MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN

MUTIARA KEMBALI DALAM PELUKAN
Bab 7 Cemburu


__ADS_3

"Ingat ! Jangan ada yang mengecewakan," kata Rangga memberi perintah.


Semua pegawai restoran hanya diam dan menganggukkan kepala. Tatapan mata Rangga tertuju pada Delima. Sudah satu Minggu dirinya tidak bertemu, pekerjaan di luar kota menuntutnya meninggalkan resto. Kemudian memberi perintah lagi.


"Delima, kamu menjaga di pintu. Beri hormat jika ada tamu yang datang. Jangan lupa dengan kata yang halus dan sopan".


"Baik,Pak!" jawab Delima sambil menundukkan kepala.


"Untuk yang lain berada di tempat masing-masing, lakukan tugas kalian dengan baik," lanjut Rangga,"Sekarang bubar!"


Sebelum semua karyawan menjauh Rangga memanggil Delima.


"Delima,"


Delima membalikan badan dan diam menunggu perintah. Rangga mendekat membisikkan sesuatu tepat di telinganya.


"Percantik riasan wajah kamu, rambut disanggul dan Nani akan membantumu".


"Baik,Pak" jawab Delima pelan.


"Pergilah!" lanjut Rangga.


Delima pergi meninggalkan Rangga, kemudian mencari Nani di ruang rias. Nani sudah menanti dan siap membuat sedikit riasan di wajah Delima yang sudah cantik sejak lahir serta rambut panjang hitam sebahunya. Tidak memakan waktu lama sudah mengubah wajahnya dan siap menerima tamu bisnis Pak Rangga. Delima ke luar dari ruang rias menuju pintu resto. Tampak Pak Rangga sudah menunggu. Tatapan Rangga langsung berpindah ke lain tempat saat tatapan matanya melihat Delima. Rangga memuji kecantikan Delima hanya dalam hati.


"Saya sudah siap,Pak," kata Delima setelah mendekati Rangga.


...Rangga menoleh dan senyum tipis. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Rangga, apalagi pujian. Delima mensejajarkan badan di sebelah kanan dekat dengan pintu masuk. Satu persatu tamu mulai datang. Tampak seorang wanita anggun dengan dress maron dan rambut ikal sebahu menuju pintu masuk resto. Senyum mengembang ketika melihat Rangga....

__ADS_1


...MONICA...



"Halo sayang, selamat pagi," sapa wanita tersebut sambil memeluk Rangga mesra.


"Selamat pagi juga Monica," kata Rangga membalas dengan senyuman.


Mereka berjalan menuju ruang rapat dengan posisi tangan Monica masih bergelayut manja pada tangan Rangga, sedangkan Rangga yang memeluk pinggang ramping Monica bak gitar spanyol. Mereka meninggalkan Delima sendiri untuk menerima tamu. Delima tersenyum, betapa bahagianya aura Pak Rangga saat bersama Monica. Masih ada beberapa tamu yang datang menyusul menuju ruang rapat. Ketika pintu ruang rapat di tutup, Delima melihat jam dinding. Pukul 09.10 berarti sudah tidak ada tamu lagi yang datang. Delima seketika menuju ruang tempat mereka nanti makan. Mendekati Nani yang sedang menata puding.


"Aku ambilkan buah ya Nan ?" tanya Delima.


"Iya, tolong dipisahkan antara melon dan semangka menjadi dua tempat ya!" kata Nani dengan tersenyum "Delima, terima kasih".


"Sama-sama," kata Delima menuju pantry.


Semua sajian untuk hidangan para tamu yang sedang rapat sudah tersaji lengkap di meja.


Pintu ruang rapat terbuka. keluar Rangga dengan wajah sedikit lelah mendekati sajian di atas meja. Kemudian senyum nampak di bibir. Dipandangnya sekilas semua karyawan resto miliknya. Nampak seulas senyum diberikan menandakan rasa puas. Di balikan badan masuk kembali ke ruang rapat. Tak berapa lama keluar lagi Rangga, tapi tidak sediri. Di sampingnya seorang gadis cantik selalu menempel mesra. Mereka menuju hidangan yang telah disediakan. Diikuti oleh semua peserta rapat Klein Pak Rangga.


