My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 46 - Tanpa Sengaja


__ADS_3

BAB 46


Dua bulan kemudian


Kota Madrid


Usaha Dylan selama dua bulan ini fokus tertuju pada perusahaan tidak sia-sia, terbukti sudah dua minggu ini harga saham Manassero Corp mengalami peningkatan. Selain itu beberapa investor asing berdatangan, mereka mulai mempercayai hasil kerja Dylan.


Namun ada satu perusahaan yang sangat asing di telinga selain itu pimpinan utama menggunakan nama samara. Namun menggelontorkan dana yang paling besar diantara yang lain, bahkan bersedia menjalin kerja sama dalam hal lain. Sungguh di luar dugaan seorang Dylan karena mendapat berkat luar biasa.


Sekarang ia menjadi lebih percaya diri untuk menemui Stephanie. Tuan Besar Manassero pun telah pulih dari sakitnya dan berencana untuk pergi mengunjungi kediaman kekasih putranya di Jakarta, melamar Stephanie secara resmi.


“Daddy terima kasih atas dukungannya, aku tidak tahu kalau tanpa Daddy akan seperti apa. Stephanie masih menolak semua panggilan telepon.” Ungkap Dylan, selalu dilanda kegelisahan saat malam hari datang.


Semua pikirannya terpusat pada Stephanie, apalagi mata-mata yang bertugas mengawasi gadisnya tidak lagi bekerja, karena Tuan Adam benar-benar bertindak di luar nalar.


“Kamu serius Dylan ingin segera menikahinya? Bukankah kamu bilang kalau orangtuanya tidak setuju?” Tuan Besar Manassero memastikan sekali lagi. Tidak ingin putranya mengalami gagal menjalin hubungan untuk ke sekian kali.

__ADS_1


“Tentu saja Dad. Aku serius dan ingin membawanya pulang ke mansion secepatnya.” Dylan menepuk dada dengan bersemangat.


Dylan pun menghela napas sebelum menjawab pertanyaan berat ayahnya. Sebenarnya ia tidak yakin bisa diterima di kediaman kekasihnya, tapi paling tidak dengan membawa Tuan Besar menjadi pilihan  tepat. Tidak mungkin kan mereka mengusir pria paruh baya yang kesulitan berjalan?


.


.


Setelah belasan jam mengudara di langit, hari pun berubah gelap. Dylan bersama Tuan besar Manassero tiba di Jakarta, segera menginap di salah hotel milik keluarga Bradley.


Tuan Besar sangat takjub melihat penataan hotel, ia tidak menyangka gadis yang pernah dianggap sebagai hama, adalah harta karun. Berasal dari keluarga terpandang dan memiliki sejumlah aset di berbagai negara.


“Tentu saja tahu, aku mendekatinya bukan karena latar belakang keluarga, tapi Stephanie begitu berbeda dari yang lain."


“Baiklah sekarang kita istirahat karena besok Daddy harus sehat untuk membantu putramu ini mendapatkan istri.” Kelakar Dylan Manassero.


.

__ADS_1


.


Pagi hari sebelum matahari semakin tinggi, Dylan lebih dulu bangun, ia pergi ke tempat gym sekaligus menikmati suasana sekitar hotel.


Selesai melatih otot di tubuhnya, ia pun keluar hotel berjalan kaki sejauh 500 meter. Dylan begitu kagum dengan keindahan matahari terbit di Kota ini. Ia juga mengabadikan dengan kamera ponsel, merekam beberapa momen.


Tanpa sengaja ponselnya menangkap sesuatu, wanita yang sangat ingin ditemuinya ada di depan mata. Ya Stephanie sedang berjalan bersama seorang wanita menggendong bayi kembar. Sungguh hati Dylan sangat bahagia, benar-benar kejadian tidak terduga bisa melihat gadisnya.


Dylan putuskan untuk menyebrang jalan dan mengikuti kemana Stephanie pergi, nasib baik kembali menaungi ketika kekasihnya menuju hotel tempat Dylan menginap. Membuang semua keraguan serta hati yang berdebar, ia mendekat, menghampiri gadisnya.


“Stephanie?” panggil Dylan menatap penuh cinta juga kerinduan.


“Dylan? Kamu … kamu ada di sini?” Stephanie terkejut melihat mantan kekasihnya.


Secepat kilat wanita ini pergi menghindar, ia tidak mau menambah masalah apalagi pengawal Papa Adam bertebaran di sekitar hotel.


“Dylan maaf. Aku … aku ada sesuatu yang harus diselesaikan.” Stephanie berjalan cepat melewati beberapa orang untuk mengecoh Dylan.  

__ADS_1


TBC


__ADS_2