
Episode 30:
Karena kecekatan Li merawat Alina, akhirnya Alina kini telah sembuh total, mereka juga berencana untuk pulang ke rumah Ferdi sekaligus meminta izin untuk pindah ke apartemen Li.
" Kamu sudah siap sayang?" Tanya Li pada Alina, Li sudah siap dengan setelan Hoodie sweater dan celana jeans nya, tak lupa ia juga memakai kacamata hitam dan masker nya.
" Sudah A', tinggal ambil tas saja lagi." Jawab Alina.
Setelah semuanya selesai, mereka pun segera berangkat ke rumah Ferdi.
Mereka pun telah sampai di depan pintu rumah Ferdi yang nampak terbuka. Mereka berniat akan mengucapkan salam, namun urung karena melihat sebuah berita di televisi yang sedang Ferdi tonton.
( Di kabarkan seorang aktor yang bernama Li Chung yuu saat ini sedang dekat dengan lawan mainnya yang bernama Cassandra, terbukti di dalam video tersebut mereka nampak sangat mesra. Li juga terlihat sedang menggendong Cassandra dan masuk ke dalam sebuah apartemen, di duga apartemen tersebut milik pribadi Cassandra, namun keterangan itu masih simpang siur)
" Assalamualaikum!" Ucap Alina, ia lantas meninggalkan Li begitu saja yang masih berdiri di ambang pintu.
" Waalaikumsalam!" Jawab Ferdi yang sedang berada di ruang tamu, tepatnya di depan televisi. Ferdi menoleh ke asal suara dan langsung menghampiri Alina, namun pandangan nya tak lepas dari Li. Li yang berada di situasi yang tidak nyaman tersebut merasa canggung dan salah tingkah.
" Eh nak kamu sudah pulang, kok tidak bilang-bilang kalau mau pulang? Kalau kamu bilang kan mama kamu bisa masakin makanan kesukaan kamu." Ucap Ferdi yang sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Li yang masih berdiri di depan pintu. Li pun memberanikan diri untuk menghampiri mereka berdua.
" Assalamualaikum pak!"
" Waalaikumsalam!" Li meraih tangan Ferdi dan mencium nya.
__ADS_1
" Pak Lina mau ke kamar duluan ya, capek banget soalnya." Ferdi mengangguk, dan Alina pun ingin beranjak ke kamar nya, namun Li mencegah nya dan memegangi tangan Alina.
" Tunggu sayang! Kamu harus mendengarkan penjelasan Aa dulu!" Mohon Li, Alina pun berbalik untuk menatap Li, lalu dia tersenyum.
" Nanti aja ya A', Alina lelah soalnya, mau istirahat." Ucap Alina selembut mungkin agar Li tidak tersinggung, padahal saat ini hati nya sedang tercabik-cabik setelah mendengar berita di televisi tadi, namun ia hanya ingin menenangkan diri terlebih dahulu sebelum membahas hal tersebut, agar tidak menimbulkan emosi jika membahas nya terlalu cepat.
" Aa mohon, please! Dengarkan penjelasan Aa dulu ya, setelah itu kamu mau marah silahkan, Aa ikhlas." Mohon Li dengan sangat. Alina pasrah, ia menghempaskan nafasnya secara kasar.
" Ya sudah, Alina akan dengerin penjelasan Aa, tapi kalau Aa sudah selesai, Alina izin ke kamar ya." Ucap Alina memaksakan senyumnya. Sedangkan Ferdi meminta izin masuk ke dalam agar pasangan suami istri tersebut bisa leluasa menyelesaikan masalahnya.
Dengarkan Aa, itu tidak seperti yang terjadi." Ucap Li.
" Lalu apa yang terjadi A'? Bukankah di dalam video itu Aa? Atau itu hanya editan?" Ucap Alina dengan rentetan pertanyaan.
" I_itu memang Aa sayang." Ucap Li dengan suara yang hampir tak terdengar.
" Menolong bagaimana maksud Aa?" Alina memicingkan mata nya.
