
BAB 40
Chloe mencibir Jacob, nyatanya pria itu pernah gagal dan mendekam di penjara, sekarang mana mungkin seorang Chloe harus mempercayai Jacob. Ia harus memastikan dengan matanya sendiri bahwa gadis pengganggu ini menghilang dari muka bumi.
“Dengan cara apa kau menanganinya? Menikah dengannya? Jangan mimpi Jacob, dia tidak menyukaimu. Ikuti perintahku saja daripada mengemis cinta wanita itu.” Chloe mendorong Jacob, ia kesal kenapa pria yang dikenalnya bisa melindungi Stephanie, sekalipun Jacob rekannya tetap mencoba menolong hama liar ini.
“Ck. Kau bilang dia tidak menyukaiku kan? Lalu bagaimana dengan Dylan? Apa dia menyukai atau mencintaimu Nona Muda Chloe Martinez? Dylan tidak lebih dari sekedar pengasuh untukmu. Kasihan sekali pria itu harus menikah dengan wanita gila sepertimu.” Balas Jacob tidak terima dengan semua pernyataan Chloe.
“Bahkan selama kalian memiliki hubungan, tidak sekalipun Dylan menyentuhmu, benar kan? Itu semua karena kau tidak menarik Chloe, kau tidak lebih anak kecil yang merengek memohon permen.” Sengit Jacob, mencengkram rahang Chloe Martinez.
Melihat ada kesempatan emas, Stephanie berusaha kabur, bergerak perlahan menuju jendela yang pecah. Ia terpaksa menahan jeritannya sebab bagian paha terkena tusukan kaca, sampai darah menetes meninggalkan jejak di dinding serta lantai.
Stephanie tertatih, bersembunyi dari para penjaga di pekarangan villa besar ini. Ia hanya bisa menangis tanpa suara di balik dinding kokoh.
**
Sementara di bagian luar Villa tampak seorang pria paruh baya tidak tahan untuk turun dari mobil, dia bersama kedua putra serta keponakannya berusaha menyelamatkan Stephanie.
Adam Bradley mendapat kabar dari mata-mata yang sengaja ditempatkan di New York. Pria ini terkejut bahwa putri sulungnya di culik bahkan di perlakukan semena-mena oleh orang lain, dengan cepat Adam yang berada di US langsung meluncur menuju NYC dan mengikuti mobil van yang menculik putrinya.
Adam tidak sendiri, melainkan dibantu oleh dua putra serta keponakan, mereka bertiga kebetulan sedang menghadiri pertemuan bisnis di salah satu hotel.
“Pah, kenapa kita harus menunggu di sini?” geram Stefan, adik dari Stephanie.
“Belum saatnya. Papa tahu dia pasti bisa keluar dari bangunan jelek itu, Jangan sampai kita masuk dan kakakmu keluar mencari seseorang yang bisa menolong.” Tutur Papa Adam.
Mereka tidak hanya diam, melainkan dua puluh orang anak buah telah menyusup masuk ke villa, walaupun jumlah masih kalah jauh dari bodyguard Chloe dan Jacob.
__ADS_1
Setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya mereka mendengar suara teriakan seorang wanita, menyebut nama Stephanie beberapa kali. Dapat dipastikan kalau putri sulung Adam berhasil melarikan diri. Sekarang tugas ketiga pria muda mencari keberadaan Stephanie di dalam pekarangan luas itu.
“Stefan, kau ke sisi barat. Steve tunggu kakakmu di bagian timur, kau Dariel temukan putriku di selatan, bawa dia dalam keadaan hidup. Salah satu dari kalian harus segera ke rumah sakit, aku yakin putriku terluka.” Ucap Adam mengeluarkan senjata api dari dalam kotak dan membawanya untuk turun menyerang villa, akan ia pastikan sendiri pelaku penculikan menerima balasan yang pedih dan sakit.
“Siap” Jawab Stefan, Steve dan Dariel.
Keempatnya turun, melewati semak kecil serta beberapa pepohonan. Masing-masing menuju tempatnya, mencari keberadaan Stephanie.
Tapi tidak semulus rencana sebab anak buah Jacob segera keluar mencari Stephanie dan menyisir setiap sudut. Mereka yakin dengan darah yang dikeluarkan sebanyak itu, tidak akan sanggup membuat calon Nyonya Graham berjalan jauh apalagi sampai menyebrangi sungai.
