
" Geo denger nggak sih ? " kata Mairah kesal, sehingga membuat Geo tertawa kecil.
" Dengar sayang "
" Bener ? " kata Mairah sambil menatap Geo penuh selidik.
" Iyaaa Iraaa " kata Geo, sehingga membuat Mairah melotot.
" Ihhh Mairah bukan Ira " kata Mairah yang ingin turun dari pangkuan Geo, namun tangan Geo langsung menahannya.
" Lebih pantes Ira daripada Mairah " kata Geo.
" Ihhhh udahh ahhh ngantuk " kata Mairah sambil berdiri dari pangkuan Geo.
" Tidur sini aja " kata Geo sambil menepuk pahanya, sehingga membuat Mairah terlihat berpikir.
" Sini aja " kata Geo sambil menarik tangan Mairah, sehingga membuat Mairah merebahkan badannya di atas sofa dan meletakkan kepalanya di atas paha Geo.
" Besok boleh bolos nggak ? " kata Mairah yang langsung di hadiahi jitakan pelan di keningnya oleh Geo.
" Jangan ahh minggu depan udah naik kelas 12 loh, emang mau tinggal kelas ? " kata Geo sambil mengusap rambut Mairah, sehingga membuat Mairah memutar kedua bola matanya malas.
" Kalau kamu rajin anak-anak aku pasti beruntung " kata Geo.
" Kenapa ? " tanya Mairah.
" Karena punya Mama yang cantik plus rajin " kata Geo terlihat lemas.
" Kenapa ? kok lemes gitu ? " tanya Mairah.
" Masalahnya belum bikin anaknya, lulus kapan sih ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah langsung memukul memukul lengan Geo pelan.
" Ntar kalau dedeknya udah ada, kita sering-sering yaa ngobrol sama utun " kata Geo sambil meletakkan tangannya di perut Mairah.
" Utun ? " kata Mairah sambil mendongak menatap wajah Geo.
" Iya utun " kata Geo.
" Utun siapa ? " kata Mairah bingung.
" Panggilan sayang buat calon dedek yang suatu hari nanti berada di sini " kata Geo sambil menunjuk perut Mairah.
" Astagfirullah jelek banget, Geo mikir dong masa si dedek di sama-samain sama bayi lutung " kata Mairah tak terima.
" Utun Ra, bukan bayi lutung " kata Geo.
" Yaaa yang bagusan dikit dong Ge, masa utun sih " kesal Mairah.
__ADS_1
" Itu udah bagus Ra, biar namanya hmmm apa sih namanya yang sering Keenan sebutin itu ? " kata Geo terlihat berpikir.
" Ahhh iyaaa gemoyy " timpal Geo, sehingga membuat Mairah membulatkan matanya mendengar ucapan Geo.
" Yaa ampun ternyata tau gemoy juga nih si kutub " kata Mairah sambil terkekeh.
" Raaa " tegas Geo tidak suka.
" Iyaaa Geo sayang " kata Mairah, sehingga membuat Geo mematung mendengar ucapan Mairah yang pertama kali memanggilnya dengan sebutan sayang.
" Ngomong apa tadi ? " kata Geo.
" Hahh yang mana ? " kata Mairah.
" Yang barusan, coba di ulangi lagi " kata Geo.
" Gemoy ? " kata Mairah, sehingga membuat Geo menggelengkan kepalanya.
" Setelah ituu " kata Geo.
" Ohhh iyaa Geo, yang itu ? " kata Mairah.
" Setelah itu Raa " kata Geo antusias.
" Sayang ? " kata Mairah yang diangguki oleh Geo.
" Emang kenapa ? nggak boleh ? " kata Mairah, sehingga membuat Geo menggeleng cepat.
" Makasih " kata Geo berkaca-kaca sambil mencium kening Mairah yang masih berbaring di pahanya.
" Geee " panggil Mairah ketika merasakan air mengenai wajahnya.
" Geo lo nggak papa ? " kata Mairah yang langsung bangun ketika Geo selesai mencium keningnya lama.
" Nggak papa ? " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah, sehingga membuat Mairah langsung menghapus sisa air mata Geo.
" Makasih, karena lo masih bisa sayang sama gue setelah apa yang telah gue lakuin ke elo Raa " kata Geo sambil menatap Mairah.
" Ge lo beneran sayang sama gue ? " kata Mairah yang langsung diangguki oleh Mairah.
" Yaudah nggak usah melowww gitu, mending Geo gombalin Mairah " kata Mairah random, sehingga membuat Geo menggelengkan kepalanya.
" Someone should call the police " kata Geo.
" Why ? "
" Because you just stole my heart " kata Geo, namun di luar dugaan reaksi Mairah hanya biasa aja.
__ADS_1
" Kenapa ? gombalannya garing yaa ? " kata Geo bingung melihat reaksi Mairah yang biasa aja.
" Nggak tau artinya, nggak bisa bahasa inggris " kata Mairah, sehingga membuat Geo tertawa mendengar ucapan istrinya.
******
Sementara di tempat Marsya, saat Marsya sedang duduk di teras rumahnya sambil membaca novel, tiba-tiba Marsya melihat Keenan yang juga sedang duduk di teras samping rumah Marsya.
" Lahhh itu kan Nanan ? ngapain di sini ? " kata Marsya sambil berjalan menghampiri Keenan.
" Nanan..... ini beneran Nanan ? " pekik Marsya yang tiba-tiba berteriak, sehingga membuat Keenan kaget.
" Allahuakbar, ngapain lu di sini ? " kata Keenan.
" Ihhh seharusnya Marsya yang nanya, Nanan ngapain di sini ? " kata Marsya.
" Ini rumah gue, baru pindah kemarin " kata Keenan.
" Hahhh serius ? omggg kalau gitu Marsya tetangganya Nanan dong, yang di sebelah itu rumahnya Marsya " kata Marsya girang.
" La haulah wala quwwata illah billah, kayaknya hidup gue nggak akan tenang mulai sekarang " gumam Keenan.
" Yaa ampun Nanan pasti seneng banget yaa tetanggaan sama Marsya sampai terharu gituh " kata Marsya yang langsung duduk di kursi sebelah Keenan.
" Nanan, Nanan tadi Marsya minum kopi masa kopinya manis." kata Marsya.
" Yaiyalah manis, kan udah lo kasih gula Maemunahh " kata Keenan.
" Ihhhh bukan, gara-gara pas aku minum tiba-tiba di pikiran Marsyaa ada Nanan " kata Marsya.
" Stress nih bocah " kata Keenan.
" Nanan ada lagi, Nanan pernah mimisan nggak ? " kata Marsya.
" Pernah " kata Keenan.
" Kalau Marsya nggak pernah, pernahnya mi miss youu " kata Marsya sambil cekikikan.
" Nanan, Marsya nggak mau swab pcr " kata Marsya.
" Kenapa nggak mau ? " tanyaa Keenan penasaran dengan jawaban Marsya.
" Maunya jadi pcr Nanan aja " kata Marsya sambil memperlihatkan deretan giginya.
" Astagaa belajar ngegombal dari mana lu ? " kata Keenan terkekeh.
" Dari google dong " kata Marsya bangga.
__ADS_1