My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 38 - Dalang Sebenarnya


__ADS_3

BAB 38


Akhirnya keberadaan Stephanie diketahui melalui lokasi yang terlacak oleh kepala pengawal, mereka mengejar Stephanie sampai melewati perbatasan. Jarak yang cukup jauh, keluar dari New York, mobil semakin melaju cepat ketika Van menjauh, berhenti di suatu titik dan melewati hutan pedalaman.


“Kemana mereka membawa Nona? Kalian bergerak ke arah barat.” Kepala pengawal memberi perintah kepada anak buahnya di mobil lain.


“Kenapa mobil itu berhenti? Apa mereka mengetahui keberadaan kita? Cepat bawa mobilnya.” Kepala pengawal semakin geram karena laju kendaraan tertahan oleh kereta api yang melintas.


Mereka menuju titik lokasi sampai tidak menduga, tiba-tiba ada mobil lain yang mengikuti, menembak roda belakang, dentuman cukup keras terdengar nyaring. Kendaraan kepala pengawal tergelincir dan jatuh ke semak-semak.


“Tuan … kami diserang, Nona dalam bahaya.” Suara pria bertubuh kekar itu sangat lemah, akibat badan terluka dan darah menetes dari kepalanya.


Samar-samar mendengar seorang wanita yang sangat dikenal sedang tertawa puas melihat mobil ini terguling. Tatapannya penuh amarah sekalipun bibir melengkungkan senyum.


“N-Nona Chloe?” Kepala pengawal tidak percaya bahwa mantan tunangan tuannya, dalang dibalik penculikan Nona Stephanie.


Ia berusaha mengarahkan kamera tapi sayang Chloe lebih dulu menyadari, mengambil ponsel itu dan tersenyum jahat, melihat daftar panggilan terakhir. Beberapa kali tersambung dengan Dylan, pasti mantan kekasihnya cemas, mendapat laporan gadis yang disayangi menghilang.

__ADS_1


“Maaf Dylan, tapi ini semua aku lakukan karena terlalu mencintaimu. Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku Dylan.” Chloe menginjak ponsel dan membakarnya. Demi apapun wanita ini akan menghancurkan Stephanie. Tidak mau melihat wanita manapun bersanding dengan Dylan.


Chloe menghubungi seseorang, bertanya keberadaan Stephanie. Sebab ia tidak tahu kemana Jacob membawa gadis itu. Semua Chloe percayakan pada rekannya, ia hanya bertugas menyingkirkan siapapun yang berusaha menolong Stephanie.


“Kau, hubungi anak buah Jacob, aku ingin tahu mereka di mana.” Tunjuk Chloe kepada salah satu bodyguard-nya. Ia tidak tahan lagi ingin memberi pelajaran bahkan membuat Stephanie memohon ampun.


“Baik Nona Martinez.”


Chloe segera pergi dari tempat kejadian. Ia tidak mau keberadaannya sampai terendus oleh siapapun.


**


“Lepaskan aku, kalian siapa? Berani sekali hah? Kalian tidak tahu kan siapa aku? Lepas sekarang juga.” Bentak Stephanie sangat arogan, tidak bisa di dalam mobil.


“Hey kau gadis kecil, jangan berisik. Kami tidak akan menyakitimu. Bos hanya ingin kita segera sampai, jadi diamlah dan jaga sikap.” Balas suara pria.


Demi apapun Stephanie takut, semula yang ia temui di toilet adalah wanita kenapa sekarang berubah menjadi pria. Entah siapa yang memerintah mereka, yang pasti seseorang berkuasa, hingga mampu membayar banyak orang untuk menculiknya.

__ADS_1


Stephane bisa merasakan karena mobil ini sesak, udaranya panas sekalipun ada pendingin.


“Lepaskan aku, aku bisa membayar kalian lebih dari tuan kalian. Aku jamin tidak akan membawa kalian ke penjara jika melepaskan sekarang juga.” Stephanie berusaha negosiasi meskipun ia tahu kalau tidak memiliki kekuatan apapun selain dirinya sendiri saat ini.


Dia berharap kepala pengawal segera menemukannya, karena Stephanie membawa ponsel dan menyalakan GPS. Setidaknya ia bisa sedikit tenang, hanya perlu mengulur waktu sampai dirinya diselamatkan.


Tapi tunggu, seketika Stephanie merasakan kalau benda pipih miliknya tidak ada lagi di dalam saku celana.


“Kemana ponselku? Tidak mungkin kalau mereka mengambilnya juga.” Menjerit takut dalam hati.


Stephanie berusaha menggesek bagian bokongnya dengan jok mobil, semakin di rasakan benda itu benar-benar menghilang. Tidak ada lagi di kantung celana.


“Kau ini tidak bisa diam ya? Murahan sekali sih, berdekatan dengan pria langsung gelisah.” Cibir wanita yang duduk tepat di belakang. Ia memperhatikan apa yang dilakukan tawanannya, seketika menyadari kalau ada yang dicari gadis itu.


“Apa kau mencari ponselmu? Kami sudah membuangnya ke sungai, jangan harap kau mendapat pertolongan.” Bentak wanita yang membius Stephanie.


Suara tawa saling bersahutan dalam mobil, sungguh saat ini Stephanie hanya berharap ada keajaiban yang datang menolongnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2