambil ponselnya dan mencari nama Juna.

__ADS_1


"Halo, Kak," kata Juna dari seberang sana.


" Monica pagi ini pingsan, kata dokter kurang asupan makanan dan cairan. Sudah diberi vitamin dan belum sadar. Tadi dokter menyarankan untuk periksa ke Rumah Sakit bagian kandungan," kata Rangga menjelaskan.


" Kapan akan periksa, Kak?" tanya Juna kemudian.


" Hari ini setelah sadar," kata Rangga.


"Kamu datang ke sini setelah ada hasil pemeriksaan medis saja," kata Rangga.


"Baik Kak, titip Monica karena saya mengikuti saran Kakak untuk tidak menghubunginya ," kata Juna.


" Iya, sudah dulu," kata Rangga menutup ponselnya.


Rangga kembali ke kamar. Monica sudah sadar.


"Delima, tolong bantu Monica berganti baju kita periksakan ke Rumah Sakit," kata Rangga.


Delima berdiri menyiapkan baju ganti. Mama Martha sudah tidak ada dan sedang menunggu Rangga di depan kamar tidur.


" Kamu pasti mengetahuinya!"


" Tidak ada apa-apa, Ma," kata Rangga. Mama Martha memeluk menantunya dengan sayang.


" Sekarang Mama ganti baju kalau ingin ikut mengantar Monica ke Rumah Sakit," kata Rangga sabar.


Mama Martha mengangguk dan pergi menuruni tangga menuju kamarnya.


Rangga mengambil kunci mobil dan mengganti pakaiannya. Untung hari ini Minggu tidak ada kesibukan lain.


Rangga turun menuju teras. Di sana sudah siap Delima, Mama Martha, dan Monica. Nani sudah berangkat ke resto sedangkan Angel bermain dengan Minah yang selalu dekat dan mengawasinya.


Mereka berangkat menuju Rumah Sakit dengan kecepatan sedang Sepanjang perjalanan pikiran mereka hanya menerka penyakit yang diderita Monica, sedangkan Monica sendiri hanya diam dan matanya terpejam.

__ADS_1


" Monica apa yang kamu rasakan? " tanya Mama Martha mengelus-elus rambut Monica penuh sayang.


" Monic pusing, Ma, badan lemas, dan ngantuk sekali," jawab Monica yang menyandarkan kepala di bahu Mama Martha.


Mobil mereka sudah memasuki kawasan Rumah Sakit. Rangga mencari tempat parkir untuk memarkirkan.


" Kalian di sini dulu, aku mencari kursi roda. Rangga kembali membawa kursi roda, membuka pintu, dan memapah Monica untuk segera duduk.


Setelah mengunci mobil Rangga mendorong kursi roda diikuti Mama Martha di sebelah kiri dan Delima sebelah kanan.


Mama Martha menunggui Monica di ruang tunggu, sedangkan Rangga dan Delima menuju loket pendaftaran.


Setelah mendapat no pendaftaran mereka mengajak Mama Martha dan Monica menuju ruang pemeriksaan kandungan. Monica tidak bertanya sedikit pun, matanya tetap terpejam.


Setelah menunggu 30 menit nama Monica dipanggil. Rangga menunggu di luar, Mama Martha dan Delima yang masuk ke ruang pemeriksaan


Ponsel Rangga bergetar, setelah dilihat nama Juna yang tampil di layar dan digesernya layar hijau


" Halo, Kak. Bagaimana kabar Monica ?" tanya Juna tidak sabar.


" Sedang ada di ruang pemeriksaan," kata Rangga


" Bagaimana keadaan Monica, Kak ?" tanya Juna


" Badannya masih lemas, pusing, dan dari tadi tidur terus," kata Rangga.


" Kak, saya ingin berada di dekat Monica," kata Juna memelas.


" Baiklah, nanti tunggu kabar bagaimana baiknya," kata Rangga mengakhiri pembicaraan.


" Terima kasih, Kak," jawab Juna singkat


Rangga segera menghampiri Mama Martha dan Delima yang sudah keluar dari ruang pemeriksaan.

__ADS_1


Wajah Mama Martha ada gambaran kebahagiaan, Delima juga ada sedikit senyum di bibirnya, dan Delima masih menutup mata. Entah apa yang ada di pikiran Adik Iparnya itu. Benar-benar sakit apa hanya malas saja .


__ADS_2