
Episode 28:
Cassandra menutup mulutnya seraya menggeleng. Ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
" Tidak mungkin!! Kau pasti berbohong kan Li?." Ucap Cassandra syok.
" Kau hanya membohongi ku agar aku menjauh dari mu, iya kan?. Kau marah pada ku karena aku menuruti keinginan ayah ku kan? Sebenarnya kau masih menyayangi ku kan Li?."
" Kau salah memilih wanita untuk menjadi istri pura-pura mu Li. Aku tidak akan percaya jika yang menjadi istri mu adalah wanita bodoh ini, dia lebih pantas menjadi seorang pembantu dari pada sebagai istri mu!."
Plakkkk
Wajah Cassandra terlempar ke samping karena di hadiahi sebuah tamparan oleh Li.
" Ka_u menamparku?" Ucap Cassandra dengan linangan air mata.
Seakan menyesal dengan apa yang baru saja ia lakukan, Li memandangi tangan nya yang ia gunakan untuk menampar wajah Cassandra tadi dengan penuh penyesalan.
" Hanya karena wanita ini kau berani menamparku?. Baiklah, kau akan tahu sendiri akibatnya karena telah menyakiti dan mempermalukan ku!" Ucap Cassandra dengan penuh penekanan. Setelah mengatakan demikian, Cassandra lantas pergi dari apartemen Li sambil menangis.
Li masih saja diam di tempat nya tanpa bergerak sedikit pun. Entah mengapa perasaan iba dan rasa sesal nya begitu mendalam terhadap Cassandra, apakah mungkin karena kisah masa lalu yang belum selesai?.
Dengan ragu Alina mendekati Li yang masih dengan tatapan kosong nya.
" A' !" Panggil Alina, namun Li nampak tak bergeming sedikitpun.
"Aa Li?" Kini Alina sedikit mengeraskan suara nya agar Li bisa mendengar nya. Dan benar saja, Li seakan tersadar dari lamunannya, ia terkejut dan langsung menoleh pada Alina.
" Eh,,,, Ke_napa Alina?"
" Kok Aa diam? Lagi memikirkan apa A?"
" Tidak lagi memikirkan apa-apa, Aa hanya sedang lelah saja. Kalau begitu Aa ke kamar dulu ya."
" Aa mau tidur lagi? Ini sudah jam sepuluh loh A."
" Tidak, Aa hanya ingin mengambil ponsel Aa yang ketinggalan di kamar." Li pun lantas bergegas ke kamar nya untuk mengambil ponselnya.
Tak berselang lama, Li kembali menghampiri Alina yang saat ini sedang membereskan sisa makanan tadi.
" Lina Aa mau keluar sebentar, tadi manajer Aa telpon, katanya hari ini ada pemotretan." Ucap Li meminta izin.
" Aa pulang jam berapa?"
" Mungkin Aa akan pulang jam sepuluh malam, nanti kamu jangan nungguin Aa ya! Kalau mau tidur atau makan, duluan saja, takut nya kamu kelaparan atau ngantuk kalau nungguin Aa."
" Kalau jam segitu mah, Alina masih sanggup kok. Alina nunggu sampai Aa pulang saja." Ucap Alina Keukeh.
__ADS_1
" Ya sudah terserah kamu saja. Kalau begitu Aa pergi dulu ya, assalamualaikum!"
" Waalaikumsalam!" Setelah Alina mencium tangan nya, Li pun segera pergi. Alina merasa ada yang aneh pada sikap Li, setelah bersalaman dan mencium tangan, biasanya Li akan mencium kening Alina, namun kali ini Li seakan melupakan itu.
Namun Alina masih berpikir positif, mungkin karena Li terburu-buru sehingga ia lupa melakukan nya.
Li menancap gas nya untuk menuju ke studio. Dia tidak berbohong, dia memang ada pemotretan, meskipun selain itu ia ingin mencari Cassandra yang saat ini sedang terluka karena nya.
