
Episode 57:
Setelah semua urusannya selesai, Li pun segera berangkat membelikan pesanan yang Alina inginkan.
Setelah membeli bubur ayam dan jus mangga yang diinginkan Alina, tak menunggu lama Li pun langsung kembali lagi dengan cepat ke rumah sakit. Ia sudah tidak sabar ingin memberikan makanan yang di pinta oleh Alina tersebut agar segera di makan oleh Alina.
Setelah memarkirkan mobilnya, dengan langkah semangat Li ingin segera bertemu Alina kembali, namun langkahnya malah berhenti karena dia melihat sebuah ambulance yang berhenti di depan rumah sakit tempat Alina di rawat juga. Namun bukan itu yang membuat ia menghentikan langkahnya, namun dari dalam ambulance tersebut Li melihat orang yang mirip dengan ayah dan adiknya yang baru saja keluar dari dalam mobil ambulance tersebut.
Karena penasaran, Li lebih mendekatkan diri pada mobil ambulance itu dan memperjelas pandangannya pada dua orang yang ia maksud sebagai adik dan ayahnya itu.
Dan benar saja dugaannya, ternyata benar dua orang yang dia maksud adalah adiknya yang bernama Chyou Yu dan ayahnya yang bernama Jung Hee Yu.
Li lalu mendekati dua orang yang saling berpelukan dengan pilu tersebut.
" Papa, Chyou, kenapa kalian ada disini?" tanya Li dengan perasaan yang sudah bercampur aduk antara khawatir dan masih bertanya-tanya.
Mendengar suara kakaknya, Chyou langsung menoleh dan langsung memeluk sang kakak dengan tangis pilu.
" Kakak, ibu kak," ucap gadis berusia enam belas tahun tersebut sambil menunjuk ke arah bunker yang mulai di turunkan dari mobil oleh petugas rumah sakit.
" Ibu kenapa Chyou?"
Li tahu apa yang dimaksud oleh Chyou, hanya saja ia tidak tahu mengapa ibunya tiba-tiba bisa masuk rumah sakit seperti itu.
" Nanti Papa kasih tau di dalam, sekarang biar Mama mu di tangani dokter dulu," ucap Jung Hee dengan menepuk pundak anaknya tersebut.
Li pun mengangguk, lalu mereka pun mengantarkan Ying untuk dibawa ke ruang UGD.
Hanya sampai di depan pintu masuk ruangan UGD, dokter dan para perawat pun memberitahukan mereka bahwa mereka hanya boleh mengantarkan Ying sampai di depan pintu saja.
Sedangkan Chyou kembali memeluk Li seolah sedang meminta kekuatan dari sang kakak tersebut. Chyou memang sangat akrab dengan kakaknya, tak seperti kebanyakan saudara-saudara yang lain yang selalu cekcok dan tidak akur, banyak orang yang beranggapan Chyou dan Li terlihat seperti sepasang kekasih jika orang yang tidak mengenal mereka.
Dan sialnya Gadis dan Alina yang kebetulan sedang keluar untuk mencari angin tersebut melihat Li yang memeluk Chyou dengan penuh kasih sayang.
Tentu saja mereka beranggapan dan berfikir negatif tentang Li karena sebelumnya baik Gadis maupun Alina memang tak mengetahui bahwa Li mempunyai seorang adik, sebab Li sendiri pun belum pernah mengatakannya kepada Alina karena memang belum ada waktu yang tepat.
Gadis yang memang memiliki sifat yang bertolak belakang dengan sang kakak tersebut pun merasa sangat marah dan ingin segera menghampiri mereka dan ia pun berniat akan menjambak rambut wanita yang sedang bersama Li tersebut.
" Kali ini teteh gak boleh diem aja, teteh harus la*rak mereka!" kata Gadis dengan nada geram.
" Jangan dulu dek, kita tidak tahu kan perempuan itu siapa, jangan asal la*rak aja dong! nanti kita sendiri yang malu," jawab Alina dengan bijaknya.
" Ih teteh kelamaan, biar gadis aja yang la*rak." Gadis lantas meninggalkan Alina yang masih duduk di kursi roda untuk menghampiri Li dan Chyou tanpa mau mendengarkan nasehat sang kakak.
" Dek, Gadis! tunggu dulu!." Dengan bersusah payah Alina mendorong kursi rodanya sendiri untuk mengejar Gadis.
__ADS_1
Tanpa di duga setelah sampai di depan Li dan Chyou, Gadis lantas menarik Chyou dari pelukan Li dengan sangat kasar. Tak sampai di situ, Gadis pun menampar wajah Chyou hingga wajah Chyou terdorong ke samping.
Alina merasa terlambat untuk mencegah keberutalan sang adik tersebut. Ia merasa malu terhadap Li dan gadis yang sebenarnya ia sendiri belum tahu apa hubungan gadis tersebut dengan suaminya. Namun ia tetap merasa tidak enak karena telah membiarkan adiknya bertindak gegabah.
Chyou memegangi pipinya yang terasa perih karena bekas tamparan wanita yang tidak ia kenal. Ia pun menatap tajam pada dua wanita yang berada di depannya tersebut, yaitu Alina dan Gadis.
Sedangkan Li menatap bingung pada Alina dan Gadis yang tiba-tiba muncul dan langsung menampar adiknya. Otaknya masih loading karena rasa terkejutnya.
" Dasar perempuan mur*han, mau-maunya sama laki orang. Gak ada laki-laki lain lagi apa?" teriak Gadis tanpa memikirkan bahwa saat ini dia sedang berada di rumah sakit. Dia juga menggunakan bahasanya yang membuat Chyou dan ayahnya tercengang bingung.
Alina yang merasa malu atas kelakuan adiknya tersebut pun mencoba mencegah Gadis agar tidak melakukan yang lebih jauh lagi.
