My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 88


__ADS_3

" Lo bener nggak mau mikir dua kali Ge ? " tanya Keenan saat mengantar Geo kepegadilan.


" Gue bisa apa ? Mairah yang minta " kata Geo sambil mengangkat kedua bahunya.


" Setidaknya lo pikir 2, 3, 4, 5 ,6, 7,8,9, 10, lali Ge. Kan disini lu yang salah ogebb dan gue rasa Mairah cuman sakit hati ama lu, tapi masih cinta yaaa kalau lo nerima-narima ajaa keputusan diaa luu yan oon. dah tukang selingkuh merasa paling sedih lagi " omel Keenan.


" Gue juga udah bilang begitu, tapi dia tetep kekeh mau pisah. Masa iya gue paksa tetap sama gue ? yang ada dia makin benci sama gue " kata Geo sambil melirik spion mobilnya, karena merasa ada mobil yang mengikutinya.


Billy yang juga merasa pun ikut menolehkan wajahnya dari belakang, karena memang Geo yang menyetir.


" Siapa sih ? " tanya Billy, sehingga membuat Keenan ikut berbalik melihat mobil yang mengikutinya.


" Anjir, mobil Marsya tuh Ge ! berhenti Ge, berhenti !! " teriak Keenan, sehingga membuat Geo meminggirkan mobilnya.


Keenan langsung ngibrit keluar dari mobil yang disusul oleh Geo dan Billy.


" Kenapa sih ? " tanya Keenan ketika Marsya dan jihan keluar dari mobil.


" Maiiraaahhh " kata Marsya.


Mendengar nama Mairah membuat Geo langsung tertarik dengam obrolan tersebut.


" Mairah kenapa ? " tanya Geo penasaran.


" Ada anak lo Ge " kata Marsya, sehingga membuat kening Geo mengerut tidak mengerti.


" Astagaaa ribet banget lu Sya, Mairah hamil Ge, mending lo samperin dehh. Gue takut dia nyusul Afif pergi, soalnya dia sempat nggak mau bilang ke lo " kata Jihan, sehingga membuat Geo tertegun mendengarnya.


" Ha....hamil ? anak gue ? " tanya Geo masih belum percaya.


" Anak itik !! yaa anak lo Geooo !! buruan lo samperin si Mairah, udah untung kita baik banget mau ngasih tau lo, gue takut Mairah beneran nggak mau ngasih tau lo, makanya gue bilang sekarang, buruan !! takut dia pergi nyusul Kak Afif " desak Marsya, sehingga membuat Geo segera masuk kedalam mobilnya.


Geo mengemudikan mobilnya diatas rata-rata " Gue nggak ngerti sama jalan pikiran lo, tapi gue mohon semoga lo masih dirumah " gumam Geo.


Sementara dirumah Mairah keluar dari kamar dan berniat untuk memberi tau Bunda.


" Bunda " panggil Mairah, ketika melihat Bundanya sedang memasak.


" Kenapa sayang ? " kata Bunda melirik sekilas kearah Mairah.


" Bund, Mairah mau ngomong " kata Mairah sambil duduk depan meja makan, sehingga membuat Bunda segerah mematikan kompor dan berjalan menghampiri Mairah.


" Mairah takut ngomong " cicit Mairah.


" Kenapa ? " tanya Bunda lembut, sehingga membuat Mairah melirik takut.


" Bunda janji jangan marah yaa " kata Mairah, sehingga membuat Bunda mengangguk.

__ADS_1


" Mairah hamil " kata Mairah yang tak berani mengangkat wajahnya sama sekali.


" Jangan kasi tau Geo yang Bund " timpal Mairah.


" Kenapa nggak boleh ? " tanya Bunda lembut sambil mengelus perut Mairah.


" Mairah takut Geo nggak mau punya anak. Apalagi kita berdua udah mau pisah, gimana ekspresi Geo saat tau Mairah hamil ? " kata Mairah sambil meneteskan air matanya.


" Yakin banget Geo bakal lakuin itu ? " tanya Bunda, sehingga membuat Mairah menggeleng.


" Coba kamu pikirin kedepannya, bagaimana kalau Geo marah karena kamu nggak ngasih tau tentang kehamilan kamu ? secara dia Ayah dari anak ini " kata Bunda sambil mengelus perut Mairah.


" Tapi surat cerainya ? " Mairah kembali teringat ucapan Jihan kalau Geo telah memberikan surat itu kepengadilan.


" Kamu masih sayangkan sama Geo ? masih cintakan ? " tanya Bunda.


" Nggak segampang itu buat lupain dia Bund " jawab Mairah, sehingga membuat Bunda tersenyum.


" Semuanya bisa diatur, yakinin diri kamu sayang. pasti Bunda dukung " kata Bunda, sehingga membuat Mairah berhambur kepelukan Bunda.


" Maksih Bunda, Bunda bener-bener udah jadi Bunda yang hebat buat Mai " kata Mairah.


Baru saja Mairah ingin pergi kekamar, namun terhenti karena suara ketukan pintu dari luar.