Li tahu benar, jika Cassandra sedang merasa kesal atau marah, maka dia bisa berbuat nekad dan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya dan karirnya.
Contohnya waktu lalu saat mereka putus, Cassandra nekad melakukan percobaan bu*uh diri hingga ia di larikan ke rumah sakit karena pendarahan. Ia menyayat pergelangan tangan nya sendiri hingga membuatnya kehilangan banyak darah.
Li hanya tidak mau jika kejadian itu terulang lagi, kali ini bukan hanya merugikan tubuh Cassandra saja, namun juga karirnya akan hancur, dan nama Li juga akan terseret dalam masalah ini.
Dan benar saja, setelah melakukan pemotretan, Li meminta bantuan kepada Tian untuk mencari Cassandra. Dia juga sudah menghubungi rumah Cassandra, namun asisten nya mengatakan bahwa Cassandra tidak pulang ke rumah sejak pagi tadi.
Li dan Tian mencari di berbagai tempat yang biasa di kunjungi Cassandra, namun hasilnya nihil.
Hari sudah mulai gelap, namun mereka masih belum menemukan keberadaan Cassandra. Masih ada satu tempat yang belum mereka kunjungi, mereka lantas segera pergi ke tempat tersebut, yaitu club.
Li terpaksa harus masuk ke tempat itu lagi. Sebenarnya ia sangat takut jika harus masuk ke tempat haram itu lagi, dulu dia memang pernah ke sana sekedar untuk minum bersama saja, namun lain halnya dengan sekarang. Dia harus menjaga pandangan nya jika masuk ke dalam sana, karena di tempat itu pasti nya banyak wanita yang berpakaian kekurangan bahan.
" Hey Li, kenapa kau dari tadi hanya menunduk saja?" Tanya Tian yang melihat Li yang tidak seperti biasanya.
" Tidak apa-apa, aku hanya takut jika ada yang mengenali ku."
" Iya aku tahu. Sudah kau tidak usah banyak protes!" Tian pun hanya bisa diam dan menuruti perintah Li.
" Li, lihat di sana, itu bukankah Cassandra?" Tunjuk Tian pada seorang wanita yang sedang bersama pria, mereka nampak nya begitu mesra.
Li menajamkan penglihatan untuk melihat apa yang Li tunjuk.
Seketika ia menyadari bahwa itu memang benar Cassandra, Li langsung menghampiri nya dan memukul pria yang sedang meliuk-liuk di atas tubuh Cassandra.
Bukghh,,,,,,,,
" Lepaskan dia sialan!"
Pria itu pun terjerembab ke lantai akibat pukulan Li yang sangat kuat.
" Hay bung, memangnya kau siapa berani-berani nya datang dan memukul ku?" Tanya si pria merasa tak terima. Nampak nya pria itu mabuk hingga tak mengenali Li.
" Untuk apa aku memberi tahu mu siapa aku? Membuang waktu ku saja." Li pun mendorong tubuh pria itu dan segera memapah Cassandra yang seperti nya sedang mabuk berat.
" Kita akan membawa nya kemana?" Tanya Tian saat mereka sudah berada di dalam mobil.
" Entahlah, mungkin ke rumah nya." Usul Li.
__ADS_1
" Ah yang bener saja, apa kau sudah gila? Jika kita mengantarkan nya ke rumah dan jika pak Yun bertanya, kita harus menjawab apa? Tidak, aku tidak mau ikut-ikutan di amuk oleh nya."
" Lalu kemana? Apa ke apartemen mu saja?" Tanya Li pada Tian.
" Mengapa harus aku? Mengapa tidak kau saja?"
" Aku tidak bisa, aku mohon padamu ya!" Ucap Li dengan wajah memelas nya. Akhirnya Tian pun setuju.
Sedangkan Cassandra sedari tadi tak henti-hentinya menyebutkan nama Li.