Sedang di dalam mobil lain, Dylan bersama beberapa anak buahnya geram mengetahui dalang semua ini adalah Chloe Martinez. Setelah diselidiki dari letak hilangnya sinyal ponsel Stephanie, diketahui bahwa jalan itu menuju villa tua yang telah lama tidak di huni oleh keluarga Martinez.
Entah kebetulan macam apa itu, Dylan yang baru saja tiba di bandara harus mendengar kabar bahwa calon istrinya diculik Jacob Graham.
“Stephanie aku mohon bertahanlah sayang.” Gumam Dylan di dalam mobil, mereka menggunakan jalan memutar lebih jauh, tidak perlu melewati danau kecil yang membentang menghalangi jalan utama.
**
“Stevi bangun, kau harus bertahan. Aku datang menyelamatkanmu.” Dariel membopong tubuh dingin dan lemah kakaknya. Di luar dugaan, wanita berambut pirang menghadang sembari mengacungkan pisau.
“Lepaskan dia, siapa kau? Jangan mengganggu kesenanganku.” Teriak Chloe mengundang perhatian seluruh orang.
“Maaf Nona tapi kamu sudah keterlaluan, tidak seharusnya bertindak sejauh ini.” Ucap Dariel menembak ranting pohon dan jatuh menimpa tubuhnya, seketika jerit kesakitan terdengar jelas di hutan ini.
Secepat mungkin Dariel membawa kakak sepupunya melompati semak dan berlari menghindar dari kejaran anak buah Jacob.
Untungnya dia bertemu dengan Dylan di sisi selatan. Segera mungkin Dylan membantu pria itu memasukan Stephanie ke dalam mobil.
__ADS_1
“Kalian pergilah, bawa dia ke rumah sakit. Aku akan membuat perhitungan dengan Jacob dan Chloe.” Pinta Dylan tidak kuasa melihat wajah kekasihnya yang pucat dan darah mengalir dari paha.
“Kalau kau mencari gadis pirang itu, dia ada di belakang. Lakukan tugasmu dengan baik.” Pungkas Dariel kemudian menutup pintu mobil, dan menghilang di balik gelapnya malam.
Sedangkan di Villa anak buah Jacob terlibat baku hantam dengan anak buah Dylan dan calon mertuanya. Dylan meringkus Jacob dengan tangan kosong, bahkan membalas apa yang dirasakan Stephanie.
Menancapkan pecahan kaca di kaki Jacob, pria itu mengerang kesakitan. Mengucap sumpah serapah serta kata-kata buruk untuk Dylan.
“Berani sekali kau melukai kekasihku, hah? Peringatanku rupanya tidak membuatmu jera Jacob, kali ini aku pastikan kau tidak akan keluar dengan mudah dari penjara.” Ucap Dylan penuh emosi.
“Berani sekali kau melukai kakakku hah?” Stefan memukul keras rahang Jacob sampai nyaris retak.
“Lepas!! Lepaskan aku.” Teriak Chloe, ia di seret oleh Steve masuk ke bangunan utama. Tangan dan kakinya dalam keadaan terikat.
Melempar Chloe cukup kuat, terjatuh di kaki Dylan. Seketika wanta ini memohon pertolongan pada mantan kekasihnya.
Namun yang terjadi sebaliknya, Dylan acuh, tidak ada rasa kasihan sedikitpun. Bahkan Dylan bertekad Chloe mendapat hukuman yang setimpal.
Pihak keamanan datang, membawa Chloe dan Jacob serta anak buah lainnya, tapi ada seorang lagi yang berhak kabur. Kaylin berlari semakin masuk ke hutan, ia melarikan diri dari kekacauan yang terjadi. Setelah itu, Dylan serta calon mertuanya bergegas ke rumah sakit, mereka cemas akan keadaan Stephanie.
Menurut Dariel, Stephanie mendapat jahitan cukup banyak di bagian paha, serta sudah satu jam belum sadarkan diri.
Tiba di rumah sakit, tidak semulus dalam pikiran Dylan. Dia diusir dan tidak diizinkan untuk menjenguk kekasihnya.
“Jangan temui putriku lagi. Kau hanya bisa membahayakan Stevi, pergilah. Jika benar mencintainya, jangan pernah muncul di hadapan putriku.” Seru Adam.
TBC
__ADS_1