" Dek sudah dek, malu di lihat orang!" kata Alina yang mencoba memperingati adiknya. Namun nampaknya Gadis tak perduli dengan larangan sang kakak. Ia seolah sudah di kuasai oleh se*an dan bertindak semaunya.
Sebenarnya niat Gadis baik, dia hanya tidak ingin melihat sang kakak di sakiti lagi seperti sebelumnya oleh Li, namun cara dan tingkahnya yang salah.
Sedangkan Chyou sendiri masih tak merespon ucapan Gadis, sebab ia sendiri tak mengerti apa yang di katakan oleh Gadis padanya.
" Kakak, mereka siapa. Kenapa tiba-tiba perempuan ini menyerang ku?" tanya Chyou pada Li sambil menunjuk pada Gadis dan Alina.
Sedangkan Alina dan Gadis menunggu jawaban dari Li untuk mengatakan yang sebenarnya pada gadis yang berada di hadapan mereka sekarang ini.
" Ayo A' jawab, jangan diam aja. Gentle dong jadi cowok!" kata Gadis terlihat geram dan tidak sabar menunggu jawaban Li.
" Aduh kalian ini kenapa sih, coba sekarang tentang dulu, duduk dulu, baru nanti dijelaskan!" kata Li yang menjadi penengah sekaligus dalang di balik kesalahpahaman mereka.
Li semakin pusing di buatnya. Dia mengacak rambutnya dengan kasar lalu duduk di sebuah kursi yang agak jauh dari ayahnya.
" Tuh kan gak bisa jawab kan teh,
Pasti bener kalau perempuan ini tuh korban dari Aa Li juga. Teteh sih gak percaya sama Gadis, selalu aja belain cowok kayak dia." Setelah menunjuk Chyou, Gadis pun beralih menunjuk Li.
Sedangkan Chyou yang merasa dirinya di bawa-bawa pun merasa tak terima meskipun dia sendiri tak mengerti apa yang Li dan Gadis bicarakan.
" Udah ya, ini tuh rumah sakit, gak boleh berisik di sini nanti mengganggu pasien yang lain!" ucap Alina yang masih berusaha menenangkan adiknya.
" Gak bisa teh, nih orang harus tau kalau berani nyakitin teteh bakalan berurusan langsung sama pawangnya," kata Gadis dengan nada yang menggebu-gebu.
Prrrrrrpppttt
Bukannya takut dengan an*aman Gadis, Li malah di buat tertawa dengan ucapan Gadis, membuat Gadis yang semula percaya diri dan bersiap untuk mengajar Li pun di buat bingung.
" Kok ketawa, emang ada yang lucu?" kata Gadis dengan kesal.
" Ada yang lucu," jawab Li.
__ADS_1
" Apa?"
" Modelan begini jadi pawangnya Alina, apa tidak salah? bukannya melindunginya, tapi malah minta di lindungi," Li tertawa di akhir ucapannya.
Gadis di buat semakin geram dan marah pada Li yang menganggap ocehannya adalah sebuah lelucon semata.
" Ini sebenarnya ada apa kak?" Chyou yang sedari tadi hanya menyimak saja tanpa tahu apa yang di bicarakan pun akhirnya ikut angkat bicara.
Li pun menoleh pada adiknya lalu tersenyum lembut.
" Bukan apa-apa Chyou, mereka hanya salah faham saja," kata Li.
" Iya Li, jika ada masalah sebaiknya di bicarakan di luar saja!" ucap ayahnya yang ikut angkat bicara.
" Baik Pa, ini hanya kesalahpahaman saja."
" Oh iya Pa, Chyou, mereka ini adalah istri dan adik ipar ku yang pernah aku bicarakan pada kalian," ucap Li yang sontak saja mengundang keterkejutan di antara mereka semua kecuali Gadis yang memang tak mengerti pembicaraan mereka.
" Pa?" tanya Alina yang tentunya tak kalah terkejutnya, sebab Li belum pernah mengenalkan dirinya pada keluarga Li kecuali Ying ibu dari Li sendiri.
Li pun mengangguk lalu tersenyum lembut dan mendekati Alina, mendorong kursi roda Alina untuk lebih dekat dengan tempat Jung Hee berdiri.
" Pa ini istri, namanya Alina. Maaf aku baru sempat mengenalkannya sekarang," ucap Li dengan segenap rasa bersalahnya.
Jung Hee memegang pucuk kepala Li dengan sayang lalu beralih menatap Alina dengan senyuman hangat.
Tanpa di duga Alina dengan susah payah mencoba untuk berdiri lalu menangkup kan kedua tangannya dengan menundukkan sedikit wajahnya.
" Sayang jangan banyak bergerak dulu, kamu kan belum pulih benar!" kata Li yang sempat merasa panik.
" Tidak apa-apa A', Lina udah agak mendingan kok."
" Iya Nak, lebih baik kau duduk saja di kursi mu!" tambah Jung Hee.
" Tidak apa-apa Pa, aku sudah membaik," jawab Alina.
" Kakak ipar! apakah kau kakak ipar ku?" ucap Chyou.
Alina menganguk dan tersenyum hangat pada Chyou.
" Wah ternyata kau memang benar-benar cantik ya, bahkan dengan tertutup kain seperti itu," kata Chyou memuji Alina.
" Terimakasih, kamu juga sangat cantik sekali."
" Apa sih. Nih lama-lama Gadis yang jadi patung di sini karena gak di ajak," kesal Gadis karena merasa dirinya di abaikan.
__ADS_1
Sontak saja semuanya tertuju pada Gadis.
" Gadis, ayo minta maaf sama Chyou, kalian itu saudara ipar loh." Ucapan Alina sontak saja membuat Gadis terperangah tak percaya.