My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 22 - Kegundahan Hati


__ADS_3

BAB 22


“Argh”


Dylan memukul dinding kamar mandi berkali-kali, di bawah guyuran air shower melampiaskan amarah. Ternyata menjadi anak baik dan penurut sangat menyiksa, Tuan Manassero memaksa Dylan menikahi Chloe dengan alasan yang tidak masuk akal.


Membayar balas budi tidak harus merelakan kebahagiannya kan? Hidup Dylan dipertaruhkan, seumur hidup harus menjalani bersama wanita yang tidak ia cintai.


“Kenapa harus menikah? Kenapa tidak menjalin kontrak kerja sama seumur hidup? Seandainya aku bukan anak tunggal, mungkin hidupku tidak tragis begini. Aku berharap memiliki adik atau kakak yang hilang dan ditemukan dalam waktu dekat.” Geram Dylan terus memukul dinding, sampai buku jarinya membiru dan nyeri pada tulang.


Tak disangka Chloe menguping perkataan Dylan, wanita itu lancang berani memasuki kamar Dylan, bahkan keadaannya tanpa busana.


“Jadi kamu tidak mau menikah denganku? Kamu berubah Dylan, karena perempuan itu.” Chloe meneteskan air mata, sakit hatinya mendapat penolakan untuk kesekian kali dari tunangannya. Dia berharap Dylan adalah pria terkahir yang bisa menerima segala kekurangan, tapi ternyata sama seperti pria lain mudah jatuh cinta dan meninggalkan Chloe.


Dibutakan oleh cinta, Chloe memaksa masuk, memeluk Dylan dari belakang, ikut terguyur dengan air hangat. Dia tidak peduli tangan kekar tunangannya berusaha melepaskan diri, dan menghindar.


“Lepas Chloe, kalau ingin mandi gunakan saja di kamarmu. Jangan ke sini.” Dylan melepas sekuat tenaga rangkulan tangan lembut tunangannya.


“Aku hanya ingin kamu Dylan, tidak bisakah menerima aku apa adanya? Aku janji akan patuh dan berubah.” Chloe mengiba dan memohon, tetapi kedua tangannya tidak berhenti begitu saja, bahkan menyentuh memberi rangsangan.


“Stop berhenti Chloe.” Dylan mendorong wanita itu, tetapi tidak cukup keras, sebab khawatir melukai Chloe.


Chloe tidak mau diam, hingga memaksa Dylan melakukan sedikit tindakan konyol, pria ini mengikat kedua tangan tunangannya dengan kaos, lalu menggendong dan membaringkan Chloe di atas ranjang. “Apa ini yang kau inginkan Chloe? Bercinta denganku, benar bukan?”


“Ya sayang, ayo kita lakukan sekarang juga.” Chloe bergerak gelisah dan menanti sentuhan Dylan, ia tidak sabar menjerit di bawah kuasa pria yang dicintainya. Tapi belum sempat itu terjadi, dengan kedua mata jelas, Chloe melihat Dylan berpakaian lengkap bahkan membawa tas kecil.

__ADS_1


Dylan melempar beberapa benda tepat di atas tubuh indah Chloe Martinez, dulu ia sering menggunakannya tetapi setelah merasakan getaran hati pada seseorang, semua alat itu tidak lagi disentuh.


“Gunakan benda itu, aku yakin kau tahu cara memakainya. Maaf Chloe, aku tidak bisa bercinta dengan sembarang wanita, aku bukanlah Dylan yang dulu. Hatiku telah memilih siapa pemiliknya.” Dylan keluar berjalan mendekati pintu, memegang handle kemudian memutar tubuh sembilan puluh derajat.


“Kalau ingin tidur di sini, tidurlah, tapi besok kau harus keluar.” Tanpa perasaan mengatakan semua, Dylan pergi meninggalkan Chloe, keluar dari mansion yang terasa memuakkan.


“Dylan, kembalilah. Jangan membuatku marah, Dylan.” Chloe berteriak memanggil tunangannya, tapi sayang kamar ini kedap suara, dan ya percuma saja ia berteriak sampai pita suaranya putus, tidak akan ada yang mendengar.


Sementara Dylan dengan langkah cepat keluar mansion, mengendarai mobil sport, ia bahkan tidak lagi mengingat harus berhati-hati, yang jelas tujuan pertamanya adalah keluar dari mansion bagai neraka.


Setelah cukup jauh, pria tampan dengan five o’clock shadow beard ini menghubungi salah satu rekan bisnis sekaligus kawannya dalam berkeluh kesah.


