My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
BAB 58 - Mimpi Buruk


__ADS_3

“Tuan …Tuan Muda, anda kenapa?” tanya Han.


Asisten muda berkacamata  itu berusaha membangunkan Bosnya dari tidur, karena terlihat gelisah dan berkeringat.


Dylan juga selalu mengigau, menyebut kata ‘jangan’ dan ‘Stephanie’. Han yang cemas semakin mengguncang tubuh Dylan.


“Tuan. Tuan, bangun! Sepertinya anda mimpi buruk. Bangun Tuan Muda Dylan.” Han tanpa henti berusaha menyadarkan Dylan, dan ya akhirnya berhasil.


Pria itu membuka kedua mata, melihat sekelilingnya, lalu menghirup napas dalam, menghembuskan secara perlahan. Dylan tidak menyangka bisa bermimpi sangat menyeramkan dan itu begitu nyata. Dia merasakan basah ditangan oleh darah sang istri, ternyata keringatnya sampai mengucur ke telapak tangan.


“Terima kasih Han.” Ujar Dylan menerima air mineral.


Karena begitu khawatir pada keadaan Stephanie, sampai terbawa mimpi. Ya dia takut bahwa Kaylin berbuat nekat dan melukai istrinya.


“Berapa lama lagi kita sampai di Jakarta? Aku tidak sabar bertemu istriku, Han. Tambah keamanan dan sampaikan pada mereka, menahan istriku jangan sampai keluar mansion.” Titah Dylan, masih dengan napas terengah-engah.


“Siap Tuan Muda. Jangan khawatir. Pesawat sudah berada di langit Asia, kurang lebih lima jam lagi tiba di Jakarta.” Han berlalu dari hadapan Dylan.

__ADS_1


Sungguh Dylan tidak akan sanggup menghadapi kenyataan pahit seperti mimpinya, dia harus lebih dulu menemukan Kaylin dan memberi perempuan itu hukuman.


Suami siaga sekaligus overprotektif ini mengirim email pada rekan detektif di ibu kota, berapapun akan dia bayar asalkan Kaylin ditemukan dengan cepat bahkan kurang dari 1x24 jam.


**


Sementara di suatu tempat, rumah kumuh, kecil dan tidak terawat sama sekali. Seorang wanita tengah tertawa terbahak-bahak, ia terus melempar batu ke gambar yang menempel pada dinding.


Kaylin yang kesal karena foto tidak rusak, langsung menghampiri dan menyayat sosok di dalamnya. Demi apapun ia membenci Stephanie. Bisa-bisanya disaat dirinya dilanda kesialan, justru berbanding terbalik dengan musuh bebuyutannya yang mendapat kebahagiaan, bahkan menikah dan sekarang sedang hamil.


Tawa bahagia jelas sekali terpancar dari raut wajah Stephanie, bahkan Kaylin iri melihat banyaknya orang yang menyayangi rivalnya. Selalu bepergian bersama pasangan atau orangtua, dan jangan lupakan pengawal yang selalu mengelilingi.


Dia kehilangan semua sugar daddy-nya karena kini nama dan wajahnya masuk sebagai daftar buronan internasional. Tidak ada tempat tinggal mewah, kiriman uang, belanja barang branded bahkan uang yang tersisa dalam tas hanya beberapa juta.


Kaylin menjual perhiasan yang melekat pada tubuhnya, bahkan jam tangan kesayangan pun ia jual demi membeli tiket pesawat, saat itu juga kabur jauh ke negara asal musuhnya. Kaylin yakin Stephanie suatu saat nanti pasti pulang ke rumah keluarga.


Benar saja dugaannya, setelah beberapa bulan hidup susah akhirnya menemukan Stephanie. Hati Kaylin semakin sedih melihat kini musuhnya telah menikah dan sebentar lagi melahirkan.

__ADS_1


“Kau itu menjijikan Stephanie. Kau sama denganku, wanita penggoda tidak tahu diri. Kau pasti menjual tubuhmu dan menggunakan kehamilan itu untuk menjerat pria, dasar wanita murahan, merusak hubungan orang lain.” Teriak Kaylin, melempar foto dan menginjaknya sampai kusut.


“Aku tidak akan diam saja Stephanie, ingat itu. Akan ku lakukan apapun, aku yakin Chloe juga ingin melihat kehancuranmu. Maka ku balaskan dendam Chloe, karena kau berani merebut tunangannya.” Geram Kaylin, menendang kursi hingga terjatuh.


“Aku tidak peduli harus masuk penjara, asalkan rencanaku berjalan dengan baik, kau harus mati atau kehilangan bayimu.” Bengis Kaylin, wanita ini gila, dikuasai rasa benci yang mendarah daging.


Hahaha


Suara tawa menggema di ruangan gelap ini.


Kaylin terpaksa tinggal di rumah tua, karena hanya sanggup menyewa tempat murah yang penting bisa melindungi diri dari pencarian orang. Dirinya pun tidak harus kedinginan dan diolok-olok oleh warga sekitar.


“Ah ya Stephanie, bila perlu aku yang menggantikan posisimu sebagai Nyonya Muda Manassero, aku lebih pantas. Aku bisa membahagiakan pria, dan aku yakin suamimu itu dengan mudah melupakanmu Stephanie, kita lihat nanti.” Kaylin semakin meracau, mengeluarkan apa yang ada dalam kepala.


Tiba-tiba wanita ini menangis melihat ke atas meja, hanya ada susu dingin dan satu lembar roti sebagai menu makan. Benar-benar tidak membuatnya kenyang, bahkan energi untuk hidup pun berasal dari kebencian yang tertanam.


“Ahh, aku membenci ini, makanan menjijikan. Aku ingin kehidupan lamaku. Uang ya uangku, tas dan perhiasan bahkan mobilku.” Kaylin meraung, histeris seraya menggigit roti. Karena tangan yang gemetaran, tidak sengaja menyenggol gelas berisi susu dan tumpah.

__ADS_1


“Argh Aku benci ini.” Teriak Kaylin.


TBC


__ADS_2