MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 14 Lamaran Berjalan Lancar


__ADS_3

Sabtu malam setelah resto tempat bekerja Delima dan Nani tutup, mereka dijemput mobil Pak Rangga. Pak Rangga membawa dua mobil. Satu mobil untuk tempat yang diisi seperangkat seserahan dengan dikemudikan P Agus ditemani Monica dan Nani. Satu mobil lagi yang dikemudikan Pak Budi membawa Pak Rangga duduk di depan. Mama Martha, Angel, dan Delima. Perjalanan sangat lancar hingga Semarang pukul 07.00 WIB. Delima diantar sampai depan rumah.


" Ma, Delima pulang dulu," kata Delima sambil mencium tangan Mama Martha dengan takzim.


"Istirahatlah nanti malam kami datang, sampaikan salam hormat kami pada orang tuamu. Juga maksud kedatangan kami beserta rombongan," kata Mama Martha.


"iya, Ma. Delima akan sampaikan," jawab Delima.


"Pa, Angel ikut Mama turun ya ?" tanya Angel dengan mata yang sudah memerah.


"Tidak Angel! Nanti malam saja," kata Rangga memberi pengertian.


"Mama," kata Angel meminta bantuan dengan memeluk erat.


"Angel, ke rumah Mama nanti malam saja setelah mandi dan berganti baju princess yang kita beli kemarin,' kata Delima mengelus rambut panjang Angel.


"Tapi malamnya Angel tidur sama Mama ya?" jawab Angel memohon.


"Tanya Papa Angel," kata Delima.


" Pa, Boleh ya nanti malam Angel tidur sama Mama ?" tanya Angel.


"Boleh," kata Rangga dengan senyum.


"Terima kasih,Pa," jawab Angel senang.


Delima turun di antar Pak Rangga.sampai di depan pintu Delima mengetuk.


Tok tok tok


Pintu dibuka muncul Pak Brata.


"Delima, anakku kamu pulang Nak?" kata Pak Brata terkejut.


"Iya, Pak. Di antar Pak Rangga," jawab Delima.


'Terima kasih Pak Rangga telah mengantar Delima. Mari silahkan masuk," kata Bapak Brata memberi jalan di pintu.


"Terima kasih, Pak. Saya permisi dulu assalamualaikum," jawab Rangga sambil membukukan badan.


Delima dan Bapak Brata melepas rombongan mobil hingga sudah tidak terlihat lagi.


Bapak Brata masuk dan berteriak.


"Bu, Delima pulang!"


Ibu dan adik-adik keluar. Mereka gembira menyambut kedatangan Delima. Terutama Ibu Sukma. Ibu Sukma menangis dan adik-adik memeluk Delima.


Ibu Sukma menggandeng dan mendudukkan di kursi ruang tamu.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu, Nak ? Mengapa pulang mendadak tanpa memberitahu terlebih dahulu?" tanya Ibu Sukma.


" Bapak dan Ibu, maafkan Delima pulang hari ini. Mama Martha dan Keluarga Pak Rangga titip salam hormat untuk Bapak dan Ibu. Mereka akan datang untuk silahturahmi nanti malam setelah Isyak," kata Delima menjelaskan.


"Siapa Mama Martha, Delima?" tanya Ibu Sukma.


"Mama Martha itu Ibu mertua Bapak Rangga," jawab Delima.


"Sebenarnya apa tujuan mereka datang nanti malam, Delima ?" tanya Bapak Brata serius.


" Mereka datang hendak melamar Delima, Pak,' jawab Delima pelan.


"Alhamdullilah, anak Ibu sudah ada yang meminang. Kita senang ya Pak?" kata Ibu Sukma gembira.


"Iya, Bu. Bapak juga senang semoga kalian bahagia selalu,' jawab Bapak Brata dengan senyum mengembang.


"Tapi Bapak dan Ibu, Pak Rangga seorang duda dengan anak perempuan berusia 5 tahun," kata Delima menjelaskan takut jika nanti tidak setuju.


"Seorang duda hanyalah sebutan yang disandangnya saja," kata Bapak Brata tidak keberatan.


"Pak Rangga itu orangnya baik, Nak. Maaf jika ibu tidak memberitahu ke kamu, karena memang dilarang oleh adik Pak Rangga,' kata Ibu Sukma.


"Dilarang memberi tahu apa, Bu ?" tanya Delima.


"Nak, sebenarnya setiap bulan Adik Pak Rangga selalu memberikan sembako untuk keluarga kita. Sembako itu cukup untuk satu bulan katanya titipan dari Pak Rangga," kata Bapak Brata menjelaskan.


Delima hanya diam. Sebenarnya ada rasa marah, karena, Pak Rangga tidak jujur padanya. Perasaan itu disimpan agar tidak mempengaruhi hatinya untuk nanti malam.


"Pak Rangga sudah membelikannya,Bu," kata Delima mengambil tas dengan merk toko baju terkenal. Lima bungkus plastik diberikan ke Ibu Sukma. Ibu Sukma membagi ketiga anak-anaknya. Mereka mencoba dan pas. Satu diberikan untuk Bapak dan ibu Sukma sendiri. Setelah dicoba tampak serasi. Keluarga Delima sangat senang sekali.


"Untuk makanannya kita buatkan apa ya, Delima ?" tanya Ibu Sukma.


