My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 25 - Menunggu


__ADS_3

BAB 25l


“Mari Nona Chloe, aku sudah memesan hotel untuk anda. Senang bisa bertemu dan berkenalan dengan anda.” Kaylin seorang penjilat kelas kakap, berusaha meraih perhatian dan simpatik Chloe Martinez. Dua wanita yang sama-sama memiliki sifat licik dan tujuan serupa.


“Terima kasih ... siapa namamu? Aku lupa.” Ucap Chloe dengan mudah. Sengaja ia bicara seperti itu sebab ingin mengetahui wajah asli Kaylin.


“Kaylin, namaku Kaylin ya Nona bisa panggil aku Kay.” Kaylin mengulurkan tangan, berharap Chloe menyambutnya, tetapi apa yang dilakukan tunangan Dylan itu? Justru menutup pintu mobil tanpa senyum sama sekali.


“Kurang ajar kau. Kalau bukan karena tujuanku, pasti ku masukan wanita seperti ini ke dalam gorong-gorong.” Maki Kaylin dalam hati.


Selain itu, Chloe duduk santai di jok belakang, membuat Ratu Kecantikan di Universitas ini seolah sopir pribadi. Melakukan pendekatan kepada wanita dan pria memang berbeda. Untuk pertama kali Kaylin bersikap manis, dan penurut. Padahal jelas dalam hati teramat sangat membenci Chloe Martinez.


Sikap arogannya sama seperti Stephanie, mungkin karena mereka berasal dari keluarga kaya raya.


Mobil yang ditumpangi Chloe menuju hotel, Kaylin mahir mengendarai mobil dan menyalip. Sepanjang perjalanan, keduanya hanya diam. Chloe asyik memainkan ponsel sembari sesekali tertawa, sementara Kaylin menatap jengah melalui spion.


Menurut Kaylin, sikap Chloe jauh lebih menyebalkan dibanding Stephanie, rival yang ingin dia kalahkan sampai tidak bisa bangkit lagi.


“Nona Chloe, kita sudah sampai. Selamat istirahat, dan besok aku jemput untuk bertemu dengan kekasih tunangan anda.” Tutur Kaylin tidak merasa bersalah sedikitpun.


“Jadi kau ingin aku keluar sendiri? Lalu bagaimana dengan koper? Keluarkan dari bagasi. Cepat !!” Perintah Nona Muda Martinez.


Seketika dua bola mata Kaylin terbelalak, ia tidak menyangka orang asing ini berani memerintah. Padahal yang seharusnya menjadi Ratu itu Kaylin bukan Chloe.


“Apa-apaan kau ini, aku bukan pelayanmu.” Tolak Kaylin sangat kasar. Bahkan mendorong tubuh Chloe keluar dari mobilnya.


“Ck, Hei Kaylin ... kau itu tidak jauh seperti tikus kecil, hidup di saluran air kotor dan berusaha merubah dirimu menjadi hamster dengan menawarkan tubuh mu itu kepada pria. Ah kasihan sekali ya, nasibmu kurang beruntung. Mantan kekasihmu masuk penjara, lalu sugar daddy-mu pergi begitu saja, oops ... membuang wanita menjijikan.” Sengit Chloe, tutur kata sangat kasar dan tidak mencerminkan Nona Muda. Jangan lupakan tatapan mata tajam dan dagu terangkat.


Sigap Chloe mengunci tubuh Kaylin dari belakang, menahan leher wanita itu dan mencekik pelan hingga Kaylin memekik ketakutan.

__ADS_1


“Akh ... aku minta maaf. Baik Nona, semua permintaanmu aku turuti.” Kaylin memilih mengalah daripada nyawanya melayang sebelum melihat kehancuran Stephanie.


Akhirnya Kaylin mengantar Chloe masuk ke kamar, membawa koper besar wanita itu. Tidak ada rasa terima kasih yang keluar dari bibir seksi Chloe Martinez.


Keduanya berpisah tepat di depan pintu hotel, Chloe tidak suka dekat dengan wanita penjilat seperti Kaylin. Tapi semua terpaksa, dia ingin tahu dan bisa bertemu Stephanie.


“Aku tidak sabar menunggu esok hari, kejutan datang Nona Stephanie. Kau tidak akan bisa merebut Dylan.” Desis Chloe Martinez, memegang sesuatu di tangannya, tersenyum nakal dan mencium benda itu.


**


Malam panjang dilalui sama seperti sebelumnya. Entah kenapa pagi ini Stephanie begitu malas untuk bangun dan membersihkan diri, padahal maid sudah bolak balik membangunkan dari satu jam yang lalu.


