My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 23 - Secara sepihak


__ADS_3

BAB 23


Sepanjang malam Dylan tidak bisa tidur dengan nyenyak, bukan karena tempat baru melainkan teror dari Chloe, wanita itu tidak henti menelepon dan mengirim pesan. Untung ponsel Dylan tidak rusak terus menerus menerima panggilan dan pesan.


Tidak hanya Chloe tetapi Tuan Manassero dan Tuan Martinez ikut turun tangan, akhirnya Dylan mematikan daya ponsel hingga tidak terlacak. Lagipula mereka tidak mungkin menerobos masuk ke Mansion Torres.


Pagi ini Dylan turut sarapan bersama keluarga mantan rivalnya, suasana yang hangat dan kekeluargaan, semua berubah sejak Leon membawa istrinya ke mansion. Dylan hanya bisa iri hati, melihat kebahagiaan pria yang kini sibuk dengan dua buah hati kembar masih batita.


“Kemana pagi ini?” Tanya Leon, menatap sinis Dylan.


“Akh aku ini bukan seorang suami, tapi pengasuh. Tentu saja mengantar Chloe terapi, kau tahu dari semalam dia tidak tidur, terus menggangguku.” Dylan memperlihatkan riwayat panggilan masuk. Tapi yang menjadi perhatian adalah foto di layar ponsel, seorang wanita muda, cantik dan manis tengah tertawa.


“Apa dia gadis itu? Lumayan.” Tanggapan Leon datar, dingin dan acuh.


“Lumayan apanya? Dia itu istimewa, hah tentu saja di matamu hanya Pamela yang sempurna, tapi bagiku Stephanie jauh lebih sempurna.” Balas Dylan tidak mau kalah.


Tidak terima dengan argumen masing-masing, Dylan dan Leon terlibat adu mulut sampai keempat anak Leonard menatap jengah, karena ayahnya selalu bertengkar dengan Uncle Dylan.


.


.


Dylan sangat berterima kasih kepada rekannya sebab bersedia memberi tumpangan serta sedikit solusi, walaupun sangat sulit dilakukan eksekusi. Putus dari Chloe memang sudah lama terpikir, tapi wanita itu mendapat banyak dukungan dari keluarga besarnya.


“Oke pria baik, hari ini kau kembali menjadi pengasuh Nona Muda Cantik. Gara-gara Chloe, kemarin tidak sempat bertanya kabar Stephanie, kakinya juga terluka. Aku ini pria lajang tapi seolah-olah suami yang selingkuh dari istrinya.” Ucap Dylan, memukul setir mobil berkali-kali.


Dia menghubungi Asisten Han, tidak peduli perbedaan waktu antara NYC dan Madrid, bahkan Dylan mendengar suara serak pria bermata sipit itu.

__ADS_1


“Han bagaimana kabar gadisku? Apa dia baik-baik saja? Kakinya bagaimana? Jaga calon istriku dengan baik Han!” Dylan memberondong Han dengan banyak pertanyaan.


“Kenapa kau diam saja Han? Jawab!!”


“S14l, Han. Kau mau ku mutasi ke pedesaan?” Teriak Dylan, seketika Han yang tengah terlelap di benua lain pun membuka mata dan mulai menjawab pertanyaan Dylan satu per satu .


Hati Dylan merasa senang, sebab gadisnya patuh dan mencoba berjalan di dampingi kedua maid, juga seorang pengawal wanita. Dylan tidak sabar bertemu Stephanie, esok hari dirinya akan kembali ke NYC. Daftar oleh-oleh Dylan catat cukup banyak, semua untuk gadisnya, meskipun tidak ia cari sendiri melainkan memerintah anak buahnya.


“Tunggu aku Baby.”


Dylan tersenyum, layaknya remaja yang tengah jatuh cinta, tapi seketika senyum di bibir menggodanya hilang terbawa angin. Melihat Chloe Martinez berdiri di luar pagar Mansion.


“Apa dia itu hantu? Selalu muncul tiba-tiba? God, kapan semua ini berakhir? Ok Dylan jalankan hari ini dengan baik, besok pasti harimu kembali bahagia.” Batin Dylan memberi semangat.


“Sayang, aku lama berdiri di sini, kenapa lama sekali? Kamu tidur dari mana?” Chloe langsung masuk ke dalam mobil, memasang sabuk pengaman dan merangkul lengan Dylan, lalu mencium janggut yang selalu indah dipandang.