"Maaf, Bu. Pak Rangga sudah memesan menu di Resto miliknya yang buka cabang di kota ini. Pesanan akan diantar nanti pukul lima sore," kata Delima menjelaskan.


"Kalau begitu sekarang kamu istirahat dahulu. Bapak mau ke rumah bapak RT supaya bisa datang malam ini," kata Bapak Brata.


Delima berdiri dan masuk ke kamar diikuti adik-adik yang membawakan beberapa tas dan barang lainnya . Sesampainya di kamar Delima menyuruh mengeluarkan isinya. Delima mengambil seprei baru. Menyerahkan pada Tutut untuk menggantikan dengan seprei lama di tempat tidur Delima. Wendy menyapu lantai dan mengganti tirai jendela. Isabel adik bontotnya duduk di kursi menyaksikan kesibukan kakak-kakaknya. Setelah rapi Delima duduk di atas tempat tidur dengan dikelilingi oleh adik-adiknya.


"Wendy, Kak Delima minta tolong belikan bunga Sedap Malam Rp 300.000,- di Toko Mawar dekat lampu merah pertigaan bisa?" tanya Delima.


"Bisa Kak, nanti Wendy akan naik sepeda," jawab Wendy.


Delima mengambil dompet mengeluarkan uang Rp 400.000,-.


"Ini sisanya disimpan buat jajan kamu!" kata Delima.


"Baik Kak, Wendy berangkat sekarang," jawab Wendy.


"Tutut, tolong Kakak buatkan teh manis panas dan itu ada 3 kotak brownis bisa makan. Untuk teh dan brownies Kakak bisa di taruh di atas meja. Ini uang untuk jajan kamu," kata Delima sambil menyerahkan selembar uang seratus ribu

__ADS_1


"Iya Kak, terima kasih," jawab Tutut dan meninggal kamar Delima dengan membawa kue brownies ke dapur.


Delima memandang adik bungsunya yang masih setia duduk di kursi dan Delima memanggilnya.


"Isabel, sini! " kata Delima, "Nanti malam ada teman Isabel namanya Kakak Angel, diajak main ya ," kata Delima.


"Iya, Kak," jawab Isabel singkat.


"Ini uang untuk Isabel, tapi dititipkan ke Ibu dulu . Kapan-kapan buat beli mainan," kata Delima.


"Terima kasih, Kak" kata Isabel kemudian lari mencari Ibu.


Delima mengambil baju ganti, segera menuju kamar mandi. Sekitar tiga puluh menit Delima keluar dari kamar mandi. Dilihatnya di meja sudah ada teh, kue brownies, nasi dengan sayur dan lauknya. Delima menghabiskan hidangan tersebut, karena memang sudah kelaparan. Di kursi sudah ada seonggok bunga sedap malam dibawanya ke dapur untuk dirangkainya.



Rangkaian bunga Sedap Malam di taruh di ruang tamu dan kamarnya. Kemudian Delima menutup pintu untuk istirahat.


Tok tok tok


Delima terjaga dari tidurnya. Dilihatnya jam dinding sudah pukul 14.00. Dia belum sholat dhuhur. Kakinya melangkah ke pintu dan Tutut sudah ada di sana.


"Kak, ini makan siangnya Tutut taruh di meja ya," kata Tutut. Delima mundur memberi jalan untuk Tutut lewat.


"Terima kasih, Kakak sholat dhuhur dulu," kata Delima kemudian menutup pintu. Setelah sholat dan makan siang, Delima membawa piring kotor ke dapur. Ternyata sudah ada beberapa ibu tetangga yang membantu Ibu.


Delima mengangguk sopan memberi salam. Setelah mencuci piring Delima mendekati Ibu Sukma.


"Bu, Delima bisa bantu apa?" tanya Delima berbisik


" Tidak usah, Nak. Kamu ikut Mbak Sri saja pergi ke salonnya!" kata Ibu Sukma memberi perintah.


"Baik, Bu," kata Delima masuk kamar mengambil dompet dan mengikuti Mbak Sri dari belakang.


Di salon Delima mendapat sedikit perawatan. Dari creambath, facial, dan luluran.


"Dik Delima saya akan membuat sanggul dengan gaya modern dan simpel," kata Mbak Sri.


" Maaf, Mbak. Boleh saya sholat dulu?" tanya Delima.


" Boleh, Dik. Mari saya antar,". kata Mbak Sri.


Setelah melaksanakan sholat, Delima langsung disanggul dan di rias wajahnya.



Delima kembali ke rumah bersama Mbak Sri untuk memakai kebaya yang telah disiapkan Kak Rangga sejak kemarin.


Pukul setengah delapan rombongan Kak Rangga sudah datang. Mereka ditemui oleh Bapak dan Ibu beserta beberapa tetangga yang diundang. Setelah menyampaikan niatnya. Delima keluar dari kamar digandeng oleh adik-adiknya. Delima tampak cantik dengan kebaya warna merah, duduk diapit Bapak dan Ibu.

__ADS_1



Delima bersedia dilamar Pak Rangga. Rencana pernikahan hari Minggu. Acara lamaran selesai dan rombongan pulang, tetapi meninggalkan Angel yang berniat tidur dengan Delima.


__ADS_2