MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
54. Kepulangan Baby Iko dan Baby Enzo


__ADS_3

Setelah satu minggu perawatan pasca melahirkan Delima diijinkan pulang oleh dokter. Begitu pula dengan kedua bayinya. Baby Keiko dan baby Kenzo sudah keluar dari inkubator. Tubuhnya mulai berdaging dengan kedua pipinya chubby, matanya sudah mulai membuka, dan hidung tampak sangat mancung. Kulitnya mulai mengelupas. Kebiasaan mereka selalu lelap tidur, mereka akan bangun jika sudah merasa haus.


Baby Keiko dan baby Kenzo



Delima akan sangat kerepotan saat bayinya bangun bersamaan untuk minta minum. Bayi-bayi usia beberapa hari itu sangat pintar, mereka lebih senang jika minun ASI langsung dari Mamanya daripada yang ditaruh dalam botol. Dengan cekatan istrinya akan menggendong kanan dan kiri. Setelah mendapat apa yang didinginkan mulut mungilnya akan mengisap dengan cepat. Terutama Si Keiko, karena tidak sabaran air susunya sampai tumpah-tumpah. Pernah baby Iko tersedak, Delima terlambat memberikan minum. Sambil menangis keras tetap menghisap ASI. Alhasil sempat sesak nafas, wajah merah serta menangis tanpa terdengar suaranya sehingga baby Keiko perlu sedikit perawatan.


Rangga kagum menyaksikan hal itu.


Istrinya sangat hebat, walaupun baru beberapa hari menjadi ibu di usia muda sudah bisa mengatasi hal tersebut. Ketika Rangga ada di saat kejadian tersebut, Ia langsung memegangi bayi yang ada sebelah kiri dengan menahan tubuh anaknya dari bawah agar mulut tetap bisa menghisap ASI, sedangkan Delima bisa santai memegang satu bayi dengan kedua tangannya.


Pak Agus sudah datang bersama Mama Martha untuk menjemput. Rangga sendiri sedang mengurus administrasi.


" Kamu sudah memberesi semuanya Delima?” tanya Mama Martha sambil memangku Kenzo yang sudah selesai menyusu.


"Sudah,Ma. Kak Rangga tadi yang mengerjakan," jawab Delima sambil menimang Keiko.


"Bapak dan Ibu tidak menjemput ,Ma ?" tanya Delima.


"Tidak, Mereka semua sedang menyiapkan acara penyambutan kalian," jawab Mama Martha sambil menoel-noel pipi Kenzo.


"Tidak ada acara kan ,Ma ?" tanya Delima sambil mengingat pembicaraan dengan Rangga tentang kepulangannya hari ini.


"Hanya temanmu satu resto dan keluarga Dewa yang akan berkunjung," jawab Mama Martha.


"Berarti resto tutup , Ma. Seharunya jangan tutup!" kata Delima menyayangkan.


"Jangan khawatir, Delima. Suami mu masih banyak uang tidak akan bangkrut meski resto tutup satu bulan," jawab Mama Martha membanggakan menantu kesayangannya.


"Tidak itu Ma, kasihan mengecewakan pelanggan ," jawab Delima tersipu.


"Anggap saja kamu reunian dengan teman-temanmu," kata Mama Martha menidurkan Kenzo di tempat tidur, kemudian melihat Keiko di box bayi.


Rangga datang mendekati Delima yang sedang duduk di atas tempat tidur. Mencium kening istrinya dengan mesra.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita pulang. Aku sudah kangen tidur di tempat tidur kita," kata Rangga terus menciumi semua wajah istrinya berlanjut ke ceruk leher. Diam sesaat mencium wangi sampo rambut Delima.


"Sudah, Kak. Ada Mama sedang melihat kita," kata Delima mengingatkan.


"Diam lah, Aku sedang nyaman," jawab Rangga berbisik di telinga Delima.


Mama Martha melihat kedua menantu nya. Matanya berkaca-kaca melihat Rangga telah mendapatkan pengganti dari putrinya Cantika. Semoga kalian bahagia selamanya. Ucap Mama Martha dalam hati. Ketika melihat tangan Rangga yang mulai bergerak menuju tempat puncak ternyaman dan *******-*****.


" Hai, baby Iko juga baby Enzo kalian akan segera punya adik . Tuh lihat, Papa dan Mama mu sedang proses!" kata Mama Martha dengan suara agak keras untuk menyadarkan Rangga.


Rangga tergagap dan menyudahi pekerjaan tangannya .


"Maafkan kami, Ma. Saya khilaf," jawab Rangga malu.


Mama Martha menghadap kedua menantunya.


