My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
part 13


__ADS_3

" Geo itu sangat sensitif kalau berkaitan dengan Salsa, jadi kamu harus ekstra hati-hati kalau bahas tentang Salsa atau yang berkaitan dengan Salsa " kata Tika yang diangguki oleh Mairah.


Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Tika, namun terhenti karena kedatangan Geo yang tiba-tiba langsung duduk disamping Tika.


" Ngomongin apa ? " kata Geo.


" Bukan apa-apa " kata Tika.


" Anaknya nggak macam-macam kan sama Ibu ? " kata Geo sambil melirik kearah Mairah.


" Macam-macam gimana ? " kata Tika.


" Yaaa biasa Bu, dia kan rada-rada gila gitu " kata Geo.


" Ehhhh nggak boleh gitu ahhh, calon istri sendiri juga " kata Tika.


" Ihhh apaansih Ge, segila-gilanya gue, gue akan tetap berusaha anggun didepan nyokap lo, lagian perempuan mana yang nggak bakal jadi anggun kalau didepan calon mertuanya " cerocos Mairah, sehingga membuat Tika terkekeh mendengar curahan hati Mairah.


" Nah kan Bu, keluar juga aslinya " kata Geo datar.


" Ehhhh gue salah ngomong yaaa, ahhh lo si Ge mancing-mancing gue segala, Maaf yaaa Bu " kata Mairah sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


" Hahahah ada-ada aja kamu Mai, Ibu jadi nggak sabar pengen cepat-cepat punya mantu kayak kamu " kata Tika sambil memeluk Mairah gemess.


" Heheheh sabar Bu, orang sabar biasanya cantik-cantik kayak Mairah gini " kata Mairah yang lagi-lagi membuat Tika tertawa.


" Jago nih cewek nyenengin Ibu, kayaknya Ibu juga udah sayang banget sama Mairah " kata Geo dalam hati.


" Oiyyaa Mai makanan kesukaan kamu apa Nak ? " kata Tika.


" Hmmmm banyak sih Bu yang Mairah suka, pokoknya yang penting bisa dimakan Mairah pasti suka " kata Mairah jujur.


" Batu sama Kayu juga kalau dikasih pasti ludes dimakan sama dia Bu " cibir Geo.


Mairah yang mendengar ucapan Geo, langsung menendang kaki Geo cukup keras.


" Ihhhh bisa diem nggak sih lo, nggak usah ikut campur kan gue yang ditanya bukan lo " kata Mairah tak suka.


Tika yang mendengar perdebatan Geo dan Mairah langsung tertawa. " Ihhh kalian lucu banget sihh " kata Tika.

__ADS_1


Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Tika, namun terhenti karena tiba-tiba Mama dan Papa Mairah masuk untuk menjemput Mairah.


" Kayaknya asik banget nih ngobrolnya, sampai nggak sadar kalau Papa dan Mamanya datang " kata Risa sambil menghampiri Mairah.


" Ehhhh Mama " kata Mairah yang langsung menyalimi tangan kedua orang tuanya yang diikuti oleh Geo.


" Duhhhh maaf yaaa Mbak, jadi ngerepotin gini " kata Risa.


" Apaansih Sa, malahan aku senang kalau Mairah disini " kata Tika.


" Mahesa belum pulang Tik? " kata Ridwan.


" Belum Mas, mungkin bentar lagi " kata Tika yang diangguki oleh Ridwan.


" Oiyyaa Mbak kita pamit sekarang yaa, maaf juga yaa ganggu kamu sama Geo malam-malam gini " kata Risa.


" Kamu mah kayak sama siapa aja, Mairah kan bentar lagi juga jadi anakku " kata Risa.


" Pamit yaa Bu " kata Mairah sambil menyalimi tangan Tika.


*skip pagi *


" Iyaaa bentar Ma " kata Mairah yang masih memakai sepatunya.


" Pamit yaaa Ma " kata Mairah sambil menyalimi tangan Risa yang diikuti oleh Geo.


" Hati-hati yaa Nak, bawa mobilnya " kata Risa yang diangguki oleh Geo.


" Ge nanti lo turunin gue pas di pertigaan dekat sekolah aja yaaa " kata Mairah.


" Kenapa ? " kata Geo sambil melirik Mairah sekilas.


" Yaaa gue nggak mau lahh kalau dihujat terus sama fans-fans lo, gue mau bersekolah dengan tenang Ge " cerocos Mairah.


" Ohhh yaudah " kata Geo datar.


" Lo yakin mau turun disini ? " kata Geo sambil menghentikan mobilnya ketempat yang Mairah Maksud.


" Hmmm, daripada di nyinyirin sama fans fanatik lo disekolah, mending gue jalan dari sini sampai sekolah " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung menjalankan mobilnya meninggalkan Mairah.

__ADS_1


" Uhhhhh dasar nyebelin " kata Mairah kesal.


Setelah sampai disekolah Mairah langsung disambut oleh ketiga sahabatnya.


" Mairahhhhhhh " pekik Jihan dan Marsya sambil memeluk Mairah.


" Ehhhh sesak woiiii, Naiii tolongin guee dong " teriak Mairah.


" Hadeuhhh punya teman gini amat dahhhh " kata Naila sambil berusaha melepas pelukan Marsya dan Jihan dari Mairah.


" Huhhhh dasar yaaa kalian ini bener-bener dehhh, gue tau gue ngangenin, tapi nggak gi..." kata Mairah terhenti, karena melihat ketiga temannya berjalan meninggalkannya.


" Dasar temen-temen nggak ada akhlak " kata Mairah kesal sambil menyusul ketiga temannya.


" Oiyyaa Mai, sorry ya selama ini gue selalu curiga sama lo tentang Geo, padahal kan lo nggak tau apa-apa, sorry yaa " kata Naila sambil menghentikan langkahnya yang diikuti oleh ketiganya.


" Ahhhh santai aja kali, gue ngerti kok perasaan lo " kata Mairah.


" Gue bener-bener ngerasa bersalah sama lo Nai, gue nggak bisa bayangin gimana reaksi lo nanti saat lo tau yang sebenarnya " kata Mairah dalam hati.


" Nahhh gini kan enak " kata Marsya.


" Betulllll " kata Jihan menimpali.


" Yeeee nyambung aja lu berdua kayak tiang listrik " kata Mairah.


" Ehhh tiang listrik kan emang nyambung, kalau nggak nyambung bukan tiang listrik namanya " kata Jihan menimpali.


" Terus namanya apa Han ? " kata Marsya menimpali.


" Naila, Naila kan kagak pernah nyambung sama kita hahahahahhaa " kata Jihan tertawa, sedangkan yang lainnya hanya terdiam.


" Perasaan nggak ada lucu-lucunya dehh " kata Naila.


" Bukan temen gue " kata Marsya menimpali, sehingga membuat Jihan menghentikan tawanya.


" Nahhh malu kan lo " kata Mairah yang diangguki oleh Jihan, sehingga membuat Mairah, Jihan, dan Marsya tertawa.


" Yaudah lanjut ke kelas yukkk, keburu bell " kata Naila yang diangguki oleh ketiganya.

__ADS_1


__ADS_2