My Idol My Imam

My Idol My Imam
Jebakan Cassandra


__ADS_3

Episode 31:


Li menurut, dia pulang dengan perasaan hampa tanpa Alina.


Sudah seminggu Li lalui tanpa Alina, hari-harinya ia lalui dengan selalu termenung, bahkan untuk mengurus dirinya saja ia tidak berselera, namun ia tidak pernah lupa akan kewajiban sebagai umat muslim. Ia selalu mengingat pesan Aisyah yang mengingatkan nya akan sholat lima waktu beserta Sunnah nya.


Saat ini Li sedang mengaduk mie instan nya, begitu lah setiap hari nya, Li selalu memakan mie instan tanpa berniat untuk memesan makanan melalui via online seperti sebelum ia menikah dengan Alina, dia hanya ingin makanan yang di masak oleh istrinya saja.


Ya, semenjak Alina memasak untuk Li, Li menjadi ketagihan dengan masakan yang Alina buat, sehingga ia tidak ingin makanan apa pun kecuali istrinya yang memasak untuk nya.


" Hay bung!"


Tiba-tiba saja Tian sudah berada di belakang Li, sehingga membuat Li terkejut dengan kedatangan Tian yang tiba-tiba dan langsung masuk tanpa permisi.


" Ck kau ini, membuat ku kaget saja. Jika aku memiliki riwayat penyakit jantung, apa kau mau tanggung jawab?" Gerutu Li, dia juga mengelus-elus dada nya.


Selain terkejut, Li juga merasa beruntung karena saat Tian datang, Alina tidak sedang berada di rumah.


" Ah lebay sekali kau, masa begitu saja jantungan." Cibir Tian.


" Hey, kau makan mie instan? Itu tidak sehat untuk tubuh mu." Nasehat Tian.


" Sekali-kali tidak apa-apa lah." Jawab Li sambil masih mengaduk mie buatannya.


" Lagi pula kalau ini tidak seperti kau yang biasanya yang selalu hidup sehat, apa kau sedang ada masalah?" Tanya Tian tepat sasaran.


Li menoleh pada Tian sesaat, lalu setelah itu ia kembali fokus pada mie nya.


" Tidak! Aku hanya sedang ingin makan mie instan saja, tidak ada masalah apapun." Elak Li.


" Hey Li, aku ini sahabat sekaligus manajer mu, apa pun yang terjadi pada mu aku selalu tahu, kecuali jika kau menyembunyikan sesuatu dari ku." Tian memicingkan matanya curiga.


Li sama sekali tidak berani untuk menatap Tian, ia tahu jika Tian selalu bisa membaca pikiran nya hanya dengan melihat dari raut wajah saja. Bukan karena apa, mereka sudah lebih dari tiga tahun bersama sebagai artis dan manajer, jadi Tian sudah hafal betul dengan sifat dan karakter Li.


" Ehemmm, tidak! Aku tidak menyembunyikan apa-apa dari mu." Elak Li.


Namun tak semudah itu Tian percaya kepada Li.


" Apa ini ada hubungannya dengan Cassandra?" Tanya Li seolah mengintrogasi.


" Tidak! Siapa bilang ini ada hubungannya dengan wanita itu." Ucap Li kesal, entah mengapa setiap mendengar nama Cassandra, Li selalu kesal.


" Atau ini ada hubungannya dengan gadis ninja itu?" Tebak Tian lagi.


" Itu cadar, bukan ninja." Ucap Li tak terima.

__ADS_1


" Ah apa pun itu namanya. Tapi benar kan ini ada hubungannya dengan gadis itu?" Tian tetep tak menyerah mengintrogasi Li.


" Tidak!" Jawab Li ketus.


" Lalu jika bukan Cassandra atau gadis itu, lalu dengan gadis mana lagi? Apa ada gadis lain lagi?" Tian merasa menyerah untuk menembak masalah yang di alami artis nya itu.


" Sudahlah Tian, ini bukan urusan mu!" Jawab Li dengan kesal.


" Kau ini kenapa sih teman? Katakan pada ku agar aku bisa membantu masalah mu!" Ucap Tian.


Li lantas membawa mie nya dan duduk di meja makan serta memakan mie nya.


" Sudah lah, jangan tanya-tanya lagi, aku saat ini sedang tidak ingin berbicara banyak." Li kembali melahap mie nya, Tian pun mendekati Li dan duduk di sebelah nya.


" Bagaimana jika kau ku ajak ke suatu tempat agar kepala mu ini tidak selalu memikirkan masalah saja, bagaimana?" Tanya Tian menyarankan.


" Kemana?"


" Ke tempat biasa kita berkumpul." Jawab Tian.


" Boleh."


Entah mengapa Li tak berpikir panjang menerima tawaran Tian yang akan mengajak nya ke bar. Li pikir, mungkin tidak apa-apa jika ia ke sana untuk sekedar berkumpul untuk menghilangkan kejenuhan nya.


Tanpa pikir panjang, mereka pun pergi ke tempat yang mereka rencanakan sebelumnya.


Bukan hanya teman-teman Li, namun tanpa Li ketahui Cassandra juga ada di sana bersama teman-teman nya. Dia melihat keberadaan Li, tiba-tiba otak licik nya bekerja.


