
Prov. Monica
" Tidak !" teriak Monica.
" Nak, Kamu telah mengandung 4 Minggu," kata Mama Martha pelan mengelus rambut panjang Monica.
Wajah Monica marah dan tidak percaya bahwa dia ternyata telah berbadan dua.
" Dik, dulu kamu telah berjanji saat kalian bertunangan, akan menikah dengan Juna jika kamu mengandung," kata Rangga yang duduk di sebelah Delima. Mereka sedang berkumpul di ruang tamu, hanya orang dewasa untuk membahas problem Monica.
" Ini semua gara-gara Kakak!" kata Monica berdiri dan menunjuk ke arah Rangga.
"Apa salah Kakak, Dik ?" tanya Rangga.
" Mengapa saat Monica turun berdansa, Kakak menggeser gelas milik Kak Rangga diganti dengan gelas ku ?" tanya Monica.
" Kau tau dari mana Kakak yang menggeser gelas, padahal tidak ada di meja," jawab Rangga.
" Juna yang bercerita malam setelah acara pertunangan ," kata Monica.
" Kau tahu isi dari minuman Kakak ?" tanya Rangga mengelus tangan istrinya yang ingin bereaksi, karena Rangga memang tidak pernah bercerita kepada siapapun.
" Aku yang menyuruh pelayan menaruh serbuk ke dalam gelas Kakak," jawab Monica.
" Apa tujuan mu, Dik Monica?" tanya Delima tak bisa menahan emosinya.
Tangan Rangga mengelus pundak untuk meredakan marah.
__ADS_1
" Aku sudah mencintai Kak Rangga sejak dulu. Sejak bersama Kak Cantika. Aku berharap bisa menggantikan Kak Cantika menjadi pendamping Kak Rangga, " kata Monica serak menahan rasa sakit hati yang bertahun-tahun dipendam sendiri, " Aku tidak putus asa, ketika Kak Rangga menikahi mu Delima. Aku membuat rencana bisnis di Lembang seminggu untuk menjebak Kak Rangga yang jauh darimu. Tapi Kak Rangga tahu rencana ku".
" Sudah, jangan membahas masalah itu. Sekarang yang harus kita lakukan adalah Monica harus menikah dengan Arjuna, " kata Rangga.
" Kak, Monica tidak mencintai Arjuna," kata Monica menangis.
" Tapi di perut mu ada anak Arjuna. Dia pasti bahagia mendengar berita ini!" kata Rangga meninggikan suaranya.
" Aku akan mengasuhnya sendiri tanpa Dia," kata Delima.
" Nak, kalian sudah bertunangan, lanjutkan dulu dalam pernikahan. Berusaha berkomunikasi, saling memahami pasangan, menerima masukan, dan tidak meninggikan ego masing-masing," kata Mama Martha memberi pengertian.
" Tapi ada satu syarat, menikah di KUA. Tanpa ada orang lain yang datang kecuali kita dan Papa, Mama, serta Kakak Arjuna," kata Monica akhirnya memberikan jawaban yang melegakan.
Pernikahan pun terjadi. Kami semua menuruti semua keinginan Monica termasuk keluar dari rumah Mama Martha untuk tinggal di apartemen*.
Monica selalu marah pada Juna. Dia selalu menyesali pernikahan ini, hingga mengancam jika Juna mendekat akan melompat dari jendela apartemen. Juna selalu memahami keinginan Monica, apalagi sedang hamil anaknya.
Di satu malam, Monica sakit dan tidak mau di bawa ke dokter ataupun minum obat. Keluarga nya pun dilarang untuk diberitahu, katanya ingin mati saja. Juna merawat dengan telaten, tidak menghiraukan dirinya sendiri, tidak tidur hingga beberapa malam lamanya. Memaksa untuk makan dengan menyuapinya, asupan nutrisi berupa susu ibu hamil dari berbagai varian rasa dicoba setiap hari. Nasi, roti, dan buah-buahan selalu di coba untuk bisa masuk di tubuh Monica. Setiap pagi dan malam Juna selalu menyapa baby yang ada di perut Monica.
