My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 60


__ADS_3

" Geo denger nggak sih ? " kata Mairah kesal, sehingga membuat Geo tertawa kecil.


" Dengar sayang "


" Bener ? " kata Mairah sambil menatap Geo penuh selidik.


" Iyaaa Iraaa " kata Geo, sehingga membuat Mairah melotot.


" Ihhh Mairah bukan Ira " kata Mairah yang ingin turun dari pangkuan Geo, namun tangan Geo langsung menahannya.


" Lebih pantes Ira daripada Mairah " kata Geo.


" Ihhhh udahh ahhh ngantuk " kata Mairah sambil berdiri dari pangkuan Geo.


" Tidur sini aja " kata Geo sambil menepuk pahanya, sehingga membuat Mairah terlihat berpikir.


" Sini aja " kata Geo sambil menarik tangan Mairah, sehingga membuat Mairah merebahkan badannya di atas sofa dan meletakkan kepalanya di atas paha Geo.


" Besok boleh bolos nggak ? " kata Mairah yang langsung di hadiahi jitakan pelan di keningnya oleh Geo.


" Jangan ahh minggu depan udah naik kelas 12 loh, emang mau tinggal kelas ? " kata Geo sambil mengusap rambut Mairah, sehingga membuat Mairah memutar kedua bola matanya malas.


" Kalau kamu rajin anak-anak aku pasti beruntung " kata Geo.


" Kenapa ? " tanya Mairah.


" Karena punya Mama yang cantik plus rajin " kata Geo terlihat lemas.


" Kenapa ? kok lemes gitu ? " tanya Mairah.


" Masalahnya belum bikin anaknya, lulus kapan sih ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah langsung memukul memukul lengan Geo pelan.


" Ntar kalau dedeknya udah ada, kita sering-sering yaa ngobrol sama utun " kata Geo sambil meletakkan tangannya di perut Mairah.


" Utun ? " kata Mairah sambil mendongak menatap wajah Geo.


" Iya utun " kata Geo.


" Utun siapa ? " kata Mairah bingung.


" Panggilan sayang buat calon dedek yang suatu hari nanti berada di sini " kata Geo sambil menunjuk perut Mairah.


" Astagfirullah jelek banget, Geo mikir dong masa si dedek di sama-samain sama bayi lutung " kata Mairah tak terima.


" Utun Ra, bukan bayi lutung " kata Geo.


" Yaaa yang bagusan dikit dong Ge, masa utun sih " kesal Mairah.

__ADS_1


" Itu udah bagus Ra, biar namanya hmmm apa sih namanya yang sering Keenan sebutin itu ? " kata Geo terlihat berpikir.


" Ahhh iyaaa gemoyy " timpal Geo, sehingga membuat Mairah membulatkan matanya mendengar ucapan Geo.


" Yaa ampun ternyata tau gemoy juga nih si kutub " kata Mairah sambil terkekeh.


" Raaa " tegas Geo tidak suka.


" Iyaaa Geo sayang " kata Mairah, sehingga membuat Geo mematung mendengar ucapan Mairah yang pertama kali memanggilnya dengan sebutan sayang.


" Ngomong apa tadi ? " kata Geo.


" Hahh yang mana ? " kata Mairah.


" Yang barusan, coba di ulangi lagi " kata Geo.


" Gemoy ? " kata Mairah, sehingga membuat Geo menggelengkan kepalanya.


" Setelah ituu " kata Geo.


" Ohhh iyaa Geo, yang itu ? " kata Mairah.


" Setelah itu Raa " kata Geo antusias.


" Sayang ? " kata Mairah yang diangguki oleh Geo.


" Emang kenapa ? nggak boleh ? " kata Mairah, sehingga membuat Geo menggeleng cepat.


" Makasih " kata Geo berkaca-kaca sambil mencium kening Mairah yang masih berbaring di pahanya.


" Geee " panggil Mairah ketika merasakan air mengenai wajahnya.


" Geo lo nggak papa ? " kata Mairah yang langsung bangun ketika Geo selesai mencium keningnya lama.


" Nggak papa ? " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah, sehingga membuat Mairah langsung menghapus sisa air mata Geo.


" Makasih, karena lo masih bisa sayang sama gue setelah apa yang telah gue lakuin ke elo Raa " kata Geo sambil menatap Mairah.


" Ge lo beneran sayang sama gue ? " kata Mairah yang langsung diangguki oleh Mairah.


" Yaudah nggak usah melowww gitu, mending Geo gombalin Mairah " kata Mairah random, sehingga membuat Geo menggelengkan kepalanya.


" Someone should call the police " kata Geo.


" Why ? "


" Because you just stole my heart " kata Geo, namun di luar dugaan reaksi Mairah hanya biasa aja.

__ADS_1


" Kenapa ? gombalannya garing yaa ? " kata Geo bingung melihat reaksi Mairah yang biasa aja.


" Nggak tau artinya, nggak bisa bahasa inggris " kata Mairah, sehingga membuat Geo tertawa mendengar ucapan istrinya.


******


Sementara di tempat Marsya, saat Marsya sedang duduk di teras rumahnya sambil membaca novel, tiba-tiba Marsya melihat Keenan yang juga sedang duduk di teras samping rumah Marsya.


" Lahhh itu kan Nanan ? ngapain di sini ? " kata Marsya sambil berjalan menghampiri Keenan.


" Nanan..... ini beneran Nanan ? " pekik Marsya yang tiba-tiba berteriak, sehingga membuat Keenan kaget.


" Allahuakbar, ngapain lu di sini ? " kata Keenan.


" Ihhh seharusnya Marsya yang nanya, Nanan ngapain di sini ? " kata Marsya.


" Ini rumah gue, baru pindah kemarin " kata Keenan.


" Hahhh serius ? omggg kalau gitu Marsya tetangganya Nanan dong, yang di sebelah itu rumahnya Marsya " kata Marsya girang.


" La haulah wala quwwata illah billah, kayaknya hidup gue nggak akan tenang mulai sekarang " gumam Keenan.


" Yaa ampun Nanan pasti seneng banget yaa tetanggaan sama Marsya sampai terharu gituh " kata Marsya yang langsung duduk di kursi sebelah Keenan.


" Nanan, Nanan tadi Marsya minum kopi masa kopinya manis." kata Marsya.


" Yaiyalah manis, kan udah lo kasih gula Maemunahh " kata Keenan.


" Ihhhh bukan, gara-gara pas aku minum tiba-tiba di pikiran Marsyaa ada Nanan " kata Marsya.


" Stress nih bocah " kata Keenan.


" Nanan ada lagi, Nanan pernah mimisan nggak ? " kata Marsya.


" Pernah " kata Keenan.


" Kalau Marsya nggak pernah, pernahnya mi miss youu " kata Marsya sambil cekikikan.


" Nanan, Marsya nggak mau swab pcr " kata Marsya.


" Kenapa nggak mau ? " tanyaa Keenan penasaran dengan jawaban Marsya.


" Maunya jadi pcr Nanan aja " kata Marsya sambil memperlihatkan deretan giginya.


" Astagaa belajar ngegombal dari mana lu ? " kata Keenan terkekeh.


" Dari google dong " kata Marsya bangga.

__ADS_1


__ADS_2