Ia memanggil seorang waitress dan memberikan sebuah kantong kecil yang berisikan bubuk obat. Entahlah obat apa yang di berikan Cassandra kepada Li, dan rencana apa yang akan Cassandra lakukan pada Li.


Setelah melakukan perintah Cassandra, waitress itu pun menghampiri Li dan memberikan minuman soda yang di pesan Li sebelumnya.


" Ini tuan pesanan anda." Ucap waitress tersebut sembari meletakkan beberapa gelas minuman alkohol di atas meja, kecuali minuman Li yang tidak mengandung alkohol.


" Terimakasih." Ucap Li. Pelayan itu lantas tersenyum dan setelah itu ia pun pergi.


" Hay Li, mengapa kau tidak mau meminum ini? Apa kau mempunyai riwayat penyakit sehingga kau tidak berani meminumnya?" Tanya salah satu teman nya.


" Benar Li, akhir-akhir ini pun, kau jarang sekali ke sini, apa kau sangat sibuk dengan syuting mu sehingga kau tidak pernah lagi berkumpul bersama kami?" Timpal yang lainnya.


" Tidak juga, aku hanya sibuk dengan urusan pribadi ku saja. Dan untuk masalah minum, aku hanya mengurangi nya saja agar tubuh ku selalu sehat." Jawab Li berbohong.


Tentu saja dia tidak akan mengatakan alasan mengapa dia tidak minum alkohol dan tidak pernah mengunjungi bar lagi, jika itu ia lakukan, maka habislah riwayat nya. Bukan hanya di dunia akting, tetapi dia yakin dunia perberitaan akan gempar dengan berita nya.


" Kau ini! Memangnya kita semua berpenyakit karena telah banyak meminumnya?" Ucap salah satu teman nya. Mereka pun tertawa riuh, begitu pun Li yang ikut tertawa bersama, hingga tak terasa minuman mereka tandas tak tersisa.

__ADS_1


Tak berselang lama, Li merasakan aneh pada tubuhnya, ia pun gelisah karena merasa tubuhnya terasa panas, keringat nya bercucuran seperti orang habis maraton.


Kegelisahan Li tak luput dari perhatian Cassandra, dia pun tersenyum puas karena rencana nya berhasil dengan mulus.


" Kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Tian yang melihat gerak gerik Li yang terlihat gelisah.


" Tidak tahu, tubuh ku rasanya panas sekali." Keluh Li, tubuh nya juga mulai terasa lemas.


Karena melihat kondisi Li yang nampak kurang baik, Tian pun membawanya keluar dari bar, ia juga berpamitan kepada teman-teman nya.


Melihat kepergian Li dan Tian, Cassandra berinisiatif untuk mengikuti mereka.


Tian membawa Li ke dalam mobil, detik itu juga Cassandra menghampiri mereka.


" Tian, kenapa kau ada di sini? Apa yang terjadi pada Li?" Tanya Cassandra berpura-pura.


" Entahlah Cassandra, tiba-tiba saja dia seperti ini, padahal dia tidak meminum alkohol sedikit pun." Jelas Tian. Tanpa Tian sadari, Cassandra sedang tersenyum penuh kemenangan.


" Lalu bagaimana? Apa kau akan mengantarkan nya pulang?" Tanya Cassandra.


" Yah mau bagaimana lagi." Jawab Tian acuh.


" Bagaimana jika aku saja yang mengantarkan Li pulang." Usul Cassandra yang memang sudah ia rencanakan sebelumnya.


Ia tahu, saat ini Alina sedang tidak di apartemen Li, jadi dia lebih leluasa untuk bersama dengan Li.


" Apa itu tidak merepotkan mu?" Tanya Tian.


" Tentu tidak." Jawab Cassandra nampak semangat.


" Ya sudah jika kau tidak keberatan. Antar kan dia sampai ke apartemen ya!" Ucap Tian.


" Kau tenang saja, aku akan mengantarkan nya dengan selamat sampai ke apartemen." Jawab Cassandra.


" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu." Izin Tian pada Cassandra, Cassandra pun mengangguk.


Setelah sepeninggalan Tian, Cassandra sedang tertawa puas, ia memandangi Li yang nampak gelisah akibat pengaruh obat perangsang yang di berikan Cassandra.


" Ah panas sekali! Aku butuh air!" Racau Li yang setengah sadar.


" Sabar ya sayang! aku akan memberikan mu air, bahkan apa pun yang kau minta, aku akan memberikan nya." Cassandra menyeringai.


" Aku akan merebut mu dari nya." Ucap nya, Cassandra juga membelai wajah Li dengan gaya seksual. Li yang merasakan pergerakan pada wajahnya, lantas mengehentikan nya, dia menggenggam tangan Cassandra dan menciumi nya.


" Sayang jangan pergi lagi! Jangan tinggalkan aku lagi sayang!" Racau Li, karena efek obat tersebut, Li pun mengira Cassandra adalah Alina.

__ADS_1


" Kamu tenang saja sayang, aku tidak akan meninggalkan mu lagi setelah aku mendapatkan mu seutuhnya." Cassandra tersenyum menyeringai, ia lantas melajukan mobilnya untuk segera menuju ke apartemen milik Li.


__ADS_2