Juna berjanji akan menjaga Bunda dan baby seumur hidupnya. Baby pun memberikan tendangan kecil, Juna menangis menciumi perut hingga baby berhenti bergerak. Sejak itu Monica bisa membuka hatinya untuk menerima Juna seutuhnya untuk menjadi suami dan Ayah untuk anaknya. Walau Monica juga jujur masih menaruh hati pada Rangga kakaknya. Juna tersenyum, sudah memenangkan satu langkah memiliki Monica**.
Kehamilan ke 7 bulan bagi sebuah rumah tangga sebagai bukti ada kebahagiaan tersendiri. Apalagi seorang Bunda yang baru merasakan kehamilan pertama. Keinginan segera menimang Sang buah hati selalu muncul. Ketika Bunda mengajak bercengkrama ada balasan berupa tendangan-tendangan halus, membuat rasa sakit ternyata baby di rahim bereaksi dengan batin yang mengajak bicara.
Keinginan Monica untuk mengadakan pesta kecil Baby Shower di rumah Mama Martha di kabulkan Rangga.
Mama Martha juga senang, bahwa putri keduanya yang menikah pada usia yang tidak muda lagi akan segera menimang bayi perempuan. Pasti baby girl akan secantik Monica.
__ADS_1
Selain Papa, Mama, dan Kakak Juna beserta anak dan suaminya. Saudara dekat Papa almarhum dan Mama Martha turut diundang juga
Rangga menyewa EO untuk mengurus segalanya. Nuansa princess dan warna pink mendominasi acara nanti.
Balon warna pink dan biru telah menghiasi pintu masuk. Souvernir cantik berupa mangkok dibungkus kain tile halus warna pink dengan hiasan pita pink polos bertumpuk pita pink kotak-kotak sebagai pemanis telah tertata rapi di atas meja dekat pintu masuk. Ruangan sudah ditata dengan kursi terbungkus kain putih berjajar memenuhi ruangan.
Panggung kecil tempat untuk duduk Monica dan Juna berhias bunga mawar putih dan warna pink terpadu dengan balon berbentuk hati warna pink dan merah.
Latar warna biru muda bertuliskan My Baby Girl warna pink sangat kontras dan indah.
Tamu undangan mulai berdatangan dengan membawa kado buat My Baby Girl. Diletakkan di sebelah kanan dan kiri panggung.
Monica turun di dampingi Juna mengenakan dress warna kesukaannya dress putih tanpa lengan dan Juna mengenakan jas putih dipadu dengan dasi coklat krem.
Mereka melakukan foto shoot langsung oleh Davy Linggar. Dimulai Monica melakukan beraneka gaya memamerkan kehamilannya. Kemudian foto berdua bersama Juna dari memamerkan perut nya yang besar dan bundar hingga kemesraan calon ayah dan bunda yang bahagia.
Foto saling memeluk erat sedangkan Monica memandang manja Juna. Juna yang meresapi pelukan hangat serta pandangan manja Monica tampak terpejam dengan gaya maskulinnya.
Monica nampak bahagia sekali. Tidak mau terpisah jauh dari diri Juna.
Mereka menyambut tamu dengan senyum bahagia, menerima hadiah dari tamu yang berdatangan dan di letakkan di atas panggung yang sudah di sediakan.
Acara pun dimulai dengan Juna yang memberi sedikit ucapan rasa bahagia dengan akan hadirnya sang buah hati baby girl. Kemudian pesan dan kesan dari para tamu undangan. Dilanjutkan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Salah satu foto yang menarik. Semua para ibu yang hamil foto bersama, termasuk Delima. Mereka foto memamerkan perutnya yang buncit.
__ADS_1
Di akhir acara tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan. Sangat meriah walau sederhana sekali. Angel yang sudah bersiap di meja souvernir ingin membagikan sendiri. Tamu yang pamit pulang diberi satu souvernir dengan ucapan terima kasih dari Angel.