
Hingga Subuh baru mengakhiri pertarungan membuat Delima tak berdaya dan tidur nyenyak. Rangga tersenyum puas. Tidak sia-sia berpuasa selama hampir 6 tahun, terbayarkan dari siang hingga adzan di masjid dekat rumah berkumandang. Buah kenikmatan dirasakan seperti malam pertama dulu. Delima yang polos membuat Rangga dengan sabar menjadi pelatih ulung tak tertandingi. Delima yang patuh membuat Rangga lagi dan minta jatah lagi.
Jika tidak ada janji dengan Aipda Syamsudin, mungkin Rangga enggan untuk turun dari tempat tidur.
Dipandangnya sekali lagi Istri tercintanya. Istri yang membuat bersemangat kembali.
Rangga turun menuju meja makan. Hanya ada Mama Martha.
"Angel mana, Ma ?" tanya Rangga.
"Angel sudah berangkat sekolah diantar Pak Agus. Pak Agus juga akan menunggu hingga Angel pulang," kata Mama Martha.
"Nanti pulang jam berapa, Ma?" tanya Rangga.
"Pukul setengah sebelas, " jawab Mama Martha, " Delima mana mengapa tidak ikut turun untuk sarapan ?"
"Delima masih tidur, Ma. Jika sampai siang hari Delima belum turun minta tolong untuk dibangunkan ya, Ma," kata Rangga malu-malu
"Apa Delima sakit?" tanya Mama Martha curiga.
"Tidak, Ma. Delima hanya kelelahan sedikit," jawab Rangga memalingkan muka menahan malu
"Rangga, kamu keterlaluan! Kamu enak, tapi Delima pasti menahan sakit'," kata Mama Martha menggoda menantu setianya.
" Tidak kok, Ma. Sebaliknya Delima sangat menikmati, karena menantu Mama ini adalah pelatih ulung, " jawab Rangga menyombongkan diri
"Dasar kamu ! Awas kalau memperlihatkan yang tidak senonoh di depan Angel cucu Mama," kata Mama Martha mengingatkan, " Telinga kamu akan putus".
"Tidak,Ma," jawab Rangga mendekati Mama Martha meraih tangan dan mencium tangan dengan takzim.
Pukul 10.30 Angel pulang dari sekolah. Setelah berganti baju rumah mencari keberadaan Mama Delima, karena tidak bertemu Angel bertanya dengan Oma Martha.
"Oma, apakah Mama berangkat kerja?" tanya Angel.
"Tidak, Mama Delima sedang istirahat karena capek mengurus pekerjaan Papa tadi malam, " jawab Mama Martha memberi jawaban.
" Boleh Angel membangunkan Mama sekarang?" tanya Angel.
" Jangan, biar Oma saja yang akan ke atas untuk membangunkannya," kata Mama Martha," Angel tunggu di kamar nanti jam makan siang langsung turun ke meja makan"
"Baik, Oma," kata Angel menuju kamarnya.
Oma naik menuju kamar tidur Rangga dan Delima. Diketuknya pintu tiga kali.
__ADS_1
Delima membuka pintu, penampilan sudah tampak rapi
"Boleh Mama masuk, Nak ?" tanya Mama Martha.
" Boleh, Ma. Silahkan," jawab Delima.
" Kamu mengganti seprei dan membersihkan ruangan ini Nak ?" tanya Mama Martha penuh selidik.
" Iya, Ma. Tapi itu cuciannya di jemur di mana ya Ma?" tanya Delima balik
"Taruh saja di kamar mandi biar Bibi yang menjemurnya, " kata Mama Martha.
"Baik, Ma," jawab Delima
"Sekarang kita turun untuk makan. Kamu belum sarapan kan ?" tanya Mama Martha kembali.
"Ma, boleh Delima makan di kamar saja ?" tanya Delima takut.
"Apa kamu sedang sakit ?' tanya Mama Martha yang tahu jawabannya.
"Tidak, Ma. Delima hanya kesulitan untuk berjalan saja," jawab Delima malu.
"Apa Rangga menyakitimu?" tanya Mama Martha menggoda kembali.
"Nanti bibi akan naik membawa makan siang dan salep yang harus kamu oleskan ditempat
yang sakit. Sekalian Bibi mengambil cucian untuk dijemur," kata Mama Martha," Kamu duduk di tempat tidur saja biar Mama yang menutup pintu".
"Baik, Ma terima kasih," jawab Delima.
