
" Kalau gue memang nggak di butuhin di sini, setidaknya lo keluar dan nyuruh gue pulang Ge " kata Mairah dalam hati dan menutup pintu tersebut pelan-pelan.
Setelah melihat Maya tertidur pulas, Geo baru teringat dengan Mairah.
" Astaga Mairah " kata Geo yang langsung bergegas mencari keberadaan istrinya.
" Raa maafin gue " gumam Geo sambil berusaha menelepon Mairah.
" Halo Raa, kamu di mana ? " tanya Geo khawatir.
" Rumah "
" Huffftttt kenapa nggak bilang kalau mau pulang ? gue khawatir banget Ra "
" Tadinya mau bilang, tapii takut Maya teriak histeris lagi ngeliat gue "
" Maaf yaaa "
" Hmmmm "
" Oiyyaaa Ra, kayaknya malam ini gue nggak bisa pulang ke rumah, kasian Maya nggak ada yang nemenin "
" Gue juga nggak ada yang nemenin di rumah lo Ge, Mbak tiba-tiba pulang katanya anaknya sakit. Lagian kan di rumah sakit banyak perawat "
" Ra gue harap lo ngerti, Maya lagi sakit dan lo sehat-sehat aja kan ? kalau memang lo takut ntar gue telepon Jihan sama Marsya buat nemenin lo "
" Nggak usah " kata Mairah yang langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Sementara di tempat Mairah, Mairah langsung melempar hp nya diatas kasur, lantaran kesal dengan sikap Geo.
" Aarrrghhhjhhj " teriak Mairah frustasi.
" Daripada gue sakit hati sama si Buaya darat itu, mending gue ke rumah Bunda " kata Mairah yang langsung bersiap-siap.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya Mairah sudah berada di depan rumah bertepatan dengan keluarnya Afif.
" Ehhhhh adaa orang jauh nihh, ada angin apa tiba-tiba ke sini ? " sindir Afif.
" Tiba-tiba gue dapat ilham, makanya gue ke sini " kata Mairah, sehingga membuat Afif mengangguk.
__ADS_1
" BTW laki lo mana ? " tanya Afif.
" Sibuk, udahh ahhh Papa sama Bunda adaa ? " kata Mairah.
" Papa belum pulang, kalau Bunda di dalem " kata Afif, sehingga membuat Mairah langsung masuk yang di ikuti oleh Afif.
" Assalamualaikum Bunda.... " kata Mairah yang langsung memeluk tubuh Bunda.
" Walaikumsalam sayang, kamu datang sendiri Nak ? "
" Iyaaa Bun, Geo sibuk " kata Mairah yang berusaha menghindari pertanyaan tentang Geo.
" Lohhh Bun, kok ada koper ? siapa yang mau pergi ? " kata Mairah ketika melihat dua koper yang berjejeran dekat ruang tamu.
" Tuhhhh Kakak kamu, katanya mau lanjut kuliah di luar negeri "
" Kenapa nggak di Indonesia ? " tanya Mairah sambil memandang Afif.
" Mau cari suasana baru aja sih " kata Afif sampai.
" Kapan berangkatnya ? "
" Habis ujian, yaaa berarti lusa " kata Afif, sehingga membuat Mairah kaget.
" Heiiii lo nangis ? aellaahhhhh Maii kan ada laki lo, sesayang itu yaa lo sama Kakak lo yang satu ini " kata Afif yang langsung menarik Mairah kedalam pelukannya, sehingga membuat Mairah makin terisak di pelukan Afif.
" Gimana kalau Geo balik kayak dulu lagi, gue harus ngadu ke siapa kalau lo pergi Kak ? " batin Mairah.
" Ututututut sayang, Mama kuliahnya nggak lama kok, nanti pulangnya Mama bawain eskrim yaa " kata Afif dengan tertawa sambil menghapus air mata Mairah.
" Ihhhhh ngeselin hikss...hikss " kata Mairah yang kembali memeluk tubuh Afif.
" Hahahahah cengeng banget sih Adek gue, udah yaaa nangis nya di pending dulu, gimana kalau kita jalan-jalan berdua ? " kata Afif sambil memegang pundak Mairah.
" Lihatt nihhh baju gue, kena ingus lu nihhh " kata Afif.
" Bunda, Kak Afif ngeselin hikss..hiks " adu Mairah.
" Afifff udahh ahh " tegur Bunda.
__ADS_1
" Iyaaa Bun, mau jalan-jalan nggak ? " kata Afif yang diangguki oleh Mairah.
" Yaudah gue ganti baju dulu, kalau gue abis ganti baju dan lo nggak berhenti nangis, kita nggak jadi jalan " kata Afif ketika melihat Mairah masih sesegukan.
Setelah berganti pakaian Afif langsung mengajak Mairah jalan-jalan dengan menggunakan mobil yang Mairah gunakan ke rumah Afif.
" Kak Afif " panggil Mairah, sehingga membuat Afif menoleh kesamping kemudian kembali fokus menyetir.
" Maya cantik yaa ? "
" Lo insecure yaa ? " kata Afif.
" Insecure giamana ? lagian gue ngomongin fakta, bahkan Kak Afif aja suka, iya kan ? " kata Mairah.
" B aja " balas Afif tak acuh.
" Kok b aja ? bukannya Kak Afif suka sama Maya ? " tanya Mairah penansaran.
" Suka ? emang gue pernah nyatain perasaan ke dia ? nggak kan, menurut gue cewek yang paling menarik cuman Adek gue " kata Afif sambil mengacak-acak rambut Mairah, sehingga membuat Mairah kesal.
" Ihhhhh ngeselin banget sih " kata Mairah, sehingga membuat Afif terkekeh.
" Kok tiba-tiba nanyain Maya ? kenapa ? " tanya Afif.
" Nggak papa " balas Mairah cepat yang diangguki oleh Afif.
" Mau cake coklat ? " tanya Afif yang langsung diangguki oleh Mairah, sehingga membuat Afif memarkirkan mobilnya di depan cafe.
" Mbakk cake coklatnya dua yaa, minumnya mau apa ? " tanya Afif ke Mairah.
" Apa aja "
" Yaudah, minumannya Vanilla latte dua yaa Mbak " kata Afif.
" Geo kumat lagi yaa ? " tanya Afif tiba-tiba.
" Hahh ? maksudnya ? "
" Lu nggak usah pura-pura bego dehh Mai, lihat lo tadi ngebahas Maya di mobil gue yakin kalau tuh cowok bikin ulah lagi, sekarang bilang ke gue, Geo ngapain lo lagi ? " tanya Afif serius.
__ADS_1
___________
Happy Readingā¤