
" Hmmm bener banget tuh Mai, kalau misal nih yaa Geo lagi butuh duit hati-hati ajaa organ lo di ambil pas lagi tidur " kata Keenan bergidik ngeri.
" Nggaklahh, kalaupun nanti kekurangan gue rela jual organ gue buat istri gue " kata Geo sambil merangkul Mairah.
" Ahhhhh cocccwiitttt " kata Marsya sambil memukul lengan Keenan.
" Alay " kata Billy dan Jihan bersamaan.
" Ehhhh, cieeeeee barengan hahaha " ejek Mairah dan Marsya kompak.
" Apasih " kata Jihan.
" Taunih gajeee " timpal Billy.
" Oiyyaa, Geooo lo nggak ada niatan buat pesenin makan gitu ? " timpal Billy.
" Ck!! iyaaa bentar " kata Geo sambil merogoh ponsel dari sakunya.
" Mau makan apa ? " tanya Geo ke Mairah.
" Ayam goreng " timpal Keenan.
" Gue tanya Mairah, bukan lo " ketus Geo.
" Isshhhh sensi banget sih, lagi pms lo yaa ? " kata Keenan.
" Bukannya yang pms itu cewek doang yaaa ? " kata Marsya dalam hati.
Baru saja Geo ingin menimpali ucapan Keenan, namun terhenti karena ponselnya tiba-tiba berdering.
" Siapa ? " tanya Mairah
" Ibu " kata Geo sambil memperlihatkan layar hpnya ke Mairah.
" Halo iyaaa Bu " kata Geo sambil menempelkan hp ke telinganya.
" Apa !!! okeee Geo segera ke sana Bu " kata Geo kaget, sehingga membuat semua teman-temannya memandang Geo secara bersamaan.
" Kenapa ? Ibu sama Ayah baik-baik aja kan ? " tanya Mairah yang diangguki oleh Geo.
__ADS_1
" Terus ? " tanya Mairah.
" Maya kecelakaan, kita harus ke rumah sakit sekarang " kata Geo.
" Guyss sorry yaa, gue sama Mairah harus pergi " timpal Geo.
" Lo kayaknya panik banget Ge " sindir Jihan.
" Iyaaa kenapa harus buru-buru kesana ? bukannya Maya ada keluarga " kata Mairah.
" Orang tua Maya ada di luar negeri, dia nggak punya siapa-siapa di sini kecuali kita " kata Geo.
" Mai pliss bukan saatnya lo berpikiran yang macam-macam, okeee kalau lo nggak mau pergi, gue pergi sendiri " kata Geo sambil berjalan meninggalkan Mairah dan keempat temannya.
" Geee tunggu !!! " kata Mairah sambil berlari menyusul Geo yang di ikuti oleh Keenan, Billy, Marsya, dan Jihan.
" Gue sama yang lainnya pakai motor yaa Ge " kata Billy.
" Kalian mending nggak usah ikut, biar gue sama Mairah aja kalaupun kalian kesana pihak rumah sakit pasti nggak ngebolehin kita jenguk rame-rame " kata Geo.
" Yaudah, kalau gitu hati-hati " kata Keenan.
Setelah menempu perjalanan sekitar 20 menit, Geo dan Mairah sudah berada di rumah sakit tempat Maya di rawat.
" Ohhh pasien sudah di pindahkan keruang perawatan yang di ujung sana Mas " kata suster tersebut, sehingga membuat Geo segera berjalan kearah ruang tersebut yang diikuti oleh Mairah.
Saat Geo sampai di depan ruangan tersebut bertepatan dengan Dokter yang baru saja keluar dari ruangan tempat Maya di rawat.
" Dok gimana keadaanya ? " tanya Geo.
" Pasien sudah melewati masa kritisnya, namun akibat kecelakaan yang cukup parah membuat kedua kaki pasien lumpuh " kata Dokter tersebut, sehingga membuat Geo dan Mairah kaget.
" Apa kami bisa masuk Dok ? " tanya Mairah yang diangguki oleh Dokter tersebut, sehingga membuat Geo dan Mairah segerah masuk.
" Mayaa " kata Geo saat melihat Maya tengah menagis diatas kasur
" Kak Geo hikss...hikss Maya cacat kaakk hikss kaki Maya nggak bisa di gerakin hiksss " kata Maya saat melihat Geo datang.
" Ini cuman sementara Kok, kaki kamu pasti segera sembuh " kata Geo sambil duduk di kursi samping ranjang Maya.
__ADS_1
" Bener kata Geo, lo pasti sembuh kok " kata Mairah yang berdiri di belakang Maya.
" Lo pasti seneng kan lihat gue kayak gini ? iyaaa kan !!!! " teriak Maya.
" Gue....." kata Mairah terpotong oleh ucapan Mairah.
" Alaahhh orang yang paling seneng lihat gue kayak gini itu adalah elo Mairahh !!!!! " teriak Maya sambil memberontak, sehingga membuat Geo segerah memeluk Maya dan mencoba menenangkannya.
" Heiiii tenang dulu May, Kamu itu lagi sakit " kata Geo sambil memeluk Maya, sehingga membuat Mairah perlahan menjauh.
" Maya mau dia keluar dari sini Kak !!!! Maya nggak mau ada dia disini " kata Maya sambil memandang Mairah penuh kebencian.
" Iyaaa...iyaaaa tapi kamu tenang yaaa " kata Geo sambil mengusap punggung Maya.
" Raaa kamu keluar bentar yaa, dia masih syok " kata Geo sambil berbalik menatap Mairah tanpa melepas pelukannya dari Maya, sehingga membuat Mairah segera keluar dari ruangan tersebut.
" Okeee Mairahhh lo nggak boleh mikir yang macam-macam, Maya lagi sakit dan sebagai orang yang kenal lama sama Maya sudah sewajarnya Geo bersikap seperti itu " gumam Mairah sambil duduk di depan ruangan Maya.
Sementara di dalam ruangan tersebut, Maya sudah mulai tenang, sehingga membuat Geo segera melepas pelukannya dari Maya.
" Maya nggak suka ada Mairah di sini !! " kata Maya sambil menatap Geo.
" Pasti dia seneng kan lihat Maya kayak gini " timpal Maya.
" Husssttttt istri Kakak bukan tipe orang seperti itu May, kamu berpikiran seperti itu karena kamu belum mengenalnya " kata Geo.
" Kok Kak Geo malah belain diaa sih !! Kak Geo jahat, keluar!!!! " teriak Maya yang kembali memberontak.
" Mayaaa tenang duluuu, kondisi kamu belum pulih tenang yaaa " kata Geo lembut sambil memeluk Maya kembali.
" Hikss...hikss kak Geo jahat hiks..hiks "
" Tenang yaaa " kata Geo sambil membaringkan tubuh Maya.
Setelah sekitar 2 jam Mairah menunggu di luar, Mairah memutuskan untuk masuk dan meminta izin ke Geo untuk pulang terlebih dahulu.
Namun saat Mairah membuka pintu ruangan tersebut ia malah melihat Geo yang tengah sedang bergurau dengan Maya.
" Kalau gue memang nggak di butuhin di sini, setidaknya lo keluar dan nyuruh gue pulang Ge " kata Mairah dalam hati dan menutup pintu tersebut pelan-pelan.
__ADS_1
___________
Happy Readingā¤