My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby
Bab 41 - Pergilah


__ADS_3

BAB 41


“Tapi Tuan kami saling mencintai, aku tidak akan pergi kemana-mana sampai Stephanie bangun.” Jawab Dylan, tegas tidak ada keraguan sama sekali. Ia yakin bahwa Stephanie juga tidak menginginkan dirinya pergi.


Untuk pertama kalinya Dylan berhadapan secara langsung dengan calon mertua. Apa yang ditakutkan Dylan benar terjadi, orangtua Stephanie tidak menyukainya sama sekali, semua terjadi karena ulah Chloe.


“Ck. Anak muda, saling mencintai apa? Sebaiknya kau pergi sebelum menangis darah, ku pastikan putriku tidak pernah memiliki perasaan apapun kepada pria seperti mu, hanya membuat masalah.” Sanggah Papa Adam, jangan dikira dia tidak tahu masa lalu Dylan Manassero, seorang Casanova yang memiliki kekasih banyak, berganti setiap musim.


“Baik, Tuan bisa tanyakan sendiri pada Stephanie, aku yakin dia akan menjawab apa adanya.” Jawab Dylan tidak gentar sama sekali. Inilah saat yang tepat untuk memperjuangkan Stephanie. Dia akan membuktikan memang layak untuk memiliki putri sulung dari Adam Bradley.


Dylan terus memandangi ruang perawatan, menunggu gadisnya siuman dan mencarinya.


Tidak lama seorang wanita cantik datang sembari menangis, setengah berlari menghampiri keluarga kekasihnya. Bisa Dylan pastikan calon ibu mertuanya baru saja datang, dan sekarang lengkap sudah di rumah sakit ini anggota keluarga Stephanie yang sangat ingin ditemui.


Wanita berambut pirang itu melihat Dylan dengan tatapan pilu, setelah mendengar penuturan suaminya. Mereka berempat menghilang dan masuk ke ruang perawatan.


Sementara Dylan menunggu di luar bersama seorang sepupu Stephanie.


“Hi bro … ah sepertinya usia kita jauh berbeda, tapi bukan masalah. Bagaimana nasib wanita yang tertimpa batang pohon?” tanya Dariel, duduk di samping Dylan.


Tentu saja Dylan tidak asing dengan pria di sisinya, sebab dia salah satu rekan bisnis mantan rivalnya, mereka bertemu beberapa kali di Spanyol.

__ADS_1


“Akh Chloe? Menurutku dia masih hidup dan artinya baik-baik saja, polisi langsung membawa Chloe dan Jacob.” Dylan menjelaskan apa yang dilihat.


“Kau sepupu Stephanie benar kan? Aku tidak menyangka, dunia begitu sempit, kita bertemu di kantor dan sekarang rumah sakit.” Tawa Dylan, berusaha menghilangkan rasa cemas di hati karena tidak mendapat izin untuk masuk ke dalam.


“Ya benar, kami saudara sepupu tumbuh dan terbiasa berbagi bersama sejak kecil. Aku tidak menyangka kau menyukai sepupuku.” Balas Dariel penuh arti, ia ingat beberapa kali melihat Chloe mendampingi Dylan untuk acara bisnis.


Tiba-tiba Steve menyembulkan kepala memanggil Dariel, untuk membawa masuk Dylan, sebab ada beberapa hal yang perlu disampaikan oleh Papa Adam.


“Stephanie?” panggil Dylan, tersenyum melihat kekasihnya siuman dan tampak segar tidak pucat sama sekali.


“Kalian bicaralah berdua, tidak lama hanya sepuluh menit. Aku tidak mau putriku sakit lagi.” Geram Adam Bradley. Berjalan melewati Dylan, bahkan sengaja menabrak bahu pria itu.


Kesan pertama saja sudah gagal mendapatkan hati calon mertua.  Tentu saja orangtua mana yang ingin anaknya dalam bahaya? Tidak ada. Begitupun dengan Adam, ia akan membawa putrinya pulang.