" Biar Mairah aja Bund " kata Mairah sambil berjalan keluar.


" Lo ngapain disini ? " tanya Mairah, namun Geo hanya diam memandangi wajah Mairah kemudian turun memandangi perutnya.


Mairah langsung menangkap itu semua, ia tau dalang dari semua ini. Memang teman-temannya itu tidak bisa diajak berkompromi.


" Siapa Mai ? " tanya Bunda yang berjalan menghampiri Mairah kedepan.


" Lohh Geo ? kenapa nggak diajak masuk sih Mai ? " kata Bunda, sehingga membuat Geo langsung menyalimi tangan Bunda.


" Bunda pikir kalian berdua perlu bicara, Bunda nggak mau kalian mengambil jalan yang salah. Berdewasalah sebelum menentukan pilihan " kata Bunda sambil meninggalkan Geo dan Mairah yang masih setia berdiri diluar.


" Bicara diatas aja " kata Mairah sambil berjalan mendahului Geo.


" Kenapa lo nggak bilang ke gue ? " tanya Geo sambil menghampiri Mairah yang duduk diatas kasur.


"Hahhh ? "


" Sejak kapan Mai ? " kata Geo sambil menyentuh perut Mairah, sehingga membuat Mairah menunduk rasanya benar-benar menenangkan saat Geo mengusap perutnya.


" Kenapa lo nggak bilang sama gue kalau ada baby ? " tanya Geo lagi sambil menatap wajah Mairah, sehingga membuat Mairah memalingkan wakahnya.


" Emang kalau gue bilang lo bakal nerima dan ber... ? " tanya Mairah.

__ADS_1


" Segitu bencinya lo sama gue ? sampai lo punya pemikiran kalau gue bakal nolak anak gue sendiri ? " potong Geo, sehingga membuat Mairah terdiam.


Tiba-tiba Geo berjongkok dihadapan Mairah menyamai tingginya dengan perut Mairah dan segera menyingkap kaos yang dipakai Mairah, kemudian perlahan mengecup pelan perut Mairah.


" Hai anak Papa, kamu sehat kan didalam sana ? nggak buat Mama susah kan Nak ? maafin Papa karena baru tau kalau kamu ada, jangan benci Papa yaa " kata Geo, sehingga membuat Mairah meneteskan air matanya.


" Sehat sampai lahir ya sayang, Papa nunggu kamu disini, jangan lama-lama yaaa keluarnya" kata Geo sambil merapikan baju Mairah, kemudian bangkit kembali dan memeluk Mairah.


" Maafin gue Mai, gue mohon balik lagi sama gue, Demi anak kita " kata Geo sambil menangis.


" Apa Geo nangisin gue sekarang ? " batin Mairah tanpa membalas pelukan Geo.


" Kita ulang semuanya dari awal, gue bakal ubah sifat gue Mai, gue akan berubah, gue mohon balik lagi sama gue " kata Geo memohon.


" Jawab gue Mai " kata Geo sambil memegang kedua pipi Mairah.


" Gue takut Ge " kata Mairah.


" Lo bisa pegang kata-kata Gue Mai, gue bakal berubah, gue nggak bakal ngulang kesalahan itu lagi " kata Geo berusaha meyakinkan Mairah.


" Dulu lo juga bilang begitu, tapi lo ngulang lagi " kata Mairah sambil menatap kearah depan dengan tatapan kosong, sehingga membuat Geo langsung menutup mata dan mengingat semua kejadian bodoh yang dia lakukan dulu.


" Gue khilaf Mai, gue bener-bener minta maaf dan tolong kasib gue kesempatan lagi " kata Geo memohon.


" Kalau gue kasih kesempatan lagi, lo bakal apa ? " tanya Mairah.


" Gue bakal nebus kesalahan-kesalahan gue dulu, gue bakal ngubah semuanya. Lo mau kan kita balik lagi ? " tanya Geo pelan dan menatap Mairah cemas, sehingga membuat Mairah menatap Geo dalam dan tersenyum manis.


" Iya gue mau " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung tersenyum lebar dan membawa Mairah kedalam pelukannya.


" Makasih, lo bisa pegang janji gue yang bakal berubah " kata Geo, sambil mencium puncak kepala Mairah berkali-kali.


Geo melepas pelukannya, wajahnya perlahan mendekat kearah bibir Mairah, namun wanita itu menghentikannya.


" Tapi sidangnya gimana ? " tanya Mairah, sehingga membuat Geo kesal.


" Sidang ? ini maksud lo ? " kata Geo mengeluarkan amplop itu dari saku celananya dan merobeknya didepan Mairah.


" Belum lo kasih ? " tanya Mairah bingung.


" Nggak jadi gue kasih, kantornya tutup disegel polisi " kata Geo ngasal, tapi dengan bodohnya Mairah malah mengangguk percaya.


" Sekali lagi makasih udah ngasih gue kesempatan " kata Geo.


" Sama-sama " kata Mairah sambil tersenyum manis.


________

__ADS_1


Happy Readingā¤


__ADS_2