
Episode 27:
Pagi-pagi sekali Alina sudah berkutat di dapur. Tadi setelah mandi dan sholat subuh Li kembali tidur, sedangkan Alina memutuskan untuk memasak sarapan untuk suaminya.
Dan tak lama setelah Alina selesai memasak dan menata makanan nya, Li keluar dari kamar nya dan menghampiri Alina serta memeluk Alina dari belakang.
" Assalamualaikum, selamat pagi istri ku!" Sapa Li, setelah itu ia juga membenamkan wajahnya di ceruk leher Alina.
" Waalaikumsalam, selamat pagi juga suami ku yang manja." Jawab Alina. Alina yang telah selesai menata piring-piring, ia berbalik agar berhadapan dengan Li.
" Kamu masak apa pagi-pagi begini sudah sibuk di dapur?"
" Lina masak nasi liwet, sambal, ada lalapan nya juga, terus sama ayam bakar. Sini Aa makan dulu!" Ajak Alina. Ia melepaskan pelukan Li dan mulai memposisikan diri nya untuk duduk, begitu pun dengan Li, meski ia sedikit agak bingung dengan semua menu yang di masak istri nya, sebab ia sering mendengar nya namun belum pernah memakannya.
" Pagi-pagi makan makanan berat? Bagaimana rasanya? Aa belum pernah makan sebelumnya."
" Tidak apa-apa A' kalau cuma sesekali sarapan nya pakai makanan berat, biar Aa sedikit-sedikit tahu tentang masakan khas Indonesia." Ucap Alina sambil menyendokan nasi serta lauk pauk nya kedalam piring Li.
" Maaf ya A' Lina tidak bisa masak makanan yang seperti mama Aisyah masak seperti biasa, mangkanya Lina masak yang Alina bisa aja." Lanjut Alina.
" Tidak apa-apa sayang, malahan Aa sangat senang bisa makan makanan ini." Keduanya lantas tersenyum.
" Ya sudah, boleh Aa makan sekarang?"
" Ya tentu boleh atuh A', tidak mungkin kan cuma di liatin aja." Li pun mulai menyantap makanan nya.
" Aa tidak bohong ini enak sekali, Aa baru kali ini makan nya, tapi ini betul-betul sangat lezat sekali!" Alina tersenyum senang karena Li menyukai masakan nya. Tak banyak komentar lagi, Li terus menikmati makanan nya hingga tandas tak tersisa.
" Aa tidak apa-apa jika setiap hari kamu masak ini." Ucap Li setelah selesai makan.
" Alhamdulillah kalau Aa suka sama masakan nya, Lina jadi semangat buat masakin Aa terus setiap hari." Keduanya lantas tersenyum.
Tak lama mereka di kejutkan oleh seseorang yang menekan bel apartemen mereka.
" Siapa ya A' bertamu pagi-pagi begini?" Tanya Alina.
" Entahlah, mungkin tukang paket. Apa kamu ada memesan sesuatu?" Li balik bertanya.
__ADS_1
" Tidak! Biar Alina buka dulu pintu nya ya A'?" Izin Alina. Li pun mengangguk, Alina segera membukakan pintu untuk tamu mereka yang datang di pagi hari tersebut.
Setelah Alina membukakan pintu, di sana telah berdiri seorang wanita cantik dan berpakaian sangat seksi, ia memainkan kuku-kuku nya dengan gaya angkuh.
Alina mengenali wanita seksi tersebut, yang tak lain adalah Cassandra, artis terkenal yang sering beradu akting dengan suaminya, juga orang yang di jodohkan dengan Li suaminya.
" Ca_cari siapa ya kak?" Sebenarnya Alina hanya berbasa-basi. Ia tahu Cassandra datang ke apartemen nya untuk mencari suaminya.
" Kenalkan, saya calon istri Li Chung Yuu! Anda siapa? Pasti pembantu baru di apartemen ini kan?" Ucap Cassandra dengan angkuhnya.
" Sa_saya!"
" Ini pakaian model apa? Kenapa terlihat norak sekali?" Cassandra memegang pakaian Alina dengan gaya angkuh lalu menghempaskan nya dengan kasar.
" Mari masuk kak!" Tak menjawab, Alina hanya mempersilahkan Cassandra masuk, karena sebagai tamu patut untuk di hormati dan di layani dengan baik.
Dengan angkuh dan berjalan bak wanita penggoda, Cassandra masuk ke dalam apartemen Li. Namun bukannya duduk, Cassandra malah masuk lebih jauh lagi, seperti merasa dirinya adalah sang pemilik rumah.
" Di mana Li?"
" Dia,,,,,,!!"
" Li akhirnya kau menemaniku, kau tahu? aku sangat merindukanmu!"
Dengan tidak tahu malunya, Cassandra menghampiri Li dan langsung memeluk nya. Hal itu tentu saja membuat Li merasa risih dan mencoba melepaskan pelukannya, namun nampaknya pelukan Cassandra begitu erat hingga sulit untuk di lepas kan.