" Li kau jahat pada ku, aku benci kau!" Racau Cassandra. Tidak hanya itu, ia juga menciumi wajah Tian yang berada di samping nya, membuat Tian merasa risih.
" Li, apa kita bisa tukar posisi? Mulutnya sangat bau, aku tidak tahan." Keluh Tian, sedang kan Li hanya tertawa melihat sahabat sekaligus manajer nya itu kewalahan menghadapi Cassandra yang sedang mabuk berat. Cassandra menyangka Tian itu adalah Li sehingga ia terus saja menciumi wajah hingga leher Tian, membuat sang empu bergidik geli.
" Maaf kawan itu tidak akan terjadi. Nikmati saja, bukankah itu nikmat rasanya." Li kembali menertawakan Tian dengan wajah tanpa dosa.
" Ah kau benar sekali, lama-lama aku tidak tahan jika terus begini. Aku ini juga seorang pria normal." Keluh Tian yang sudah merasa tidak tahan dengan perilaku Cassandra.
" Baiklah, sekarang kita akan segera ke apartemen mu saja!" Usul Li. Ia pun segera melajukan mobilnya ke apartemen Tian.
" Aku mohon, kali ini kau saja yang mengendong nya sampai ke dalam ya!" Ucap Tian.
" Tidak, aku tidak mau!" Tolak Li.
" Ah kau ini benar-benar tidak tahu terimakasih."
" Maksud mu?" Tanya Li heran.
" Yang pertama, Cassandra begini itu karena kau, kedua, sepanjang perjalanan aku harus menahan hasrat ku, ketiga, apartemen ini adalah milik ku, dan sekarang aku juga yang harus menggendongnya ke dalam? Benar-benar teman tidak ada akhlak kau ini."kesal Tian. Li hanya terkekeh, namun ia juga membenarkan perkataan Tian. Ia pun merasa tidak enak hati kepada Tian dan mencoba menguatkan diri untuk menggendong wanita yang bukan mahram nya ini. Ia yakin, jika itu adalah darurat, maka tidak apa-apa di lakukan.
Li pun telah sampai di kamar yang di sediakan untuk Cassandra, ia segera membaringkan tubuh Cassandra di atas tempat tidur.
Saat ia ingin keluar dan berencana akan pulang, tiba-tiba Cassandra menarik tangan Li dan membuat Li terjatuh dan menindih tubuh Cassandra.
" Jangan pergi, ku mohon!" Ucap Cassandra dengan memelas. Meskipun dalam keadaan yang tidak sadar, entah mengapa hati Li terasa terenyuh melihat keadaan Cassandra yang memprihatinkan, dan itu semua karena ulah nya.
Ia merasa menyesal karena telah menyakiti Cassandra. Seakan lupa dengan tujuan sebelumnya, dan seakan lupa bahwa dia telah memiliki seorang istri. Li pun mengiyakan permintaan Cassandra untuk menemaninya malam ini.
" Iya, aku tidak akan meninggalkan kamu." Li pun duduk kembali di samping Cassandra sampai Cassandra kembali terlelap sambil memeluk tangan Li.
Sedangkan Alina, ia sudah selesai memasak makan malam yang sudah ia siapkan untuk Li. Setelah selesai menata makanan nya, Alina juga telah selesai mandi dan membersihkan diri. Ia juga berdandan untuk menyambut kepulangan suaminya, berharap Li akan merasa senang karena melihat dirinya yang sudah wangi dan cantik.
" Udah jam segini tapi kok Aa belum pulang?" Ucap Alina bermonolog. Pasalnya jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun Li belum kunjung datang. Dengan sabar Alina menunggu Li dan duduk di kursi meja makan, ia yakin suaminya akan segera pulang.
" Apa makanan nya Lina taruh di sini aja dulu ya, nanti kalau Aa sudah pulang, tinggal Alina angetin aja makanannya." Ucap Alina.
Karena rasa ngantuk yang tidak bisa ia tahan lagi, Alina lantas tertidur.
__ADS_1