" Jadi begini ceritanya, Aa dan Tian menemukan dia di bar sedang mabuk berat, karena dia sedang sendirian dan tidak ada yang menolong, jadi kita berdua memutuskan untuk mengantarkan dia pulang. Akan tetapi, karena kami takut ayahnya marah jika kami membawanya pulang ke rumah nya, jadi kami memutuskan untuk membawa Cassandra ke apartemen Tian, begitu sayang." Jelas Li, namun ia masih belum berani menjelaskan secara detail kejadian yang sebenarnya pada Alina.
" Terus kenapa harus Aa yang menggendong dia masuk ke dalam? Kenapa tidak Tian saja yang jelas-jelas masih jomblo, Aa tahu kan, kalau Aa sama Cassandra itu bukan muhrim?"
" Ya karena, Aa merasa tidak enak kepada Tian, karena dari awal dia yang mengurus Cassandra, jadi kita gantian. Aa yakin kalau dalam kondisi darurat, tidak apa-apa." Ucap Li.
__ADS_1
" Terus kenapa Aa malam itu tidak pulang saja setelah mengantarkan Cassandra?" Kali ini Li benar-benar di buat tak berkutik dengan pertanyaan Alina, ia hanya diam seribu bahasa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" E,,,,,,,, itu,,,,,, karena!" Li bingung, ia tidak tahu harus menjawab apa.
" Kenapa A', kok Aa bingung jawabnya?" Tanya Alina.
" Apa karena itu adalah kemauan Aa? Apa karena Aa masih memiliki perasaan terhadap Cassandra?" Tanya Alina yang mulai terbawa emosi.
" Kenapa diam? Benar kan A'?" Alina lantas tertawa miris di balik cadar nya.
" Sudah lah A', Alina mau istirahat, Alina butuh waktu untuk sendiri." Ucap nya, setelah itu ia pun berlalu dan pergi ke kamar nya.
" Alina, please jangan begini Alina! Kamu salah faham." Teriak Li, namun Alina sama sekali tidak mendengarkan ucapan Li dan terus berlari menuju kamar nya.
" ALINA!!" Li merasa frustasi, ia lantas duduk di sofa dengan tangan yang menjambak rambut sendiri, wajahnya ia benamkan pada kaki. Tiba-tiba punggung nya di sentuh oleh seseorang, dia pun menoleh untuk memastikan siapa orang tersebut, dan ternyata dia adalah Ferdi yang di dampingi Aisyah.
" Pak Ferdi, Bu Aisyah!" Ucap Li, dia pun berdiri untuk mensejajarkan posisi mereka.
" Nak, kamu pulang lah dulu ke apartemen mu, nanti jika kondisi nya sudah memungkinkan untuk datang, kamu jemput lah dia untuk ikut bersamamu!" Saran Ferdi.
" Iya nak Li, biarkan dulu Lina menenangkan diri nya untuk sementara waktu, nanti jika dia sudah bisa di ajak bicara, maka bicarakan lah semua itu dari hati ke hati!" Timpal Aisyah menimpali.
" Tapi pak Ferdi dan Bu Aisyah percaya kan kalau saya tidak akan mengkhianati Alina? Kalian percaya kan kalau saya hanya mencintai Alina?" Tanya Li. Aisyah dan Ferdi mengangguk Bersamaan, mereka tersenyum tulus pada Li, seolah tak ada keraguan pada mereka untuk Li.
__ADS_1
" Iya kami percaya. Ya sudah lebih baik kamu juga menenangkan diri, jangan lupa sholat dan serahkan semua pada Nya, biarkan saja dulu Alina di sini, beri dia waktu!" Ucap Aisyah memberi nasehat untuk Li.
Li hanya bisa pasrah dengan keadaan ini, toh mau di paksakan bagaimana pun Alina tetap pada pendiriannya untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Dan apapun yang di lakukan dengan paksaan, tetap hasil nya tidak akan sempurna.