 Lagi-lagi alarm mengganggu ketenangannya, akhirnya Stephanie bangun. Hari ini harus menyambut kedatangan Dylan, dan bersikap semanis mungkin.


“Aku berubah menjadi penurut? Ya benar seperti kucing takut ditinggal Tuannya.” Stephanie bergegas ke kamar mandi tanpa bantuan perawat. Ia membiasakan diri untuk mandiri, kecuali merawat luka di telapak kakinya yang sebentar lagi sembuh.


Setelah mandi pun Stephanie sibuk memilah pakaian, menurutnya semua bagus. Tapi tidak ada yang sesuai dengan kepribadiannya.


Akhirnya ia memilih celana jeans, panjang berwarna moccha dan sepatu kets.


Stephanie keluar kamar dengan satu kaki tanpa sepatu, ia mencari perawatnya yang tengah membantu maid menyiapkan sarapan.


Stephanie meringis perih ketika luka itu diobati, rasanya panas, sangat tidak nyaman, apalagi di bagian telapak kaki, benar-benar mengganggu segala aktifitas yang ia lalukan.


“Berapa lama lagi sembuh? Aku ingin berjalan normal tanpa tongkat ini.” Menunjuk tongkat kecil di sisi tubuhnya.


“Sebentar lagi Nona, ini hampir mengering. Pasti Tuan Dylan bangga dengan progres kesehatan Nona.” Puji perawat sembari melekatkan perban tipis.


Sesuai perintah Dylan sebelum berangkat, Han datang ke penthouse tepat selesai sarapan. Pria tampan, sipit dengan kacamata itu menjemput gadis Tuannya. Mereka berdua menunggu kedatangan Dylan di salah satu restoran mewah.

__ADS_1


Han dan Stephanie percaya diri menunggu di dalam ruang VVIP, sebab tidak ada kabar apapun dari Tuannya. Han yakin saat ini Dylan sedang dalam perjalanan menuju restoran.


“Nona, saya permisi keluar. Saya tidak mau berduaan dengan anda di dalamp ruangan tertutup seperti ini. Bisa gawat kalau Tuan Muda marah dan memotong gaji saya.” Tukas Han, menunduk pelan.


“Kau itu berlebihan, lagipula mana mungkin kita berbuat mesum di dalam restoran, aneh-aneh saja. Sudah sana keluar, jangan lupa hubungi aku kalau Dylan sudah sampai di sini, ok.” Stephanie berdiri dengan satu jari melengkung menempel pada ibu jari membentuk huruf O.


“Memangnya Nona mau kemana? Jangan menambah pekerjaan saya Nona.” Ucap Han lesu.


“Aku mau ke toilet.” Stephanie keluar, sementara Han keluar ruangan dan menunggu di meja lain, ia mengamati gadis cantik bermata biru itu dari kejauhan.


Han menoleh ke sisi kiri, tepat keluar restoran, dan kedua matanya terbelalak melihat sosok cantik yang selama ini selalu membuat emosi datang.


“N-Nona Chloe? Apa Tuan datang bersama tunangannya? Tidak mungkin kan?” Tidak lama Han mendapat pesan singkat dari Dylan. Ia tercengang membaca isi pesan.


‘Han, sampaikan kepada Stephanie kalau aku sementara waktu tidak bisa menemuinya. Ada masalah yang belum bisa diselesaikan. Han kembali ke Madrid sekarang juga, jangan lupa tambahkan pengawal untuk menjaga gadisku.’


Han menelan ludah, kemudian berlari menuju ruang VVIP, khawatir Chloe membuat keributan seperti sebelumnya.


Han menempelkan telinga di pintu dan menguping, tapi tidak terdengar apapun. Akhirnya ia masuk dan terkejut melihat Chloe Martinez duduk santai di sofa, menyesap minuman milik Stephanie.


Sedikit beruntung sebab Stephanie masih di toilet, detik ini juga Han langsung memutar tubuh, namun langkahnya dicekal oleh pria bertubuh besar.


“Han, jangan menggagalkan rencanaku. Sebaiknya kau pergi sekarang juga. Atau kau ingin aku tembak sekarang ?” Suara arogan Chloe yang tidak pernah main-main dengan apa yang diucapkannya.


“Tapi Nona....”


“Bawa dia keluar, pastikan tidak menghalangi rencanaku.” Perintah Chloe.


Han tidak diam saja, melainkan melawan dua pria bertubuh besar itu, memukul keduanya sampai jatuh tersungkur ke jalan, tapi sesuatu hal tak terduga terjadi.

__ADS_1


Han terjatuh dengan kedua kaki menekuk menghantam kerasnya jalanan. Lalu tidak sadarkan diri beberapa detik kemudian.


TBC


__ADS_2