Mama Martha pergi meninggalkan Delima menuju pintu. Sebelum pintu tertutup penuh Mama Martha berucap kembali
"Delima, buatkan Mama cucu yang banyak ya ? tanya Mama Martha serius
"Mama, Delima jadi malu," jawab Delima pelan.
Mama Martha menutup pintu. Tidak sampai 15 menit Bibi masuk membawa makan siang dan teh hangat manis serta air putih. Bibi juga menyerahkan salep.
" Non, Bibi mau mengambil cucian di kamar mandi. Besok jangan mencuci baju lagi, biar Minah yang melakukannya," kata Bibi.
"Baik, Bibi," jawab Delima.
"Bibi, tolong sampaikan Mama Martha setelah makan Delima mau istirahat lagi. Badan Delima sakit semua," kata Delima memberi pesan ke Bibi.
__ADS_1
Setelah makan siang, benar saja. Delima langsung tertidur lagi.
************************************************
Perjalanan Rangga menuju kantor Aipda Syamsudin hanya setengah jam. Dengan langkah panjang Rangga mencari ruangan. Setelah ketemu tertulis nama Aipda Syamsudin di tengah pintu, Rangga mengetuk pintu. Terdengar suara mempersilahkan untuk masuk. Rangga membuka pintu dan menyapa Aipda Syamsudin.
"Permisi, Selamat pagi," kata Rangga menyapa.
"Silahkan duduk saudara Rangga," kata Aipda Syamsudin.
"Terima kasih," jawab Rangga santun
"Begini saudara Rangga, setelah melakukan olah TKP tidak ada barang yang hilang dan mencocokan sidik jari di pintu dengan kunci duplikat di ruang kerja saudara, serta memeriksa saksi- saksi terkait, maka saya memutuskan bahwa tersangka adalah orang dalam. Orang tersebut tahu seluk beluk rumah Mes. Dan mengetahui ada kunci duplikatnya.
"Siapa orang tersebut ?" tanya Rangga penuh tanya.
"Sepemikiran kami melihat semuanya. Orang tersebut adalah Nona Monica, adik ipar saudara sendiri," jawab Aipda Syamsudin yakin.
" Mengapa bisa Monica, Dia juga ikut kami dalam perjalanan ke Semarang dan baru sampai Jakarta kembali kemarin malam," jawab Rangga tidak percaya.
"Saudara bertemu Monica sebelum perjalanan ke Semarang, saat itu anda meninggalkan sendirian di ruang kerja sampai anda pergi menjemput kembali Delima dan Nani di resto.
Dalam jeda waktu itulah Monica menjalankan aksinya. Delima dan Nani tidak tahu bahwa hari' itu rumah Mes sudah dimasuki orang dan di acak-acak. Karena langsung dijemput untuk berangkat dari resto malam harinya menuju Semarang.
"Apa tujuannya karena tidak ada barang yang hilang ?" tanya Rangga.
"Barang itu sudah dititipkan ke Anda sebelum keberangkatan kalian, yaitu cincin permata yang diberikan Mama Martha ke Delima sebagai ikatan pertunangan tidak resmi. Monica sakit hati Delima yang mendapat cincin tersebut. Padahal tidak ada ikatan darah antara Mama Martha dan Delima. Monica juga menginginkan saudara menjadi suaminya sejak dulu. Saudara malah memilih Delima yang hanya karyawan resto dari pada Monica adik dari istri anda," kata Aipda Syamsudin.
" Seseorang yang masuk rumah orang tanpa izin bisa terjerat hukum pidana penjara dan pidana denda. Landasan hukumnya tertuang dalam Pasal 167 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ayat 1," kata Aipda Syamsudin menjelaskan.
"Adik Ipar Anda yaitu Nona Monica akan dikenai hukuman 2 tahun 8 bulan," kata Aiptu Syamsudin.
" Bagaimana jika saya mencabut laporan yang telah buat ?" tanya Rangga
" Ipar Anda yaitu Nona Monica akan bebas," kata Aiptu Syamsudin.
" Baiklah, saya akan mencabut laporan yang telah saya buat," jawab Rangga.
" Untuk itu kami akan melepas garis polis line dan saudara bisa memasuki rumah Mes tersebut untuk membersihkan, " kata Aipda Syamsudin.
"Terima kasih telah mambantu saya dalam memecahkan persoalan ini," kata Rangga.
"Sama-sama, kami juga berterima kasih anda kerja sama saudara," jawab Aiptu Syamsudin.
__ADS_1