My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
BAB 63 - Tamat


__ADS_3

Tepat satu tahun yang lalu Stephanie melahirkan Mireya Agatha Manassero, hari ini pesta ulang tahun secara mewah akan berlangsung di salah satu hotel milik RB Group. Hadiah mahal berdatangan, mulai dari kolega bisnis, kakek nenek, sepupu Stephanie atau Dylan.


Papa Adam dan Tuan Besar Manassero pun bersaing memberi hadiah terbaik, dua super car terparkir di area hotel. Masih lengkap dengan pita merah muda serta hiasan bunga.


“Papa?” Stephanie tidak percaya melihat hadiah yang diberikan, terlalu berlebihan hanya untuk anak kecil.


“Daddy?” Sama halnya dengan Dylan, melongo menatap Tuan Besar Manassero tertawa senang dengan hadiahnya.


“Untuk cucuku Mireya.” Sahut kedua kakek yang sangat menyayangi cucu pertamanya.


“Ayo Mireya, mau digendong Opa? Opa sengaja ke sini hanya untuk Mireya.” Ujar Papa Adam, tersenyum lebar, karena cucunya tumbuh sehat semakin cantik dan juga gembul.


“Mireya jangan bosan sama Kakek ya, kemari sayang. Hari ini Kakek belum cium kamu.” Tuan Besar Manassero membuka kedua tangan lebar. Ia benar-benar berat hati harus berbagi perhatian cucu dengan besannya.


Mireya yang semula tersenyum kepada Opa Adam, sekarang perhatian terpecah antara dua kakek. Batita itu bingung harus memilih yang mana. Keduanya dia sayang, walaupun jarang bertemu dengan Opa Adam, tetapi Stephanie selalu tersambung video dengan kedua orangtuanya.


Anak kecil itu pusing dengan ulah dua kakeknya, akhirnya merengek, menangis cukup keras. Merasa tidak nyaman sekaligus mengantuk.


Dylan putuskan membawa putri kecil kesayangannya masuk ke kamar. Masih ada waktu satu jam untuk Mireya istirahat.


“Pah, Daddy, kami permisi. Mireya mengantuk.” Dylan segera merangkul dua perempuan nyawa hidupnya.


Selepas anak, menantu dan cucu pergi. Dua kakek terlibat adu mulut, keduanya benar-benar bersaing.


“Anda orangtua yang tidak mau mengalah. Ck jangan sampai cucuku tertular sifat buruk itu.” Cibir Papa Adam. Menatap sinis besannya yang memegang tongkat, pria tua yang telah menguasai putri dan cucu Adam Bradley ini harus di beri pelajaran.


“Hey Tuan Bradley. Aku bukan tidak mau mengalah, Tapi Mireya memang lebih menyayangi kakeknya ini daripada Opanya. Anda Tahu? Dia itu sangat menggemaskan dan lucu, aku ingat celotehannya setiap sarapan bersama.” Tawa tuan Besar Manassero sengaja agar besannya ini iri.


Saatnya membalas dendam atas perbuatannya di masa lalu, sampai membuat Dylan melakukan tantangan aneh dan gila hanya untuk meraih restu.


“Mireya cucuku.” Tegas Papa Adam melepas jas dan menggulung bagian lengan. Walaupun sudah tua bukan berarti harus diam menerima semuanya.

__ADS_1


“Apa Tuan Bradley ingin memukul mertua putrimu? Aku harap Mireya tidak mewarisi sikap arogan anda.” Sarkas Tuan Besar Manassero, menunjukkan tongkat. Karena kakinya sudah sulit bergerak, maka perlu menggunakan tongkat sebagai senjata.


“Ck beraninya dengan alat. Lawan aku dengan tangan kosong.” Tanggapan Papa Adam disetujui oleh besannya, seketika tongkat terlempar ke tengah jalan. Para pengawal kebingungan memisahkan dua orang berpengaruh dan memiliki gurita bisnis itu, tidak bisa sembarangan.


“Ku pastikan, putramu tersingkir dari posisinya dan ya dua putraku yang akan mengendalikan Manassero Corp.” Tukas Papa Adam, dua tangan sudah mengepal di sisi tubuhnya.


“Adam jangan, No … kita ini keluarga tidak seharusnya bertengkar. Maafkan suamiku Tuan Manassero.” Beruntung sekali Mama Samantha datang tepat waktu, wanita paruh baya ini tidak menyangka suaminya masih sanggup melayangkan tinju.


“Sayang, kamu itu apa-apaan? Pak Tua itu harus diberi pelajaran, seenaknya saja.” Imbuh Papa Adam terus melirik ke belakang, sebab satu tangannya di tarik oleh Mama Samantha.