Di meja pojok ruang agak tersembunyi duduk Rangga dengan Monica, gadis manja tersebut. Terlihat dengan jelas Monica selalu tersenyum dan melayani makan Rangga. Pancaran matanya penuh kekaguman pada pria di depannya. Sebaliknya, Rangga yang diberi perhatian selalu tersenyum Sangat serasi. Delima melewati tempat duduk Rangga dan Monica. Terdengar namanya dipanggil.


"Delima," panggil Rangga," Tolong, ambilkan 1 hidangan penutup tanpa buah dan 1 dengan buah semangka serta jus semangka 2 ".


Delima mengangguk untuk mengambilkan pesanan.Tidak membutuhkan waktu lama pesanan sudah datang dan siap tersaji di meja depan Rangga.


"Kamu karyawan baru?" tanya Monica memandang pramusaji di depannya.

__ADS_1


" Iya,' jawab Delima sopan tanpa melihat ke arah penanya.


"Berapa usiamu?" lanjut Monica lagi penuh selidik.


"Usia saya 18 tahun," jawab Delima sambil menunduk .


"Monica, dia teman adikku saat SMA ," kata Rangga menjelaskan.


"Adik kamu Nani, sayang ?" tanya Monica.


"Iya, kamu sudah kenal Nani kan ?" tanya Rangga," Dia adik bungsuku ".


Monica hanya mengangguk tanda memahami, karena sedang fokus menyuapkan sepotong puding pada Rangga.


"Saya mohon permisi, Pak Rangga," kata Delima ingin memutus kecanggungan yang tercipta.


Rangga menjawab dengan anggukan kepala. Delima langsung berjalan menuju kamar mandi. Entah kenapa ada rasa tidak suka dihatinya Dada penuh sesak hingga sulit untuk bernafas karena menyaksikan kemesraan antara Pak Rangga dan Monica. Air mata keluar tanpa disuruh. Delima ingat akan kisah kandasnya hubungan cinta dengan Ronald. Mengapa Ia belum bisa melupakan nama itu? Nama yang pernah mengisi hatinya. Nama yang ingin ia lupakan, tapi belum bisa. Delima masih sayang ketika Ronald memutuskan secara sepihak. Apakah masih ada hati bila Ronald kembali ? Dan sekarang perasaan apa yang ia rasakan pada Pak Rangga? Delima tidak rela jika Pak Rangga berada di dekat Ibu Monica.


Delima berusaha menghilangkan pikiran tentang Pak Rangga. Ia hanya seorang karyawan yang bisa bekerja di resto karena teman adiknya. Usia juga terpaut 13 tahun. Layak bagai kakak beradik. Pak Rangga pantas bersanding dengan Monica. Meskipun duda Pak Rangga DUREN alias duda keren. Kehidupannya mapan dengan usaha kuliler membuka restoran. Kata Nani Pak Rangga telah membuka beberapa cabang di setiap ibukota di pulau Jawa.


Tok tok tok


Delima langsung membasuh wajah tidak lupa menghapus air yang menempel dengan ditepuk-tepuk handuk saja agar riasannya tidak hilang. Pintu kamar mandi dibuka. Delima ke luar dengan senyum tipis.


"Ada apa ?" tanya Delima.


"Tamu sudah pulang semua, ayo kita bersihkan agar bisa melayani pelanggan yang datang. " kata Nani.

__ADS_1


Delima hanya mengangguk. Rasanya malas menjawab pertanyaan Nani sahabatnya. Delima langsung mengambil lap bersih kemudian membersihkan meja dengan memakai lap. Membawa piring kotor dan mencucinya hingga bersih serta mengeringkan. Setelah itu menata kembali dengan rapi peralatan di almari.


Sore ini restoran tutup pukul 17.00. Ini perintah Pak Rangga. Kesempatan yang jarang terjadi di manfaatkan karyawan resto untuk refreshing berjalan-jalan alias nge mall kata anak muda sekarang. Nani dan Delima pun sudah bersiap-siap pulang menuju halte untuk naik angkot. Sesampainya di salah satu mall mereka hanya melihat-lihat. Tak terasa malam telah tiba. Mereka menuju mes untuk istirahat.


__ADS_2