
BAB 44
Stephanie setuju dengan gugatan yang diajukan oleh keluarga kepada Chloe dan Jacob. Ada satu lagi yang membuatnya bingung yaitu keberadaan Kaylin, wanita itu selalu saja bisa meloloskan diri, semua ini terjadi karena Kaylin. Pertemuan antara dirinya dan Dylan pun terjadi atas campur tangan seorang Kaylin.
“Licin sekali dia seperti belut, enak saja bisa lolos. Pokoknya dia juga harus mendekam di penjara bersama Chloe dan Jacob.” Kesal Stephanie setelah mendengar penuturan adiknya.
Lembaran baru akan dimulai, cerita baru tertulis di dalamnya. Tidak ada Dylan, semua tentangnya telah Stephanie tinggalkan di New York.
Setelah luka di paha mengering dan bisa berjalan tanpa penyangga, gadis ini kembali menjalani pendidikan strata duanya di Jakarta. Diantar jemput oleh sopir, dikawal ketat beberapa bodyguard.
Sekedar pergi ke toko buku pun tidak lepas dari pengawasan Papa Adam yang sangat menjaga putrinya, mengutus Stefan dan Steve untuk melindungi kakak mereka, atau pria paruh baya ini turun tangan langsung menemani putrinya bepergian.
Sekilas memang menyenangkan mendapat perhatian, tapi lama kelamaan Stephanie jengah, ia tidak pernah mendapat kebebasan seperti yang diinginkan.
“Oh ayolah, kalian itu kenapa terus mengikuti aku? Lihat aku ini sudah besar bukan anak kecil lagi.” Stephanie menggerutu kepada dua adiknya. Selalu menempel seperti benalu.
“Tidak mau, nanti kalau kita melanggar peraturan. Papa pasti mencabut semua fasilitas yang ada, mana mungkin aku bisa hidup tanpa itu semua.” Steve memutar bola mata, sementara Stefan hanya mengangguk membenarkan apa kata adiknya.
__ADS_1
“Ish kalian itu menyebalkan sekali. Sebaiknya duduk santai menikmati kopi dan donat. Anak kecil dilarang ikut campur urusan orang dewasa.” Geram Stephanie masih terus menghindari kedua pria yang sangat mencolok di mata umum.
“Kamu lupa kalau adikmu ini juga sudah dewasa Stevi? Sudahlah menurut saja, ini semua juga demi kebaikan, Papa dan Mama khawatir kejadian lalu terulang lagi. Jadi sebaiknya kamu diam dan lakukan saja tujuanmu datang ke sini.” Sengit Stefan, ia juga tidak senang menemani kakaknya pergi, sangat membuang waktu. Tapi ancaman dari Papa Adam membuat siapapun merinding.
“Terserah kalian, aku mau pergi mencari pakaian dalam, mau ikut juga?” tantang Stephanie. Berkacak pinggang dan menatap tajam adiknya.
“IYA, puas kau. Sekalipun ke toilet. Kita tetap ikut.” Balas Stefan tidak mau kalah.
Akhirnya Stephanie hanya bisa menanggung malu diikuti oleh kedua adiknya, masuk ke salah store khusus keperluan wanita. Ia pun memilah banyak penyangga d-a-d@, ditemani salah satu pramuniaga yang setia menemani.
Tanpa Stephanie sadari ada sepasang mata memandang kegiatannya sejak masuk pusat belanja milik keluarganya. Namun dia tidak berani mendekat, mengingat banyak pengawal yang mengeliling gadis itu.
Semua belum saatnya, Dylan masih harus menyelesaikan masalah perusahaan dan merawat Tuan Besar Manassero, serta menemukan Kaylin, menyeret wanita itu untuk bergabung dengan Jacob dan Chloe.
“Stephanie tunggu aku, hubungan kita belum berakhir. Aku akan mempertahankan hubungan kita dan menunjukkan pada Tuan Adam kalau aku serius dengan putrinya." Teguh Dylan dalam hati.
Dylan pun melenggang pergi, karena waktunya di Jakarta telah habis. Sebelum benar-benar keluar mall, pria ini membeli sesuatu untuk gadisnya dan memerintahkan seseorang mengantar sampai ke tangan Stephanie.
__ADS_1
“Hei, bisa bantu aku? Kekasihku sedang marah, bisa bantu sampaikan ini?.” Beruntungnya orang ini bersedia, tentu dengan sedikit imbalan diberikan Dylan.
Dylan senang bisa melihat wajah kekasihnya walaupun dari jarak jauh dan mungkin satu bulan ke depan harus menahan rindu.
Dia terus mengamati sampai jam tangan couple benar-benar sampai di tangan gadis cantik bermata biru laut.
"Aku pergi baby, see you."
Dylan berjalan dengan cepat keluar mall, apalagi Stephanie mencari keberadaannya dan berusaha mengejar pria itu. Mana mungkin ada orang asing yang tiba-tiba memberi hadiah jam tangan mahal disertai kartu ucapan, kata-kata yang sangat ia kenali sebagai ciri khas Dylan.
TBC
***
Besok udah puasa ya. mohon maaf lahir batin 😇🙏
__ADS_1