Percuma menjalin hubungan dengan pria yang masih memiliki masa lalu, bahkan belum terlepas dari semua masalah, dan saat ini Dylan dihadapkan pada suatu pilihan antara hati dan perusahaan serta ayahnya yang terbaring sakit.


Stephanie tidak mau egois, karena banyak orang yang dipertaruhkan di sini, nasib seluruh pegawai perusahaan menjadi pikirannya. Tidak mungkin mereka semua terseret oleh masalah cinta segitiga antara Stephanie, Dylan dan Chloe Martinez.


“Sayang, apa  yang kamu rasakan? Aku takut.” Dylan mendekat, ingin memeluk kekasihnya tapi apa yang terjadi? Hanya penolakan dari Stephanie.


Gadis itu merentangkan tangan.

__ADS_1


“Aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini Dylan. Terima kasih banyak atas semua kebaikanmu. Aku akan melunasi semua hari ini. Kita sama-sama impas, dan kamu sebaiknya pulang ke Madrid, semoga Tuan Besar segera pulih.” Stephanie menunduk menggulir layar ponsel, kemudian tidak lama menunjukan bukti pembayaran $500 Ribu ke akun mantan kekasihnya.


“Sayang. Baby aku tidak pernah berharap kamu mengembalikan semua itu. Aku tidak mau hubungan kita berkahir, aku akan melamar dan menikahi kamu, dengar itu baby.” Tegas Dylan. Dia tidak menyangka kekasihnya tegas mengucap kata perpisahan. Sakit hati Dylan mendengarnya, kali ini apapun akan dilakukan untuk mempertahankan hubungan keduanya.


“Pergilah Dylan, aku juga mau pulang ke rumahku. Jangan cari aku lagi.” Kata-kata Stephanie menghujam lubuk hati Dylan. Pria ini terluka untuk kedua kalinya.


Jadi selama ini pernyataan cintanya tiada arti bagi Stephanie. Hanya dianggap angin berlalu, tanpa perasaan gadisnya mengucapkan semua dengan lantang, tidak berusaha membalas perasaan seorang Dylan Manassero.


Walaupun cinta bertepuk sebelah tangan, mantan casanova ini tetap berusaha mengukir senyum di bibir. Baginya semua belum berakhir masih ada hari esok dan esok yang akan menjadi saksi perjuangan.


“Cepat sembuh baby. Malam ini aku pulang, besok aku ke sini lagi. Jangan harap kamu bisa lepas, itu tidak akan terjadi.” Dylan membelai kepala gadisnya lalu berjalan keluar.


Di depan pintu, ia mendapat tatapan sinis dari keluarga kekasihnya. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka. Hanya mata bicara bahwa Dylan harus menjauh dari Stephanie.


“Oh god, menyedihkan sekali nasib kisah cintamu Dylan. Sekalinya bertemu tidak mendapat restu dari calon mertua.” Batin Dylan, masih terus menatap pintu ruang perawatan yang kini tertutup rapat.


Dia tidak diam saja, melainkan menghubungi seseorang untuk menjaga kamar kekasihnya. Dylan takut esok hari Stephanie menghilang, mengingat keluarga Bradley juga memiliki kekuatan. Jadi ia lebih dulu  mengantisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.


“Han perintahkan beberapa orang untuk menjaga gadisku di depan ruangan dan luar rumah sakit. Aku tidak mau kehilangan Stephanie. Paling lambat tiga puluh menit dari sekarang mereka harus tiba disini.” Dylan tegas memerintahkan Han.


Pria ini pun hanya bisa kembali ke penthouse, dan esok pagi sekali datang menjenguk kekasih hatinya.

__ADS_1


“Aku pulang dulu Baby. Semoga besok, hari baik untuk kita.” Dylan melengkungkan senyum kemudian keluar dari rumah sakit.


TBC


__ADS_2