“Hi, boleh aku datang ke mansion mu? Aku ingin menginap satu hari, bagaimana?”


“Ok, lima belas menit lagi aku sampai, terima kasih.”


“Silahkan masuk Tuan Muda Manassero, Tuan Leon sudah menunggu anda.” Sambut petugas keamanan.


Dylan hanya memerlukan tempat singgah sejenak untuk melepas penat dalam kepala, kenyataan yang cukup berat harus ia lalui.


Mobil miliknya terparkir sempurna, lalu seorang petugas membawa buggy car untuk sampai ke bangunan utama mansion. Pandangan Dylan lurus ke depan, memperhatikan dengan seksama taman dengan pencahayaan terang, hingga bunga-bunga dan tanaman hias lainnya tampak jelas.


“Stephanie” gumam Dylan.


“Silahkan Tuan”

__ADS_1


Pintu utama mansion terbuka, Leonard berdiri tepat di balik pintu , bersedekap dada, menatap tajam mantan rivalnya yang sangat kusut dan tidak bertenaga.


“Kau ini selalu menyusahkan.” Cibir Leon, tapi dalam hati tidak tega karena bagaimanapun jasa Dylan sangat besar dalam rumah tangganya.


“Kalau tidak mau menolong kenapa mengizinkan aku menginap, pria 514lan.” Dylan menepuk bahu Leon cukup kuat, sampai Leon mendelik tajam dan membalas. Keduanya saling memukul sampai tidak sadar seseorang memperhatikan dari ujung tangga.


“Dylan?” Istri dari Leon menghampiri, memeluk pria yang pernah mencintainya.


“LEPAS, jangan ambil kesempatan. Kau ingin bertarung lagi denganku hah?” Hardik Leonard.


“Apa-apaan ini? Pamela , kau hamil lagi? Oh kalian sungguh produktif dan luar biasa. Benar-benar membuatku iri. Apa empat anak tidak cukup?” Dylan tidak habis pikir pada sepasang suami istri di depannya. Mereka telah memiliki anak-anak yang sehat dan lengkap, tetapi tidak berhenti.


“Mansion ini terlalu luas, mom dan dad semakin tua, setidaknya tawa cucu dan tangisan mereka bisa menemani di masa tuanya. Ada apa kau kemari? Apa kalian bertengkar lagi? Tidak jadi putus dengannya?”


Leon memapah Dylan yang terlihat tidak baik-baik saja, di ruang tamu luas ini Dylan mencurahkan segala isi hati termasuk tindakan bodoh Tuan Besar Manassero. Memaksa perjodohan tetap dilaksanakan, tidak peduli bahwa Chloe bukanlah wanita yang tepat untuk putranya.


Namun Dylan tersenyum ketika menceritakan bahwa ia bertemu dengan gadisnya dan mereka tinggal satu atap.


“Kau gila ya? Kenapa tidak langsung menikah? Mengikatnya dengan surat perjanjian. Ya, seperti yang aku lakukan.” Ujar Leon tanpa tahu malu meminta Dylan mengikuti jejak kelam masa lalu.


Mendengar saran yang menjijikan dan menyebalkan, membuat Dylan ingin melayangkan tinju kepada mantan rivalnya. Seenaknya saja bicara, Dylan tidak mau memaksa gadisnya, karena sangat mencintai Stephanie, cukup sudah ia memperlakukan wanita sangat buruk.


“Kau yang gila, Stephanie berbeda. Dia bahkan rela meninggalkan ku, dia hanya membutuhkan uang untuk membayar hutang atas jebakan temannya. Dia itu Nona Muda Bradley, kau tahu Leon, salah satu anak perusahaannya bekerja sama dengan kita. Kau tahu ayahnya? Aku bertemu beberapa kali dengan Tuan Adam, pria itu bertangan dingin, bahkan dia tidak segan menyingkirkan siapapun yang membuat hidupnya tidak nyaman.”


Dylan bergidik negeri membayangkan wajah calon mertua, mungkin bila Stephanie telah memberi hatinya. Dylan berani mengunjungi pimpinan utama GB Group itu, tetapi ada yang lebih ditakutkan , yaitu penolakan Stephanie yang akan membuatnya kembali terluka karena cinta.

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan Chloe? Kalian terikat satu sama lain, jangan memiliki hubungan baru sebelum yang lama kau selesaikan lebih dulu.” Leon memberi nasehat, ia pun mengerti apa yang dirasakan Dylan.


TBC


__ADS_2