"Rangga, setelah masa nifas istrimu ber-KB lah, kasihan jika Delima harus hamil lagi sebab Keiko dan Kenzo masih kecil butuh perhatian serta kasih sayang kalian," kata Mama Martha mengingatkan.


"Baik, Ma. Terima kasih sudah mengingatkan," jawab Rangga dan Delima bersamaan.


Rangga dan Delima tersipu malu. Rangga mengambil beberapa tas dan diberikan Pak Agus yang duduk di luar kamar. Masuk lagi untuk meletakkan baby twins di stroller nya. Delima keluar kamar dengan digandeng Mama Martha, di belakang Rangga mendorong baby twins yang sedang tidur nyaman .


Di tempat parkir Rangga membuka pintu mobil depan, kemudian masuklah mama Martha. Rangga mengambil baby Keiko untuk diberikan pada Mama Martha untuk di pangku. Delima duduk di belakang Mama Martha dan memangku baby Kenzo. Kemudian menutup pintunya. Setelah itu Rangga melipat stroller untuk dimasukkan bagasi.


"Delima ," kata seseorang memanggil nama teman lama. Delima menengok ke luar jendela.


"Lisa ?" jawab Delima tidak percaya.


" Iya, Delima ini saya. Kamu sudah akan pulang ?" tanya Lisa setengah terkejut kemudian mendekati pintu mobil yang jendela masih terbuka. Rangga yang sudah masuk dan duduk di sebelah Delima ikut memperhatikan.


"Sudah, Lisa kenalkan ini suamiku, Kak Rangga," kata Delima memperkenalkan suaminya, " Kak Rangga, kenalkan Lisa temanku saat SMA,".


Keduanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kalian mau ke mana? Mengapa sampai sini ?" tanya Delima ketika melihat Ronald mendekati Lisa.

__ADS_1


"Aku dapat kabar dari Nina kau di rumah sakit ini. Kita ingin sekali menengok kamu," kata Ronald menjelaskan.


"Kami sudah akan pulang, Bagaimana jika ke rumah saja ?" tanya Rangga menawarkan sambil mengambil anaknya untuk dipangku kasihan operasi Delima belum sembuh betul.


Ronald menatap Lisa, Lisa pun mengangguk tanda setuju.


"Tunggu sebentar aku cari taksi dulu," kata Ronald menyetujui.


"Kalian bersama mobil ini saja, di bangku belakang masih ada tempat," kata Rangga.


"Apakah tidak merepotkan?" tanya Lisa.


"Sama sekali tidak, silahkan masuk," kata Rangga mempersilahkan.


Ketika mereka sedang menuju pintu untuk masuk, Rangga berbisik pada Delima.


"Yang ketemu mantan happy banget nih !" kata Rangga menyindir.


Delima menoleh ke samping melihat suaminya. Dengan kedua tangan di raihnya leher Rangga. Secepat kilat bibir tipis itu sudah ******* penuh rasa cinta dan segera di akhiri. Rangga terpana, tidak percaya akan kelakuan Delima yang sangat bar-bar menurutnya belum pernah dilakukan bersamanya.


"Awas nanti aku balas saat di rumah!" kata Rangga pura - pura mengancam. Mama Martha tersenyum melihat kelakuan anak sekarang yang tidak pernah melihat situasi dan kondisi, sedangkan Pak Agus tersenyum melihat kelakuan Tuan dan Nyonya nya. Sebelum ketemu Nyonya muda sikapnya sangat dingin dan suka marah, tetapi sekarang sering senyum sendiri dan sangat Bucin . Setiap hari Tuan Rangga mengungkapkan perasaan sayang pada siapa saja secara langsung .


Terdengar dua pintu belakang ditutup. Kedua penumpang yang duduk di belakang sudah nyaman.


"Sudah, Pak Rangga," kata Ronald memberi isyarat.


"Jangan panggil Pak, panggil saja Kakak seperti Delima memanggilku," jawab Rangga sambil menengok ke belakang.


"Baik, Kak. Sudah silahkan kalau mau berangkat," jawab Ronald tersipu.


"Pak Agus, tolong berangkat sekarang!" kata Rangga sopan.


Mobil pun bergerak pelan keluar dari tempat parkir menuju jalan utama.


Belum setengah perjalanan mata Delima terpejam, Rangga memindahkan kepala anaknya, kemudian dengan tangan kiri menelusup ke belakang kepala Delima dan menarik pundak untuk meletakkan kepala menyandarkan ke bahu kirinya.

__ADS_1


So sweet. Batin kedua penumpang teman lama Delima.


__ADS_2