
" Nihhh minum dulu gue tau lo haus abis nangis, dasar ketos cengeng " cibir Mairah sambil memberikan air mineral pada Geo.
" Cengengnya kan cuman di depan istri " kata Geo sambil meminum air yang di berikan Mairah.
" Paansih, minum lagi nih " perintah Mairah.
" Kan udah " kata Geo.
" Ayoo lagi Geo " kata Mairah kekeh.
" Gue udah nggak haus Mai " kata Geo.
" Udah dehh minum aja nggak usah malu-malu, tadi kan lo habis nangis dan menangis itu menguras air mata, makanya minum yang banyak supaya stok air mata lo banyak " kata Mairah.
" Ooooo jadi ceritanya ngeledek nihhh ? " kata Geo sambil menatap Mairah dalam.
" Dihhhh kurang kerjaan banget saya " kata Mairah sambil memasukkan permen lolipop kedalam mulutnya.
" Bagi dong " kata Geo sambil menarik permen tersebut dari mulut Mairah, kemudian memasukkan kedalam mulutnya.
" Manis " kata Geo sambil menjalankan mobilnya.
" Geooo itu kan punya gueee ihhhhhh ngeselin dehhh " kata Mairah sambil memukul lengan Geo.
" Kan tinggal buka yang lain aja sayang, tuhhh di kantong plastik masih banyak " kata Geo sambil melirik belanjaan Mairah, sehingga membuat pipi Mairah memerah akibat ucapan manis yang terlontar dari mulut Geo.
" Dasar ketos nyebelin " kata Mairah sambil memalingkan wajahnya dari Geo.
" Mai " panggil Geo.
" Hmmmm "
" Mairah " panggil Geo sekali lagi, namun lagi-lagi hanya di balas deheman oleh Mairah.
" Rana Aqeela Humairah " panggil Geo penuh penekanan.
" Apasihhh Ge ? " kata Mairah sambil beralih menatap Mairah.
__ADS_1
" Gue sayang sama lo " kata Geo, sehingga membuat Mairah salah tingkah.
" Omong kosong " kata Mairah yang berusaha menetralkan raut wajahnya.
" Gue serius " kata Geo, namun tak di tanggapi apapun oleh Mairah.
Setelah menempu perjalanan sekitar 15 menit kini mereka telah sampai di kediaman Mahesa.
" Lohh kok kita pulang ke rumah Ayah sama Ibu sih Ge ? " kata Mairah heran.
" Untuk sementara kita tinggal di sini dulu, lo nggak papa kan ? " kata Geo sambil beralih menatap Mairah.
" Yaaa gue sih nggak masalah kan Ayah sama Ibu juga baik sama gue, tapi kenapa kita nggak tinggal di rumah kita aja ? " kata Mairah.
" Karena terlalu banyak kenangan buruk yang terjadi di rumah yang kita tempati sebelumnya, sebenarnya gue ada apartemen sih, tapi Ayah sama Ibu mau kita tinggal di sini dulu " kata Geo.
" Terus gimana dengan rumahnya ? " kata Mairah.
" Gue kembaliin ke Ayah karena gue pengen beli rumah dengan hasil keringat gue sendiri Mai " kata Geo yang diangguki oleh Mairah.
" Yaudah ayooo turun " kata Geo.
" Kak Geoooo " teriak Maya sambil menghampiri Geo.
" Lohhh Maya kok ada di sini ? " kata Geo.
" Orang tua Maya lagi ke luar kota Ge, makanya dia di titipin di sini " kata Tika yang diangguki oleh Geo.
" Oiyyyaa dan mulai besok berangkat sekolahnya bareng Maya yaa, kan dia adik kelas kalian " kata Tika.
" Gimana Mai ? " kata Geo sambil melirik Mairah.
" Yaaa nggak papa kan searah juga, Mairah ke kamar dulu yaa Bu mau ganti seragam " kata Mairah yang diangguki oleh Tika.
" Geo juga Bu " kata Geo sambil menyusul Mairah.
" Katanya mau ganti seragam kok malah tiduran ? " kata Geo saat melihat Mairah menghempaskan tubuhnya diatas kasur.
__ADS_1
" Bentar " kata Mairah.
" Buruuuu belum makan siang kan ? " kata Geo sambil mengambil pakaiannya di dalam lemari sambil berjalan kearah kamar mandi.
" Ya ampum mager banget sih " kata Geo saat keluar dari kamar mandi sambil melihat Mairah masih rebahan.
" Bentar capek nih gue, berisik banget sih " kata Mairah kesal.
" Mau ganti sendiri atau gue yang gantiin ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah terbangun dan menatap Geo tajam.
" Gue bisa sendiri " kata Mairah sambil berjalan kearah lemari.
" Buruan kalau eng....." kata Geo terhenti karena seseorang mengetuk pintu kamarnya.
" Haiii Kak Geo " kata Maya saat melihat Geo membuka pintu kamarnya.
" Ada apa Maya ? " kata Geo.
" Di suruh makan sama Ibu " kata Maya.
" Iyaa nanti gue turun " kata Geo.
" Ayoooo Kak cepetan, Maya juga belum makan soalnya nungguin Kak Geo pulang dari sekolah, jadi ayoo makan bareng " kata Maya sambil menarik lengan Geo.
" Geo mau makan di luar sama gue " kata Mairah yang tiba-tiba muncul sambil melepaskan tangan Maya dari lengan Geo, sehingga membuat Geo merasah senang dengan perlakuan Mairah.
" Apaansih, lo.... " kata Maya terhenti karena ucapan Mairah.
" Kita jadi makan di luar kan Ge ? " kata Mairah penuh penekanan sambil menatap Geo.
" Iya sayang iyaaa " kata Geo sambil mengacak rambut Mairah gemas, sehingga membuat Mairah menatap Geo tajam sementara orang yang di tatap hanya terkekeh. berbeda halnya dengan Maya yang malah menatap Mairah sinis.
" Maya boleh ikut kan Kak, kan Maya juga belum makan karena nunggu Kak Geo pulang " kata Maya sambil menatap Geo dengan tatapan memohon.
" Nggak boleh " kata Mairah sambil menarik tangan Geo pergi dan meninggalkan Maya.
__________
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.