“Beliau ayahnya Dylan, artinya mertua putrimu, secara tidak langsung keluarga kita juga, Adam. Kamu ini tidak berubah ya dari dulu selalu menyebalkan.” Kali ini giliran Mama Samantha yang marah, dan meninggalkan Papa Adam sendirian di dalam lobby.


“Hey sayang tunggu bukan begitu konsepnya.” Adam berlari, lebih menyeramkan kalau istrinya ngamuk atau memberi hukuman, diusir dari kamar. Papa Adam tidak sanggup harus menjalani satu malam tanpa istri tercinta.


.


.


Dylan langsung menyerang belahan jiwanya tanpa lelah. Sekarang pun sepasang suami istri tertawa dalam kamar mandi. Di bawah guyuran air hangat, Dylan membantu sang istri membersihkan tubuhnya dari keringat, ya keringat akibat olahraga singkat yang dilakukan dengan beragam aksi.


“Tubuhmu selalu indah sayang, aku mencintaimu Stephanie Adaline Manassero. Kamu ratuku, paling berharga dalam hidup.” Bisik Dylan tepat di balik daun telinga wanitanya.


“Dasar pria, pasti gombal.” Batin ibu satu anak sembari terkikik geli merasakan tangan nakal suaminya.


“Jadi perusahaan tidak penting? Lalu kamu mau membawa aku hidup susah?” gurau Stephanie. Namun tak ia duga Dylan menjawab dengan perbuatan lain.


“Penting sayang, kamu, perusahaan, Mireya dan Daddy, kalian semua nyawa hidupku.” Pungkas Dylan, mencengkram erat pinggul dan mendorong punggung mulus di depannya sampai sembilan puluh derajat, tidak lama suara d3s@h terdengar nyaring dalam kamar mandi.


Usai mandi kedua kalinya, Dylan dan Stephanie membantu Mireya menggunakan gaun princess, hadiah dari salah satu kerabat.


Putri kecil Dylan sangat cantik dan menggemaskan, ditambah sepatu ballerina menambah kesan manis. Langkah kakinya yang masih kaku membuat semua orang memandang lucu.

__ADS_1


Stephanie dan Dylan menggandeng tangan Mireya. Batita yang hari ini menjadi pusat perhatian serta kabar ulang tahunnya menjadi topik teratas.


Mireya memiliki jutaan penggemar, setiap tingkah polanya menjadi obat lelah semua orang. Mereka ramai-ramai mengikuti akun sosial media Stephanie dan melihat aksi lucu Mireya.


“Selamat ulang tahun Mireya Agatha Manassero.” Seru sepupu Mireya yang meramaikan pesta ulang tahun ini.


“Hallo Mireya, selamat ulang tahun. Om tunggu kamu besar ya.” Kelakar Tuan Muda Marquez.


“Yang benar saja untuk apa menunggu putriku? Jangan bilang mau menjodohkan dengan putra anda Tuan?” tebak Dylan pada rekan bisnisnya.


“Tentu saja, aku ingin putrimu jadi menantuku bagaimana?” tawar pemilik perusahaan terbesar kedua di Spanyol itu.


“Selamat Dylan, putrimu semakin besar dan selamat menjaganya.” Tiba-tiba seorang pria bermata biru safir menghampiri, dia adalah Leonard mantan rival Dylan.


Sekarang dalam kepalanya bagaimana cara melindungi Mireya dari para pria di luar sana? Dia tidak mau hukuman balasan datang kepada putrinya, cukup sudah Dylan menerima semua hukuman karena telah menyakiti hati banyak wanita.


“Bagaiman kalau dia menjadi istri putra pertamaku?” Leon tersenyum sinis pada Tuan Muda Marquez.


“Tidak bisa, Mireya akan memilih suaminya sendiri, aku tidak mau putriku menikah muda. Apalagi memiliki suami seperti anak kalian yang dingin dan angkuh, kasihan sekali putriku.” Ucap Dylan seketika mendapat tatapan tajam dari dua pria di depannya.


Dylan tidak mau berbagi cinta putri kecilnya dengan pria yang akan menjadi saingan di masa depan. Saat ini dan sampai waktunya tiba, Mireya miliknya dan hanya Dylan yang berhak dicintai oleh putrinya seorang.


 


-Tamat-


****


Terima kasih atas dukungannya🙏🙏Mohon maaf bila dalam setiap chapter tidak memuaskan atau membosankan.


Sekali lagi terima kasih banyak 🙏🤗

__ADS_1


sampai jump di novel yang lain.


__ADS_2