Chloe sama sekali tidak melepas lengan Dylan, ia menyender dan menghidu dalam aroma maskulin yang begitu menenangkan. Melirik tunangannya selalu diam dan fokus mengendarai kuda besi, berinisiatif lebih dulu membuka pembicaraan.


“Tadi malam aku hanya cemburu. Aku takut kamu memiliki wanita lain. Aku tidak mau rencana pernikahan kita gagal, aku ... aku tidak bisa hidup tanpamu Dylan.” Ucap Chloe tanpa permintaan maaf sama sekali.


Dylan bergeming, enggan menanggapi semua celotehan yang keluar dari bibir berbisa tunangannya. Terdengar manis tapi terdapat perangkap, perlahan tapi pasti Dylan akan melepaskan diri dari Chloe.


**


Setelah selesai terapi, Dylan menemani tunangannya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Madrid. Wanita itu membeli tas, alas kaki, pakaian dan perhiasaan, siapa yang membayarnya? Sudah tentu Dylan, karena menurutnya Dylan harus bisa menerima sifat calon istri yang gemar menghabiskan uang.


“Apa masih ada yang mau kau beli? Carilah sendiri, aku masih banyak urusan.” Dylan menyingkir, tapi tangannya di tarik oleh Chloe Martinez.

__ADS_1


“Bagaimana kalau kita makan? Perutku lapar, kakiku juga lelah, mau ya sayang?” Sepasang kekasih ini menjadi perhatian publik, semua tahu siapa mereka, hubungan yang menggemparkan dan ramai di bicarakan di sosial media tiga tahun lalu.


Chloe menyeringai nakal setelah membaca isi pesan dari seseorang, hatinya berbunga-bunga, rasanya ingin melindungi kebahagiaan yang ia dapatkan.


Perubahan suasana hati dan tingkah wanita ini mengundang Dylan untuk bertanya, tapi ia urungkan. Pasti tunangannya memiliki suatu rencana dan itu berhubungan dengan dirinya. Akhirnya Dylan putuskan mencari tahu melalui sumber terpercaya.


Tidak lebih dari sepuluh menit Dylan mendapat surel cukup panjang dan rinci, pria ini pergi ke toilet hanya untuk membaca laporan penting.


Betapa terkejutnya Dylan, bahwa Tuan Besar Manassero mengutus seorang Chief Marketing Officer untuk menggantikannya di New York.


Dylan memaki dalam hati, dengan keluarnya surat penugasan, maka tidak ada alasan lagi yang bisa digunakan untuk mengunjungi gadisnya.


“Ulah siapa ini? Aaargh, Daddy kenapa tiba-tiba mengganti orang tanpa diskusi dan persetujuan lebih dulu? Bukankan setiap perwakilan di hadiri pimpinan utama atau pemilik perusahaan? Ini tidak boleh terjadi.” Dylan tergesa keluar toilet, ia tidak ingat lagi tunangannya menunggu di lobby.


Tetapi ketika sampai di area parkir, ternyata Chloe lebih dulu sampai, bersandar tepat di sisi kendaraan berwarna abu-abu itu.


“Sh**, bukankah tadi dia di dalam? Kenapa suka sekali mengganggu orang.” Umpat Dylan.


“Chloe pulanglah bersama sopir, dalam lima menit dia sampai, aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan.” Dylan masuk ke dalam mobil dan tunangannya ikut, ia seperti benalu yang menempel kepada Dylan.


Tidak ingin berdebat hal kecil, Dylan mengabaikan keberadaan Chloe. Jauh lebih penting bertemu ayahnya, yang mendadak merubah peraturan.


“Sayang, kita mau kemana? Pulang ke mansion?  Tidak apa aku bisa makan siang di tempatmu.” Chloe mengulas senyum manis dan manja, ekor matanya melirik tajam karena riak pada wajah Dylan sangat tidak bersahabat.


Kalau boleh Chloe ingin tertawa puas, jika sesuai rencana, maka dengan cepat ia bisa menguasai Dylan seutuhnya. Setelah mengikat ikrar pernikahan, tidak ada celah bagi Dylan untuk melarikan diri apalagi bercerai.


“Katakan selamat tinggal sayang.” Tawa jahat Chloe Martinez dalam hati.

__ADS_1


TBC


__ADS_2