My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
BAB 48 - Hasilnya


__ADS_3

Semua yang hadir tercengang  karena Dylan berhasil mengalahkan Calvin dalam satu pukulan tepat di bawa dagu. Padahal beberapa menit lalu pria itu terpojok disudut ring, hal ini sengaja Dylan lakukan untuk membiarkan lawannya lemah, kehabisan tenaga dan dia mulai menyerang balik.


Setelah tantangan yang ketiga, hanya tersisa dua orang sebagai pemenang akhir. Sungguh melelahkan bagi Dylan, harus mengalahkan satu anak muda lagi demi mendapatkan restu mertuanya.


“Kau akan kalah, aku pastikan itu.” Sombong pria muda, salah satu pewaris perusahaan besar di Asia. Tubuhnya kekar dengan otot dada, biceps, triceps begitu menonjol mempertontonkan diri bahwa dia adalah pria kuat.


“Kita lihat saja, jangan sombong kawan. Ah adik, usia mu lebih muda dariku, jadi kau harus menghormati aku mengerti hah?” sindir Dylan, sembari memperhatikan Papa Adam yang memberi instruksi untuk tantangan terakhir.


Dan kali ini sangat sesuai dengan minat dan bakat seorang Dylan Manassero, apalagi kalau bukan bertarung di sirkuit dengan kendaraan roda dua.


Papa Adam ingin menguji kecepatan dan keahlian calon menantunya. Pria paruh baya ini pun meminta sepupunya untuk meminjamkan sirkuit balapan di kota hujan. Besok pagi Dylan dan pesaingnya harus tiba tepat waktu di area balapan, sebab Papa Adam tidak menyukai ada keterlambatan.


Sebagai seorang pengusaha sukses, menghargai waktu adalah kunci utama keberhasilan. Apalagi mereka berdua adalah pewaris utama dari perusahaan besar, sudah sepatutnya memiliki kebiasaan baik.


“Besok aku tunggu kalian berdua. Ingat jam delapan harus sudah absen denganku. Jangan terlambat, ok calon menantu.” Adam Bradley menepuk bahu kedua pria tampan dan mapan di depannya.


“Lalu apa hadiahnya bisa langsung aku terima?” tanya Dylan begitu berani bahkan Adam membalik tubuh dan menyeringai licik pada Dylan.


Benar-benar tidak menyangka calon menantu itu ingin langsung mendapat restunya.


“Salah satu diantara kalian akan langsung menikah dengan putriku. Ingat itu menikah di hari yang sama, jadi persiapkan diri dengan istirahat.” Tegas Adam.


“Mohon buktikan ucapan anda besok Tuan.” Balas Dylan bahkan ia melirik ke lantai tiga mencari keberadaan Stephanie, tapi sayang gadisnya sudah menghilang entah kemana. Tidak dipungkiri rasa kecewa menjalar dalam dada.


.


.


Hari yang ditunggu bagi Dylan akhirnya tiba, mantan casanova ini datang sebelum pukul delapan. Dylan cukup bangga sebab pesaingnya belum menunjukkan batang hidung, boleh kah ia berharap kalau orang itu terlambat datang?


Calon mertuanya memang luar biasa dan benar-benar tepat waktu, sejenak Dylan bergidik ngeri. Ia menatap jam di pergelangan tangan kemudian beralih ke Papa Adam. Jam , menit, detik benar-benar pas.

__ADS_1


“Aku tahu sifat menyeramkan Stephanie menurun dari siapa.” Gumam Dylan mengingat pertemuannya pertama kali dengan gadis bar-bar itu, diawali oleh semburan pedas dari bibir manis kekasihnya.


Papa Adam berdecak sebal sebab satu lagi peserta belum hadir, akhirnya memutuskan untuk menunggu selama lima menit.


“Hey, kau jangan senang dulu. Meskipun dia tidak datang, seseorang akan melawanmu di sirkuit.” Ujar Papa Adam, menjatuhkan khayalan Dylan yang terlalu tinggi, bisa mendapatkan gadisnya sekarang juga.


“Maksud anda bagaimana Tuan? Bukan kah sudah sepakat pemenang hari ini langsung menikah dengan putri anda. Kenapa sekarang berubah? Dia tidak datang, dan sudah jelas pemenangnya bukan?” heran Dylan, menatap penuh arti kepada calon mertuanya.


Sementara Papa Adam mendapat laporan dari asistennya, bahwa satu lagi calon menantu terlambat datang dikarenakan jalanan macet.


