My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 36 - Kesepian


__ADS_3

BAB 36


Stephanie turun dari atas kasur, hal yang dilakukan pertama kali yaitu mengunci pintu kamar kemudian mandi. Taruma Dylan ada di dalam kamar, dan mengganggunya memakai baju.


Bagaimanpun mereka bukan sepasang suami istri, jadi gadis ini melindungi diri dari kemungkinan hal yang tidak diinginkan.


Selesai bersiap, Stephanie turun ke lantai satu, masih berpikir kalau Dylan menunggunya sarapan di meja makan atau mungkin sibuk menyiapkan makanan.


“Apa yang dia masak kali ini? Tidak membakar dapur lagi kan?” Stephanie bergumam, melirik ke arah dapur, hanya ada dua asisten rumah tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing.


“Dimana Dylan? Kenapa dia tidak ada?” Tanya Stephanie sembari melihat ke sisi ruang makan dan ruang tamu serta beberapa sudut penthouse, tampak sepi. Tidak ada sosok pria yang ia cari, hanya pengawal berjaga di dekat pintu masuk.


“Tuan Muda titip pesan ini untuk Nona.” Pelayan memberi setangkai bunga mawar merah dan amplop kecil.


“Terima kasih.” Stephanie menerima tapi tidak ada perasaan senang sama sekali, karena ada pesan yang disampaikan Dylan. Bukan kah itu pertanda kalau kekasihnya tidak ada di tempat.


Perlahan membuka amplop dan membaca pesan dengan kalimat yang pelit. Stephanie mengangguk paham. Rupanya Dylan kembali ke Madrid karena Tuan Besar Manassero sakit. Selain itu kepala pengawal menjelaskan bahwa Asisten Han turut pulang bersama Tuannya, ada hal mendesak.


Sekarang Stephanie benar-benar merasa kesepian tanpa Dylan. Baru satu jam dilalui tanpa kehadiran pria mesum itu tapi hari-harinya sangat kacau, belajar di Universitas tidak fokus sama sekali.

__ADS_1


Stephanie mengirim beberapa pesan. Tidak ada satupun balasan dari kekasihnya, wanita ini berpikir mungkin masih dalam perjalanan menuju Madrid.


Hari demi hari di lewati sendirian, tetap tidak ada kabar apapun. Sampai Stephanie pikir mungkin Dylan hanya menganggapnya pelarian, mana mungkin sepasang kekasih selama satu minggu tidak bertukar kabar sama sekali.


Nomor telepon Dylan tidak bisa dihubungi, sekalinya tersambung tidak diterima panggilan teleponnya. Entah kemana dan apa yang menjadi fokus utama pria itu.


.


.


Beberapa minggu terus berganti bahkan musim pun berubah, Dylan masih tidak ada kabar.


“Apa yang dia kirim, ini tipis sekali?” Stephanie membuka amplop coklat dan terkejut melihat isinya. Kiriman dari mantan tunangan Dylan, berisi sebagian informasi keuangan Manassero Group serta perubahan harga saham yang menurun drastis.


Tentu saja Stephanie dilanda kegelisahan, pasti penyebab utama menghilangnya Dylan karena masalah perusahaan keluarga.


Tanpa sengaja Stephanie menjatuhkan secarik kertas, berisi foto dirinya dan Dylan yang sedang menikmati matahari terbenam. Namun fotonya tersayat pada bagian wajah.


Di bagian belakang tertulis pesan ditujukan untuk Stephanie.

__ADS_1


‘Jauhi Dylan, kau harus tahu perusahaannya menjadi goyah setelah membatalkan pertunangan’


“Chloe, kau benar-benar licik. Tidak tahu malu, menggunakan cara murahan seperti ini hanya untuk mendapatkan pria.” Tawa Stephanie mencemooh Chloe.


Di saat bersamaan, dia juga menerima laporan dari kepala pengawal bahwa Jacob Graham akan di bebaskan esok hari. Karena mengajukan banding untuk membayar denda, pengadilan juga menilai berdasarkan bersihnya catatan kriminal dan kepolisian Jacob.


Dia memiliki saksi kuat bahwa Stephanie lebih dulu menggodanya. Jadi wajar kan jika terjadi perdebatan dan pertengkaran antara sepasang kekasih di rumahnya.


“Ini tidak masuk akal, sudah jelas kalau Jacob menculikku, kenapa masih di bebaskan?” Stephanie berapi-api tidak kuasa menahan amarahnya, ia merasakan sendiri tindak kejahatan seorang Jacob Graham.


“Betul Nona, kami sudah menyampaikan keberatan tetapi tidak mendapat tanggapan dari pengadilan. Karena kurangnya saksi dan bukti yang kita miliki. Apa Nona mengenal Kaylin? Dia beraksi bahwa benar Tuan Jacob memiliki hubungan dengan anda.” Jelas pengawal panjang lebar.


“Kurang ajar Kaylin. Kau bisa bantu aku mencari perempuan itu? Dia biasa berkeliaran di sekitar bar mewah atau hotel.” Stephanie merasa perlu membuat perhitungan dengan rivalnya itu.


Jujur di saat seperti ini Stephanie sangat membutuhkan Dylan, ia sedikit takut kalau Jacob akan balas dendam, ya perasaan itu selalu muncul dalam benaknya.


“Dylan aku membutuhkanmu.” Stephanie menunduk di atas mini bar, lelah menjalani hari sendirian tanpa kehadiran seorang Dylan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2