My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 37 - Cake Gratis


__ADS_3

BAB 37


Pagi ini gadis bermanik biru itu ragu keluar dari penthouse, bukan tanpa alasan. Siang nanti pria bernama Jacob Graham bebas berkeliaran dan bisa mengancam nyawanya kapan saja. Ingin sekali Stephanie pergi ke Madrid tapi sekali lagi hanya rencana, tidak mungkin merepotkan kekasihnya yang sedang dilanda masalah cukup berat.


“Nona, belakang ini kami perhatikan tidak makan dengan baik, apa semua karena kepergian Tuan Dylan?” Tanya seorang asisten rumah yang begitu perhatian dan peduli dengan gadis tuannya.


“Huum, kau tahu tidak biasanya dia menghilang selama ini. Satu bulan tidak ada kabar apapun darinya, Han juga sama. Apa aku harus ke sana? Bagaimana menurut kalian?” Stephanie bertanya meminta pendapat, bahkan ia merasa hubungannya digantung begitu saja tanpa ada kejelasan.


Lagipula dia belum fokus untuk menjalani ke jenjang serius. Hanya saja Stephanie bingung kenapa Dylan tidak mengirim satupun pesan untuknya.


“Nona kami menemukan Kaylin, dia selalu datang ke hotel ini bersama seorang pria. Apa harus kami membawanya kemari?” pengawal menyerahkan beberapa gambar keberadaan Kaylin.


“Tidak perlu, aku sendiri yang akan menemuinya. Malam ini kita keluar, aku ingin memberinya sedikit pelajaran karena berani berbohong. Bisa-bisanya dia dan Jacob bekerja sama.” Stephanie menghela napas, sekarang yang bisa dilakukannya hanya adu otot, karena menghancurkan mereka memerlukan kekuasaan dan dukungan dari kekuatan keluarga.


“Kalian ikut denganku, awasi dari jarak jauh.” Perintah Stephanie berjalan ke kamar untuk bersiap pergi ke Universitas.


.


.


.


Selesai dengan segudang kegiatan, Stephanie tidak langsung pulang, menunggu di salah satu cafe sampai hari benar-benar gelap.

__ADS_1


Menikmati secangkir kopi sembari membaca buku, tiba-tiba pelayan cafe memberinya sepiring cake diselipkan secarik kertas kecil di bawah piring.


“Aku tidak memesannya, ambil lagi saja, terima kasih banyak.” Stephanie menolak, namun pelayan itu berdalih jika tidak diterima maka pekerjaannya menjadi taruhan.


“Nona tidak apa terima saja, walaupun tidak dimakan, karena ini pemberian dari manager cafe kami, dan bos mengatakan hari ini juga saya akan dipecat kalau gagal memberi cake kepada Nona.” Ujar Pelayan sangat memelas dan memohon, beberapa kali melirik bagian dapur.


“Ok aku terima, terima kasih … dan bekerjalah dengan baik.” Sekalipun tumbuh bergelimang harta dan memiliki segalanya tidak membuat Stephanie kehilangan hati nurani.


Tapi dia penasaran, siapa manager cafe, mengirimnya kue untuk dinikmati bersama secangkir kopi.


Stephanie tidak memiliki rekan seorang manager cafe atau pemiliknya di kota ini.


Saking banyaknya hal yang dipikirkan sampai tanpa sengaja ia memotong kue dan mulai menelannya. Karena memang memiliki rasa yang lezat, alam bawah sadarnya mendorong untuk terus menghabiskan kue sampai benar-benar tidak tersisa sedikitpun.


Lagi-lagi berisi terror, wanita itu tidak jera mengusik hidup Stephanie. Bahkan puluhan pesan diterima pada hari yang sama. Stephanie langsung mengubah pengaturan pada akunnya.


“Dia itu sakit atau apa sebenarnya? Benar-benar tidak ada kerjaan sama sekali, terus mengirim pesan dengan isi yang sama.” Menggerutu tentang sikap mantan tunangan kekasihnya yang benar-benar sulit dipahami.


Stephanie merasa tidak nyaman, perutnya sakit, dia pergi ke toilet meninggalkan semua barang di atas meja tanpa khawatir.


Pengawal ada dalam ruangan yang sama, berjarak dua dan tiga meja darinya.


“Sial kenapa perutku mulas sekaligus mual .” Gadis ini memuntahkan sesuatu dalam toilet dan membuang air besar beberapa kali, terus saja keluar masuk sampai lima belas menit.

__ADS_1


Melihat jam sudah menunjukan pukul lima sore, Stephanie memaksakan diri keluar dari toilet, ia harus bertemu dengan Kaylin dan membuat perhitungan, karena di sini yang menanggung kerugian hanya dia seorang akibat ulah Kaylin.


Namun belum sempat kakinya melangkah keluar, seorang wanita membekap mulut dan hidung Stephanie.


“Tunggu aku di pintu belakang, aku berhasil mendapatkan sasaran.” Tukas wanita itu menghubungi seseorang, setelah berhasil membius targetnya.


Tubuh Stephanie pun lemas, terjatuh di atas lantai, kemudian masuk satu orang wanita lain yang membawa tubuh kekasih Dylan pergi meninggalkan cafe melalui pintu belakang.


Gadis ini dibawa pergi menggunakan Van berwana hitam metalik, melintasi beberapa gedung sangat cepat, menuju wilayah yang jauh dari NYC.


“Katakan pada bos, kalau kita menuju tempatnya, minta dia siapkan pembayaran yang dijanjikan.” Perintah pria yang membawa mobil.


Sementara di cafe, beberapa pengawal menunggu Nona mereka keluar dari toilet, hampir satu jam menunggu tidak keluar.


Akhirnya terpaksa menerobos masuk setelah kondisi toilet sepi, membuka semua pintu, semua terkejut tidak menemukan gadis tuannya.


Seorang pengawal menemui manager cafe, meminta akses CCTV. Tapi tidak semudah itu, sampai keduanya terlibat adu pendapat. Akhirnya pengawal tidak bisa lagi menggunakan cara biasa, mereka mengancam akan menghancurkan cafe jika  rekam CCTV tidak diberikan.


Manager yang ketakutan, membuka akses ruang kendali.


“Kalian semua kejar Van metalik bernomor seri XXXX.” Perintah kepala pengawal setelah mengamati CCTV satu jam yang lalu.  Dia juga memeriksa barang-barang Stephanie, beruntung Nonanya membawa ponsel itu artinya mereka bisa melacak posisi sekaligus mengikuti dengan mudah.


Kepala pengawal segera menghubungi Dylan, bagaimanpun tuannya harus tahu masalah ini.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2