Alina hanya bisa membuang muka nya agar tak melihat pemandangan di depan mata nya itu. Cemburu? Jelas. Alina bukan wanita yang kuat saat melihat suaminya di peluk wanita lain dengan sedemikian rupa.
Li yang menyadari bahwa istri nya sedang tidak baik-baik saja pun lantas merasa tak nyaman dengan situasi tersebut.
" Cassandra tolong lepaskan saya!" Pintu Li dengan nada bicara yang masih terdengar normal.
" Tidak mau! Aku masih sangat merindukan mu Li." Rengek Cassandra dengan nada manja.
Hingga dua kali Li meminta agar Cassandra mau melepaskan pelukannya, namun Cassandra masih tetap pada pendiriannya. Ia malah semakin erat saja memeluk Li.
Dengan sekuat tenaga Li mencoba melepaskan pelukan Cassandra kembali, hingga habis sudah kesabaran yang di miliki Li.
__ADS_1
" Saya bilang LEPASKAN SAYA CASSANDRA!!" Teriak Li, hingga membuat Cassandra bahkan Alina terkejut mendengar nya. Cassandra melepaskan pelukannya dengan perlahan, serta menjauh dari Li karena merasa menciut dengan bentakan Li tersebut.
" Li, kau membentak ku?" Ucap Cassandra sendu. Sedangkan Li hanya memalingkan wajahnya ke samping dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan Cassandra.
" Baiklah tidak apa-apa, lagi pula ini bukan yang pertama kali kau membentak ku." Ucap Cassandra. Ia memaksakan senyumnya kembali.
" Oh iya Li, apa kau memperkerjakan wanita aneh ini sebagai pembantu? Sejak kapan? Kenapa kau tak pernah mengatakan nya pada ku?"
" Pembantu?" Beo Li.
" Iya, wanita norak ini pasti pembantu baru mu kan? Mengapa kau tidak memperkerjakan seorang pria saja? Kau tahu, aku cemburu Li!."
" Ah tapi tidak apa-apa, lagi pula aku ini sangat aneh, .engapa juga aku harus merasa cemburu kepada wanita norak, kampungan dan pastinya bo*oh itu. Aku yakin kau tidak akan tergoda dengan nya, penampilannya saja aneh begitu." Cibir Cassandra pada Alina. Alina hanya menunduk dalam di hina sedemikian rupa oleh Cassandra. Bukan ia tak ingin melawan, namun biarlah suaminya saja yang menyelesaikan nya, sebab jika dia ikut campur, Alina takut itu akan berdampak pada karier Li.
" Jangan membuang-buang waktu ku, kata kan apa tujuan mu ke sini?" Tanya Li yang sedari tadi menahan geram nya.
" Aku ke sini ingin membujuk mu agar memikirkan kembali tawaran perjodohan kita."
" Bukannya sudah ku katakan berulang kali bahwa aku menoleh perjodohan itu."
" Iya tapi apa alasan mu menolak ku? Bukankah dulu kita saling suka? Mengapa sekarang kau sulit sekali di ajak menikah?" Pengakuan Cassandra membuat Alina terkejut, namun sebisa mungkin ia sembunyikan rasa keterkejutan nya.
" Karena perasaan ku sekarang telah berubah, dan aku tetap akan menolak perjodohan itu." Ucap Li talak. Cassandra kembali akan mengatakan sesuatu pada Li, namun ia urungkan karena melihat Alina yang masih berada di sana.
" Hey wanita bo*oh! Mengapa kau masih berdiri di sana? Apa kau di gaji hanya untuk mendengarkan tuan mu mengobrol? Dasar wanita kampungan!" Cibir Cassandra. Alina hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam tanpa menjawab.
" Berhenti mengatakan dia seperti itu Cassandra!" Li semakin merasa geram. Ia sedikit meninggikan suaranya pada Cassandra.
" Memang nya mengapa? Bukankah itu memang benar? Dia itu tidak tahu sopan santun, dasar bo*oh!"
" KU BILANG BERHENTI MENYEBUTNYA SEPERTI ITU!!"
" Memang nya kenapa? Siapa dia hingga kau se marah ini pada ku?"
" Kau tahu siapa wanita yang kau sebut bo*oh itu?." Tanya Li dengan senyum menyeringai. Cassandra hanya menggeleng. Mati-matian dia menahan emosi nya agar tidak menjadi-menjadi, namun ia benar-benar tak habis pikir dengan Cassandra yang terus saja menghina Alina.
" DIA ALINA ISTRI SAH KU!!" Ucap Li dengan lantang.
__ADS_1
Terasa runtuh dunia Cassandra mendengar pengakuan dari Li yang menurutnya tidak masuk akal. Seorang Li rela menikah dengan seorang wanita aneh yang hanya seorang rakyat biasa.
Harapan nya yang ia yakini akan bersama Li, seakan hancur seketika. Ia seakan kehilangan semangat hidup nya, ia menutup mulutnya dan menggeleng, ia seolah menolak untuk percaya dengan fakta yang baru ia dengar sendiri dari mulut Li.