“Ah sudahlah diskualifikasi, aku tidak menyukai pria seperti itu. Dan Kau, bertanya pemenangnya siapa? Akulah lawanmu hari ini, kita balap motor.” Tegas pria paruh baya itu.


Sontak Dylan membelalakkan kedua mata, calon mertuanya ini sudah lanjut usia, lihat saja rambut di kepala memutih, tapi tetap nekat ingin bertanding. Benar-benar pria yang sengaja menghalangi jalannya untuk mendapatkan Stephanie.


Tidak pikir panjang, Dylan menyetujui tantangan terakhir ini, keduanya bersiap mengendarai roda dua yang telah disiapkan di lintasan sepanjang lima kilometer itu.


Dylan dan Papa Adam sudah berada di atas motor, keduanya saling melirik satu sama lain. Dalam hati Dylan berharap memenangkan pertandingan karena nasibnya tergantung dari hasil akhir hari ini.


“Stephanie, papamu benar-benar berbeda dari kebanyakan orang.” Lirih Dylan dalam hati.


Ia melirik Stephanie yang tengah menyatukan kedua tangan, berharap sesuatu,  tentu yang terbaik bagi hubungan mereka berdua.


Papa Adam dan Dylan mulai melaju, saling susul menyusul. Bahkan kini Papa Adam memimpin, jaraknya semakin jauh dari Dylan.


Sedangkan sang peserta merasa kalah sebelum mencapai garis akhir. Mertuanya ini memang benar-benar memiliki energi dan keahlian luar biasa.


Dylan terus menyusul, ia harus menang apapun yang terjadi, usahanya tidak mau sia-sia, sudah berjalan sejauh ini tapi apa jadinya kalau mengalami kegagalan.


Mendekati garis finish Dylan mulai menyusul mertuanya, jarak mereka semakin tipis, namun takdir berkata lain. Pemenang dari tantangan ini adalah Adam Bradley.


Seketika riak wajah Stephanie dan Dylan berubah menjadi sedih serta tanpa semangat.

__ADS_1


Dylan melepas helm, jaket dan turun dari motor. Hatinya terasa ngilu harus menerima kegagalan memalukan ini. Dia memandang nanar Stephanie yang duduk di tribun penonton.


“Maafkan aku baby.” Ucap Dylan tanpa suara.


Namun tidak diduga, Papa Adam menyatakan hal lain, dia merestui hubungan Dylan dengan putri sulungnya.


Seketika arena ini dipenuhi suara sorak meriah dari anggota keluarga yang hadir.


Dylan yang mendengar langsung memeluk Tuan Adam, menepuk punggung pria paruh baya itu dan berlari menuju Stephanie. Memeluk bahkan menciumi wajah gadisnya tanpa henti.


“Baby, lihat kan? Aku serius, aku berjanji mencintaimu sampai mati.” Tukas Dylan kembali memeluk gadisnya.


Tapi tangan kekar Papa Adam memisahkan Dylan dan Stephanie, bahkan orangtua ini berdiri di tengah keduanya.


“Kalian itu belum resmi menjadi pasangan, jadi kau jangan mendekati putriku.” Sentak Papa Adam melirik kepada putrinya dan calon menantu.


“Selamat bro, akhirnya kau jadi kakak ipar kami. Selamat bergabung dengan keluarga besar kami, aku Stefan Kenneth Bradley.” Pria tampan dengan warna bola mata sama dengan Stephanie ini mengulurkan tangan.


“Dylan”


“Selamat kakak ipar, aku bungsu dan semoga kau melindungi dari dua kakak yang tidak menyayangi adiknya ini. Salam kenal aku Steve Rhys Bradley.” Steve mengulurkan tangan.


“Ok, aku tidak perlu berkenalan denganmu karena kau tahu siapa aku, dan selamat, kegigihanmu membuahkan hasil.” Ujar Dariel merangkul istrinya.


“Hi Dylan, terima kasih bersedia menikahi sepupuku yang aneh ini. Aku Dwyne, dan ini anak-anakku, oh kau jangan tanya suamiku karena dia rajin bekerja.” Saudari kembar Dariel memperkenalkan diri.


Dwyne memperkenalkan Denna, Dayana dan Kevin yang sibuk dengan anak-anak di kursi.


Kemudian semua serempak menyambut Dylan.


"Selamat datang di keluarga Bradley”. Teriak anggota keluarga itu.  

__ADS_1


TBC


 


__ADS_2